Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
27.Akademi Serigala Bulan



"Astaga ada apa dengan kalian". teriak salah seorang paruh baya berhanfu hijau.


" kenapa kalian bisa terluka parah seperti ini ".ucap seorang paruh baya berhanfu kuning.


" kami tak apa tetua kedua dan tetua ketiga".ucap Wenhua.


"bagaimana bisa tidak apa-apa lihat tubuh kalian bertiga". ucap paruh baya berhanfu putih.


" haiissh kapan kalian ini selesai berdebatnya lihatlah salah satu muridmu sudah sekarat".ucapku dingin saat baru saja turun dari punggung dark dan langsung ketiga paruh baya yang dikatakan sebagai tetua tersebut melihat salah satu muridnya itu.


" penjaga!!".teriak paru baya berhanfu hijau yang membuat telingaku berdenging.


"iya tuan". ucap 2 orang penjaga serentak.


" cepat bawa dia ke tabib".ucapnya cemas.


"baik tuan". ucap mereka yang langsung membopong tubuh dari teman Wenhua.


" tunggu!!".ucapku mengehentikan langkah 2 penjaga tadi.


"iya tuan?". tanya mereka heran.


" bilang pada tabib kalau 3 ruas tulang rusuknya patah,ada retakan tulang di bagian kaki dan ada pendarahan di kepalanya".ucapku dingin dengan menatap teman Wenhua.


"baik tuan". ucap mereka yang langsung pergi dan kubalas anggukan kepala aku cukup senang karena para penjaga disini tahu sopan santun.


" tuan bagaimana bisa tahu?".ucap Wenhua terkejut dengan penjelasanku.


" aku hanya tahu saja".ucapku datar dengan menghendikkan kedua bahuku.


"hebat sangat hebat". ucap ketiga paruh baya tersebut.


" tetua ketiga tuan inilah yang membantuku bertarung tadi".jelas Wenhua.


" terimakasih tuan karna sudah melonong cucu hamba".ucap tetua berhanfu hijau.


"sama-sama tetua tak perlu sungkan seperti itu". ucapku tiba-tiba menjadi ramah.


" perkenalan nama dari yang tua ini adalah Fengying tetua kedua akademi Serigala bulan".ucap tetua berhanfu hijau.


" perkenalkan nama saya adalah Chanyi tetua pertama".ucap tetua berhanfu putih.


"perkenalkan nama yang tua ini adalah Jianying tetua ketiga dari akademi Serigala Bulan". ucap tetua berhanfu kuning.


" Salam kepada para tetua saya juga akan memperkenalkan diri juga".ucapku dengan membuka tudung dikepalaku tanpa melepaskan cadar.


"saya Zhou Shan Putri dari kekaisaran Zhou". ucapku tegas dan membungkukkan tubuhku sedikit.


" salam pada para tetua saya Zhou Chen adik dari jiejie shanshan".ucap Zuzu yang melepaskan tudung dan cadarnya menampakkan senyum manisnya.


"astaga yang mulia maafkan kami karna tidak mengetahui Anda". ucap ketiga tetua serentak dengan membungkukkan badannya.


" tak perlu seperti ini tetua itu semua hal yang wajar jika tak mengenali akan sesuatu".ucapku dengan mencoba membantu mereka agar tidak membungkukkan badannya lagi.


"maafkan kami lagi tuan putri". ucap mereka lagi.


" tak apa tetua bukan masalah yang besar".ucapku ramah.


"kalau kami boleh tahu siapa nama dari teman ada satunya?". tanya tetua Chanyi.


" a-ahh dia Xixing orangnya memang pendiam jadi dia tak memperkenalkan dirinya ".ucapku sedikit tergagap karna sebelum pergi ke akademi Liu berbisik padaku untuk tak memberitahukan identitasnya.


" Kalau begitu silakan masuk kedalam akademi kami yang buruk ini".ucap tetua Jianying rendah hati.


"terimakasih Kakek". ucapku ramah dengan menggandeng tangan Zuzu erat.


" Kakek".beo mereka bertiga kaget.


" Aku sudah menganggap kalian sebagai kakekku sendiri apa boleh?".tanyaku.


"tentu boleh mulai sekarang kau adalah cucu kami". ucap tetua fenying.


" terimakasih".ucapku tulus.


