
Saat diriku telah tepat berada didepan pohon sulur-sulur tersebut merambat kearahku dan menarikku kedalam pohon.Dengan perlahan aku membuka mataku sebuah padang hijau yang asri dan 1 pohon besar yang terdapat siluet pria berhanfu hitam berdiri tepat dibawah pohon.
"akhirnya kamu datang juga". ujarnya tanpa melihatku.
" siapa kau dan dimana aku sekarang??apa kau yang membawaku kemari".bentakku kesal.
"tenanglah Zhou Shan". ucapnya seraya berbalik dan menatapku.
" cepat jawab pertanyaanku".ucapku penuh penekanan dan menatapnya tajam.
" jika kau hanya berdiri disana bagaimana aku akan menjawab pertanyaanmu".ujarnya lagi yang membuatku mendekat kearahnya mungkin sekitar 1 meter jarakku dengannya.
"cepat jelaskan". ucapku dingin dengan tatapan tajam.
" kau tahu kenapa aku terus memanggilmu ".tanyanya.
" itu karena aku akan memberitahukanmu sesuatu yang sangat penting ini tentang asal usul kita berdua".ucapnya dengan menatap kedua mataku lekat.
"apa maksud dari perkataanmu?". tanyaku heran.
" Sebenarnya kamu memang berasal dari tanah kultivator bukan dari masa depan itu semua terjadi karna ayah dan ibu mengirimmu ke masa depan-".ucapnya yang kupotong.
"tunggu apa yang kamu maksud". ucapku kaget dan bingung.
" dengarkan penjelasanku dulu....Ayah dan ibu mengirimmu kemasa depan saat baru saja ibu melahirkanmu bahkan belum menggendongmu karna mereka memikirkan keselamatan mu dari serangan dari orang-orang Kapak Hitam yang mencoba untuk membunuh kita semua termasuk diriku juga yang waktu itu umurku baru saja 5 tahun dan Saat itu mereka berdua mengirimmu kemasa depan dengan mengorbankan setengah nyawanya untukmu.Mereka juga berniat mengirimku kemasa depan sama sepertimu tapi aku menolaknya karena tak ingin melihat mereka sekarat ".jelasnya terus menatap mataku lekat.
"huuufftt......Tapi dengan sisa tenaga yang tersisa mereka berdua mengirimku kehutan kegelapan yang ada dikekaisaran Zhou yang letaknya sangat jauh dari kerajaan kita dan aku hanya bisa menangis karena tak bisa melindungi mereka berdua dan dirimu". ucapnya dengan air mata yang menetes.
" Tapi saat aku merasakan aura kedatanganmu dihutan kegelapan aku terus mencoba berkomunikasi denganmu tapi ada sesuatu yang membuatku sedikit kesulitan dan apa kau ingat saat kamu tak sadarkan diri dikekaisaran itu semua adalah ulahku karna setiap hari aku selalu mengawasimu dari kejauhan dan melihatmu bahagia bersama dengan mereka maka dari itu aku berkata jangan pernah meninggalkan mereka".jelasnya dengan senyuman manis.
"Jadi kamu adalah kakak kandungku dan aku memiliki orang tua". tanyaku dengan tatapan kosong.
" iya adikku ini gegemu,Gege Huang Shing".ucapnya lagi berusaha memegang pundakku.
"tunggu......i-". belum selesai berbicara aku terjatuh tak sadarkan diri dengan sigap Gege Huang menggendongku dan membaringkan tubuhku di atas lempengan batu berukuran besar.
" pasti kamu masih terlalu terkejut dengan semua kebenarannya ".lirihnya.
Cukup lama aku tak sadarkan diri.....Kini kedua mataku terbuka dan mengedipknnya beberapa kali mencoba membiaskan cahaya yang masuk pandangan pertama saat aku terbangun adalah sesosok pria tengah membaca buku disebelah ku.
" kepalaku....".gumamku mencoba bangkit dari atas batu.
"kamu sudah sadar". ucapnya mencoba membantuku.
" maaf jika aku merepotkanmu".ucapku yang masih bingung.
" aku adalah gegemu apa kamu masih tak memahaminya "lirihnya dengan menundukkan kepala dalam.
"Sebentar apa mak....Tunggu jadi semuanya benar dan bukan mimpi". ucapku dengan air mata yang mengalir.
" kamu tidak bermimpi adikku semua yang aku katakan adalah kebenaran ".ucapnya yang langsung memelukku dengan erat.
" Kenapa mereka berdua pergi meninggalkan kita".ucapku dengan tangis histeris.
" hiks..hiks..hiks..Gege..hiks".lirihku sesenggukan.
" tenangkan dirimu meimei ".ucapnya melepaskan pelukannya dan menghapus air mataku yang masih mengalir.
" aku akan mencoba menenangkan dan menerima kebenarannya sekarang ".ucapku menatap manik matanya dalam.
" iya meimei apa kamu sekarang percaya jika aku adalah kakakmu".ucapnya membalas tatapanku dan kubalas anggukan kepala.
"terimakasih terimakasih sudah percaya denganku". ucapnya memelukku dengan erat.
" Gege Huang".gumamku membalas pelukannya.
Akan kuhabisi kalian yang sudah membuatku kehilangan mereka berdua dan akan kupastikan itu batinku dengan sorot mata penuh kebencian.
"Gege jadi siapa namaku sebenarnya?". tanyaku penasaran.
" namamu itu Huang Mei sama seperti nama ibu yang cantik".ucapnya dengan tersenyum lembut.
" apa nama ayah dan ibu?".tanyaku lag.
"nama ayah Huang Wei dan nama ibu Mei Yin mereka adalah pasangan paling serasi didunia ini.
" hahhh...aku sangat penasaran dengan rupa mereka"ucapku sedih.
"nanti akan kuberitahu rupa mereka" ucapnya.
"benarkan janji yah" ucapku dengan mengangkat jari kelingking ku.
"janji" ucapnya menautkan kelingkingnya.
" sekarang beritahu aku tentangmu".ucapku penasaran.
" mulai darimana?".tanyanya bingung.
"terserah Gege". ujarku.
" hmm baiklah....Gegemu ini memiliki ranah kultivasi Abadi tingkat 1 dengan elemen putih dan hijau tingkat suci".ucapnya santai.
"wahh Gege sangat hebat". ucapku dengan mengancungkan 2 jempolku.
" bagaimana denganmu meimei".tanyanya
"aku hanya sampai ranah kultivasi God tingkat 5 dengan elemen pelangi tingkat suci". ucapku lesu.
" astaga adikku benar-benar seperti monster jenius".ucapnya kaget dan hanya kubalas senyuman manis.
Tanpa terasa kami bercerita sangat banyak mulai dari saat gege masih kecil yang suka bermain dengan anak-anak serigala yang ada di Hutan kegelapan dan aku juga menceritakan jika aku dulu sering mematahkan lengan anak laki-laki saat bersekolah dulu.
Kami saling bercanda tawa bersama aku juga merasa bagaimana memiliki seorang saudara kandung dan membuatku sangat bahagia sungguh kebahagiaan ku sudah terasa lengkap dengan menyingkirkan beberapa tikus nantinya maka semua akan jauh lebih lengkap.
Segini dulu yah readers jangan lupa comment,vote dan like sebanyak-banyaknya.
Salam sayang author😘😘