Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
11.Pelayan Pribadi Baru



Pagi yang cerah dengan matahari bersinar dengan terangnya diiringi kicauan burung-burung yang bertengger dibeberapa dahan pohon persik disekitar paviliun seorang gadis yang kini sudah bangkit dari mimpi indahnya. Dia adalah Zhou Shan yang sebentar lagi akan melakukan olahraga pagi seperti yang ada di masa modern.Dengan menggunakan pakaian yang dibuatnya didalam dimensi surgawinya seperti legging hitam sepaha dan tanktop hitam yang senada rambut yang hanya dikuncir kuda.


Zhou Shan kini pergi keluar dari paviliun Teratai menuju ke sebuah lapangan luas yang biasa digunakan para prajurit latihan kadang anggota kekaisaran juga berlatih disini.Saat aku tiba disana masih sangat sepi belum ada seorang prajurit pun yang berlatih.


Kini diriku sedang melakukan sedikit pemanasan kecil seperti peregangan otot-otot dan sendi-sendi, lalu melakukan beberapa olahraga seperti push up,plank,sit up dan lain sebagainya. setelah selesai melakukan beberapa pemanasan aku mencoba berlari memutari lapangan beberapa kali dan tanpa terasa kini sudah menunjukkan pukul 8 pagi jika disamakan dengan dimasa modern.


Semua penghuni yang ada diistana mencoba keluar untuk memulai hari-hari mereka seperti biasa. Saat mereka melewati lapangan pelatihan mereka melihat nona muda mereka sedang berlari memutari lapangan dengan baju yang bagi mereka sangat aneh dan terlalu terbuka.


Saat ini aku telah selesai olahraga ringan dan diriku mulai beranjak menuju paviliunku untuk membersihkan diri.Ketika telah sampai aku langsung melaksanakan ritual mandi seperti biasa tetapi bedanya aku menggunakan air dingin.Setelah selesai melakukan ritual mandi aku pergi melihat-lihat dan mencari hanfu sederhana untuk kupakai hari ini.


Setelah mencari hanfu yang cocok aku menemukan hanfu yang cukup sederhana berwarna abu-abu muda dengan paduan abu-abu gelap pada bagian terluarnya dengan wajahku yang tanpa menggunakan riasan apapun tetapi tidak menghilangkan kecantikan yang ada di wajahku.Hari ini aku berencana mengunjungi Ibunda lalu pergi ke perpustakaan istana.


Terlihat didepan paviliun Ibunda dengan plakat yang bernama paviliun Phoenix dengan aksen China nya.Saat aku memasuki paviliun Ibunda para pengawal yang yang ada disana membungkuk hormat dan aku balas dengan sedikit membungkukkan badan dan seulas senyum menghargai satu sama lain di wajahku.


Disebuah taman dengan adanya kolam teratai yang indah dengan jembatan berwarna merahnya yang membentang di atas kolam menuju tempat bersantai yang terdapat meja dan tempat duduk terbuat dari giok berwarna putih disana ada seorang wanita yang sangat aku kenali yaitu Ibundaku yang kini terlihat tengah bersantai menikmati pemandangan dengan meminum segelas teh.


"Ibunda". teriakku seraya berlari kearahnya.Ibunda terkejut dengan teriakkanku dan spontan menoleh ke arahku dan membalas dengan kekehan kecil yang melihatku berlari kearahnya.


" Ibunda aku merindukan dirimu".ucapku seraya mencium pipi kirinya yang kini diriku telah sampai didekatnya dan memeluknya dari belakang.


"benarkah Putri ibu satu-satunya merindukanku?". tanyanya menggoda diriku.


" iya Ibunda entah kenapa putrimu ini menjadi tak bisa jauh dari diri anda".ucapku dengan wajah yang dibuat menjadi memelas.


"ternyata Putri ibu ini tak bisa jauh dari ibundanya". kekeh Ibunda.


