Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
10.Jamuan Makan Siang



Di ruangan yang masih dengan suasana kuno dan terdapat banyak sekali perabotan untuk memasak yang tertata rapi dan itu adalah dapur yang sekarang sedang dipakai Zhou Shan memasak bersama dengan beberapa pelayan untuk menyiapkan jamuan makan siang bersama.


"Yiyi bisakah kamu memotong daging sapi itu dengan tipis?". tanyaku pada salah satu pelayan.


"Bisa nona.Berapa potong daging yang ingin dipotong nona?". tanyanya.


" memang kita mempunyai berapa banyak potong daging".tanyaku


"sekitar ada 50 potong daging berukuran besar nona". ucapnya sambil menghitung banyak daging yang ada didapur.


" baiklah yiyi kau bersama 3 orang lainnya potong semua daging yang ada di sana dengan potongan tipis.apa kalian paham?".tanyaku sambil menatap mereka semua.


"kami paham nona". ucap mereka serentak yang langsung mengerjakan tugas mereka.


" untuk sisanya tolong bantu aku yah".ucapku pada mereka dengan seulas senyuman yang tipis.


"baik nona kami akan membantu anda".ucap mereka serentak.


Semua pekerjaan didapur terasa lebih ringan dengan bantuan beberapa pelayan.Aku memberikan mereka tugas seperti mencuci beberapa selada,menanak nasi,memotong daging,menggiling bawang putih,dan aku membuat saus yang akan digunakan untuk melumuri daging saat dibakar.aku berencana membuat acara barbeque seperti yang ada dimasa modern.


" Yiyi apa kau sudah memotong semua daging?".tanyaku yang baru saja menyelesaikan membuat saus untuk daging.


"sudah semua nona". ucapnya yang hanya dibalas anggukan olehku.


" dan kau wen apa sudah kau cuci semua seladanya?".tanyaku.


"sudah semua nona". ucapnya yang juga hanya dibalas anggukan olehku.


" Baiklah bawa semuanya kedepan halaman aula sekarang ".


Diriku dan beberapa pelayan berjalan dengan membawa beberapa bahan yang akan dimakan saat perjamuan. Terlihat dari kejauhan Zuzu dan beberapa pengawal sedang membuat beberapa meja dan bangku sederhana dari kayu untuk perjamuan semua orang yang ada di istana dan diriku memiliki rencana untuk membuat perjamuan juga ditengah alun-alun kota bersama dengan semua masyarakat kekaisaran Zhou.


" Zuzu!!".ucapku memanggilnya dengan sedikit berteriak.


"iya jiejie ada apa kau memanggilku?". tanyanya seraya mendekatiku.


" bisakah kau membantuku menata semua bahan-bahan ini di salah satu meja yang paling besar".ucapku dengan seulas senyuman memohon.


"tentu bisa jiejie aku akan membantumu menatanya". ucapnya senang.


" pengawal tolong bantu aku menata semua bahan-bahan ini dimeja yang paling besar".ucapnya seraya memanggil beberapa pengawal.


"baik pangeran". ucap mereka serentak dari beberapa pengawal disana.


Semua orang yang ada di sana saling bergotong royong dalam mempersiapkan acara perjamuan makan siang sederhana dihalaman depan aula istana yang akan dihadiri oleh semua penghuni istana termasuk pengawal dan pelayan.Dalam mempersiapkan semuanya kami melakukan dengan sukacita dan diselingi dengan canda tawa dan saling menggoda satu sama lain.


" Semuanya perhatian sebentar!!".ucapku dengan lantang.


"Apakah semua persiapan sudah selesai".tanyaku.


" sudah semua nona".ucap mereka semua serentak.


"baiklah Zuzu sekarang panggil semua orang untuk datang dan duduk dengan rapi tanpa harus memikirkan jabatan mereka". suruhku dengan tegas.


" Baik jiejie".ucapnya seraya meninggalkan tempat untuk memanggil semua orang.


" baik nona".ucap mereka semua serentak.


Semua pelayan termasuk diriku mulai memanggang daging di atas pembakaran dengan ukuran yang besar. Aku membantu mereka mulai dari cara memanggang daging,menata nasi dengan membentuknya dengan bentuk sedikit bulat dan membantu cara menggulung helai demi helai daun selada.


