Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
25. Menuju Kota kabut



Hari ini adalah dimana perjalananku dimulai aku berencana memulai perjalananku dari kekaisaran Xia lebih tepatnya ke kota kabut dan dirumorkan juga adanya sebuah akademi yang hampir seluruh muridnya memiliki elemen biru/air dan juga tempatnya yang dijaga oleh serigala hitam dengan ukuran 2 kali lebih besar dari seorang pria dewasa.


Aku beranjak dari atas peraduanku dan pergi membersihkan diri didalam pemandianku tubuhku juga sudah lebih dari kata pulih karna sehabis pulang dari jalan-jalan bersama Liu kemarin aku memasuki dimensiku dan bermeditasi cukup lama didalam itupun saran dari tomu.


Dan kini tingkat kultivasiku telah mencapai ranah God tingkat 5 kemungkinan akan mencapai ranah Abadi bahkan tingkatan semua elemen ku juga telah mencapai tahap suci itu semua bisa terjadi karena lonjakan Qi spiritual didalam dantianku beberapa waktu lalu yang membuatku bisa mencapai nya lebih cepat.


Aku kali ini hanya memakai hanfu putih polos dan jubah tipis berwarna hijau polos rambutku yang kugulung keatas.



"pengawal cari kaisar langit dan beritahu bahwa aku menunggunya di gerbang istana". ucapku datar pada pengawal yang ada didepan kamarku.


Aku berjalan menuju ke kandang kuda terlebih dahulu disana terdapat banyak pengawal yang sedang merawat kuda-kuda yang ada didalam sana pandanganku tertuju pada kuda berwarna hitam pekat dengan tubuh yang sangat besar dan gagah tentunya.


Aku berjalan mendekat kearahnya dan menetap lekat kedua matanya yang berwarna merah darah.Kedua tanganku terulur untuk menyentuh kepalanya dan mencoba berkomunikasi dengan menutup kedua mataku.


" *kuda hitam apa kau bisa mendengarkan".batinku mencoba untuk berkomunikasi dengannya.


"kau bisa berbicara denganku manusia". balas kuda hitam itu.


" tentu aku bisa.apa kau sudah pernah keluar dari sini?". tanyaku


"belum pernah meski itu sekali saja karna aku tak membiarkan seorang pun menunggaiku karna aku adalah* Kuda Kegelapan" *ucapnya arogan.


"kalau kau adalah seekor kuda kegelapan yang ada didalam hutan kegelapan maka apa kau mengenali aura ini?". tanyaku dengan mengeluarkan sedikit auraku sebagai pemilik hutan kegelapan.


" ya-yang mulia ampuni hamba yang tak mengenali junjungan yang terhormat "ucapnya dengan tergagap karna takut.


" kalau begitu apa kau mengijinkanku menunggangimu atau tidak?".tanyaku dengan smrik kejam.


"saya telah menunggu junjungan dalam waktu yang lama untuk kembali anda tunggangi". ucapnya hormat.


" baiklah aku akan membawamu dalam perjalananku kemana pun itu dan namamu adalah* ***Dark**".ucapku dengan memutuskan komunikasi secara sepihak*.


Aku membuka kandangnya dan membiarkan dia keluar aku pergi mengambil tali kekang dan perlengkapan lainnya untuk berkuda.Setelah selesai memakaikannya aku menaikinya dengan sedikit berjinjit karna tubuhnya yang tegap dan tinggi aku berjalan keluar dan mendapat tatapan terkejut dari pengawal yang ada di kandang kuda aku hanya acuh.


Aku berjalan menuju gerbang istana dari kejauhan tampak beberapa kereta kuda kerajaan yang kupikirkan mungkin milik dari kekaisaran Shang, Qin dan Xia yang berkunjung kemarin.


Aku menunggu Liu dengan sedikit berkomunikasi dengan dark sambil mengelus rambut panjang hitamnya.


"Dark bagaiman kamu bisa berada didalam kandang kekaisaran Zhou?". tanyaku heran.


" seingat hamba waktu itu hamba sedang tertidur didalam hutan kegelapan lalu ada sesuatu yang menuntun hamba menuju kekaisaran zhou dan memasuki kandang kuda-kuda disana".jelasnya.


"kenapa bisa terjadi seperti itu dan apakah seluruh orang di kekaisaran tidak terkejut dengan adanya kamu didalam kandang mereka". ucapku masih bingung.


