Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
17.Kastil



Matahari memunculkan wujudnya diatas langit dengan cahayanya yang hangat memasuki sebuah rumah yang terbuat dari kayu yang berada diatas dahan pohon besar.


Cahayanya memasuki sela-sela selambu tipis dan membuat seseorang yang terlelap didalamnya mulai membuka matanya perlahan.


" ennggghhh~~ apa hari sudah pagi".ucapku seraya bangkit dengan membuka kelambu tipis yang menutupi pandanganku.


Terlihatlah pemandangan yang menyejukkan mata dimana awan-awan tipis yang masih menyelimuti pepohonan yang ada didalam sebuah hutan.


Secara perlahan matahari mulai meninggi hingga awan tipis yang menutupi pohon yang ada dihutan itu menghilang secara perlahan.Meski awan-awan tipis telah menghilang dan matahari yang sudah berada tinggi di langit pun hutan masih sangat gelap.


Setelah aku melihat pemandangan menakjubkan dari dalam rumah pohon.Aku memasuki dimensi surgawi.


" Yuhuu~~ dimana kalian aku datang".ucapku seraya berjalan dihalaman depan paviliunku.


" jiejie!".pekik minghao dengan berlari riang dan membuatku terkekeh.


"Tolong siapkan hanfuku aku akan membersihkan diri didalam".ucapku memasuki paviliun.


Segera aku membersihkan tubuhku didalam pemandianku didalam paviliun dan setelah selesai membersihkan tubuh aku memakai hanfu yang disiapkan hanfu oleh minghao.


Minghao memang yang paling tahu hanfu yang aku sukai seperti sekarang aku memakai hanfu berwarna pastel dengan ikat pinggang berwarna rambutku kugulung keatas dengan hanya menyisahkan beberapa helai rambut pada kening ku.



Ketika keluar dari dalam paviliun aku melihat minghao dan tomu sedang duduk diatas bangku yang terbuat dari giok berwarna hitam dibawah pohon mangga yang sangat besar.Aku berjalan mendekat ke mereka berdua yang sedang asik meminum teh dengan camilan dan sesekali saling tertawa.


Membuatku menjadi sedikit penasaran dengan apa yang tengah dibicarakan hingga membuat mereka berdua sesekali tertawa dan antusias saat bercerita.


" minghao!!tomu!!".panggilku pada mereka yang sedang asik bercerita.


"jiejie,kemarilah bergabung dengan kami ". ucapnya dengan girang.


" hmm".dehemanku.


"kalian sedang membicarakan apa sangat seru dan tidak mengajakku". ucapku datar.


" hanya sedang membicarakan tentang masa lalu kami saja nona".ucap tomu.


"Ooo". ucapku.


" Sekarang ikut aku keluar dimensi tomu untuk mencari tanah yang luas didalam hutan kegelapan ".ucapku datar.


" untuk apa mencari tanah yang luas disana nona?".tanya tomu heran dan bingung.


"apa kau lupa jika aku pernah bilang jika aku akan membuat istana megah didalam hutan kematian". ucapku datar.


" ah iya hehe nona aku lupa".ucap tomu dengan cengiran kudanya.


"haishh ayo cepat ikuti aku sekarang dan minghao tetap disini". ucapku datar dan langsung keluar dari dalam dimensi.


Tampak keadaan hutan masih sama seperti saat aku pertama kali datang ke dunia ini.


Gelap,sunyi dan mencekam tetapi tidak untukku justru suasana seperti itulah yang kusukai.


Sepanjang jalan masuk kedalam hutan terdapat banyak sekali tanaman langkah beracun atau tidak beracun.Karna tanamannya terdapat banyak sekali aku mengambil beberapa dan memasukkannya ke dalam dimensi dan ditanam oleh minghao.


Setelah sekian lama berjalan menyusuri kedalam hutan kegelapan akhirnya aku menemukan Padang hijau yang sangat luas disana dengan diselingi banyak pepohonan berukuran besar yang mengelilingi padang.


" Ini tempat yang cocok untuk kita membangun istana".ucapku berdecak kagum.


"iya nona disini tempatnya sangat strategis". timpal tomu.


" tomu bisakah kau berikan formasi ilusi agar aku bisa membangun istananya sekarang".ucapku seraya maju ke tengah-tengah Padang hijau disana.


