
Malam pun tiba aku sudah kembali kedalam kastil dan berada dikamar lebih tepatnya duduk didepan meja rias sambil menyisir rambut dengan tatapan kosong kedalam cermin.
" haiish kenapa aku malah melamun tidak jelas seperti ini aku harus segera pergi ke aula makan dan kembali kekaisaran aku sudah merindukan Ibunda dan yang lainnya ".gumamku seraya bangkit dari duduk.
Namun baru beberapa langkah aku merasakan kepalaku sedikit berdenyut diikuti dengan pandanganku yang sedikit kabur dan aku mencoba menggelengkan kepalaku agar rasa denyut itu hilang.Setelah kurasa rasa berdenyut tadi hilang aku melanjutkan langkahku menuju aula makan.
Saat ini aku sudah berada didalam aula dan semua orang mulai memakan makanannya aku yang tadinya bersemangat untuk pergi ke aula makan tapi saat melihat makanan yang ada didepanku aku malah tidak berselera sama sekali dan hanya mengaduk-aduknya.
" jiejie kenapa dari tadi hanya mengaduk-aduknya saja dan tak memakannya?".tanya Jili heran.
"jiejie han- akkhh". ucapku terpotong karna kepalaku berdenyut lagi rasa sakitnya juga sedikit bertambah.
" nona/jiejie/Queen".teriak mereka semua bersamaan.
" aakkhh aku tidak apa-apa ".ucapku yang masih memegang kepalaku tapi lama kelamaan rasa denyutan itu berangsur menghilang.
" kalian lanjutkan makannya saja.minghao dan tomu setelah selesai makan temui aku di taman dekat tempat bermain".ucapku seraya meninggalkan aula makan.
Diriku melamun lagi di taman dengan menatap kearah bulan yang bersinar dengan indahnya.
Kenapa tadi rasa berdenyut dikepalaku bertambah dan pandangan mataku juga bertambah kabur?Dan tomu kenapa dia juga tak merasakan rasa sakit yang sama sepertiku padahal aku sudah melakukan kontrak hidup dan mati.
Saat aku sedang larut dalam lamunan ku minghao dan tomu sudah berada didepanku membuyarkan lamunan ku.
"jiejie ada apa denganmu apa jiejie sedang sakit katakan padaku agar aku membuatkanmu obat?". tanya minghao cemas dengan menggegam kedua tanganku sangat erat.
" aku tak apa ming'er sudah lupakan aku ingin kembali kekaisaran sekarang apa kalian ikut denganku?".tanyaku balik dengan mengelus puncak kepala minghao sayang.
"yah kami akan selalu ikut denganmu nona". sahut tomu cepat karna merasa cemas dengan keadaanku.
" kalian masuk saja kedalam dimensi".suruhku pada mereka seraya bangkit dari dudukku.
" tapi jiejie sebaiknya diantar saja oleh tomu untuk kembali kekaisaran ".saran minghao cemas.
" tidak perlu ming'er jiejie akan melakukan teleportasi saja aku tidak mau orang-orang yang melihat tomu nanti memiliki niat buruk nantinya".jelasku lembut.
"tapi jiejie-". bantah minghao yang langsung kupotong.
" cepat masuk dalam dimensi sekarang ".ucapku mulai datar.
" baik jiejie/nona".ucap mereka serentak dengan kepala menunduk dan langsung masuk kedalam dimensi.
"huuufftt". hela nafasku panjang.
Aku mulai memfokuskan pikiranku dan Qi spiritual ku secara bersamaan.Dalam hitungan detik saja aku sudah berada di kekaisaran tepatnya didalam aula istana.
Semua orang disana terkejut dengan kedatanganku. aku juga melihat orang-orang dari kekaisaran Shang,Qin,dan Xia disana.
" Salam hormat kepada yang mulia kaisar dan permaisuri sekalian".ucapku hormat dengan sedikit membungkukkan tubuhku.
"shan'er!". teriak Ibunda yang berlari kearahku dan langsung memelukku.
" Ibunda hiks sangat merindukanmu hiks putriku hiks".lanjut Ibunda disertai isakan kecil.
"Ibunda tenanglah aku sudah kembali ". ucapku lembut mencoba untuk menenangkannya.
" lihatlah Ibunda anakmu sudah disini bukan".ucapku lembut dengan melepaskan pelukannya.
" putriku yang manis sudah kembali".ucapnya dengan mengusap air matanya yang mengalir.
"iya Ibunda Cup". ucapku lagi dengan mengecup singkat kening ibunda.
" Zuzu Ayah".ucapku dengan menatap keduanya.
" jiejie/putriku!".teriak mereka bersamaan dengan belari kearahku.
"kemarilah". ucapku dengan merentangkan kedua tanganku.
Seketika ayah dan Zuzu memelukku dengan erat membuat hatiku menghangat.
" jiejie aku merindukanmu ".ucap Zuzu.
