
Diriku,Liu dan juga Zuzu berkuda dengan cepat membelah hutan hijau yang terlihat sangat terjaga dalam berkuda terkadang kami bertiga sedikit bercanda dan kami juga bertemu beberapa hewan buas yang menghalangi perjalan kami.
"berhenti". ucapku tiba-tiba menghentikan laju dark.
" ada apa jiejie?".tanya Zuzu.
"Liu apa kau mendengarnya?". tanyaku balik dengan mencari suara seperti dentingan pedang.
" ya aku mendengarnya ".ucap Liu.
Aku berjalan menuju asal suara tersebut dengan dark diikuti Liu dibelakangku.Semakin aku mendekat suara dentingan pedang terdengar lebih jelas.
" *hati-hati dark".batinku.
"tentu". balas dark*.
Setelah kurasa cukup dekat aku turun dari atas dark dan menaiki dahan pohon besar didepanku.Aku terkejut melihat sekitar 10 orang berpakaian hitam bertudung dan 3 orang berpakaian biru tengah bertarung dengan sengit.Aku sekilas melihat tanda aneh di leher 3 orang berpakaian biru tersebut dengan bentuk serigala hitam kecil ditengah-tengah bulan sabit.
" *tomu apa kau tahu tanda itu?".tanyaku yang masih mengamati mereka bertarung.
"mereka dari akademi Serigala Bulan nona". ucap tomu.
" akademi Serigala Bulan?".ucapku bingung.
"iya nona akademi mereka berada didalam kota kabut didekat kekaisaran Xia dari yang aku tahu akademi tersebut hampir seluruh muridnya berelemen biru atau air dan juga akademi mereka dijaga ketat oleh sekelompok binatang mitologi tingkat 3 yaitu serigala hitam yang sering disebut serigala bulan". jelas tomu.
" kesempatan yang menarik".ucapku dengan smirk kejam*.
Aku turun dari atas dahan dan langsung menaiki dark.
"Liu apa kau tahu isi pemikiranku". tanyaku padanya dengan menatap lurus ke depan.
" tentu sayang".ucapnya.
"Zuzu sekarang waktu untukmu melatih ilmu bela dirimu dan usahakan jangan terluka". ucapku dingin.
" baik jiejie".ucapnya tegas karna tak ingin jiejienya kecewa.
Aku berjalan kearah mereka yang sedang bertarung dengan liu dan zuzu yang berada dibelakangku.Jika kulihat para murid akademi itu terluka cukup parah membuatku sedikit iba.
"Ckckck sungguh sangat menarik ditengah-tengah hutan seperti ini ada pertarungan". ucapku sinis saat berada didekat mereka.
" siapa kau ikut campur urusan kami cepat pergi atau kau juga ingin kepalamu tidak berada ditempatnya".ucap salah satu orang berpakaian hitam bertudung.
"haish mulutmu tidak pernah dirobek yah". ucapku sinis dengan smrik.
" kau beraninya berbicara seperti itu ".bentak salah seorang lagi.
" memang kenapa tidak ada yang bisa melarang ku dan kau siapa melarangku kerabat dekatku saja bukan".sarkasku sinis yang membuat orang berpakaian hitam terdiam cukup lama Liu yang melihatku berdebat hanya tersenyum tipis.
" kau berani berkata seperti itu pada ketua mencari mati".balas salah seorang yang tadi mencegatku geram.
"nona lebih baik pergi saja disini sangat berbahaya". ucap salah satu murid akademi.
" diamlah bodoh".bentakku yang membuat mereka terdiam.
"apa kalian siap?". tanyaku pada Liu dan Zuzu.
" tentu".ucap mereka serentak.
"let's play". ucapku dengan seringai tajam.
Aku turun dari atas dark dan melesat kearah orang-orang bertudung hitam itu dan menghantamkan tendangan ku kewajah milik seorang pria bertubuh besar yang dikatakan sebagai ketua.
" ketua!!".teriak mereka saat ketua mereka terhempas dan menabrak pohon besar.
"kau!!". geram mereka dengan menatap tajam kearahku.
" Xixing Zuzu sekarang ".panggilku pada Liu dan Zuzu.Aku segera melesat ke arah ketua mereka tanpa membawa satu senjata pun.
*buggh
buggh*
Aku menendang wajah dan punggungnya hingga membuatnya tersungkur tiba-tiba ada 5 buah bola api melesat kearahku untung saja tingkat kewaspadaan ku tinggi jadi aku dapat menghindarinya dengan mudah.Pria yang dikatakan sebagai ketua itu memiliki kultivasi ranah kaisar tingkat 4 dengan elemen api.
Tanpa ampun aku melayangkan beberapa pukulan dan juga tendangan di tubuhnya yang membuatnya terhempas kembali didekat pertarungan antara liu dan juga Zuzu.
