
Pagi ini diriku bangun terlalu pagi jadi aku berinisiatif untuk melakukan olahraga pagi dan berlatih senjata.Diriku keluar dari dalam kamar dengan menggunakan celana hitam sepaha dan memakai atasan yang hanya sampai atas pusarku dengan tali kecil di pundakku diluar kamar hawanya masih sangat dingin jadi diriku memakai jubah berwarna hitam dengan tali kecil dipinggang.
Di lapangan pelatihan semua masih sangat sepi dan hening para pelayan dan pengawal semua masih tertidur.Aku memulai dari pelemasan otot dan sendi-sendi lalu melakukan push up, sit up,jumping Jack's,squat dan plank.
Setelah melakukan olahraga kecil aku berlari mengelilingi lapangan sebanyak 10 kali dan melakukan istirahat selama 10 menit lalu melakukan plank.Kini matahari mulai terbit dan para pelayan serta pengawal pergi keluar untuk melakukan tugas mereka.
Terlihat dari kejauhan diriku melihat Lulu yang berlari ke arahku dengan raut wajah yang khawatir.
"Kau kenapa lari-larian lulu?". tanyaku padanya saat dia berhenti di depanku dengan mengatur nafasnya yang terengah-engah.
" Nona saya sedari tadi mencari-cari nona dipaviliun tapi nona ada disini".ucapnya kesal tapi terdapat rasa khawatir didalamnya.
"aku bangun terlalu pagi jadi aku memanfaatkannya dengan melakukan latihan disini". ucapku seraya berdiri setelah melakukan plank.
" apa nona membutuhkan sesuatu sekarang? ".tanya Lulu.
" ambilkan kain bersih dan air minum aku sangat haus".suruhku seraya mengambil pedang.
Diriku mulai melakukan berbagai teknik berpedang semua gerakan yang aku peragakan masih merupakan teknik menangkis saja setelah melakukan teknik menangkis aku mencoba melakukan teknik menyerang serangan demi serangan aku lakukan.
Lulu yang baru saja datang dengan membawa barang yang tadi diriku suruh terperangah saat melihatku sedang berlatih berpedang dengan sangat cepat.Setelah selesai bermain pedang aku berjalan menghampiri Lulu yang sedari tadi berdiri di samping sebuah tempat duduk.Lulu juga baru menyadari jika nonanya memakai baju yang sangat terbuka baginya kalau bagiku sih tidak.
"nona memakai pakaian apa itu sangat terbuka nona?.Jika yang mulia kaisar tau pasti akan marah besar nantinya". tanya Lulu cemas.
" tenanglah Lulu ayah tidak akan marah padaku".ucapku seraya duduk di kursi di samping Lulu.
"tapi nona". ucapnya dengan ragu.
" sudahlah tak usah khawatir. Mana air minum ku dan kainnya?".tanyaku sambil mengalihkan pembicaraan karna jika berdebat dengan Lulu pasti akan panjang jadinya.
"ini nona". ucapnya sambil menyerahkan kain dan botol minum.
Saat diriku sedang beristirahat para pangeran dan putri dari kekaisaran lain datang ke lapangan pelatihan untuk berlatih tapi mereka dikejutkan dengan adanya diriku yang terlihat sedang beristirahat.
Mereka semua berjalan mendekat kearahku dan aku berdiri berniat untuk menyambut mereka tapi yang membuatku bingung adalah kenapa wajah para pangeran memerah seperti kepiting rebus.
" Hey~~kenapa dengan wajah kalian pangeran?".tanyaku heran tapi malah ditertawakan oleh putri Qin Shuwan dan Xia He.
"apa ada yang lucu kenapa kalian malah tertawa?". tanyaku tambah heran.
" apa Putri tidak tahu?".tanya Putri Xia He masih dengan cekikikan dan kubalas gelengan kepala bingung.
" wajah mereka memerah karna melihat pakaian putri yang memperlihatkan perut Putri yang kotak-kotak itu apalagi sedikit berkeringat".ucap Putri Shuwan cekikikan.
"ohh jadi begitu.apa kalian belum pernah melihatnya yah". godaku pada mereka seraya berjalan mendekat kearah para pangeran yang membuat semua pangeran berjalan mundur dengan wajah yang tambah memerah.