" jiejie juga ".balasku lembut.
" putriku tercinta ayahmu sangat merindukanmu ".ucap ayahanda tulus.
" aku juga aya- akkhhhh".ucapku terpotong karna kepalaku kembali berdenyut rasa sakitnya juga bertambah bahkan pandanganku mulai kabur.
"putriku kenapa?". tanya ayahanda khawatir.
" akkkhh ".teriakku lagi yang ditambahi dengan kedua telingaku berdengung.
" cepat bawa putriku kepaviliun Teratai sekarang ".bentak ayahanda keras.
Pandanganku mulai menjadi gelap dan aku hanya mendengar samar-samar suara ayahanda.
Sekarang aku merasa seperti sedang melayang di udara dan disekelilingku hanya ada kegelapan tanpa ada cahaya satupun.Aku mulai panik karna aku mulai merasa ada sesuatu yang buruk nantinya.
*Ibunda menyayangimu shan'er hiduplah dengan baik
jiejie aku menyayangimu
ayah akan selalu bersamamu putriku
kami menyayangimu Zhou Shan*
" suara apa itu".ucapku bingung dengan melihat sekelilingku dan hanya ada kegelapan saja.
Berjuanglah,kerahkan semua kekuatan mu jangan biarkan mereka hilang
"siapa disana tunjukan dirimu". teriakku dan hanya ada kegelapan serta hawa dingin yang mulai mendatangiku.
" ayah,ibu,zuzu".teriakku lagi dan lagi saat hawa dingin mulai menusuk kedalam kulitku.
"ayah". gumamku yang masih memejamkan mata.
" ayah disini putriku jangan takut ayah bersamamu".ucap ayah dengan air mata yang mengalir deras dan menggenggam tanganku erat.
"ibu zuzu". gumamku lagi yang masih terpejam.
" Ibunda disini sayang".ucap Ibunda yang ada disamping ayahanda.
"jiejie adikmu juga ada disini". ucap Zuzu disamping ibunda.
Semua orang juga ikut bersedih bahkan ada yang menangis termasuk para pengawal,pelayan,kaisar,permaisuri,pangeran dan putri dari kekaisaran Shang,Qin dan Xia.
" kumohon jangan tinggalkan aku".gumamku lagi dengan mata terpejam bahkan tubuhku semakin pucat dan biru.
"kami semua tak akan meninggalkanmu shan'er". ucap ayah dengan sesekali mengusap keringat ku dengan lembut yang terus mengucur dengan deras.
Tiba-tiba pintu paviliunku terbuka dan terlihatlah seorang pria berperawakan tinggi dengan wajah tegas,tatapan tajam dan tentu saja sangat tampan dibandingkan dengan pria di seluruh benua Tang jangan lupakan dengan pakaian kebesarannya yang terlihat seperti kaisar.
(kaisar langit abis potong rambut readers dan bayangkan saja lagi pakek baju kaisar).
" ka-kaisar langit".ucap kaisar Xia Li tergagap karna terkejut dengan kedatangan kaisar langit bahkan ada didalam paviliun teratai.Semua orang juga terkejut dengan kedatangan seseorang yang mereka hormati dari kekaisaran atas.
"apa yang terjadi dengannya Kaili". ucap kaisar langit dingin pada penjaga bayangannya yang tiba-tiba ada dibelakangnya bahkan kaisar langit mengeluarkan hawa dinginnya yang membuat suasana menjadi mencekam.
" mohon maaf yang mulia kaisar,yang mulia ratu sedang mengalami lonjakan Qi spiritual yang membuat yang mulia ratu kehilangan kesadaran dan hawa dingin dari bawah kesadaran milik yang mulia ratu merambat ke seluruh tubuh yang mulia ratu".jelas Kaili penjaga bayangan kaisar langit yang membuat semua orang bingung adalah penjaga bayangan kaisar langit memanggil Putri Zhou Shan dengan sebutan ratu.
"hmm begitu rupanya". ucap kaisar langit datar seraya berjalan mendekat kearah peraduan milik Zhou Shan yang membuat ayah,ibu dan adik dari Putri Zhou Shan menyingkir untuk memberikan ruang bagi kaisar langit.
" bisakah kalian semua keluar terlebih dahulu aku akan menyembuhkannya ".ucap kaisar langit yang sedang mengamati keadaan Zhou Shan.
" baiklah yang mulia".ucap kaisar Zhou Kong dengan berat hati meninggalkan putrinya dengan seorang pria.
Semua orang yang ada didalam paviliun teratai keluar dari dalam kamar Putri Zhou Shan dan menunggu kabar baik didepan kamar Putri Zhou Shan.
"apa yang terjadi denganmu sayang". ucap kaisar langit dengan mengelus pipi Putri Zhou Shan lembut.