" ibu apa boleh nanti malam shan'er tidur dengan Ibunda?".tanyaku seraya duduk disampingnya.


"tentu boleh putriku". ucapnya dengan mengelus pipi kananku.


" terimakasih Ibunda shan'er sangat menyayangi Ibunda".ucapku dengan memeluknya erat dari arah samping.


"sama-sama sayang". ucapnya dengan membalas pelukanku.


" baiklah Ibunda sekarang shan'er akan pergi ke perpustakaan istana untuk membaca beberapa buku".ucapku seraya hendak akan pergi dari paviliun Ibunda.


" iya shan'er pergilah dan ohh yah Ibunda akan mengirimkan pelayan pribadi untukmu".ucapnya.


"iya terserah Ibunda saja.Baiklah Ibunda shan'er pergi dulu". ucapku mencium pucuk kepala Ibunda dan langsung meninggalkan paviliunnya.


Saat ini aku menuju perpustakaan istana sambil sesekali melihat sekitar yang ramai oleh para pelayan dan pengawal yang berlalu lalang kesana kemari.Diriku pun selintas melihat Zuzu sedang berbicara dengan salah satu prajurit disana dia menyadari diriku yang melihatnya dan dibalas lambaian tangannya.


Seharian ini diriku menghabiskan waktu didalam perpustakaan dengan membaca seluruh buku yang ada disana.



Hari ini langit sedikit berubah menjadi gelap dengan langitnya yang kini tengah berubah warna menjadi jingga dengan matahari yang mulai menghilang dari penglihatan.


Diriku kini berjalan menuju paviliunku untuk membersihkan diri dan pergi kepaviliun Ibunda untuk bermalam di paviliunnya. Terlihat dari kejauhan ada seorang gadis kecil yang mungkin berumur sekitar 15 tahun yang tengah berdiri didepan pintu paviliunku.Aku berjalan lebih dekat kearahnya.


" Hei sedang apa kau didepan paviliunku apa kau tersesat ".tanyaku datar saat sudah ada didepannya.


" bukan nona muda.Saya adalah pelayan pribadi anda yang dikirim oleh yang mulia permaisuri".ucapnya dengan kepala tertunduk.


"yasudah.Sekarang siapkan makan malam untukku dan tata semuanya didekat peraduanku". ucapku seraya meninggalkannya dengan mengelus pucuk kepalanya.


" baik nona akan saya siapkan sekarang ".ucapnya gugup dengan pipi merona merah karna terkejut dengan perlakuan nona barunya.


Kini aku telah selesai melakukan ritual mandi dan mengenakan hanfu berwarna putih polos tanpa hiasan apapun pada kainnya.Dan terlihat didekat peraduanku terdapat banyak sekali jenis makanan yang disampingnya terdapat pelayan pribadiku tengah duduk di samping mejanya dengan kepala tertunduk.


" Siapa namamu?".tanyaku seraya duduk.


"nama hamba Lulu nona". ucapnya.


" baiklah Lulu mulai sekarang jika kita hanya berdua saja kau panggil jiejie saja.aku tak ingin kau memanggilku dengan sebutan nona aku sangat tak menyukainya".perintahku yang tak ingin dibantah.


"baik non- ehh jiejie". ucapnya gugup.


" bagus.sekarang ayo makan bersama denganku".ajakku padanya.


"maaf jiejie.Lulu tidak pantas makan bersama jiejie".ucapnya dengan takut.


" Lulu ayolah jangan membantah diriku sekarang cepat makan dan kita akan segera pergi kepaviliun Ibunda".ucapku datar.


"baiklah jiejie". ucapnya pasrah dan ikut makan bersama shan'er.


Malam ini diriku akan bermalam di paviliun Ibunda karna diriku merindukan pelukan hangat darinya.Semalaman diriku berada dalam dekapan hangatnya yang membuatku sangat nyaman jika berada dipelukannya.


Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author untuk para readers semuanya:).