" hamba kurang tahu soal itu ratu tapi yang pasti semua orang didalam kekaisaran terkejut dengan adanya aku disana apalagi dengan statusku sebagai kuda tunggangan dari pemilik hutan kegelapan yang ditakuti oleh seluruh orang di kekaisaran Zhou ini ".jelasnya panjang lebar.


" jadi seperti itu mungkin ini sudah takdir".ucapku sedikit paham.


"mungkin ratu.Ohh yah ratu dalam perjalanan ini kita berdua akan menjelajah kemana saja?". tanyanya semangat.


" bukan kita berdua saja dark dan juga kita akan pergi menjelajahi seluruh benua Tang".ucapku datar.


"wah kita akan menjelajahi seluruh benua Tang dan tunggu dulu apa ratu tadi berkata kita tidak berdua saja lalu dengan siapa lagi?". tanyanya bingung.


" kita akan pergi den-".ucapku terpotong karna teriakkan dari Zuzu.


"jiejie!!". teriaknya dengan berlari kearahku.


" apa?".tanyaku datar dengan berada diatas kuda.


"jiejie menunggangi kuda kegelapan". ucapnya kaget dengan menatap dark takut saat dark membalas tatapan dari Zuzu dengan tajam.


" lalu kenapa?".tanyaku datar.


"ayah Ibunda lihat jiejie menunggangi kuda kegelapan!!". teriak Zuzu keras.


Aku melihat ayah,Ibunda,Liu dan juga rombongan dari kekaisaran Shang, Qin dan Xia.


" haiish Zuzu jangan berteriak seperti itu".ucapku lembut.


"maaf jiejie". ucapnya dengan cengiran kuda dan kulihat semua orang berlari kearahku dan zuzu hanya Liu saja yang berjalan santai dengan raut wajah datar.


" putriku kau menunggangi nya".ucap ayah dengan raut wajah terkejut.


"iya ayah". ucapku saat telah turun dari atas dark.


" astaga putriku sangat hebat ternyata benar bukan".ucapnya girang dengan menatap seluruh orang disana.


"tentu saja dia adalah istriku maka dia sangat hebat". ucap Liu percaya diri saat ada disampingku dengan mengusap lembut kepalaku yang membuat suasana menjadi hening sejenak.


"ayah aku akan pergi menjelajahi benua Tang hari ini". ucapku datar memecahkan keheningan.


" tapi putriku kau baru saja kembali ".ucap Ibunda dengan suara serak.


" Ibunda dengarkan aku".ucapku dengan mendekat kearahnya dan memegang kedua pundaknya.


"sebelum shan'er datang kemari aku sudah memiliki rencana untuk menjelajahi seluruh benua Tang". jelasku dengan menatap dalam kedua manik mata milik Ibunda.


" tapi-".ucap Ibunda tercekat.


"Ibunda ini adalah tujuan utamaku selama ini kumohon ijinkan aku menjelajahi benua Tang". ucapku dengan menatap kedua matanya lebih dalam.


" berjanjilah untuk kembali putriku".ucapnya dengan air matanya mulai menetas.


" Ibunda berjanji".ucapnya dengan senyuman manisnya.


"terimakasih Cup". ucapku dengan mengecup puncak kepala milik Ibunda.


" jiejie boleh aku ikut denganmu?".tanya Zuzu dengan mata berbinar.


"tidak". ucapku datar dengan menatapnya dingin.


" ayolah jiejie boleh yah".ucapnya lagi dengan bergelayut manja di lenganku manja.


"tidak Zuzu kemungkinan besar didalam perjalanan nanti akan ada banyak sekali bahaya aku tak ingin dirimu terluka". jelasku dengan dingin yang membuatnya melepaskan pelukannya dilenganku.


" biarkan dia ikut sayang".ucap Liu lembut.


" aku tak ingin dia terluka dalam perjalanan ini ".ucapku dengan kepala menunduk dan suara serak.


" sayang dengarkan aku biarkan dia ikut perjalanan ini akan menjadi pelatihannya untuk menjadi lebih kuat dan bisa melindungi dirinya sendiri ".jelas Liu dengan mengangkat daguku agar menatap wajahnya.


" baiklah ".ucapku pasrah.


" Zuzu apa kau mendengar semua ucapan Liu".ucapku dengan menatapnya lekat dengan dia yang masih menunduk takut.