Seketika tawa dari diriku,Putri Xia He dan putri Qin Shuwan pecah saat melihat tingkah laku para pangeran disana.
" hahahahaha~~~~ lihatlah wajah mereka seperti tomat yang sudah matang".ucapku dengan tawa yang belum reda.
"kau benar Putri wajah mereka lucu sekali hahaha~~".ucap Putri Xia He yang masih tertawa.
" astaga perutku sakit sekali".ucap Putri Shuwan sambil memegang perut mereka.
"sudah~sudah jangan menertawakan mereka".ucapku mencoba berhenti tertawa.
" apa sudah puas kalian menertawakan kami".ucap sinis pangeran Shang Hongli.
"sudah". ucapku tanpa merasa bersalah yang tambah membuat para pangeran cemberut.
" apa kalian kesini untuk berlatih?".tanyaku mengalihkan pembicaraan.
"tidak putri kami tadi hanya sekedar berjalan-jalan saja karna ingin tahu kekaisaran Zhou tapi kami tadi melihat putri sedang bermain pedang jadi kami berniat menemui Putri". ucap Putri Xia He.
" ohh begitu jadi kalian ak-".ucapku terpotong karna teriakkan dari Zuzu yang berlari kearahku.
"jiejie!!". teriaknya seraya berlari.
Hap~~
" kenapa Zuzu berlari seperti itu jika terjatuh bagaimana? ".tanyaku cemas saat Zuzu didalam pelukanku.
" tidak akan jiejie".ucapnya dengan cengiran kudanya.
" terus kenapa?".tanyaku.
"Zuzu hanya merindukan jiejie". ucapnya dengan tersenyum lebar.
" manis sekali adikku Cup~~".ucapku lembut dan mencium kening Zuzu.
"bagaimana kalau makan siang di paviliunku nanti?". ajakku pada mereka semua.
" boleh juga baik kami semua akan datang kepaviliun Putri nanti siang".ucap pangeran Shang chyou.
"jiejie apa aku juga boleh ikut makan siang bersama?". tanya Zuzu.
" tentu ***-".ucapku terpotong oleh panggilan yang terdengar sangat dingin dari seseorang yang sangat aku kenali seketika aku menolehkan kepalaku takut-takut.
"meimei". ucap jendral meimei yang berjalan dengan wajah yang sangat dingin.
" e-eh iya Gege".ucapku takut saat melihat wajahnya entah kenapa diriku takut jika Gege jingmi sudah melihatkan raut wajah dingin.
" lain kali jangan berpakaian seperti ini dihadapan orang lain apa kau mengerti".ucapnya dingin dengan memakaikan jubahnya kediriku.
"maaf Gege hiks". ucapku berpura-pura menangis.
" hah apa kau menangis meimei".ucapnya panik saat tahu diriku menangis semua orang juga ikut panik.
"Gege berbicara sangat dingin pada shan'er itu membuatku takut". ucapku dengan masih disertai isakan kecil tapi emang bener kalau aku emang takut tadi.
" maafkan Gege karna Gege takut ada orang yang berniat buruk padamu nanti.Gege janji tidak akan dingin lagi pada meimei".ucapnya lembut yang membuatku tertawa dalam hati karna kemenangan.
Diriku memang berpura-pura menangis agar Gege jingmi tidak marah padaku.Biarkan jika aku mencoba mengerjainya kali ini.
"janji?". tanyaku dengan menyodorkan jari kelingking ku.
" janji meimei".ucap Gege jingmi yang menautkan jari kelingkingnya kepadaku.
"Gege nanti siang datanglah kepavilinku dengan yang lain Cup~". ucapku mencium Gege jingmi dan berlari menjauh saat Gege jingmi masih mematung kaget dengan tindakanku tadi.
" dasar anak nakal".batin Gege jingmi dengan senyuman yang tipis.
"semuanya saya mohon undur diri terlebih dahulu. chen'er apa kau mau ikut denganku". tanyaku pada Zuzu dan langsung dianggukinnya.Semua orang di lapangan pergi dari sana.
Sementara diriku tengah melakukan ritual mandi dipemandian.
