
Setelah selesai sarapan aku dan yang lainnya pergi ke gazebo yang ada di tengah kolam teratai didekat taman istana.
Semua orang disana berbincang-bincang dengan camilan dan teh sebagai pelengkap aku hanya diam disamping Liu tanpa ikut bergabung dalam perbincangan mereka.
Akhirnya rasa bosanku datang aku menyenderkan kepalaku dipundak milik Liu dan Liu membalasnya dengan merangkul pundakku terkadang memberikan kecupan kecil dipuncak kepalaku.
"kapan mereka akan berhenti berbicara?". tanyaku pada Liu dengan memandang semua orang disana yang bersemangat dalam perbincangan hangat mereka.
" apa kau mau ketempat yang indah denganku?".tanya balik Liu tanpa menjawab pertanyaanku.
" tentu saja aku mau.apa kau akan membawaku kesana?".tanyaku semangat dengan kepala mendongak menatap wajahnya.
" iya".jawabnya lembut.
"ayo sekarang kita pergi". ucapku semangat dengan kepalaku yang tak kusandarkan lagi.
" kau harus meminta ijin terlebih dahulu sayang".jawabnya dengan menggenggam tanganku.
"tentu". ucapku senang dan langsung berlari kearah mereka yang sedang berbincang dengan melupakan semua rasa sakit ku yang tadi pagi masih sedikit terasa.
" ayah".ucapku setengah berteriak.Semua orang disana terkejut saat melihatku berlari menuju mereka.
"jangan berlari seperti itu putriku nanti kau jatuh". ucap ayah cemas dengan bangkit dari duduknya dan berjalan kearahku.
" ayah".ucapku semangat menghamburkan diriku dipelukan ayah.
Ayah yang terkejut langsung membalas pelukanku dengan erat agar aku tak terjatuh.
"kau membuat ayahmu cemas saja". ucap ayah yang tersadar dari terkejutnya dan melepaskan pelukanku perlahan.
" maaf ayah aku terlalu bersemangat karna Liu mengajakku pergi ketempat yang indah sekarang".ucapku dengan tersenyum manis.
" maksudmu yang mulia kaisar langit yang mengajakmu".tanya ayah heran karna kaisar langit mengajaknya pergi keluar bukan karna tidak percaya hanya saja memastikan apa yang dikatakan putrinya adalah benar.
"ya ayah Liu yang mengajakku boleh yah ayah kumohon". ucapku memohon dengan mata berbinar dengan gemas membuat semua orang menjadi gemas melihatnya.
" baiklah ayah mengijinkan tapi berhati-hatilah dijalan".ucap ayah lembut dan pasrah karna tak kuat melihat wajahku.
"terimakasih ayah Cup". ucapku senang dan mengecup pipinya singkat.
" yang mulia saya titip anak hamba".ucap ayah tulus dengan menatap kaisar langit atau Liu.
"tentu saja ayah mertua". ucap Liu lembut.
Sontak membuat semua orang terkejut karna kaisar langit yang terkenal dengan sifatnya kejam dan dingin pada semua orang tapi apa yang mereka lihat sungguh membuat rahang mereka terjatuh dan yang lebih membuat mereka lebih terkejut adalah memanggil kaisar Zhou dengan sebutan mertua.
"sayang ayo pergi". ajak Liu dengan merentangkan lengan kirinya didepan gazebo.
" ayo".ucapku semangat.
Seketika Liu memeluk pinggangku dari samping dengan erat dan membawaku terbang sontak aku memeluk perut milik Liu dari samping dengan erat karna takut terjatuh Liu yang melihatnya terkekeh geli dan mempererat pelukannya di pinggangku.
Kini aku berada ditempat yang membuatku senang tepatnya diatas hamparan awan putih yang sangat cantik dan kami berdua terbang diatasnya dengan berpelukan.
"Liu terimakasih sudah mengajakku kemari dan aku tak akan melupakan hal ini". ucapku lembut dan menatap wajah milik liu dengan sedikit mendongak.
" aku akan terus mengajakmu ke tempat-tempat indah lainnya ".ucap Liu lembut dengan menatap dalam mataku.
" Liu sejak kapan kamu menyukaiku?".tanyaku yang memang sangat penasaran.
" aku tidak menyukaimu shanshan".balas Liu yang berhasil membuatku membeku sesaat.
"lalu?". tanyaku dingin dengan pandangan lurus tanpa melihat wajah Liu karna kecewa dengan pernyataan singkat darinya.
" tapi aku sangat sangat mencintaimu shanshan kecilku".ucapnya lembut yang membuatku tak kalah terkejut.
"apa buktinya". tanyaku ketus untuk mencari kesungguhannya dan langsung saja Liu menarikku dari samping yang kini aku berhadapan dengannya yang memeluk pinggangku erat.
" shanshan aku bukanlah orang yang suka bercanda dalam hal serius seperti ini dan aku benar-benar sudah mencintaimu saat aku pertama kali melihatmu menari ditengah-tengah aula saat itu".ucapnya lembut dan serius dengan menatap mataku dalam.
"a-aku". ucapku tergagap karna penjelasan dari Liu yang membuatku sedikit membeku.
" aku mencintaimu shanshan ".ucap Liu dengan mendekatkan wajahnya ke arahku dan bibir kami saling bertemu Liu menciumku dengan lembut.
" Dan aku juga mencintaimu Xixing".ucapku tulus saat Liu melepaskan ciumannya dengan menatap manik mata milik Liu dalam.
"terimakasih". ucap Liu dengan mendekap tubuhku didalam pelukan hangatnya lain halnya dengan minghao dan tomu yang melihat semua adegan romantis tuannya menjadi terharu dan merasa sangat bahagia.
" Liu apa kau akan terus mengikutiku dan menjagaku kemana pun aku pergi".tanyaku saat masih didalam pelukannya.
"tentu aku akan selalu di sampingmu dan menjagamu kemana pun kamu pergi". ucapnya tulus dan semakin mempererat pelukannya.Aku dan Liu kembali kekaisaran saat waktu makan malam akan tiba.
Mungkin mulai esok hari aku berencana mengelilingi ke-3 kekaisaran dimulai dari kekaisaran Xia terlebih dahulu dan tentu saja aku akan pergi bersama Liu,minghao dan juga tomu.
Aku juga telah berpesan pada Jili untuk menjaga kastil luster dan pasukan the dark dengan baik jika Jili membutuhkan bantuan aku akan menyuruh tomu pergi ke kastil lewat dari dalam dimensiku yang terhubung dengan kastil milikku.
Segini dulu yah readers ku.Jangan lupa untuk selalu beri vote dan like sebanyak-banyaknya terimakasih. Salam sayang author:).