Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
14.Hari Penobatan



Pagi yang cerah dengan langit yang terlihat sangat cerah bunga sakura dan lili yang berbunga sangat indah.Hari ini adalah hari penobatan Zhou Shan menjadi putri mahkota dari kekaisaran Zhou.


Tetapi Zhou Shan masih saja terlelap diatas peraduannya hingga kaisar,permaisuri dan pangeran memasuki kamarnya dengan diikuti pelayan pribadi Zhou Shan dari belakang.


"astaga suamiku lihatlah putrimu belum bangun juga pada hari pentingnya". ucap permaisuri Xiu Juan yaitu Ibunda Zhou Shan.


" ayo kita bangunkan saja istriku".ucap ayahanda.


"shan'er sayang ayo bangun hari ini kan hari penting untukmu". ucap permaisuri mencoba membangunkanku.


" haisshh~lulu aku masih lelah".ucapku dengan mata tertutup sambil menarik selimut ku lebih tinggi.


"Ibunda kurasa cara membangunkan jiejie salah". ucap Zuzu.


" lalu mengunakan cara apa chen'er".ucap Ibunda.


"seperti ini Ibunda". ucap Zuzu seraya mendekat kearah peraduanku.


" KEBAKARAN~~KEBAKARAN".teriak Zuzu ditelingaku.


"dimana kebakaran?dimana". tanyaku terkejut mendengar teriakan kebakaran tadi.


" hahahahaha ".tawa Zuzu keras.


" kenapa malah tertawa katakan dimana kebakarannya.apa kau mengerjaiku Zuzu".ucapku dingin dengan wajah kesal.


"maaf jiejie karna sedari tadi Ibunda sudah membangunkanmu tapi jiejie masih belum bangun juga". ucap Zuzu mencoba meredamkan tawanya.


" kemari kau anak nakal".ucapku berlari mengejar Zuzu yang menghindariku.


" ampun jiejie ampun".ucap Zuzu yang masih berlari.


"Hap~~nah dapat kau anak nakal". ucapku yang berhasil menangkapnya.


" ampun jiejie".ucap zuzu.


" akan kuhukum kamu.Cup Cup Cup".ucapku seraya menghukum Zuzu dengan menciumi wajahnya.


"sudah jiejie geli~hahaha~sudah jiejie". ucap Zuzu menyerah.


" baiklah".ucapku melepaskannya.Saat kami masih bercanda didalam kamar seorang pengawal datang mengejutkan kami semua.


"salam yang mulia kaisar didepan gerbang istana ada para penatua dan senior dari akademi Bulan Biru". ucap pengawal.


" persilahkan mereka masuk.kami akan segera kesana".ucap kaisar tegas.


"baik yang mulia".ucap pengawal seraya berlalu pergi.


"astaga kalian ini lucu sekali.shan'er cepatlah bersiap-siap kami akan pergi terlebih dahulu ke aula istana untuk menyambut para penatua dari akademi Bulan biru". suruh Ibunda.


" baiklah Ibunda kalian pergilah dulu aku akan bersiap-siap".ucapku lembut dan langsung diangguki mengerti oleh Ibunda seraya pergi keluar.


"Lulu cepat persiapkan air dengan wangi bunga lavender". ucapku seraya mengikat rambutku tinggi.


" airnya sudah siap dari tadi nona".ucap Lulu


"baiklah aku akan mandi sekarang". ucapku berlalu masuk ke ruang mandi.


Setelah selesai dengan ritual mandi aku keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang dililitkan ditubuhku.


" Lulu bantu aku memakai baju ini".ucapku seraya memberikan gaun yang sudah diriku ambil kemarin malam dari dimensiku.


"nama baju ini apa nona indah sekali". ucap Lulu saat melihatku sudah memakai gaun yang aku buat sendiri kemarin.


" ini namanya gaun Lulu.Sekarang riasi aku Lulu secantik mungkin".ucapku seraya duduk didepan meja rias.


"saya akan membuat nona menjadi yang paling cantik". ucap Lulu semangat.


Diriku saat ini memakai gaun berwarna abu-abu muda dengan rambutku yang hanya kugerai indah dengan mahkota berbentuk daun-daun kecil disekitarnya yang sangat cocok diatas kepalaku aku juga memakai liontin yang kubeli dari jili.



(ini gaun sama liontinnya readers).



(kalian tanya dimana Jili dia ada didalam dimensiku sedang belajar beladiri sendiri).


Diriku juga memakai highheels yang cukup tinggi yang membuatku terlihat lebih tinggi.



(ini highheels dan mahkotanya readers).



" astaga nona Anda benar-benar sangat cantik".ucap Lulu terkejut.


"benarkah Lulu.Sekarang antar aku ke aula istana". ucapku seraya berjalan keluar kamar dengan gaunku yang kujinjing sedikit.


Saat diriku keluar dari kediamanku semua mata pelayan maupun pengawal yang ada disana terpaku saat melihat penampilanku dengan gaun yang sedikit melihatkan pundak putihku bahkan ada beberapa pengawal yang mimisan saat melihatku dan semua hal tersebut membuatku tertawa dalam hati.


Kini diriku sudah berada didepan gerbang aula istana kedua pengawal yang berjaga disana mengumumkan kedatanganku dengan wajah gugup dan malu.


PUTRI MAHKOTA ZHOU SHAN MEMASUKI AULA ISTANA~~~.


Diriku berjalan memasuki aula dengan langkah yang anggun layaknya seorang model dimasa depan dengan kepala sedikit mendongak.Aku yang melihat raut wajah semua orang membuatku tersenyum miring.


" Salam hormat kepada yang mulia kaisar dan permaisuri".ucapku dingin seraya membungkukkan badanku hormat saat sudah berada didepan ayahanda dan juga Ibunda.


