
Pagi yang cerah cahayanya yang terang memasuki kamar seorang gadis yang masih terlelap diata peraduan.Kemarin sepulang dari alun-alun kota Zhou Shan langsung memasuki paviliunnya dan tertidur diatas peraduan tanpa membersihkan diri terlebih dahulu Zhou Shan bahkan melewatkan makan malamnya.
"jiejie bangunlah ini sudah pagi.yang mulia kaisar sudah menunggu anda untuk ikut makan pagi sekarang nona". ucap Lulu yang sedari tadi mencoba membangunkan nonanya dengan menggoyangkan tubuhnya.
" uuhhmm~sebentar lagi Lulu aku masih mengantuk".ucapku yang masih dengan menutup mataku.
"ayolah jiejie nanti yang mulia kaisar akan marah jika anda belum bersiap untuk makan pagi bersama yang mulia". ucapnya yang masih mencoba membangunkan ku.
" haissh,baiklah aku akan bangun kamu siapkan saja hanfuku aku akan mandi sendiri".ucapku seraya bangkit dari peraduan menuju ruang untuk mandi dengan mata yang masih tertutup.
Setelah menyelesaikan ritual mandi diriku langsung memakai hanfu yang telah disiapkan oleh Lulu tadi.
Hanfu yang kupakai hari ini berwarna merah polos dengan wajahku yang hanya memakai bedak yang sangat tipis dan memakai lip balm yang kubuat sendiri didalam dimensi beberapa waktu yang lalu dan untuk rambutku hanya kugulung setengah tanpa perhiasan dan setengahnya kubiarkan tergerai.
(hiraukan tongkatnya yah readers)
"jiejie terlihat sangat cantik meskipun tanpa riasan dan tanpa menggunakan perhiasan". ucap Lulu dengan mata yang berbinar saat melihatku dari kaca meja riasku.
" kau ini berlebihan sekali memujiku.sudahlah sekarang antar aku pergi keruang makan sekarang".ucapku seraya berdiri untuk pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama ayahanda dan lainnya.
Ruang makan jaraknya cukup dekat dengan paviliunku jadi tak membutuhkan waktu yang lama untuk menuju kesana.Saat telah sampai didepan pintu pengawal yang ada disana mengumumkan kedatanganku sebelum pengawal tersebut mengumumkan kedatangku aku sudah terlebih dahulu menutup kedua telingaku.
TUAN PUTRI MAHKOTA ZHOU SHAN MEMASUKI RUANGAN~~~.
Saat pintu sudah terbuka diriku masih belum menyadarinya dan masih dengan menutup kedua telingaku.ayahanda,Ibunda dan juga Zuzu yang melihatku terkekeh geli saat melihat tingkahku.
"shan'er apa kau tidak akan masuk dan ingin berdiri saja disana". goda ayahanda yang langsung menyadarkan diriku dan langsung masuk kedalam dan duduk disamping ibunda.
" kenapa kau menutup kedua telingamu seperti tadi putriku".tanya Ibunda lembut saat diriku sudah duduk tenang disampingnya.
" itu karena suara dari pengawal diluar tadi sangat keras ibunda.apa pengawal itu tenggorokannya tidak sakit Ibunda".ucapku polos dengan mata yang sedikit berair yang menambah keimutan ku.
"tentu tidak putriku karna itu adalah pekerjaannya". ucap Ibunda terkekeh saat melihat kepolosan ku.
" kalau begitu setelah aku selesai makan aku akan menyuruh Lulu pergi ketabib untuk meminta obat agar para pengawal didepan pintu agar tidak sakit".ucapku polos sambil mengambil makanan yang sudah disajikan oleh pelayan tadi di depanku.
Kedua pengawal dan ayahanda termasuk Ibunda dan Zuzu terkekeh kecil saat melihat dan mendengar ucapanku tadi hati kedua pengawal itu menjadi bahagia karna Putri mereka mencemaskan mereka.
"Nanti rombongan dari kekaisaran shang, qin dan juga xia akan datang". ucap ayahanda saat seraya sarapan.
