Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
12.Alun-alun kota



Matahari telah menunjukkan wujudnya diatas langit dengan indahnya angin semilir berhembus melewati dahan pepohonan diluar sebuah paviliun yang didalamnya terdapat dua orang wanita yang sama-sama bersiap-siap mereka adalah Zhou Shan dan permaisuri Xiu Juan.Keduanya tengah disibukkan dengan merias diri mereka sendiri.


Permaisuri memakai hanfu berwarna biru gelap dengan hiasan bunga lili berwarna biru di bagian bawah hanfunya,riasan wajah yang sederhana dan rambut yang digulung setengah dengan beberapa perhiasan rambut sederhana.



Sedangkan diriku memakai hanfu berwarna putih dengan hiasan bunga lili berwarna putih serta diberikan sabuk berwarna hijau,rambutku kuikat sederhana dengan memakai jepit rambut yang terbuat dari giok dan diriku membuat sedikit poni tipis yang menutupi sedikit dahiku untuk sedikit merubah penampilan.



Hari ini diriku dan Ibunda berniat menemui ayahanda dan Zuzu yang ada di lapangan pelatihan prajurit untuk menyapa mereka dan meminta izin ke ayahanda.Diriku juga berniat mengajak zuzu pergi ke alun-alun kota untuk berkeliling dan bercengkrama dengan rakyat.


Saat tengah berjalan menuju ketempat pelatihan prajurit terlihat jendral sepertinya juga akan pergi ke ketempat pelatihan.


"Gege". teriakku menyapanya seraya berjalan mendekat kearahnya.


"Gege ingin pergi ketempat pelatihan?". tanyaku saat sudah sampai didepannya.


Jendral besar terkejut dengan penampilan barunya dengan poni tipis yang menutupi dahinya dan hanfu wanita putih.


" cantik".batin jendral besar.


" iya Gege akan kesana untuk berlatih. Apa kau juga akan pergi kesana?".tanyanya balik kepadaku.


"iya aku juga akan kesana bersama dengan Ibunda". ucapku seraya melihat Ibunda yang ikut mendekat kearah kami.


" Salam yang mulia permaisuri ".ucap jendral dengan hormat saat melihat Ibunda yang sudah berada di sampingku dan hanya dibalas anggukan olehnya.


" baiklah kita berjalan bersama saja kesana".ucapku seraya berjalan menuju tempat pelatihan dengan diikuti Ibunda yang ada di sampingku dan jendral yang mengikuti kami dengan berjalan dibelakang kami.


Setiap diriku melewati beberapa taman dan paviliun kosong tetapi tetap terlihat terjaga dan selalu dibersihkan banyak para pelayan dan pengawal memberi hormat kepada kami dengan kubalas senyuman tipis yang tercipta di wajah mungilku.


Terlihat ayahanda dan Zuzu saling melemparkan serangan ilmu berpedang mereka masing-masing untuk mengetes seberapa jauh mereka menguasai ilmu berpedang.


"ayahanda anak paling cantikmu ini datang". teriakku seraya berlari kearahnya. Banyak para prajurit disana yang terkekeh dengan tingkah laku ku dan langsung terpaku saat melihatku dengan penampilan terbaruku bahkan ayahanda dan Zuzu juga terkejut dengan penampilanku.


Saat sudah berada didepan ayahanda diriku melompat dan langsung memeluk erat lehernya.ayahanda yang terkejut dengan tingkahku langsung saja membuang pedang kayunya kesembarang tempat dan langsung membalas pelukanku.


" Putri ayah yang paling cantik ini mengejutkan ayahanda saja ".kekeh ayahanda serta diselingi ciuman kecil dipipi kananku.


" maaf ayah jika putrimu ini membuat ayah menjadi terkejut".kekehku dengan cengiran kuda.


"ayah istirahatlah biar aku dan Zuzu saja yang bermain pedang" ucapku semangat saat sudah melepaskan pelukanku pada ayahanda.


"baiklah ayah akan duduk di gubuk sana dengan ibundamu kau bermain pedang saja dengan adikmu". ucapnya seraya meninggalkanku dan Zuzu ditengah area berpedang.


" zuzu nanti antar aku yah"ucapku seraya mengambil pedang kayu yang dijatuhkan ayah diatas tanah.


"kemana jiejie?". tanyanya heran.


" antar aku ke alun-alun kota.aku ingin bercengkrama dengan semua rakyat".ucapku seraya berdiri dengan tegap didepannya.


"baiklah Zuzu akan mengantarkan jiejie kesana.Tetapi kita harus meminta izin terlebih dahulu pada ayahanda". ucapnya seraya menggenggam pedangnya.


