
Malam hari pun tiba aku terbangun dari tidurku setelah sekian lama tertidur dengan posisi terduduk.Aku melihat tanganku dan ternyata masih digenggam oleh pria ini.
"haiishh.tuan jika kau terus menggenggam tanganku kapan aku bisa makan perutku sudah sangat lapar". gerutuku lesu dengan mengelus-elus perutku.
" aku harus makan dulu tuan nanti aku akan kembali dan membawa makanan untukmu".gumamku pelan dengan mencoba melepaskan genggamannya.
Aku berjalan keluar kamar dengan jalan sempoyongan dan memegangi punggungku yang sakit karna terlalu lama terduduk.
Saat tengah berjalan dengan memegang punggungku aku melihat 3 orang pria tengah berbincang-bincang dengan berjalan kearahku.
Mereka segera menyadari diriku saat hampir dekat.
"salam hormat pada Queen". ucap mereka serentak.
" kalian akan pergi kemana?".tanyaku.
"kami mau pergi ke aula makan Queen". ucap salah satu dari mereka.
" bisakah kalian menolongku?".tanyaku dengan wajah memohon.
" apa itu Queen?".tanya mereka heran.
"bisakah kalian menggendongku ke aula makan punggungku terasa sakit".ucapku dengan memegang punggungku lagi yang sakit.
" tapi Queen kam-".ucap salah satu dari mereka yang langsung kupotong.
"aww. aku mohon punggungku benar-benar sakit". ringisku dengan masih memohon.
" baiklah Queen tapi saya mohon pakailah jubah lusuh kami".ucap salah satu mereka pasrah.
"baiklah". ucapku seraya menerima jubah salah satu dari mereka dan mengenakannya.
" ayo sekarang gendong aku".ucapku pada mereka dan langsung salah satu dari mereka membungkukkan badannya aku langsung saja menaiki punggungnya.
Dalam perjalanan menuju aula makan hanya ada keheningan dan rasa canggung.
" bisakah gege-gege memperkenalkan diri masing-masing".ucapku mencoba memecahkan keheningan.
"Perkenalkan nama hamba Liangyi Queen"ucap datar pria dengan hanfu hijau muda nya.
" perkenalkan nama hamba Wangting Queen".ucap pria dengan hanfu berwarna putih dengan wajah sumringah dan kubalas anggukan kepala.
"Perkenalkan nama hamba Jiazhen Queen". ucap dingin pria dengan hanfu hitamnya.
" baiklah sekarang aku sudah tahu nama kalian dan sekarang aku akan memanggil kalian Gege karena kalian lebih tua dariku.aku tak menerima bantahan".ucapku lembut dan berakhir tegas saat tak ingin mereka membantah ucapanku tadi.
" Gege Wangting bagaimana dengan tempat tinggal mu sekarang apa nyaman.Jika tidak nyaman aku akan membuatkan kediaman baru untukmu".tanyaku seraya menoleh ke kiri.
"itu tidak perlu meimei tempat tinggalnya lebih dari kata nyaman dan aku sangat menyukainya". tolak Gege Wangting.
"iya". ucap Gege Jiazhen dingin dan ikut diangguki acuh oleh Gege Liangyi.
" Yakk bisakah kalian tak bersikap dingin dan acuh padaku".ucapku kesal dengan menjitak kepala Gege Jiazhen yang sedang menggendongku.
"bukan begitu meimei kami hanya belum terbiasa berbicara panjang dengan seseorang yang baru kami kenal ". bantah Gege Liangyi panik saat tahu aku menjadi kesal.
" jadi kalian menggapku seperti orang baru".tanyaku pada mereka berdua dengan menatap Gege Liangyi dengan mataku yang terlihat kecewa.
"bukan begitu meime-". ucap Gege Liangyi terpotong dengan ucapanku.
" turunkan aku sekarang! aku tak mau berada dekat dengan orang yang menganggapku seperti itu ".ucapku datar dan mencoba turun dari gendongan Gege Jiazhen secara paksa.
Aku berjalan cepat ke aula makan dengan masih memegang punggungku yang masih terasa sedikit nyeri.
3 pria tadi masih terus mengikutiku dari belakang dengan terus membujukku.
Saat berada didepan pintu aula makan segera aku memasuki aula makan dengan mendorong pintu dengan keras hingga membuat suara hantaman yang cukup keras.
Baaamm
Membuat pengawal yang menjaga didepan pintu dan 3 pria tadi terkejut bukan main termasuk orang-orang yang sudah berada didalam aula makan.
Aku memasuki aula makan dengan wajah datar dan menduduki salah satu kursi paling besar yang ada di paling ujung.
" minghao dan tomu cepat kembali kedalam dimensi kalian sekarang dan bawa makanan kalian juga".ucapku datar dengan menatap tajam kearah mereka berdua yang langsung membuat mereka bergetar karena takut dan menuruti perintahku dan masuk kedalam dimensi dengan tangan membawa makanan.
Semua orang menjadi heran dan takut dengan perubahan sikapku.Ketiga pria tadi hanya menunduk takut dan menyesal karna membuat meimei mereka kesal dan menjadi dingin.
"sajikan makanannya sekarang". perintahku lantang dan Seketika beberapa orang yang bertugas menjadi koki sementara masuk dan menyajikan makanan.
Makan malam hari ini hanya terdengar suara dentingan alat makan dengan suasana hening dan mencekam.
" Semuanya besok pagi sebelum matahari terbit berkumpul diarea pelatihan".perintahku lantang dengan seraya bangkit dari duduk dan berjalan kearah pintu.
Kini aku telah berada di dalam kamarku dengan perasaan kesal.Aku memasuki ruang ganti untuk berganti baju tidur dengan celana panjang dan baju berlengan pendek. Aku berjalan mendekat ke tempat tidurku yang terdapat pria tengah terbaring lemah disana.
"hmm ternyata tuan sudah terlihat membaik". gumamku seraya mengamati keadaannya.
" kepalaku pusing sekali aku harus segera pergi tidur.Selamat malam tuan".ucapku dengan mengelus puncak kepalanya singkat dan berjalan ke sofa yang memang kusediakan disana dengan menghadap kearah luar balkon kamarku.
Aku memakai selimut yang cukup besar dan tebal karna jika malam hari udara disekitar terasa sangat dingin.
"selamat malam juga istriku". gumam pria yang berada diatas tempat tidur milikku dengan memandang diriku lekat tanpa bisa beranjak dari tempat tidur karna tubuhnya yang masih terasa lemas.
Lain halnya dengan ketiga pria tadi yang masih bingung dan berjalan mondar mandir dengan berfikir bagaimana caranya meminta maaf kepada meimei mereka yang kesal gara-gara mereka.
Segini dulu yah readers ku Jangan lupa beri vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author buat semuanya:).