" ambil ini adik Wenhua". godaku dengan melemparkan pil penyembuh tingkat tinggi.


"ini luar biasa terimakasih nanti aku akan kembali". teriaknya girang dan lari masuk kedalam akademi.


" hiraukan saja dia cucuku ayo kita masuk kalian pasti sudah lapar".ucap Kakek Jianying merangkulku.


"lepaskan tanganmu dari kekasihku". ucap Liu dingin dengan menepis tangan milik Kakek Jianying.


" maafkan teman bodohku ini tuan".ucap kakek fenying yang langsung merangkul Kakek Jianying dan berjalan mendahuluiku.


"chen'er ayo jalan sama Kakek". ajak Kakek Chanyi yang langsung dianggukinya ketiga tetua dan Zuzu berjalan terlebih dahulu karna takut dengan aura yang dikeluarkan oleh Liu.


" Sayang".panggilku dengan mengelus lengannya.


"hmm". deheman Liu yang hanya melirikku.


" sayang jangan seperti itu yah mereka kan sudah menjadi kakekku".ucapku lembut dan menatap wajahnya yang tertutup tudungnya.


"aku tak suka ada yang menyentuhmu selain aku dan keluargamu". ucapnya datar.


" tapi mereka sudah menjadi keluargaku sekarang ".jelasku sabar.


" baiklah tapi aku tak akan membiarkan mereka menyentuhmu".ucapnya dengan menatap mataku.


" hmm".dehemku dengan mengalihkan pandanganku kedepan.


"jangan marah yah aku hanya tidak suka saja mereka seperti itu pada orang yang paling paling paling aku cintai ini". ucap Liu memelukku erat dari belakang dengan kepalanya yang ada dipundakku.


" tapi kau tak membenci mereka bukan?".tanyaku dengan mengelus tangannya yang memelukku.


"tentu tidak sayang karna begini-begini aku tetap menghormati orang yang juga dihormati oleh istriku ini". goda Liu yang mendapat pukulan pelan dariku di lengannya yang masih memelukku erat.


" kau selalu saja menggodaku ayo masuk kedalam apa kau mau seperti ini terus".ucapku lembut.


"kalau boleh". godanya lagi.


" ayo masuk sekarang Liu ".ucapku sabar.


" iya sayang".ucapnya dengan merangkul pundakku.


"dark masuklah kedalam dimensiku sekarang". ucapku yang langsung dianggukinya.


" Liu dimana kudamu tadi kenapa tidak ada?".tanyaku dengan mengedarkan pandangan.


" didalam dimensiku sayang".ucapnya lembut.


"Ooo".ucapku.


Aku memasuki akademi dengan Liu masih merangkul pundakku dan bukan masalah bagiku karna itu tak terlalu membuatku risih justru membuatku semakin nyaman.


Aku merasa takjub dengan bangunan akademi yang bernuansa putih dan ukiran-ukiran disetiap dindingnya. Saat aku masih berjalan banyak murid yang berlalu lalang disana selalu menatap kerahku dan liu entah itu tatapan seperti apa aku tak terlalu perduli.


Kami terus menyusuri akademi hingga melihat ketiga kakekku dan Zuzu berada didepan sebuah pintu kayu berukuran sangat besar.


" Kakek!".teriakku.


"cepat ayo kita makan sekarang". ajak Kakek Chanyi.


" baik".ucapku semangat dengan menggandeng tangan Liu.


"masuklah". ucap Kakek Jianying.


Saat memasuki ruangan itu aku melihat ada beberapa orang yang terlihat seperti murid disini dan termasuk Wenhua yang juga sudah ada disana dengan hanfu biru langitnya dan juga ada 2 orang paruh baya lainnya.Aku mendapatkan tatapan dari orang-orang disana yang entahlah tatapan apa aku tak tahu.


" tetua keempat,kelima dan semuanya perkenalkan mereka adalah anak dari kaisar Zhou dan kekasih dari Putri Zhou Shan".ucap Kakek Fenying memperkenalkan kami bertiga.


Seketika raut wajah orang-orang disana terkejut bukan main bahkan ada yang melongo karena terlalu kaget karna mereka tidak diberitahu alasan untuk mereka semua berkumpul.


**Segini dulu yah readers ayo dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya.


Salam sayang author**:).