" iya nanti jiejie yang akan meminta izin.Nah sekarang jiejie akan mengajarkanmu bermain pedang.


Dulu Lien Shan atau yang sekarang Zhou Shan juga bisa beberapa keterampilan dalam menggunakan senjata seumur hidupnya tidak pernah jika tidak mencoba senjata terbaru.Mulai dari itu juga Zhou Shan ahli dalam beberapa senjata seperti pedang,panah,katana,dan lain sebagainya.


Diriku dan Zuzu saling beradu dalam menggunakan pedang kayu.Aku hanya menangkis setiap serangan dari zuzu tanpa mengeluarkan teknik dalam bermain pedang satupun.Aku juga setiap kali menunjukkan titik kelemahan Zuzu dalam bermain pedang dan memukul bagian yang salah dan seperti sekarang Zuzu yang salah menggunakan teknik berputarnya.


Ctaakk


aaawww


"jika berputar berikan sedikit pada lengan dan pergelangan tanganmu.bodoh sekali". ucapku tegas.Setelah memukul lengannya.


" jiejie tubuhku bisa sakit semua jika kau pukul seperti itu".ucap Zuzu dengan mata yang berkaca-kaca ingin menangis dan itu membuatku merasa bersalah setelah memukulnya beberapa kali pada setiap kesalahannya.


"maafkan jiejie yah zuzu ~Cup~". ucapku seraya mendekatinya dan mencium pipi kirinya memang tinggiku dengan Zuzu sedikit berbeda Zuzu yang hanya sampai pundakku saja karna diriku memiliki tinggi layaknya model dimasa modernya yaitu sekitar 180.


" baiklah sekarang kita beristirahat dulu yah".ucapku lembut seraya merangkulnya dari samping dan diangguki semangat oleh Zuzu aku sedikit terkekeh kecil saat melihat perubahan suasana hatinya.


Para prajurit yang melihat semua kejadian sejak tadi hanya ditanggapi gelengan kepala dan kekehan kecil mereka.


Kini diriku dan lainnya tengah beristirahat bahkan Gege jingmi juga ikut duduk diantara kami digubuk dekat area berlatih.Sedari tadi ayahanda juga Ibunda takjub saat melihat diriku yang hanya menangkis semua teknik yang diberikan zuzu dan melihat diriku yang memukul Zuzu untuk memberitahukan titik kelemahannya dan juga pada saat aku mencium Zuzu hati mereka terasa menghangat saat melihatku yang begitu menyayangi putra mereka satu-satunya.


"ayahanda aku meminta izin untuk pergi ke alun-alun kota untuk bercengkrama dengan seluruh rakyat aku juga akan ditemani oleh Zuzu nanti,boleh yah ayah?". tanyaku meminta izin pada ayahanda.


" ayah izinkan asal jendral jingmi juga ikut".ucap ayahanda dengan lembut.


"ayah terimakasih.baiklah sekarang Zuzu dan Gege pergilah bersiap-siap aku akan menunggu kalian didepan gerbang istana".ucapku seraya meninggalkan mereka untuk menyiapkan kuda.Yah diriku berniat untuk menaiki kuda saja daripada menaiki kereta kuda.


Diriku menunggu mereka berdua didepan gerbang dengan 3 kuda di sampingku sembari menunggu mereka berdua.Aku memasuki dimensi surgawi tanpa diketahui oleh pengawal disana.


Saat memasuki dimensi diriku melihat minghao tengah menyapu daun yang berguguran didepan paviliun milikku dan tomu terlihat sedang memetik beberapa buah apel di pohon yang ada dikebun di samping paviliun.


Setelah melihat mereka secara diam-diam dari kejauhan diriku tersenyum tipis ternyata mereka berdua menjaga paviliunnya yang ada di dimensi surgawinya. Setelah itu aku keluar dari dalam dimensi dan melihat kedua orang yang kutunggu baru saja datang.


" Kalian lambat sekali seperti seekor siput".ejekku seraya menaiki kuda berwarna hitam pekat bernama Qibo.


"cepatlah". suruhku yang sudah memacu kuda dengan kecepatan sedang dan langsung diikuti oleh Zuzu dan juga gege jingmi di belakangku.


Saat sudah sampai di alun-alun kota diriku disambut hangat oleh seluruh rakyat.Bahkan diriku menghampiri beberapa kedai toko milik rakyat hanya untuk bercengkrama dan bercanda.


