
"Dion kenapa gak kamu buat kejutan saja. Bukannya kamu tahu dia tinggal dimana? Datang tanpa pemberitahuan, lalu minta dia jemput kamu. Apa kamu gak mau lihat reaksi nya. " usul Dhika menghentikan chatnya dengan Putri.
"Usul kamu boleh juga. Tapi kalau dia gak mau jemput gimana? " tanya Dion khawatir.
"Tidak akan terjadi. Aku yakin dia pasti akan jemput kamu. " ucap Dhika menyakinkan.
"Emmmm. Baiklah. Minggu depan saja Dion ke Bandung. Kebetulan kuliah udah beres semua, tinggal tunggu wisuda. Masih bulan depan kan." ucap Dion.
Dhika mengangguk mantap.
"Aku bantu semua, mau naik apa? Pesawat apa kereta? " sahut Dhika.
"Pesawat saja biar cepat. " jawab Dion.
"Siipppp. Percayakan sama saya. " sahut Dhika.
Mereka berdua tertawa bersama sama. Dan malam itu juga Dhika tidur di apartemen Dion.
Beberapa hari Dion mempersiapkan semuanya. Segala keperluan Dion untuk berangkat benar benar diperhitungkan. Andhika membantu segala kebutuhan Dion.
"Dion semua sudah siap? " tanya Dhika saat berada di apartemen Dion.
"Sudah semua, beberapa baju, celana, hoodie, dalaman, perlengkapan mandi. Udah masuk semua di koper deh. " jawab Dion sambil kembali mengeceknya.
"Laptop, earphones, chager, beberapa cadangan kartu data? " lanjut Dhika.
"Udah masuk semua. Laptop ditas terpisah. Keperluan lainnya juga dah beres, tinggal berangkat aja. " ucap Dion tersenyum.
"Ahhhh.....Dhika. Gak bisa bayangin gimana reaksi Rolland besok ya. " ucap Dion tersenyum senang.
"Menurut kamu gimana? " jawab Dhika balik bertanya.
"Entah. Yang pasti dia gak akan percaya. " jawab Dion sambil berbaring dan menatap langit langit kamarnya.
"Apa kamu memberitahu orang rumah.? " tanya Dhika.
Dion menggelengkan kepalanya.
"Aku gak akan bilang ke siapapun kalau aku mau ke Bandung. " jawab Dion.
"Lalu ATM kamu, bukan kah akan ketahuan kalau kamu ambil uang disana. " ucap Dhika.
"Kalau masalah itu. Aku pinjam nama kamu. " menatap kearah Dhika.
"Kamu kira aku bercanda apa? " jawab Dion sambil manyun.
"Hahaha. Oke oke. Pakai namaku buat buka rekening baru. Ayo sekarang, mumpung masih siang. " ajak Dhika.
Mereka berdua segera beranjak dan keluar dari Apartemen. Usai membuka rekening baru, segera Dion memindahkan beberapa uangnya ke dalam rekening itu.
"Segini sudah cukup." ucap Dion senang.
"Kalau habis. Gimana? " tanya Dhika.
"Kan ada kamu. Bawa satu ATM ku, no pinnya tanggal lahir ku, simpan siapa tahu aku butuh sewaktu waktu. Kamu bisa transfer ke rekening ini. " ucap Dion.
"Astaga, aku benar-benar di manfaat. " pekik Dhika pura pura terkejut.
"Hehehehe." Dion hanya terkekeh pelan.
Waktu keberangkatan tiba juga. Dion berangkat melalui Bandara Juanda Surabaya. Hanya saja Dhika tidak bisa mengantarkan karena harus pergi kesuatu tempat.
Dion tersenyum senang membayangkan akan bertemu dengan Rolland. Entah ekspresi yang seperti apa yang akan di berikan Rolland saat bertemu.
Perjalanan tak begitu memakan waktu yang lama. Hanya beberapa jam saja. Akhirnya sampai juga Dion ke Bandung. Setelah keluar dari badan pesawat, dan melewati pemeriksaan serta antri mengambil kopernya Dion segera duduk diruang tunggu. Diambil ponsel nya yang sedari tadi Dion matikan.
Dan menghubungi seseorang.
"Siang abi. " 📲chat Dion.
Cukup lama Dion menunggu balasan. Tak lama kemudian terdengar notif ponsel nya.
"Siang juga Dion. " 📲balas Rolland.
"Astaga, lama sekali balasnya abi. Baby sampai kesemutan nunggu chat dari abi. " 📲 ucap Dion.
"Maaf tadi lagi main game sama Gery. " 📲 balasnya.
"Abi sekarang gak lagi sibukkan.? " 📲 tanya Dion.
"Tidak. Ada apa? " 📲 jawab Rolland balik bertanya.
"Jemput Baby di Bandara Husein. " 📲 ucap Dion.