"iya jiejie". ucapnya dengan suara bergetar.


"dengarkan jiejie kamu harus melatih dirimu agar jiejie tak mengkhawatirkan keadaan mu karna jiejie sangat menyayangimu dan aku tak ingin luka sekecil apapun ada di tubuhmu". ucapku lembut dengan menggenggam erat kedua tangannya.


" jiejie akan membiarkanmu ikut dalam perjalananku ".ucapku lembut.


" terimakasih jiejie".ucapnya dengan tersenyum lebar.


"jika boleh bertanya Putri akan menuju kemana terlebih dahulu?". tanya Xia He.


" aku akan pergi ke kota kabut di kekaisaran Xia terlebih dahulu ".ucapku datar dan menatapnya.


" bagaimana kalau Putri ikut rombonganku saja".tawar Xia He.


"maaf Putri tapi aku akan pergi sesuai kata hatiku dan juga perjalanan ini adalah sarana pelatihan bagi Zuzu". jelasku dengan wajah datar.


" baiklah kalau begitu tapi jika Putri telah sampai di ibukota kami berkunjunglah ke kerajaan kami".ucapnya dengan tersenyum manis.


"tentu aku akan berkunjung". ucapku datar.


" ayah dan ibu jaga diri kalian baik-baik makanlah dengan teratur".ucapku dengan berjalan mendekat kearah keduanya.


"Untuk ayah jangan bekerja terlalu keras dan jangan memaksakan diri jika shan'er tahu ayah memaksakan diri". ucapku lembut.


" Wei!".panggilku dan datanglah seorang pria dengan jubah hitam bertudung.


"apa junjungan membutuhkan sesuatu?". tanya Wei.


" beritahu pada Hua dan yang lainnya untuk mengawasi seluruh kekaisaran Zhou dan para menteri juga Kasim Jun jika mereka tak membantu ayahku mengerjakan tugas bunuh saja mereka dan pergerakan mencurigakan sekecil apapun itu bereskan tanpa meninggalkan apapun". ucapku dingin.


"sesuai perintah junjungan". ucapnya tegas


" kerjakan sekarang ".ucapku dingin dan Seketika Wei menghilang dalam sekejap yang membuat semua orang takut.


" apa kalian mendengar ucapanku para menteri dan Kasim Jun".ucapku dingin dengan menatap mereka tajam.


"kami akan melaksanakan sesuai perintah dari tuan putri". ucap mereka serentak dan kubalas anggukan kepala.


" Dan untuk Ibunda juga jaga kesehatan jangan terlalu sering menangis".ucapku lembut dengan mengelus pipinya.


"iya putriku". balasnya.


" pelayan jaga ibukku dan ucapanku tadi berlaku bagi semua yang ada di kekaisaran Zhou".ucapku dingin dengan seringai tajam.


"baiklah ayah Ibunda aku akan pergi sekarang". ucapku dengan memberikan kecupan singkat dikening mereka berdua.


" berhati-hatilah shan'er dan jaga zuzu".ucap ayah dan kubalas dengan anggukan kepala.


Aku berjalan mendekat kearah Liu dan Zuzu yang menunggu disamping dark dengan satu kuda putih bersih dengan tinggi yang sama seperti dark.Aku mengeluarkan 3 jubah berwarna hitam dan 3 cadar hitam tipis.


"pakailah ini". ucapku dengan memberikan satu jubah untuk Liu dan Zuzu.


" kemari jiejie bantu memakaikannya ".ucapku dengan membantunya memakai jubah dan cadar.


" Liu biarkan dia berkuda denganmu yah".ucapku dengan mendekat kearahnya dan membantunya memakai jubah.


"iya sayang". balasnya dengan mengecup kening ku.


" haiish kau ini selalu saja menciumku".gerutuku kesal dan berjalan kearah dark.


" *ayo kita mulai dark".batinku semangat.


"ayo". balas dark*.


Aku dan dark melaju dengan kencang meninggalkan Liu dibelakang tanpa memperdulikannya karna aku tahu jika dia bisa mengikutiku.


**Maaf yah author baru up karna author harus mengistirahatkan tubuh author yang mau drop maaf yah sekali lagi.


Dan author minta dukungannya dong dengan vote dan like sebanyak-banyaknya agar author lebih rajin lagi upnya.


Salam sayang author**:).