Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
21.Liu Xingsheng



Dihari ini aku bangun terlalu pagi bahkan matahari belum menampakkan dirinya dilangit.


Aku bangkit dari sofa dan mengusap wajahku kasar.Aku berjalan mendekat ke pria yang terbaring diatas kasur ku.


Setelah ku amati mungkin hari ini dia akan sadar.(tanpa ku tahu ternyata pria ini telah tersadar dari kemarin).


Aku berjalan menuju ke pemandianku yang berada didalam ruang ganti.Setelah selesai membersihkan diri aku berjalan menuju ke lemari berwarna putih yang berada disana dengan jumlah yang cukup banyak.


Aku memilih-milih baju yang akan kupakai untuk kearea pelatihan dan saat aku sedang mencari baju yang cocok untuk kugunakan.Aku menemukan 1 stel baju anak-anak dengan model seperti dimasa ku.


"mungkin ini cocok untuk minghao dan aku akan membuatkan 1 lagi untuk Jili nanti". gumamku seraya membolak-balikkan dan menaruhnya kembali.


Setelah sekian lama memilih baju yang cocok aku memakai legging hitam panjang,jaket berwarna merah muda diatas perut,sepasang sepatu berwarna putih dan rambutku yang hanya kugerai panjang.



(abaikan gadgetnya yah readers).


Kini aku sudah berada ditengah-tengah area pelatihan dan aku melihat disana masih belum ada seorang pun padahal kemarin malam aku sudah memerintahkan untuk berkumpul saat matahari belum terbit.


Tapi apa ini mereka bahkan belum terbangun dari tidurnya dan itu bukan kebiasaan ku saat masih menjadi komandan dulu.


SEMUANYA BANGUN DAN KEAREA PELATIHAN SEKARANG ~~.


Teriakku menggelegar dan memekakkan telinga.Dalam beberapa menit semua orang berkumpul diarea pelatihan dengan berbaris rapi tapi masih saja ada yang memejamkan matanya.


" apa kalian semua tak mendengar ucapanku semalam".ucapku dingin dengan menatap tajam.


"apa ucapanku semalam kurang jelas hmm". tanyaku masih dengan nada yang dingin.


" kenapa kalian tak menjawab hah.JAWAB!!".Bentakku keras bahkan membuat mereka semua terlonjak kaget dengan badan bergetar takut.


"maaf Queen kami lupa.mohon ampun Queen". ucap Gege Liangyi takut dengan bersujud didepanku dan diikuti oleh yang lainnya.


" BANGUN! ".bentakku lagi karna aku paling tidak suka orang bersujud di hadapanku karna aku bukan Tuhan mereka.


Mereka lagi-lagi terlonjak kaget karna bentakkanku dan secara serentak segera bangkit dengan kepala menunduk takut tak berani menatap wajahku.


" kenapa kalian bersujud didepanku aku paling tidak menyukai hal semacam itu dan aku tak ingin memiliki pasukan yang sama sekali tak mematuhi aturan ".ucapku dingin dengan penuh penekanan.


" Satu hal lagi setiap hari kalian akan melakukan ini sampai tengah hari tidak ada bantahan dan harus tepat waktu jika aku tahu kalian melanggar sedikit saja lihat hukuman apa yang menanti kalian semua ".ucapku dingin dengan seringai menyeramkan.


" sekarang ikuti arahanku.tegakkan kepala dan tatap mataku".ucapku lantang dan langsung diikuti oleh mereka semua.


Aku mengarahkan gerakan-gerakan seperti pemanasan otot-otot dan persendian.Lalu melakukan push up,sit up,jumping jacks, squat dan plank.


Terlihat keringatku mulai keluar dari seluruh tubuhku menandakan bahwa pemanasan berhasil dilakukan.


"Sekarang berlari mengelilingi area pelatihan sebanyak 10 kali". ucapku lantang dan berlari mendahului mereka.


Setelah selesai berlari sebanyak 10 kali aku memerintahkan mereka semua untuk duduk meluruskan kedua kaki.