" tenanglah aku akan menyembuhkanmu sayang".gumam kaisar langit seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Putri Zhou Shan.Akhirnya bibir kaisar langit dan bibir milik Putri Zhou Shan bertemu dalam ciumannya itu kaisar langit mengalirkan elemen apinya ke Putri Zhou Shan yang membuat tubuhnya kembali hangat bahkan wajah tak lagi pucat dan berwarna biru.
"kumohon sadarlah sayang". lirih kaisar langit setelah melepaskan ciumannya.
Tiba-tiba aku merasa tubuhku menjadi hangat bahkan tubuhku seperti disedot oleh sesuatu.
" uhhh ".lirihku yang mencoba membiaskan cahaya yang masuk ke dalam mataku rasa sakit yang kurasakan tadi telah menghilang entah kemana.
" akhirnya kau bangun juga".ucap kaisar langit bahagia dengan menggegam tanganku.
"ini dimana?". tanyaku yang mulai melihat sekelilingku.
" kau didalam kamarmu sayang".ucap kaisar langit lembut.
"kau Liu Xingsheng!!!.apa yang kau lakukan disini dan kenapa dengan pakaianmu". tanyaku terkejut dengan adanya Liu disampingku dengan senyuman manisnya yang membuatku bingung adalah pakaian yang ia gunakan seperti seorang kaisar.
" kau ingin mengetahui siapa aku dan apa yang terjadi denganmu bukan? ".tanya balik kaisar langit yang ternyata adalah Liu Xingsheng orang yang kemarin di tolong oleh Zhou Shan.
" iya ceritakan padaku semuanya ".ucapku penasaran.
" aku akan memberitahukanmu semuanya kemarikan tanganmu".ucap Liu Xingsheng dengan menengadahkan tangannya didepanku.
"baiklah". ucapku tanpa ragu menerima uluran tangan milik liu entahlah jika berada didekat Liu aku merasa sangat nyaman aku memejamkan kedua mataku.
Tiba-tiba ada sebuah memori masuk kedalam kepalaku seperti sebuah cuplikan film.aku mulai mencerna semua yang terjadi dan semua cuplikan itu menghilang dari dalam kepalaku.
" Jadi kau adalah kaisar langit dari kekaisaran atas.Kau juga yang selama ini mengikutiku".tanyaku mencoba memastikannya lagi dan hanya diangguki oleh Liu.
"dan kau juga tadi..." ucapku yang langsung berhenti saat mengingat bagaimana Liu menciumku dan mengalirkan elemen apinya.
"yah aku tadi menciummu". ucap Liu tanpa bersalah saat mengerti arah dari ucapanku.
" kau mengambil ciuman pertamaku dan kau juga membohongiku dengan terluka parah dihutan kegelapan ".gerutuku kesal dengan mengerucutkan bibirku tapi entah kenapa aku juga bahagia saat dia menciumku tadi.
" maaf jika membohongimu tapi aku tak berniat seperti itu ".ucap Liu dengan menggenggam tanganku erat.
" lalu?".tanyaku dengan menatap dalam mata milik Liu.
"aku melakukan itu semua hanya ingin selalu berada di dekatmu,menjagamu dari orang yang berniat buruk padamu dan aku mencintaimu shanshan". ucap Liu lembut dengan menatap mataku.
Seketika wajahku memerah karna malu aku segera menutupi wajahku dengan kedua tanganku.
" a-pa kau ser-i-us".ucapku yang tiba-tiba menjadi gagap dengan wajahku yang masih kututupi.
"shanshan lihat aku". ucap Liu lembut yang membuatku menatap matanya.
" apa aku terlihat sedang bercanda shanshan".tanya Liu lembut dan aku hanya membalasnya dengan gelengan kepala entah kenapa aku tak bisa berkata-kata lagi.
" Sekarang beristirahatlah dan cepatlah sembuh.Aku akan mengunjungimu nanti Cup".ucap Liu tulus diakhiri dengan kecupan lembut dikeningku singkat yang membuatku memejamkan mata.
Liu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari dalam kamarku aku kembali beristirahat untuk memulihkan tenagaku.
Semua orang yang ada diluar menolehkan kepalanya melihat kaisar langit keluar dari dalam kamar milik Putri Zhou Shan dengan wajah datar.
"Putri Zhou Shan sudah mulai pulih dan aku akan menjelaskan semua pertanyaan yang ingin kalian ajukan.Untuk sekarang sebaiknya kita pergi dari sini agar Putri bisa beristirahat". ucap kaisar langit atau Liu Xingsheng datar.
Akhirnya semua orang pergi meninggalkan paviliun teratai milik Putri Zhou Shan dan pergi ke aula istana untuk melakukan perbincangan kecil.
**Segini dulu yah readers ku dan maaf kemarin author gak up karna penyakit kemalasan author datang lagi jadi author kurang inspirasi.
Dan jangan lupa vote dan like sebanyak-banyaknya. salam sayang author**:).