
"Kita berhenti disini saja.Jika kita memasuki ibukota dengan menunggangi serigala petir nanti dapat membuat kegaduhan para warga". ucapku dingin seraya menutup kain pada topi.Kini kami berada didepan hutan kegelapan dan gerbang masuk ibukota kekaisaran Zhou tak jauh dari hutan kegelapan.
Kini terlihat gerbang kekaisaran Zhou yang lebih mirip dengan benteng yang terbuat dari bebatuan kokoh yang dijaga oleh 2 orang pengawal berbadan kekar.
" Salam hormat kepada Yang mulia pangeran mahkota dan jendral besar".ucap kedua pengawal seraya membungkuk hormat dan hanya diangguki saja oleh pangeran Zhou.
Diriku dan rombongan pangeran Zhou sudah memasuki alun-alun kota terlihat banyak pedagang yang menjajakan dagangannya,terlihat juga banyak anak kecil berlarian dan mataku terpaku pada kolam ikan ditengah-tengah alun-alun.Kekaisaran Zhou memang terlihat sangat makmur.
"Nona Lien kita sudah sampai di istana". ucap jendral.
" jendral siapa namamu?".tanyaku seraya memasuki istana.
"Nama saya Jingmi nona". ucap jendral besar.
" baiklah aku akan memanggilmu Gege jingmi karna kau lebih tua dariku".ucapku ramah.
"i-iya nona". ucap jendral terbata-bata karna baru Lien saja yang memanggilnya dengan sebutan 'Gege'.
"Haduuh Gege jangan memanggilku nona panggil saja meimei atau Lien saja juga boleh". ucapku seraya tersenyum tapi tak ada yang tahu karna wajahku masih tertutup dengan kain dari topi.Jika ada yang tau pasti mereka akan pingsan.
" Apa aku juga boleh memanggilmu meimei nona Lien".ucap pangeran dengan mata yang berbinar.
"Aku lebih tua darimu satu tahun panggil jiejie". ucapku dingin dengan wajah datar.
" baiklah jiejie Lin ".ucap pangeran kegirangan.
Kini kami sudah berada didepan gerbang aula istana kekaisaran Zhou.
PANGERAN MAHKOTA DAN JENDRAL BESAR MEMASUKI AULA~~~.
"ini orang suara keras banget mulutnya udah kek toa masjid aja". gumamku dalam hati sambil mengusap kedua telingaku.
Saat memasuki aula disana banyak sekali orang-orang yang udah berumur sepertinya mereka para menteri istana dan satu orang yang tak terlalu tua yang duduk di singgasana.
" Salam hormat kepada Yang mulia Baginda Raja".ucap pangeran Zhou dan jendral besar serentak sambil membungkuk hormat.Dan aku tetap berdiri tegak dengan kepala mendongak berwibawa.
"Siapa kau beraninya tak memberi hormat kepada yang mulia raja". ucap salah seorang menteri.
"Kau tak perlu tau siapa diriku.Dan aku tak akan memberi hormat kepada siapapun kecuali orang tuaku dan sang pencipta". ucapku tegas dan dingin.
" beraninya kau menentangku".ucap menteri tadi dengan wajah memerah karna emosi.
"Tenanglah menteri Xu". ucap kaisar Zhou Kong tegas.
" Siapakah tuan muda ini yang datang dengan pangeran mahkota dan jendral besar".ucap kaisar lembut membuatku merasa tenang.
"Ayahanda dia adalah orang yang memberikan kami banyak sekali tangkai bunga mawar emas untuk Ibunda dan orang inilah yang akan mengobati Ibunda". ucap pangeran Zhou kegirangan.
"Apakah itu benar jendral besar".tanya kaisar memastikan kebenaran.
"Benar yang mulia". ucap jendral besar dengan tegas.
" Terimakasih sebelumnya atas bantuan tuan muda tapi apakah kami boleh tau nama dan wajah anda".tanya kaisar penasaran dengan bagaimana rupa Lien.
"Kaisar tak perlu memanggil saya tuan muda karna saya adalah wanita". ucapku seraya melepaskan topi.
Semua orang yang berada didalam istana melongo termasu kaisar saat melihat wajah Lien bagaimana tidak wajah yang kecantikannya dapat menundukkan kepala semua orang yang ada dibenua Tang dan kecantikan yang dapat mengalahkan kecantikan seorang Dewi sekalipun.
" Perkenalkan saya adalah Lien Shan".ucapku lantang dan tegas.Seketika semua orang yang melamun tersadar.
"Anda sangat cantik nona Lien". ucap kaisar dengan tersenyum.
"Kaisar dimana kediaman permaisuri kita harus segera menyembuhkannya sekarang". ucapku dingin karna aku mulai risih dengan tatapan semua orang yang ada di aula.
" Baiklah nona Lien kita akan menemui permaisuri sekarang dan untuk rapat kali ini bisa kita lanjutkan esok hari".ucap kaisar dengan tegas.
Perjalan menuju kediaman permaisuri bisa dibilang cukup jauh dari aula kerjaan kakiku rasanya seperti ingin patah saja.
"kau kenapa jiejie jalanmu sangat lambat". tanya pangeran Zhou heran.