" Minghao tomu keluar sekarang ".ucapku datar dan langsung saja keduanya keluar dari dalam dimensi.


" tomu tolong ambilkan air minum dan handuk bersih untuk semuanya".ucapku datar.


"baik nona". ucap tomu dan langsung menghilang dalam sekejap.


" minghao cari Jili dikediamannya dan suruh menghadapku".ucapku lagi dan langsung diangguki olehnya.


Setelah minghao pergi untuk memanggil Jili aku mengarahkan tanganku kesamping dan terbentuklah 5 orang pria dari elemen alamku dengan perawakan yang bisa dikatakan sangat sempurna dan berparas sangat tampan.


Bagaimana tidak tubuh tinggi dan kekar,wajah yang tegas,hidung mancung,bibir merah dan telinga runcing seperti seorang peri dan jangan lupakan rambut berwarna hijau daun panjang yang hanya terikat satu.


Membuat semua yang disana terkejut bukan main bagaiman Queen membuat manusia dari elemen alam dengan paras yang luar biasa. Para wanita disana yang melihat seketika wajah mereka memerah seperti udang rebus.


"pergi dan siapkan makan siang". perintahku.


" baik Queen".ucap mereka serentak dan bergegas kedalam kastil.


"nona ini air minum dan handuk bersih sesuai perintah nona". ucap tomu disampingku dengan tangan kanan membawa air minum didalam kendi besar dan tangan kiri membawa keranjang besar berisi handuk bersih.


" beri aku satu handuk bersih dan air minum.lalu bagi rata kesemuanya ".ucapku datar.


Setelah cukup lama beristirahat aku memerintahkan kepada semuanya untuk mulai berlatih ilmu beladiri dan senjata.Tomu,minghao dan Jili hanya berada ditepi area pelatihan seperti sedang mengawasi.


 


\*


 


Matahari kini berada diatas kepala itu menunjukan jika sudah tengah hari.


" Semuanya latihan selesai hari ini.Sekarang kita makan siang dulu.Untuk Gege Jiazhen dan Gege Liangyi jangan pergi dulu aku ingin bicara dengan kalian".ucapku datar dan kini hanya tersisa aku dengan kedua pria yang hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam.


"Gege apa kalian tak ingin mengatakan sesuatu?". tanyaku dengan wajah yang masih datar.


" emm meimei kami minta maaf sebelumnya karna bersikap dingin dan acuk kepadamau kami juga minta maaf karna membuatmu kesal".ucap Gege Jiazhen dan dilanjutkan oleh gege liangyi tulus.


Aku tahu jika mereka berbicara jujur karna terlihat dari raut wajah dan kedua mata mereka.


"apakah kalian tulus meminta maaf?". tanyaku selidik padahal aku tahu jika mereka berkata jujur dan tulus hanya aku sedang menggoda mereka saja.


" Kami benar-benar menyesal meimei tolong maafkan kami berdua".ucap Gege Jiazhen dengan mata yang sudah berkaca-kaca begitupun dengan Gege Liangyi.


Semua itu membuatku tertawa terbahak-bahak dalam hati.


"Sudahlah jangan menangis aku sudah memaafkan Gege". ucapku dengan senyum manis.


" terimakasih meimei".ucap mereka serentak dan langsung memelukku dengan erat.


" ayo kita makan siang dan Gege Liangyi sekarang giliranmu menggendongku".ucapku dengan wajah sumringah.


"ayo adik kecil naik ke punggungku". ucap Gege Liangyi dengan terkekeh kecil.


Saat berjalan ke aula makan aku melihat pria yang kutolong kemarin sudah sadar bahkan aku melihatnya dia sedang kebingungan.


" ternyata kau sudah sadar".ucapku saat berada dibelakangnya dan masih ada di gendongan Gege Liangyi.


"haiishh berani sekali laki-laki ini menggendong istriku akan kubunuh kau". batin pria itu dengan mengepalkan kedua tangannya.


