
Kini hari sudah menjadi gelap matahari pun sudah digantikan dengn rembulan yang besinar diatas langit dengan indahnya.
Disebuah ruang yang hanya diterangi oleh cahaya temaram dari lilin dan juga obor terdapat seorang paruh baya yang tengah mengerjakan laporan kerajaan yang menumpuk diatas meja kerjanya dia adalah kaisar Zhou.
Saat kaisar tengah mengerjakan laporan yang sedari tadi menghela nafas panjang dikejutkan dengan kedatangan kasimnya.
"salam yang mulia kaisar Putri mahkota Zhou Shan ingin menemui anda".ucap Kasim Jun dengan kepala menunduk.
" dimana dia?".tanya kaisar tanpa mengalihkan pandangannya dari lembaran-lembaran laporan diatas mejanya.
" Putri mahkota berada didepan yang mulia".ucap Kasim Jun.
"suruh dia masuk". ucap kaisar tegas.
" baik yang mulia".ucap Kasim Jun seraya berjalan mundur.
Tak berselang lama seorang gadis dengan wajah datar masuk dengan hanfu laki-lakinya dan pedang bersarung hitam memasuki ruang kerjanya.
"salam hormat kepada ayahanda". ucapku datar dengan membungkukkan badanku sedikit.
" kenapa dengan dia?kenapa wajahnya sangat datar tak seperti biasanya ".batin ayahanda heran dengan sikapku.
" salammu diterima putriku.duduklah".suruh ayahanda.
"terimakasih ayah". ucapku yang langsung duduk dihadapannya.
" apa ada hal yang penting shan'er sampai kau datang kemari".ucap ayah penasaran.
"ayah aku ingin meminta izin pada ayah". ucapku seraya menatap wajah ayah dengan tenang.
" izin apa putriku".ucap ayahanda dengan kening yang berkerut.
" aku akan pergi kehutan kegelapan ayah nanti malam".ucapku tenang.
" tidak! disana bahaya shan'er banyak sekali binatang buas yang akan menyerangmu nanti.ayah tidak ingin kamu terluka putriku".tolak ayah dengan rasa cemas yang terlihat dari kedua matanya.
" Ayah dengarkan shan'er".ucapku menatap matanya dengan memegang tangannya erat.
"aku tidak akan terluka ayah karna putrimu ini sebelum menjadi putri mahkota kekaisaran Zhou sudah tinggal dihutan kegelapan sedari shan'er kecil bahkan dulu aku pernah tinggal dan tertidur dengan beberapa binatang buas yang ada disana". ucapku.
" Semua binatang yang ada disana tidak akan melukai ku sedikit pun ayah.Ayah percayakan dengan shan'er".lanjutku dengan meyakinkan ayah yang tengah cemas dengan keadaanku nantinya dengan mengubah semua kejadian yang sebenarnya terjadi.
Jika waktunya sudah tepat aku akan menceritakan semuanya dengan jujur pada mereka.Aku tak peduli apa mereka akan membenciku atau tidak tetapi jika mereka akan membenciku aku akan tetap menyayangi mereka dengan tulus.
"apa benar kau tidak akan terluka shan'er". tanya ayah yang masih ragu-ragu.
" iya ayah shan'er tidak akan terluka sedikit pun dan satu hal lagi ayah shan'er akan pergi selama 3 hari ayah".ucapku lembut.
"baiklah ayah mengizinkanmu pergi kesana dan jangan lupa untuk berhati-hati putriku". ucap ayah dengan mencium kening ku lembut.
" shan'er berjanji akan selalu berhati-hati.Kalau begitu shan'er akan pergi sekarang Cup~~".ucapku dengan mencium pipinya dan langsung melesat pergi dari ruang kerja ayahanda melewati jendela besar disana dengan kecepatan tinggi.
hufftt helaan nafas panjang dari ayah saat melihatku melesat dengan cepat.
********
Aku saat ini memasuki ibukota dengan melesat cepat diatas atap rumah warga dengan hanfu hitamku dan sebuah cadar tipis di wajahku layaknya seorang ninja.
Ketika memasuki hutan kegelapan aku memperlambat jalanku dan berakhir dengan jalan kaki dengan santai.Semua hewan yang ada disana bersembunyi dibalik semak-semak aku memang sudah tahu jika semua hewan yang ada dihutan kegelapan tengah memperhatikanku.
