Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
32.Menuju Kekaisaran Xia



Setelah kami berdua berbincang dan bercanda cukup lama.


"bagaimana hubunganmu dengan kaisar langit itu" godanya.


"kami baik-baik saja Gege menurutmu bagaimana tentang Liu".tanyaku balik menatapnya.


" menurutku dia sangat baik dan sangat mencintaimu".ujarnya kubalas anggukan kepala


"Gege sepertinya aku terlalu lama disini mungkin Liu dan Zuzu tengah mencarimu".ucapku bangkit dari duduk ku.


" Tapi Gege masih ingin mengobrol dengan adikku".ucapnya lesu.


"Bagaimana kalau gege masuk kedalam dimensiku dan ikut dalam perjalananku". ucapku memegang sebelah pundaknya.


" baiklah Gege mu ini akan selalu ikut kemana pun adiknya pergi".ucapnya bangkit dari duduknya.


"tapi bagaimana aku keluar dari sini?". tanyaku.


" pusatkan pikiranmu dan ucapkan 'keluar' maka kamu pasti bisa keluar dari sini".ucapnya lagi yang tiba-tiba menghilang dan masuk kedalam dimensiku.


Aku mencoba memusatkan pikiran dan kini aku sudah berada didepan pintu kamarku. Aku berbalik melihat pohon besar yang tadi aku datangi tapi sekarang disana hanya ada pohon-pohon biasa.Aku kembali ingin membuka pintu kamarku dan dikejutkan dengan teriakan seseorang.


"shanshan/jiejie". teriakkan dari Liu dan zuzu.


" apa kau tidak apa-apa sayang?apa yang terjadi padamu?apa jiejie terluka kami mencari jiejie kemana-mana.Kami semua sangat khawatir tadi".ucap mereka bersamaan yang membuatku bingung.


" lihatlah aku tidak terluka sedikit pun".ucapku mengelus pipi mereka berdua.


"jangan pernah menghilang tiba-tiba seperti itu aku sangat khawatir padamu". ucap Liu penuh khawatir


" iya aku tak akan mengulanginya lagi sayang".ucapku lembut.


"....Zuzu sekarang pergilah beristirahat yah besok kita akan memulai perjalanan lagi".lanjutku berjalan mendekatinya.


" iya jiejie aku akan beristirahat sekarang ".ucapnya dengan memelukku.


" semoga mimpi indah Cup".ucapku mengecup singkat puncak kepalanya.


"Gege Liu selamat malam". ucap Zuzu seraya berlalu meninggalkanku dan Liu berdua.


" sekarang pergilah tidur Liu".ucapku.


"bolehkah aku tidur bersamamu janji tidak akan melakukan yang aneh-aneh". tanyanya dengan mengatupkan kedua tangannya.


" jika kamu melakukan yang aneh-aneh aku tidak akan menemuimu lagi".ancamku menatapnya tajam.


" aku janji tidak akan melakukan yang aneh-aneh ".ucapnya lagi memohon.


Aku langsung terlelap saat Liu mendekapku hangat dan mengusap rambutku dengan lembut yang membuatku sangat nyaman.


Keesokan paginya aku terbangun terlebih dahulu dan merasakan sesuatu yang berat di perutku kulihat lengan Liu yang melingkar disana.Aku berbalik dan menatap kewajah tampannya.


"apa wajahku terlalu tampan sampai kau memandanginya". ucapnya dengan mata terpejam.


" sangat sangat tampan bahkan membuatku jatuh cinta padamu ".balasku mengelus-elus pipinya.


" terimakasih memang wajahku sangatlah tampan".ucapnya dengan mata mulai terbuka.


"yayaya sekarang bangunlah dan bersiap-siap kita akan melakukan perjalanan kembali". ucapku bangkit dan menyenderkan punggungku dikepala peraduan.


" biarkan begini sebentar saja".ucapnya memejamkan matanya kembali dan memeluk pinggangku erat.


"ayolah sayang bangunlah jangan malah tidur lagi". ucapku sabar.


" baiklah aku akan bangun sekarang".ucapnya bangkit dari tidurnya.


" pakai hanfu ini yah ".ucapku menyodorkan hanfu putih berjubah biru dengan sulaman naga berenang emas.


" akan kupakai nanti aku pergi dulu Cup".ucapnya mengecup kening ku lembut dan berlalu pergi.


Aku segera bangkit dan masuk kedalam pemandian untuk membersihkan diri.Kali ini aku memakai hanfu berwarna merah bercampur jingga dengan rambut kuikat sederhana dan tidak melupakan cadarku.



Aku berjalan keluar dan menuju kedepan paviliun akademi disana aku melihat banyak sekali orang-orang.


"cucuku apa kau benar-benar akan pergi sekarang?". tanya Kakek Chanyi saat aku tiba didepan mereka dan berdiri disamping Liu.


" jika kami ada waktu luang kami pasti akan mengunjungi kalian lagi".ucapku memeluk kakek Chanyi.


"kami pergi sekarang dan terimakasih karena sudah menjamu kami bertiga dengan baik". ucapku dengan membungkukkan tubuhku.


" kalian adalah cucu kami maka tak perlu berterimakasih seperti itu".ucap Kakek Jianying.


"baiklah kami akan pergi sekarang sampai jumpa". ucapku dengan menaiki punggung dark.


" berhati-hatilah dijalan yah kami semua akan merindukan kalian bertiga".ucap Kakek Fenying dengan air mata yang mengalir dan dibalas anggukan kepala semua murid akademi.


"iya kalian juga sampai jumpa semuanya". ucapku melambaikan tangan dan berbalik meninggalkan akademi.


**Segini dulu yah readers ku sayang.Jangan lupa vote,comment dan like sebanyak-banyaknya.


Salam sayang author💞**