"Siapa kau dan dimana aku?". tanyanya dengan menatap tajam kearahku dan kedua gegeku.


" tenang saja aku tak akan menyakitimu.satu hal lagi aku adalah orang yang menolongmu


dan kau ada dikastilku".ucapku ramah dan memaklumi sikapnya yang waspada.


" kastil?".beo pria itu.


"hampir sama dengan kekaisaran tetapi yang membedakannya adalah kastil dibangun dengan tinggi seperti menara". kelasku singkat.


" hmm jadi seperti itu aku mengerti dan aku mengucapkan terimakasih karna sudah menolongku".ucapnya tulus.


Saat memasuki aula makan disana sudah banyak orang yang duduk dengan tenang dan ada yang sedang berbincang-bincang. Mereka bangkit dari duduknya dan menunduk hormat padaku yang kubalas dengan anggukan kepala.


" kemarilah duduk disebelahmu seperti gegeku".ajakku dengan menarik lengannya.


"Nah sekarang mari kita makan dan kau makanlah". ucapku yang mulai memakan makanan yang dibuat oleh manusia buatanku.


" wah makanannya benar-benar enak jika begini aku akan memberikan satu kesempan untuk kalian berlima".ucapku lembut dengan menatap kearah lima pria yang kubuat dari elemen alamku.


"kemarilah aku akan memberikan sesuatu". suruhku dan ke-5 pria tadi berjalan mendekat kearahku tanpa keraguan.


Aku mengucapkan 1 kalimat mantra yang pernah kubaca dipilar kehidupan dan mengatakan bahwa seorang kultivator dengan kekuatan tinggi dapat menghidupkan manusia buatanya hanya dengan merapalka 1 kalimat mantra waktu itu aku juga sempat terkejut karna itu merupakan mantra terkuat dan tersembunyi karna masih belum ada satu orang pun yang bisa melakukannya.


Di hadapanku kini muncul 5 buah bola berwarna hijau yang bercahaya dengan kekuatan kehidupan didalamnya aku terkejut bukan main karna aku baru pertama kali melakukannya dan berhasil.


Semua orang yang ada di dalam aula makan terkejut dan menghentikan kegiatannya.Mereka benar-benar tersanjung akan kekuatan milik tuannya yang benar-benar diatas rata-rata bahkan minghao dan tomu juga terkejut akan hal yang aku lakukan karna bagi mereka baru kali ini mereka melihat kekuatan seperti itu.


Aku mengarahkan 5 bola kehidupan itu ke-5 manusia buatanku saat bola-bola itu memasuki tubuh mereka.Seketika cahaya berwarna hijau menguar dari dalam tubuh mereka saat cahayanya mulai meredup kini ke-5 orang itu tersenyum manis yang mungkin bisa membuat semua orang pingsan.


"wah kalian terlihat sangat hebat". ucapku dengan senyuman lebar.


" terimakasih Queen karna membuat kami hidup seperti yang lainnya".ucap salah satu dari mereka dengan wajah sumringah.


"yah sama-sama karna kalian sekarang telah jadi manusia ayo makan bersama". ajakku dan diangguki semangat oleh kelimanya.


Suasana makan siang hari ini diiringi dengan canda tawa dan cerita lucu dari mereka.


 


\*


 


Saat ini aku pergi kekamarku bersama minghao dan jili untuk memberikan baju baru untuk mereka.Saat memasuki ruang ganti kening mereka mengerut karna bingung kenapa mereka dibawa ke ruang ganti.


" Nah jiejie punya baju baru untuk kalian ini terimalah ".ucapku lembut dengan menyodorkan 2 stel baju berbeda model.


" terimakasih jiejie".ucap mereka berdua serentak.


"iya sama-sama". ucapku lembut dan mengelus puncak kepala mereka berdua.


" aku akan mencoba sekarang jiejie".ucap minghao semangat.


" pergilah kesana dan ganti disana".ucapku sambil menunjuk tempat ganti yang tertutup tirai tebal berwarna hitam.