"Salammu aku terima". ucap kaisar tegas.


" Kasim Jun mulai acara penobatannya sekarang".ucap kaisar datar.


"baik yang mulia". ucap Kasim Jun.


" Putri Zhou Shan apa kau menerima semua tanggung jawab menjadi putri mahkota dari kekaisaran Zhou".ucap Kasim lantang


"saya terima". ucapku tegas dan dingin.Seketika semua orang bersorak gembira.


" Selamat putriku mulai sekarang kau adalah putri mahkota dari kekaisaran Zhou".ucap Ibunda lembut.


"terimakasih Ibunda". ucapku dingin.


Diriku berbalik dan menatap semua orang datar.


" Sebagai ucapan terimakasih atas penobatan saya menjadi putri mahkota saya akan memberikan hadiah bagi para putri yang menunjukkan bakat terbaik".ucapku lantang dan langsung pergi ke singgasanaku yang berada di samping Ibunda.


Semua Putri yang ada disana berlomba-lomba menunjukkan bakat mereka masing-masing. Diriku merasa sedikit terhibur saat melihat tarian dari Putri Qin Shuwan yang diiringi dari alat musik guqin.


"terimakasih". ucapnya saat sudah menyelesaikan tariannya.


" bagus sekali Putri Shuwan".ucapku seraya turun dari atas singgasana.


"terimakasih banyak Putri Zhou". ucapnya dengan senyuman manis diwajahnya.


" bolehkah aku meminta tolong Putri Shuwan".ucapku seraya menunduk melihatnya.


"apa itu Putri". tanyanya heran.


" bisakah kau memanggilkan Putri yang bernama Xia He".ucapku yang seketika lembut entah kenapa diriku langsung menjadi lembut.


"tentu Putri". ucap Putri Shuwan seraya pergi memanggil Putri Xia He.


" kenapa Putri memanggil saya".ucap Putri Xia He to the point.


"kudengar kau bisa memainkan alat musik". ucapku lembut.


" iya benar Putri saya bisa bermain musik yaitu seruling".ucapnya dengan tersenyum lembut saat mendengar suaraku.Semua keluarga dari Xia He kaget saat melihat putri mahkota mereka tersenyum.


"bisakah kau mengiringi tarianku bersama Putri Qin Shuwan". ucapku lembut.


" tentu tetapi sepertinya kita kekurangan orang putri".ucap Putri Xia He.


" kau benar sekali.bagaimana kalau para pangeran dari kekaisaran dan senior dari akademi Bulan biru.Apa kalian bisa mengiringi tarian kami".ucapku memohon pada mereka dengan wajah yang kubuat menjadi imut.


"astaga aku tak tahan dengan wajah imutnya". ucap semua pangeran termasuk senior dari akademi.


" tentu Putri".ucap mereka bersamaan.Seketika semua pangeran langsung turun dari tempat duduk dan ikut berkumpul ditengah-tengah aula.


Diriku dan putri Shuwan menari bersama dengan sangat indah yang diiringi oleh musik dari para pangeran dan senior dari akademi. senyuman dari wajah semua orang dan kami tidak pernah luntur sedikit pun saat sudah menyelesaikan tarian.bahkan orang-orang bertepuk tangan dan bersorak gembira.


"tunggu sayangku sampai suamimu menjemputmu".gumam seseorang berjubah hitam yang sedari tadi mengawasi Zhou Shan dari atas dahan pohon dipinggir aula.


Diriku yang merasa ada yang mengawasi aku menolehkan kepalaku kearah pepohon dipinggir aula istana.Namun aku tak menemukan apapun disana padahal aku yakin jika aku tadi diawasi.


" *tomu apa kau tadi merasa ada yang mengawasi ku".tanyaku pada tomu dengan batinku.


"tidak nona aku tak merasakan apapun". ucap tomu heran.


" aneh tadi aku sangat yakin jika ada yang mengawasi ku".ucapku heran.


"apa perlu aku menyelidikinya nona". tanya tomu.


" tidak perlu tomu".ucapku* yang langsung memutuskan komunikasi.


"Putri kenapa Anda melamun.apa ada yang menggangu pikiran putri". tanya pangeran Shang Hongli.


" tidak-tidak.tidak ada yang menggangu pikiranku".ucapku lembut.


" karna semuanya sudah menunjukkan bakat masing-masing.Nanti hadiah akan diantar kepaviliun kalian masing-masing ".ucapku lantang semua orang bersorak senang karna Putri mahkota Zhou tidak pilih kasih.


" ayahanda apa bisa aku pergi kepaviliunku. aku sangat lelah ayah".ucapku seraya berjalan mendekat kearah ayahanda sambil menggosok mataku yang gatal karna sudah sangat mengantuk.Saat ini langit mulai terlihat akan gelap.


"astaga lucunya Putri ayah.baiklah pergilah kepaviliunmu untuk istirahat". ucap ayahanda lembut.


" Gege jingmi bisakah kau antar aku".tanyaku pada jendral besar.


"tentu meimei". ucapnya seraya mendekat ke arahku dan melepaskan jubahnya lalu memakaikannya padaku.


" tapi gendong".ucapku manja.


"kemari adik kecilku yang manja". goda jendral besar.


" Lulu tolong lepaskan sepatuku".ucapku saat sudah berada di gendongan Gege jingmi dan Lulu langsung saja menurut dan melepaskan sepatuku.


Semua orang terkekeh melihat tingkah laku ku.Diriku langsung tertidur saat digendong oleh Gege jingmi bahkan sampai esok harinya aku masih saja tertidur dengan lelap.


Segini dulu yah readers besok author kembali kekesibukkan seperti biasa.ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author:).