" Kenapa kediaman permaisuri jauh sekali 'Zuzu' kakiku sakit sekali".ucapku tanpa menjawab pertanyaan pangeran zhou.
"apakah jiejie mau aku gendong". tawar pangeran Zhou. Kening kaisar dan jendral besar berkerut karna baru kali ini pangeran mereka menawarkan bantuan pada seorang wanita kecuali ibundanya.
" iya cepatlah membungkuk kakiku sudah sakit sekali".ucapku yang langsung naik ke punggung pangeran Zhou.
Dalam perjalanan menuju kediaman permaisuri pangeran Zhou selalu saja mengajukan banyak pertanyaan yang hanya dapat gelengan dari kaisar dan jendral besar.
"Diamlah mulutmu berisik sekali". bentakku pedas pada pangeran Zhou karna sedari tadi sudah risih dengan semua pertanyaan yang diajukan oleh pangeran ini dalam sekejap semua rombongan yang menuju kediaman permaisuri terdiam karna bentakkanku.
Aku dan rombongan kaisar telah sampai dikediaman permaisuri.Kulihat beliau terbaring lemah,tubuh yang mulai kurus,bibir pucat.Sungguh memprihatinkan aku mencoba mendekat dan memeriksa denyut nadi.
" Semuanya keluarlah aku akan menyembuhkan permaisuri.Zuzu berikan aku satu tangkai bunganya".ucapku dingin dan langsung diangguki mengerti oleh rombongan kaisar.
"Permaisuri apa kau bisa mendengar suaraku". ucapku lembut sambil membelai pucuk kepalanya.
" S-sia-pa k-au?".tanya permaisuri terbata-bata.
"Permaisuri tenanglah aku akan mengobati anda.Permaisuri jika nanti terasa sangat menyakitkan tolong tetap jaga kesadaran anda.Aku yakin permaisuri pasti sembuh". ucapku meyakinkannya dengan tersenyum tulus.
" A-ku pe-r-cay-a p-ada-mu".ucapnya dengan senyuman diwajahnya.
Aku mencoba fokus menggunakan elemen airku kini ditanganku terdapat segumpal air dengan disinari cahaya berwarna biru.Lalu aku memfokuskan mencampur elemen airku dengan helai demi helai bunga mawar emas keringat bercucuran dari dahiku.
Setelah tercampur kini bola air berwarna biru tetapi terdapat bola berwarna emas ditengahnya.Aku mencoba mengarahkannya ke tubuh permaisuri tubuh permaisuri berangsur-angsur pulih tubuh yang tadinya kurus dan bibir yang pucat kini kembali seperti semula.
"Permaisuri bagaimana perasaanmu sekarang". ucapku dengan seulas senyuman di wajah pucatku.
Tubuhku terasa lemas energi Qi ku berkurang setengah saat mencampur bunga mawar emas dengan elemen ku.Kepalaku terasa berat dan aku merasakan sesuatu yang hangat mengalir di hidungku.
" Nona hidung anda mengeluarkan darah dan wajah anda pucat".ucap permaisuri khawatir yang langsung beranjak dari peraduan dan membantuku berdiri karna kakiku terasa lemas tak bisa berdiri.
"Yang mulia!Yang mulia!". teriak permaisuri yang khawatir dengan kondisiku.
Seketika semua rombongan kaisar langsung beranjak memasuki kamar permaisuri. Mereka semua kaget melihat permaisuri yang mencoba membantu Lien berdiri dan mereka tambah terkejut saat melihat darah yang keluar dari hidungku dengan wajah yang pucat.Pangeran Zhou langsung mengambil alih tubuhku dengan menggendong ala bridal style.
" Apa yang terjadi permaisuri ku?".tanya kaisar dengan wajah khawatir.
"Aku tidak tau.Sekarang lebih baik kita bawah kepaviliun Teratai cepatlah kasihan dia". ucap permaisuri dengan wajah cemas.
Langsung saja semua rombongan kaisar mengikuti pangeran Zhou dari belakang dengan jalan yang tergesa-gesa. Semua penghuni istana dikagetkan dengan pangeran Zhou yang menggendong seorang wanita yang diikuti oleh kaisar dan permaisuri dibelakangnya dengan raut wajah yang sangat cemas.
Semua orang berdoa semoga seseorang yang digendong oleh pangeran Zhou dalam keadaan baik-baik saja.Setelah sampai di paviliun Teratai pangeran Zhou langsung membaringkan tubuhku di atas peraduan.
" Zuzu".lirihku sambil memegang pergelangan tangan pangeran Zhou.
"Tenanglah jiejie biar tabib mengobati jiejie". ucap pangeran Zhou dengan lembut dan diangguki mengerti olehku.Tabib langsung memeriksa keadaanku.
Kalian tanya dimana semua orang yang mengikutiku tadi.Mereka semua menunggu didepan pintu kamar dengan raut wajah khawatir dengan kepala menunduk permaisuri ditenangkan oleh kaisar.
Ayo terus dukung author yah dengan banyak-banyak vote dan like.kalau ada kekurangan tolong kasih saran.Salam sayang dari author:)