Sampai diriku menghampiri seorang anak kecil berumur sekitar 10 thn yang menjual perhiasan.Dengan bentuk liotin yang sangat indah tetapi penampilan anak kecil tersebut kurang dari kata layak dengan baju yang sudah kusam dan banyaknya lubang pada celana dan juga bajunya tubuhnya yang juga sangat kurus.Diriku secara langsung mendatanginya.


" adik kecil sedang apa kau disini kemana orang tuamu?".tanyaku dengan seulas senyum lembut diwajahku saat berada didepannya dengan menyetarakan tinggiku dengannya.


"orang tua saya sudah meninggal dibunuh oleh binatang buas nona saat berada dihutan kegelapan untuk mencari tanaman obat dan Ibunda berusaha melarikan diri dan ayahanda meninggal saat mencoba mengecoh binatang buas yang menyerang mereka.Setelah dapat melarikan diri ibunda pergi kerumah dan memberikan liontinya padaku untuk kujual dan bertahan hidup lalu setelah itu Ibunda meninggal dunia". ucapnya sendu dengan mata berkaca-kaca dan kepala yang tertunduk.


" Siapa namamu?".tanyaku.


"nama saya Jili nona". ucapnya.


"Tapi nona saya tidak pantas menjadi adik nona dengan nona membeli liontin milik saya.Saya sangat berterimakasih". ucapny gugup dan terkejut.


" kalau begitu jadilah pengikutku apa kau mau?".tanyaku padanya lembut.


"baiklah saya akan ikut dengan nona mulai sekarang dan berjanji setia". ucapnya dengan keyakinan penuh yang terlihat dari dalam matanya.


" bagus~bagus.Nah sekarang sebutkan berapa harga dari liontin itu".suruhku sekaligus bertanya.



(bentuk liontinnya yah)


"aku bisa merasakan Qi spiritual yang padat dari dalam liontin ini". batinku seraya memegang liontin dan langsung memasukkannya kedalam ruang dimensi.


"harganya cukup 2 koin perak saja nona". ucapnya dengan senyuman manis diwajahnya.


" ini".ucapku seraya memberinya 5 koin emas.


"tapi nona ini terlalu banyak". ucapnya terkejut.


" sudah bawa saja.Sekarang kita pergi kesana dulu yah".ucapku dengan menunjuk kearah Zuzu dan jendral besar yang terlihat tengah cemas.


"iya nona". ucapnya dengan menerima uluran tanganku.


" panggil jiejie saja dan tak ada bantahan".ucapku tegas dan langsung diangguki mengerti oleh Jili.


"Gege!!Zuzu!!". teriakku memanggil mereka dan seraya mendekat kearah mereka.


" astaga shan'er darimana saja kau aku sangat cemas mencari-cari dirimu sedari tadi".ucap Gege jingmi dengan wajah yang sangat cemas.


"iya~jiejie darimana saja kita berdua sedari tadi mencarimu.bagaimana jika jiejie hilang". ucapnya kesal tetapi tersirat rasa khawatir yang membuat hatiku terasa hangat.


" terimakasih kalau begitu karna telah mengkhawatirkanku".ucapku tulus dan masih dengan menggandeng tangan mungil milik jingmi.


"jiejie itu siapa yang kau gandeng?kenapa badannya hitam semua?". tanya Zuzu heran.


" jiejie tadi melihatnya menjual sesuatu dan membuat hati jiejie menjadi sakit saat jiejie tanya jika adik kecil ini tak memiliki siapa pun jadi jiejie akan membawanya ke dalam istana dan nanti jiejie akan berbicara dengan ayahanda".ucapku seraya sekilas menolehkan kepalaku kearah Jili.


"ohh begitu.baiklah itu terserah jiejie saja


Zuzu akan ikut saja dengan jiejie". ucapnya menghendikkan bahu acuh tak acuh.


" kalau begitu kita cari toko yang menjual hanfu".ucapku seraya berjalan mencari toko yang menjual hanfu.


Saat ini diriku memasuki salah satu kedai dan disambut ramah oleh para pegawai dan pemilik toko.


"selamat datang di toko kami tuan putri". ucapnya ramah.


" aku ingin kalian mencarikan hanfu yang cocok untuknya. terserah berapa pun jumlahnya".ucapku seraya membiarkan Jili ikut dengan 2 orang pegawai yang tadi menyambut didepan toko.


"permisi dimana aku bisa bertemu dengan pemilik toko?". tanyaku pada seorang wanita paruh baya yang berdiri didepan meja kasir.


" saya adalah pemilik tokonya tuan putri".ucapnya dengan ramah.


"baiklah kalau begitu bisakah nyonya mencarikan kain dengan jenis yang sedikit tipis". tanyaku padanya.