" suamiku nanti kita akan menyambut mereka bukan".tanya Ibunda.
"tentu saja kita akan menyambut mereka dan kalian berdua akan ikut atau tidak". tanya ayahanda padaku dan Zuzu yang masih asik dengan makanan kami.
" iya ayah aku akan ikut sudah lama sekali aku tak bertemu dengan mereka".ucap Zuzu semangat untuk bertemu dengan pangeran juga Putri dari kekaisaran shang,qin,dan xia
"dan kau shan'er apa kau juga akan ikut". tanya ayahanda sekali lagi.
" tidak ayahanda hari ini shan'er sedikit sibuk".ucapku yang sudah selesai makan terlebih dahulu.
"baiklah ayah tidak akan memaksamu". ucap ayahanda.
" sekarang shan'er akan pergi kepaviliun untuk membuat hanfu untuk kalian yang akan dipakai saat hari penobatanku".ucapku.
"kau akan membuatkan kami hanfu putriku". tanya Ibunda bahagia.
" iya Ibunda shan'er akan membuatkan kalian hanfu.sekarang shan'er pergi dulu ayahanda Ibunda".ucapku seraya berdiri dan membungkuk hormat.
Saat diriku dan Lulu berjalan menuju kepavilinku kami berpapasan dengan rombongan kekaisaran shang,qin dan juga xia saat diriku melewati aula istana.Wajahku seketika menjadi datar dan dingin Lulu yang ada di belakangku langsung bergetar karna takut dengan hawa dingin ku.
Diriku yang sudah berada dihadapan rombongan kekaisaran shang,qin dan xia langsung sedikit membungkukkan badanku dengan kedua tanganku yang ada dibelakang punggungku.
"Salam kepada yang mulia kaisar dan permaisuri dari kekaisaran Shang,Qin dan Xia". ucapku dingin dan datar seraya berlalu meninggalkan rombongan kekaisaran yang masih terkejut saat mendengar salamku dan melihat wajahku.
Rombongan kekaisaran pov
" apa dia Putri mahkota kekaisaran Zhou".tanya kaisar Qin Hao.
"iya ayahanda itu adalah putri mahkota Zhou yang kami ceritakan di penginapan". ucap Putri Qin Shuwan girang.
" ternyata putri mahkota Zhou sangat cantik bahkan kecantikannya bisa mengalahkan seorang Dewi".ucap permaisuri Liu Wei istri dari kaisar Shang Haoucun.
"kau benar permaisuri Liu Wei Putri mahkota Zhou benar-benar sangat cantik". ucap permaisuri Yihua istri dari kaisar Xia Li.
"terserah kalian". ucap dingin Putri Xia He seraya berjalan mendahului.
back to Zhou Shan pov
Saat sudah sampai didepan pintu kamar tidurku.aku menolehkan kepalaku ke Lulu.
"Lulu pergilah ketabib untuk meminta obat untuk pengawal tadi atas perintahku dan juga jangan ganggu aku dulu". ucapku seraya masuk kedalam kamar dan hanya diangguki mengerti oleh Lulu.
Saat diriku sudah ada didalam kamar langsung saja memasuki dimensiku.Terlihat jika minghao dan tomu sedang duduk di tangga paviliunku seperti sedang menunggu seseorang.
" tomu kapan jiejie akan datang aku sangat merindukannya ".ucap minghao lesu.
" kau benar aku juga merindukannya ".ucap tomu dengan kepala menunduk. Diriku yang mendengar percakapan mereka menjadi terkekeh karna baru kemarin aku mengunjungi mereka memang waktu didalam dimensi dan diluar sangat berbeda.
" apa kalian merindukanku?".tanyaku saat sudah berada didepan mereka tanpa mereka sadari.
"Jiejie!!Nona!!". teriak serentak dari minghao dan tomu yang terkejut dengan kedatanganku.
" kami sangat merindukanmu jiejie".ucap minghao yang langsung diangguki mengerti oleh tomu dengan keduanya memelukku yang diikuti oleh tomu.