Kulihat bawahan dari pria ini terkejut dengan keadaan ketua mereka yang babak belur dengan mulut mengeluarkan darah segar.Aku melesat kearahnya dan menendang wajahnya sedikit kuat.
*bugghh
kraak*
" ckck miris sekali".ucapku saat ada didepan pria itu yang terlungkup menahan kesakitan.Tanpa ampun lagi aku berdiri dan menginjak tengkuknya dengan kuat.
*kraak
kraak
kraak*
Tulang leher milik pria itu dipastikan sudah hancur.
"ketua!!". teriak bawahannya yang tersisa 4 orang.
" kasihan sekali bukan".ucapku dengan wajah pura-pura sedih.
"kau membunuhnya". ucap mereka geram.
" Zuzu cepat bereskan dan Liu kemarilah biar Zuzu yang membereskannya ".ucapku dengan berjalan santai kearah murid akademi yang masih terkejut dengan tindakanku.
Tanpa menunggu waktu yang lama Zuzu untuk membereskan mereka.Aku dan Liu kini berada didepan ke-3 murid dari akademi Serigala bulan.
" Kalian terluka cukup parah".ucapku saat berada didepan mereka.
"terimakasih atas bantuannya tuan". ucap mereka serentak dengan membungkukkan tubuhnya.
" tak perlu seperti itu. Aku tahu kalau kalian orang yang baik maka aku berniat untuk membantu kalian".ucapku ramah.
"....dan aku juga tahu kalau kalian sedang menuju kembali ke akademi bukan". lanjutku
" bagaimana tuan tahu".ucap salah satu dari mereka terkejut.
"kalian tak perlu tahu dan yang paling penting adalah tujuan kita sama". ucapku dengan merangkul pundak Zuzu yang sudah disampingku.
" Kau berhasil".ucapku dengan menepuk kepala Zuzu.
" apa tuan juga akan menuju kota kabut dan akademi kami".ucap salah satu dari mereka yang memiliki rambut perak dengan mata hitamnya bisa dikatakan cukup tampan tapi masih tampan Liu ku.
"yah kami akan kesana tapi jika boleh kami pergi ke akademi kalian bersama bagaimana". saranku.
" tentu boleh tuan karna ketiga tuan ini telah menolong kami".balasnya ramah.
"terimakasih kalau begitu dan kalian membawa kuda kan". tanyaku saat melihat salah satu dari mereka sudah terlihat sangat lemah.
" tidak nona tapi kami bisa memanggil teman kami kemari".ucapnya dengan bersiul muncullah 2 ekor serigala hitam berukuran besar.
"baiklah sekarang kita berangkat". ucapku dengan menaiki punggung milik dark diikuti oleh Liu dan juga Zuzu.
Dark melaju sangat cepat dan meninggalkan para murid akademi Tapi Liu dapat mengimbangi laju dark dengan sudah berada dibelakangku.Dari kejauhan aku dapat melihat gapura tinggi berwarna putih dengan 2 orang yang sepertinya sedang menjaga.
" Kalian berjalanlah didepanku".ucapku pada murid akademi dengan melambatkan laju dark.
"panggil saja aku Wenhua tuan". ucapnya memperkenalkan diri saat berjalan disampingku.
" baiklah Wenhua tunjukan jalannya".ucapku lagi.
Kami memasuki kota kabut tanpa ada halangan sedikit pun karna 2 orang penjaga tadi seperti sangat mengenali Wenhua jadi aku tak terlalu mengkhawatirkannya.
Saat memasuki kota kabut aku disuguhkan dengan pemandangan kotanya yang dirumorkan banyak sekali kabut tapi apa yang kulihat hanya beberapa orang yang hilir mudik menjajakan dagangannya.
Kami terus berjalan memasuki kota kabut dan orang-orang disana melihatku yang ada diatas kuda hitam besar membuat mereka terkejut dan ketakutan karna mendapat lirikan mata dari dark.
"*dark jangan seperti itu kau membuat mereka takut". batinku dengan mengelus leher milik dark.
" aku hanya tak menyukai tatapan mereka pada tuan".balasnya.
"haduh kenapa semua orang disekitarku overprotektif sekali". batinku lagi yang langsung ditertawakan oleh minghao yang membuatku memijit pelipisku*.
Kami terus masuk kedalam kota kabut dan terlihat didepan kami sebuah pagar tinggi berwarna hitam yang didepannya terdapat 4 orang penjaga dan 5 ekor serigala hitam.
" kita sudah sampai".ucap Wenhua.
Pagar tinggi berwarna hitam itu terbuka lebar saat kami memasuki akademi Serigala hitam.Mataku melihat bangunan seperti paviliun berukuran besar berwarna putih dengan beberapa pohon-pohon besar yang tertata rapi disana.
Aku juga melihat 3 orang paruh baya didepan kami dengan wajah cemas dari pengamatanku adalah ketiga paruh baya tersebut adalah tetua akademi Serigala bulan.
Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author :).