"tentu nona". ucap tomu yang langsung membuat formasi ilusi tingkat tinggi.


wussshh


Setelah tomu membuat formasi ilusi aku segera membacakan beberapa mantra yang sempat kupelajari saat berlatih dipilar kehidupan dalam sekejap mata terbentuklah.


Triinngg


bangunan besar dengan arsitektur megah nan indah yang lebih mirip dengan kastil dimasa modern.


" Wah nona bangunannya sangat indah dan besar sekali berbeda dengan bangunan kekaisaran lainnya ".ucap tomu girang.


" siapa dulu yang membangunnya".candaku dengan cengiran kudanya.


"nona memang yang terbaik". ucap tomu dengan mengacungkan kedua jempolnya.


" menurutmu apa ada yang kurang?".tanyaku tengah mengamati kastil.


"kurasa kita membutuhkan beberapa pohon,taman,kolam,danau rumah-rumah yang tertata rapi". saran tomu dengan jari yang mengelus-elus dagunya.


" baiklah aku akan membuatnya sekarang ".ucapku yang langsung mengucapkan beberapa mantra.


Trinnnggg


Kolam yang lebih terlihat seperti danau dengan air yang berwarna biru terang dan sangat jernih bahkan ikan-ikan berenang kesana kemari dengan senangnya dengan indahnya kolam itu mengelilingi kastil seakan kastil terbangun diatas danau.


Pepohonan pinus yang menjulang tinggi yang mengitari seluruh Padang dan menutupi keberadaan kastil yang sangat megah.Setelah melihat semuanya aku membalikkan tubuhku dan menghadap tanah yang kosong dan luas yang masih cukup untuk membuat taman dan rumah-rumah kalau perlu aku akan membuat tempat berlatih,gedung-gedung tinggi,rumah kaca dan tempat bermain untuk anak-anak.


Aku mengucapkan beberapa kalimat mantra dan kini muncullah rumah-rumah dengan bentuk seperti dimasa modern dengan beberapa bagian terdapat banyak sekali kaca berukuran besar menggantikan tembok.


Taman dengan banyaknya bunga-bunga dengan warna yang beragam dan terdapat beberapa tempat duduk dan meja juga terdapat gazebo kecil dibeberapa sudut taman dan dilengkapi beberapa lampu taman dengan aksen putih bersih.


Tempat pelatihan bagi semua orang untuk meningkatkan kemampuan mereka dan gedung-gedung tinggi yang menjulang dengan kacanya yang memantulkan cahaya matahari berbagai toko penjualan terdapat didalam gedung-gedung tinggi disana apapun yang dibutuhkan pasti ada diantara gedung-gedung tinggi disana.


Rumah kaca yang kubuat ditengah-tengah rumah untuk para rakyat nantinya didalam rumah kaca kita bisa menanam apapun didalamnya dengan ukuran rumah kaca yang sangat besar sama seperti lapang sepakbola dimasa modern dengan pintu yang terbuat dari kaca tebal yang terdapat ukiran rumit dan unik didalamnya.


Yang terakhir tempat bermain untuk anak-anak nantinya yang cukup berdekatan dengan taman bunga banyaknya permainan disana yang sama dengan dimasa modern ku.


"Astaga nona ini benar-benar sangat luar biasa bagaimana nona membuat ini semua". ucap tomu kaget dengan mulut yang terbuka lebar.


" ayo kita masuk kedalam istana terlebih dahulu kita lihat apa yang ada disana".ucapku yang langsung menyeretnya masuk kedalam istana.


Didalam kastil lebih tepatnya suasana dan pemandangan yang benar menakjubkan dengan pilar-pilar yang menjulang tinggi,kaca berukuran besar hingga dapat membuat sinar matahari untuk masuk kedalam kastil.Aku melangkah lebih dalam kulihat kolam kecil berada ditengah-tengah ruangan kosong.


Didekat kolam kecil terdapat 2 tangga berukuran besar serta didepan kolam terdapat pintu kayu berukuran sangat besar aku lebih tertarik dengan pintu berukuran besar tersebut dengan langkah anggunku aku melangkah maju menuju pintu besar itu dan terbukalah pintu dengan terdapat satu singgasana disana dengan indahnya aku juga melihat sebuah mahkota yang melayang ditengah-tengah aula ruangan itu.