" sebentar tuan putri saya akan mencarikannya".ucapnya seraya berjalan menjauh untuk mencari kain yang diminta.


"apa jiejie akan membuat baju?". tanya Zuzu penasaran.


Kalian tanya dimana jendral besar dia hanya mengikuti langkahku saja dan sedari tadi juga dia terdiam.


" iya jiejie akan membuat baju untuk hari penobatan jiejie dengan bentuk yang berbeda.jiejie juga akan membuatkan hanfu untuk kalian semua juga".ucapku seraya melihat pemilik toko yang datang dengan beberapa gulungan kain.


Setelah memilih kain yang sesuai dengan keinginanku dan membayar semuanya termasuk hanfu untuk Jili tadi.Dan Jili terlihat tampan dengan hanfu berwarna hitam.


Saat akan kembali ke istana terlihat sekumpulan orang tengah bermain musik dan membuat diriku tertarik dan langsung berjalan menghampiri mereka dengan diikuti Zuzu,Gege jingmi dan Jili dengan mereka menggelengkan kepala saat melihat semua tingkah laku ku.


Saat sudah berada dibarisan paling depan semua orang terkejut dengan kedatanganku dan melihatku yang terlihat sangat bersemangat.Semua orang langsung terdiam dan hening para pemain musik juga ikut terdiam.


"kenapa berhenti?". tanyaku dengan mata yang terbuka karna bingung.semua orang disana yang melihat raut wajahku menjadi gemas.


" ayo lanjutkan bermain musiknya".lanjutku.


Seharian ini suasana hatiku sangat bahagia mulai dari menyapa para rakyat dan para pedagang disana,mencari kain untuk dibuat baju saat nanti acara penobatanku,menari dan juga menyanyi bersama dengan semua orang disana dan kembali ke istana saat matahari akan terbenam.


author pov


Tanpa Zhou Shan sadari sedari tadi saat tengah menyanyi dan menari bersama semua orang diantara para rakyat terdapat pangeran dan putri dari kekaisaran Shang,Qin dan juga Xia yang datang mengunjungi alun-alun kota untuk sekedar berjalan-jala.Rombongan mereka memang sampai secara bersamaan dan langsung mencari penginapan yang sama untuk mereka beristirahat sebelum pergi ke istana untuk menghadiri undangan dari kaisar Zhou.


Secara tidak sengaja pangeran dan putri dari kekaisaran sebrang yang sedang berjalan menikmati suasana di kekaisaran Zhou.


"Gege Yong ayo kita pergi kesana". ucap salah satu putri bernama Qin Shuwan kepada gegenya yang bernama Qin Yong seraya menunjuk kearah tempat Zhou Shan yang tadi tengah menari dan menyanyi bersama para rakyat disana.


" ayo semuanya kita kesana".ucap pangeran Qin Yong pada Putri dan pangeran lainnya.


Saat sampai mereka dikejutkan dengan adanya seorang gadis yang sangat cantik tengah bernyanyi dengan semua orang yang ada disana dengan senyuman yang manis diwajahnya.


Salah satu pangeran dari kekaisaran Xia mengenali seseorang yang berada di samping gadis cantik itu.


"tunggu sebentar bukankah itu pangeran Zhou Chen dan jendral besar jingmi". ucapnya terkejut dan langsung dikejutkan lagi dengan perkataan salah satu rakyat disana.


" bukankah tuan putri Zhou Shan sangat baik hati meskipun terlihat dingin jika pada orang asing".ucap rakyat A.


"iya kau benar ternyata tuan putri baru kita sangat baik hati dan tuan putri juga sangat cantik dan kecantikannya bahkan bisa mengalahkan seorang Dewi". ucap rakyat B yang ikut diangguki oleh rakyat lainnya disana.


" apa itu Putri angkat dari kaisar Zhou".tanya pangeran bernama Shang Chyou memastikan kebenaran.


Semua pangeran putri terkejut bukan main karena baru pertama kali melihat kecantikan Zhou Shan apalagi Zhou Shan mengubah sedikit penampilannya tadi.Saat mereka kembali ke penginapan mereka semua menceritakan apa yang terjadi di alun-alun kota tadi kepada kaisar dan permaisuri dari kekaisaran Shang,Qin dan Xia.Para kaisar dan permaisuri menjadi sangat penasaran dengan rupa anak angkat dari sahabat mereka memang para kaisar dan permaisuri dari 4 kekaisaran ini dulunya merupakan sahabat yang hingga saat ini mereka masih menjalin hubungan yang baik.


Maaf yah readers kemarin nggak up soalnya author kecapean dan langsung ketiduran.Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang dari author:)