"baiklah sekarang aku sudah ada disini". ucapku sambil melepaskan pelukan hangat mereka.
" Sekarang bantu aku ambilkan gulungan kain yang aku beli kemarin dan bawah kedalam paviliunku".ucapku yang langsung diangguki mengerti oleh tomu dan minghao.
Diriku sudah berhari-hari ada didalam dimensi surgawi tetapi diluar dimensi masih siang hari.Setiap hari didalam dimensi diriku masih membuat gaun dan hanfu yang akan aku dan yang lainnya gunakan saat hari penobatanku besok pagi.
Saat membuat gaun diriku,minghao dan tomu sesekali bercanda tawa dan kini gaun ku telah jadi hanfu untuk ayahanda dan Ibunda termasuk Zuzu juga sudah jadi aku juga sekalian membuat mahkota dan highheels seperti dimasa depan.
" karna semuanya sudah jadi aku akan keluar dan terimakasih karna sudah membantuku membuatnya ".ucapku tulus dengan membawa 3 kotak kayu yang berisi hanfu untuk ayahanda,Ibunda dan Zuzu.
" sama-sama jiejie/nona".ucap minghao dan tomu bersamaan.
Saat sudah keluar dari dalam dimensi diriku berjalan kearah pintu dan membukanya aku lihat Lulu masih setia menunggumu didepan pintu.
"Lulu". panggil ku saat sudah membuka pintu.
" iya nona".ucap lulu.
"ambil ini dan bawah ke Ibunda,ayahanda dan juga zuzu. aku akan beristirahat sekarang jangan sampai ada yang menggangguku". ucapku yang langsung diangguki mengerti oleh Lulu.
" haiissh badanku sakit semua.sekarang waktunya untuk tidur dan besok pagi mari kita membuat kejutan untuk semua orang saat melihat penampilanku".ucapku setelah menutup pintu dan langsung tertidur diatas peraduan.
author pov
Kini semua orang berada di taman istana disana terdapat kaisar zhou, permaisuri dan pangeran Zhou disana juga ada rombongan kekaisaran Shang,Qin dan Xia.
Saat mereka sedang asik bercerita dan bercanda.mereka dihentikan dengan kedatangan pelayan pribadi Putri Zhou shan.
"Salam kepada para kaisar dan permaisuri".ucap Lulu dengan membungkuk hormat sambil membawa 3 kotak yang diberikan oleh putri Zhou Shan.
" Salam kepada pangeran dan putri".lanjut Lulu.
"ada apa kau kemari lulu?". tanya permaisuri Xiu Juan istri kaisar Zhou Kong.
"Putri Zhou Shan tadi memberikan kotak ini untuk yang mulia kaisar,permaisuri dan pangeran mahkota". ucap Lulu seraya memberikan kotak pada salah seorang pengawal dan lanjut diberikan kepada kaisar dan permaisuri termasuk pangeran Zhou Chen.
" baiklah kau boleh pergi".ucap kaisar Zhou datar dan langsung diangguki mengerti oleh Lulu.
"wah jiejie memberikan apa yah.aku jadi penasaran". ucap pangeran Zhou sambil membuka kotaknya dan ketika sudah terbuka wajah pangeran Zhou menjadi berbinar kegirangan saat melihat isinya kaisar zhou dan permaisuri juga ikut senang saat membuka kotaknya dan melihat isinya.
" ini hanfu yang dibuat shan'er.indah sekali".ucap permaisuri Xiu Juan bahagia.
"iya bibi itu sangat indah Putri Zhou pandai sekali membuatnya". ucap Putri Qin Shuwan.
" kau beruntung sekali jiejie memiliki Putri seperti Zhou Shan".ucap permaisuri Liu Wei yang ikut diangguki oleh orang-orang.
Semua orang yang ada disana terus membicarakan Zhou Shan sampai hari menjadi sore.Jika ditanya dimana Zhou Shan dia masih nyaman diatas peraduan tanpa terganggu sedikit pun tidurnya.
author pov end.
Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang dari author:).