Tanpa sadar aku melangkah maju dan mengambil mahkota yang melayang dan memakainya diatas kepalaku.



(bayangin aja ini mukanya Zhou shan yah)


" astaga jiejie terlihat sangat luar biasa cantik".ucap minghao yang berada di depanku.


"minghao mengapa kau keluar". tanyaku heran.


" tadi aku ingin melihat istana milik jiejie dan saat aku keluar aku melihat jiejie tadi bersinar dan kini penampilan jiejie benar-benar luar biasa cantik".ucap minghao berbinar.


"kau terlalu memujiku ming'er". ucapku lembut.


" tapi itu benar jiejie".tambahnya lagi.


"sekarang aku akan memberikanmu tugas pertama untukmu tomu". ucapku dengan menatapnya.


" pergi ketempat penjual budak dan beli mereka semua seumuran denganku sampai umur 25 tahun dan latih mereka dihutan kegelapan sebelum memasuki kastil dan utamakan kesetiaan dan ini uangnya".ucapku tegas dan memberikan satu karung koin emas pada tomu.


"baik nona". ucap tomu hormat.


" Dan mulai sekarang istana ini disebut dengan LUSTER CASTEL dan nama desa kita adalah Bulan Darah".ucapku lantang dan Seketika angin kencang datang dan hilang dalam sekejap mata.


"baik nona saya akan melaksanakannya sekarang". ucap tomu dengan hormat.


" hmm pergilah".ucapku dingin dan langsung pergilah meninggalkan aku dan minghao sendiri.


"ming'er ayo kita berkeliling istana ini". ajakku pada minghao dengan senyuman lembut ku.


" ayo jiejie".ucap minghao semangat.


"ayo". ucapku dengan menggandeng tangannya berjalan dengan anggun dan gaunku yang terseret dilantai marmer istana.


Sudah 3 hari aku berada dikastil milikku aku juga berniat untuk kembali kekaisaran aku sangat merindukan ayahanda,Ibunda,Zuzu dan juga gege jingmi.


Saat ini aku dan minghao tengah bersantai di taman yang berada di belakang kastil dengan bangku kayu dan satu buah meja berbentuk lingkaran dengan ditemani teh hangat dan beberapa camilan.Tomu masih melatih beberapa orang yang aku beli ditempat penjualan budak beberapa hari yang lalu aku pergi mengamati mereka semua didalam hutan terlihat mereka semua sangat gigih dan bersemangat.


Itu adalah sebuah hal yang aku butuhkan sama seperti saat aku masih dimasa modern dulu saat masih melatih ribuan prajurit.


" ming'er aku akan pergi kekaisaran hari ini jadi sementara waktu kau jagalah tempat ini selama aku pergi.aku juga sudah memasang formasi pertahanan berlapis keseluruhan jadi kau tak usah khawatir ".ucapku dengan menyesap teh.


" baik aku akan menjaganya jiejie".ucap minghao mengerti.


"baiklah aku akan berganti pakaian lalu pergi.Jaga dengan baik yah ming'er". ucapku lembut dengan mengacak rambutnya dan berlalu pergi mengganti pakaian yang akan kukenakan kekaisaran.


Aku kini memakai hanfu dengan atasan berwarna hijau polos dengan rok berwarna putih polos panjang dan rambutku yang kugulung setengah dan kuberi satu jepitan rambut sederhana.



" perfect ".gumamku saat melihat penampilanku dikaca besar yang ada di ruangan yang khusus untuk tempat semua pakaianku semua hal itu minghao yang menatanya tak mungkin diriku kan karna aku tak terlalu perduli dengan semua hal itu.


Tampaklah gerbang istana yang sangat besar dengan 2 orang penjaga didepannya aku melangkahkan kakiku kedepan pintu gerbang penjaga yang mengetahui aku langsung menunduk hormat dan kubalas dengan menganggukan kepala serta senyuman ramah di wajahku.


" tuan putri sudah kembali setelah 3 hari pergi yah.baru kali ini aku merindukan seorang atasan".ucap penjaga A.


"iya kau benar seluruh kekaisaran juga merindukan tuan putri yang hanya pergi selama 3 hari". balas penjaga B.


Saat berjalan menuju aula istana aku sering berpapasan dengan banyak orang termasuk pelayan dan pengawal disana dan aku juga melihat kerinduan didalam mata mereka yang berpapasan denganku.