" sudah lama aku tidak kehutan kegelapan.nanti aku akan meminta izin pada ayah".ucapku seraya bangkit dari kolam air panas dan memakai hanfu berwarna putih polos dengan jubah hitam bersulam naga pada lengan kanan dan kiri,rambutku kugulung tinggi dengan meninggalkan 2 ikat rambut kecil pada kedua sisi diriku juga membawa pedang yang kubuat beberapa waktu lalu.
untuk nanti saat pergi ke hutan kegelapan tidak terlalu repot dan kusimpan lagi kedalam dimensi.
Diriku sudah menyuruh Lulu dan pelayan lainnya untuk menyiapkan makanan.aku mengeluarkan tikar berukuran besar dan langsung menggelarnya dibawah pohon mangga yang sangat besar dan teduh aku juga mengeluarkan meja berukuran cukup besar dari dalam dimensi.
Saat diriku sudah sudah mempersiapkan semuanya para pelayan dan Lulu datang dengan membawakan banyak sekali makanan.
" tata dengan rapi dimeja sana".suruhku pada mereka dan langsung mereka tata.
"sudah tertata semuanya Putri". ucap salah satu pelayan.
" baiklah kalau begitu dan ohh yah bisakah kau membawakanku buah apel".ucapku yang langsung dianggukinya dan langsung pergi mengambil buah apel.
"Lulu cepat panggil para pangeran dan putri dan panggilkan Gege jingmi dan Zuzu juga". ucapku yang langsung dilaksanakannya.
" dan untuk yang lain boleh pergi dan kalian makan siang lah juga yah".ucapku tulus.
"baik Putri". ucap salah satu pelayan Deng tersenyum senang karna Putri mereka sangat baik dan langsung pergi untuk makan siang sesuai perintahku.
" tuan putri ini buah apelnya".ucap pelayan yang tadi kuperintahkan untuk mengambilkan buah apel.
"terimakasih.sekarang pergilah makan siang bersama teman-temanmu". ucapku tulus.
" baik tuan putri ".ucapnya seraya pergi.
Setelah semua pelayan pergi aku duduk di atas tikar dan mengeluarkan camilan ringan dari dalam dimensiku dan memakannya seraya menunggu para pangeran,putri,Gege jingmi dan Zuzu.
" apa kami terlambat Putri?".tanya pangeran Xia Shing.
"tidak sama sekali". ucapku datar sembari memakan cemilan.
" ayo cepat duduk dan makan".ucapku seraya mengambil makanan.
"baik Putri".ucap pangeran Xia Shing seraya duduk di sampingku dan diikuti oleh yang lainnya.
" mulai sekarang jangan memanggilku dengan sebutan Putri dan berbicara dengan formal.tidak ada bantahan".ucapku datar dengan melihat mereka semua.
"baiklah meimei". ucap pangeran chyou.
" hmm cepat makan".ucapku langsung melanjutkan memakan makanan ku.
Semua orang makan dengan tenang hanya terdengar suara dentingan alat makan saja.
" kucing kecil kau akan pergi kemana hari ini kenapa pakaianmu seperti hanfu laki-laki saja?".tanya pangeran Xia Shing polos yang membuatku langsung menjitak kepalanya karna memanggilku dengan sebutan kucing kecil.
*Ctaakk
awwhh*
"siapa yang kau panggil dengan sebutan kucing kecil mau mati kau". ucapku dengan menatapnya tajam.
" maaf tapi aku sangat suka dengan sebutan itu".ucapnya polos dengan tangan yang mengelus-elus kepalanya yang terkena jitakanku.
"terserah kau saja". ucapku datar karna tak mau repot.
hahahahaha~~~~
tawa semua orang pecah disana karna melihat tingkah laku kami yang selalu bertengkar sedari tadi hanya karna masalah sepele karna menurut mereka tingkah kami sangat lucu.
Kami semua bercanda hingga langit berwarna jingga dan akan gelap.aku berencana meminta izin pada ayah nanti malam diruang kerjanya dan akan pergi pada tengah malam agar tidak terlalu membahayakan diriku juga.
Segini dulu yah readers ku sayang.Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author buat semua readers ku:).