Aku bersenandung ria sembari berjalan dengan santai didalam hutan kegelapan hingga kedua mataku menangkap sebuah pemandangan menakjubkan yaitu sungai dengan aliran yang tenang dengan banyaknya bebatuan besar disana bahkan air dari sungainya memantulkan cahaya dari bulan.
Diriku berjalan mendekat kearah air sungai dan melihat takjub banyaknya ikan dengan warna yang beragam tengah berenang kesana kemari.Malam ini suasana begitu tenang dan nyaman angin semilir berhembus melewati diriku.
Aku melompat keatas batu yang paling besar diatas sungai dan duduk disana.Aku mengeluarkan gitarku yang kubuat diam-diam didalam dimensi surgawi dan berpikir lagu apa yang cocok dengan suasana saat ini.
*The club isn't the best place to find a lover
So the bar is where i go
Me and my friends at the table doing shots
Drinking fast and then we talk slow
Come over and start up a conversation with just me
Take my hand,stop,put Van the Man on the juxebox
And then we start to dance and now i'm singing like
Girl,you know i want your love
Your love was handmade for somebody like me
Come on now,follow my lead
I may be crazy,don't mind me
Say,boy,lets not to talk much
Grab on my waist and put that body on me
Come on now,follow my lead
Come,Come on now,follow my lead
I'm in love with the shape of you
We push and pull like a magnet do
Although my heart is falling to
I'm in love with your body
And last night you were in
(**Shape of You~Ed Shareen***)
Aku menyanyikan lagu di masa modern ku dulu dengan alunan sedikit ceria didalamnya.Setelah selesai menyanyi diriku turun dari atas batu dan kembali melihat-lihat isi dari hutan kegelapan.
Orang asing pov
"Istriku ternyata sangat pandai bernyanyi dan bermain musik kejutan apa lagi yang akan kau tunjukkan sayang". ucap seseorang berjubah hitam dengan tudungnya yang menutupi wajahnya dan senyuman tipis diwajahnya.
" Tuan siapa wanita yang ada disana dan tuan tersenyum padanya apa tuan sedang sakit".ucap seorang lagi dibawahnya seperti bawahannya dengan polos serta cemas jika tuannya sedang sakit karna baru sekarang dia melihat tuannya tersenyum apalagi untuk seorang wanita.
"Terserah". ucap seorang yang tersenyum kepada Zhou Shan dan melesat pergi dengan cepat meninggalkan bawahannya.
" haissh tuan tunggu".ucapnya menggerutu.
back to Zhou Shan
"haish aku lelah sekali dan ingin segera tidur". ucapku dengan mencari-cari pohon besar yang akan kugunakan untuk tidur malam ini.
" Nah itu dia pohonnya.Sebaiknya aku mencoba elemen alamku untuk membuat rumah pohon diatas sana".ucapku seraya berjalan mendekat kearah pohon.
Wusshh
Jadilah sebuah rumah kayu sederhana diatas dahan pohon yang paling tinggi.aku segera najm keatas dengan terbang menggunakan elemen anginku.Saat sudah sampai di atas aku bertanya pada minghao apa ada semacam selambu tipis,kasur berukuran kecil serta selimut dan jangan lupakan lilin sebagai penerang.
"ming'er apa ada semacam selambu tipis,kasur kecil serta selimut dan satu buah lilin". tanyaku pada minghao.
" ada jiejie tunggu akan aku ambilkan".ucapnya langsung memutuskan komunikasi sepihak.
"ini nona". ucap minghao.Seketika barang yang aku butuhkan berada ditanganku.
" terimakasih ".ucapku dan hanya diangguki olehnya.
Aku segera memasang selambu dan menata kasur serta menyalakan lilin.Tanpa menunggu waktu yang lama untukku tertidur tepat setelah aku menutup mata dan langsung terlelap dalam alam mimpi.
Seseorang berjubah hitam tadi masuk kedalam rumah kayuku.
" Selamat tidur istriku Cup~ ".ucapnya dengan mencium kening ku sekilas dan langsung melesat pergi menggalkanku yang tengah terlelap dengan nyaman.
*Ayo readers ku tebak orang asing* yang ada di chapter ini itu termasuk raja,pangeran,dewa atau bisa jadi yang lainnya.
Terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya readers ku sayang.Salam sayang author**:).