Semua hal itu membuatku senang dan hangat di hatiku.Aku sudah sampai didepan pintu aula istana aku juga dengar jika masih ada rapat disana yang membahas diriku yang tak kunjung pulang.Dan penjaga pintu aula istana mengumumkan kedatanganku.


YANG MULIA PUTRI MAHKOTA ZHOU SHAN MEMASUKI AULA ISTANA~~~.


Kini terbuka lebar pintu aula istana terlihat semua orang terdiam saat melihat seorang gadis cantik yang berjalan dengan anggun dan senyuman lebar yang ada di wajahnya.wajah itulah yang sangat dirindukan oleh semua orang di kekaisaran Zhou.


" Salam hormat kepada yang mulia kaisar dan permaisuri ".hormatku dengan sedikit membungkkan tubuhku sebagai tanda hormat.


" Shan'er!! ".teriak Ibunda yang langsung berlari kearahku dan memelukku dengan sangat erat.


" Ibunda sangat merindukanmu sayang. Kemana saja kau?apa kau tak menyayangi ibundamu ini?apa kau akan menin-".tanya permaisuri cemas yang langsung kupotong karna Ibunda mengatakan yang tidak-tidak.


"Sstt..tenanglah Ibunda aku sudah kembali sekarang dan sangat menyayangi ibundaku yang paling cantik di dunia ini dan aku tak akan pernah meninggalkan Ibunda". ucapku lembut yang langsung memeluk Ibunda dalam dekapanku.Tinggiku dengan Ibunda sedikit berbeda dengan Ibunda yang hanya dibawah bahuku saja.


" sudah Ibunda tenanglah sekarang ".ucapku lembut dan diangguki Ibunda dengan melepaskan pelukannya.


" ohh yah dimana para lelakiku ini kenapa tidak ada apa mereka tak merindukanku yah".cariku yang pura-pura murung yang kumaksud dengan lelakiku adalah ayahanda,Zuzu dan Gege jingmi.


"ayah sangat merindukanmu shan'er".ucap ayah yang langsung berlari dan memelukku seperti Ibunda bahkan aku mendapatkan banyak ciuman dari ayah.


" aku juga merindukan ayah".ucapku tulus dan melepaskan pelukan hangatnya.


"jiejie hiks kau pulang hiks juga aku sangat hiks merindukanmu hiks". ucapnya sesenggukan dan membuatku langsung memeluknya.


" jangan menangis yah jiejie ada disini Cup~~ ".ucapku lembut dan mencium pucuk kepalanya.


" meimei".panggil Gege jingmi sendu.


"Gege mematikan apa kau tak merindukanku". ucapku dengan pura-pura kesal.


" adikku yang paling nakal ini telah membuat gegenya rindu setengah mati".goda Gege yang langsung memelukku dan setelah cukup lama memelukku akhirnya Gege melepaskannya.


"Semuanya apa kalian juga tak merindukanku". ucapku dengan wajahku yang kubuat menjadi sangat imut.


" kami sangat merindukanmu yang mulia".ucap semua orang serentak.


"aku juga sangat sangat sangat sangat merindukan dan menyayangi kalian semua yang ada disini ataupun diluar sana". ucapku lantang dengan senyuman lebar di wajahku.


Seketika semua orang tersenyum bahagai saat mendengar ucapanku tadi.


" Gege gendong aku ke paviliunku aku sangat lelah hari ini".ucapku manja dengan tanganku yang mengsap-usap mataku yang terasa berat dan lelah.


"ayo sini anak nakal". ucap Gege yang langsung menggendongku dipunggunnya aku memeluk erat lehernya dan tidur di bahunya.


Rapat hari ini langsung dihentikan dan akan dilanjutkan besok pagi.Aku sudah berada diatas peraduan dan tidur terlelap dengan tenang berbeda dengan ayahanda,Ibunda,Zuzu dan Gege jingmi yang hanya melihat aku tertidur dengan nyenyak.


Setelah memandangi diriku tertidur mereka semua kembali kepaviliun mereka masing-masing.


**Maaf yah readers kemari gak up soalnya author lagi sibuk beberapa hari ini sebagai gantinya author buat chapter yang cukup panjang semoga gak bosen yah bacanya.


Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author**:).