"apa kau tak ingin mencobanya juga Jili?". tanyaku.


" tidak jiejie besok saja aku mencobanya".ucapnya yang kubalas anggukan kepala.


"jiejie akan memberimu tugas mulai besok kamu akan memimpin pelatihan pasukan".


ucapku tegas.


" aku akan menjalankannya sesuai perintah jiejie".ucapnya semangat.


"bagus itu baru adikku". ucapku dengan senyuman di wajahku.


Ketika aku dan Jili sedang berbincang-bincang kami dikagetkan dengan suara minghao.


" jiejie bagaimana penampilanku?".tanyanya dengan sebelah alis yang dinaik turunkan.



" adik jiejie ternyata sangat tampan yah".godaku.


"tentu saja karna aku adalah adik jiejie dan Gege dari Jili yang paling tampan". ucapnya percaya diri.


" mulai sekarang aku akan memberikanmu banyak kain untuk kau buat baju dengan bentuk seperti itu atau mungkin bentuk yang berbeda ".ucapku.


" terima kasih jiejie".ucap minghao sumringah.


"jangan lupa buatkan juga untuk Jili". ucapku.


" siap jiejie".ucap minghao dengan tersenyum lebar.


 



 


Kini aku sedang berjalan-jalan di taman belakang kastil dari kejauhan aku melihat pria yang kutolong berada dibawah pohon wisteria aku berniat untuk berkenalan dengannya.


"kau sedang apa disini?". tanyaku saat berada dibelakangnya.


" hanya sedang berkeliling saja".ucapnya dengan senyuman manisnya.


"Haduh jika senyum seperti itu bisa pingsan aku nanti mungkin sekarang pasti wajahku seperti udang rebus". batinku dengan menutupi wajahku yang mulai memerah.


" haiissh jangan tersenyum seperti itu didepanku".gerutuku dengan masih menutupi wajahku.


"apa wajahku sangat tampan". ucapnya percaya diri saat melihat wajahku memerah malu.


" kau percaya diri sekali".gerutuku dengan cemberut.


"wajahnya imut sekali tolong jangan tunjukan wajah itu". batin pria itu.


" ohh yah hampir saja aku lupa namaku Zhou Shan kau bisa menggagilku shanshan atau terserahmu lah".ucapku dengan tersenyum lebar.


" namaku Liu Xingsheng kau bisa memanggilku xingxing atau suamiku juga boleh".ucapnya dengan menaik turunkan kedua alisnya.


"haiishh kita baru saja berkenalan aneh sekali kau ini". ucapku dengan memijit pelipis kepalaku karna rasa percaya dirinya yang tinggi.


" tapi itu mungkin bukan".godanya lagi.


"terserah kau saja". ucapku pasrah.aku mendudukkan diri dibawah pohon wisteria dan pria bermarga Liu ini juga mengikuti dengan duduk di sampingku.


" jika aku boleh tahu xixing kenapa kau bisa terluka parah seperti itu".tanyaku dengan memandang lurus ke depan.


"karna aku diserang oleh puluhan hewan buas dihutan kegelapan". ucap Liu Xingsheng juga memandang lurus ke depan tapi sebenarnya bukan itu yang terjadi.


" hmm jadi begitu".ucapku tanpa ingin mengetahui lebih jauh.


"xixing aku pinjam pundakmu". ucapku tanpa mendengarkan tanggapannya dan langsung menyenderkan kepalaku dipundaknya yang lebih dan terasa nyaman.


" menggemaskan sekali istriku tidurlah ".gumam Liu Xingsheng dengan melepaskan jubah luarnya dan memakaikannya padaku karna ditahu baju yang kupakai sedikit terbuka bagiku.


Aku tertidur dengan nyaman dibawah pohon apalagi semilir angin yang sejuk dengan pundak milik xixing yang nyaman membuatku langsung tertidur.


Segini dulu yah readers ku Jangan lupa beri vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author:).