Diriku juga membantu beberapa pengawal yang sudah membawakan beberapa botol arak untuk pendamping minuman dengan memberitahukan cara menata gelas dan beberapa alat makan.


Saat sedang membantu pengawal menata peralatan makan dan gelas yang berisi arak semua orang yang sudah dipanggil oleh zuzu mulai berdatangan dan jendral besar juga datang.semua orang duduk dengan tenang seraya mengingat pesan bahwa saat perjamuan dilarang menggunakan jabatannya untuk membedakan satu sama lainnya.


"wen". panggil ku.


" iya nona ada perlu apa?".tanya pelayan yang bernama wen.


"bagikan semua nasi dan beberapa gulung daun selada pada mereka semua". ucapku yang sedang membantu memanggang beberapa daging.


" baik nona".ucapnya seraya yang langsung membagikan beberapa nasi dan beberapa gulungan daun selada pada semua orang.


"Yiyi sekarang semua daging yang sudah matang tolong taruh pada beberapa mangkuk lalu bagikan pada semua orang.jika ada orang yang ingin menambah kau bisa panggangkan lagi dan jika nantinya ada sisa bisa kau bawa pulang nanti dengan para pelayan dan pengawal lainnya".ucapku panjang lebar seraya pergi untuk duduk bersama Ibunda.


" Ibunda dan lainnya boleh memakannya sekarang ".ucapku seraya duduk disebelah Ibunda.


Semua orang memakan masakanku kulihat mereka semua terkejut dengan rasanya bahkan mereka semua membicarakannya karna rasanya yang sama sekali belum mereka rasakan.kulihat semua wajah mereka yang terlihat sangat bahagia.


Mataku kini mulai terasa berat kusandarkan kepalaku di atas meja dengan lengan sebagai bantalannya tanpa terasa aku mulai tertidur saat perjamuan masih berlangsung karna saking lelahnya menyiapkan semuanya.


" Shan'er masakanmu enak sekali darimana kamu belajar memasak?".puji Ibunda tanpa melihatku yang sudah tertidur disampingnya dan hanya fokus dengan makanannya.


"Shan'er kenapa kau tak menjawab pertanyaan ibunda nak". ucap Ibunda seraya menolehkan kepalanya ke arahku dan melihatku tengah tertidur dengan nyenyak saat perjamuan makan siang masih berlangsung.


" Astaga putriku ternyata tertidur mungkin dia kelelahan setelah menyiapkan semuanya ".batin Ibunda dengan mengelus pucuk kepalaku.


" jendral besar bisakah aku meminta bantuanmu?".tanya permaisuri.


"tentu yang mulia". ucap jendral besar jingmi.


" bisakah kamu menggendong shan'er kepaviliun Teratai untuk tidur.dia sangat kelelahan ".ucap permaisuri.


" baik yang mulia saya akan membawa nona muda ke paviliunnya".ucap jendral besar.


Semua orang melihat ke arahku yang tengah tertidur dengan senyuman diwajahnya mereka semua karna mereka merasa hangat dan bahagia karna memiliki Putri mahkota yang baik hati dan menyiapkan perjamuan sederhana yang bagi mereka semua itu adalah sebuah perjamuan yang mewah.


Kini aku tengah digendong oleh jendral besar menuju paviliun teratai. Diriku merasa hangat dan nyaman saat di gendongannya dan merasa terlindungi jika berada didekatnya.


"Gege jingmi". gumamku lirih dengan mata masih terpejam.


"hehehe kau mengenaliku saat masih tertidur.Sungguh menggemaskan adik kecilku ini". kekeh jendral besar.


Diriku sudah berada di atas peraduan dan jendral besar telah pergi setelah menempatkan diriku di atas peraduan. Kini aku tertidur pulas di atas peraduan dengan nyenyak.


dapet salam rindu juga nih dari Minghao buat para readers semuanya.



Segini dulu yah readers karna author kecapean dan kurang inspirasi. Semoga besok author bisa up lebih banyak chapter.Terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang dari author:).