
"mu'er kenapa hutan kegelapan sepi sekali katanya terdapat banyak binatang buas". ucapku yang bingung karna hutan kegelapan yang sangat sepi tak seperti yang dikatakan orang-orang.
" itu karna sejak master mencabut pedang kegelapan dan sudah membuat kontrak hidup dan mati denganku jadi sekarang master adalah penguasa hutan kegelapan".jelas dari tomu.
"Jadi begitu baiklah nanti setelah aku menjelajahi semua kekaisaran kita akan membangun istana kekaisaran dihutan kegelapan dan merekrut beberapa orang untuk organisasiku.Bagaiman menurut kalian". tanyaku pada minghao dan tomu.
" Terserah jiejie saja aku dan tomu akan mengikuti kemana pun jiejie pergi"ucap minghao yang ikut diangguki tomu.
"Kalian memang saudaraku yang aku sayangi setelah Kakek dan nenekku di duniaku dulu". ucapku yang tersirat kerinduan.
" terima kasih master telah menganggap kami sebagai saudara bukan sebagai budak sampai kapan pun aku akan selalu setia dengan master".ucap tomu yang diangguki minghao yang terharu dengan masternya yang menganggap mereka berdua sudah seperti saudara.
Saat Lien sedang berjalan dengan santai ia mendengar dari kejauhan seperti suara dentingan pedang yang saling beradu karna penasaran Lien mencoba mencari darimana asal suara tersebut.Lien kini berada di atas cabang pohon yang sangat besar dan menatap datar pada rombongan yang terlihat seperti bangsawan yang melawan beberapa bandit.
"Tontonan yang menarik". ucapku sambil menyaksikan tanpa mau membantu.
" Apakah master tak mau membantu mereka".
tanya tomu.
"kita lihat dulu apa yang terjadi nanti". ucapku datar sedangkan tomu dan minghao hanya menghela nafas panjang dengan sifat master mereka yang suka berganti-ganti.
Pangeran Zhou pov
" cepat serahkan bunga mawar emas itu atau kalian mati di tanganku".ucap Ketua bandit sinis.
"Cih,tidak akan pernah kuberikan bunga ini pada kalian".ucap pangeran Zhou menolak
" baiklah karna kalian tak mau memberikannya lebih baik kalian mati".ucap ketua bandit dan seluruh bawahannya sekitar 15 orang yang langsung menyerang rombongan pangeran Zhou yang hanya berjumlah 5 orang termasuk pangeran Zhou.
kembali ke Lien yang masih asyik menonton
"ming'er apa itu bunga mawar emas?". ucapku penasaran.
" bunga mawar emas adalah bunga yang dapat menawar dari segala racun yang ada di kekaisaran Zhou".jelas minghao dan diangguki mengerti olehku.
Kini tampak rombongan pangeran Zhou terlihat kewalahan karna kalah jumlah dengan para bandit.Akhirnya Lien turun dari pohon untuk ikut membantu rombongan pangeran Zhou.
"Ckckck,sungguh sangat menarik". ucapku sinis seraya turun perlahan dari dahan pohon dengan tenang.
" Siapa kau berani ikut campur dalam urusanku".ucap Ketua bandit emosi karna ada seseorang yang ikut campur.
"kau tak perlu tau siapa aku". ucapku yang tanpa aba-aba langsung menyerang kawanan bandit tanpa membawa senjata apapun.
*kraaakkk
kraaakkk
kraaakkk
akkhh
akkhh*
Terdengar jelas suara patahan tulang yang seperti dipatahkan secara paksa.Lien sengaja langsung mematahkan setiap titik fatal para bandit karna tak mau repot memenggal kepala mereka. Kini hanya tersisa ketua bandit yang seluruh tubuhnya yang bergetar ketakutan karna melihat bagaimana lien membunuh semua bawahannya yang berada pada ranah panglima tingkat 7 untuk ketua bandit sendiri berada di ranah jendral tingkat 3 berada di atas satu tingkat dengan pangeran Zhou yang berada diranah jendral tingkat 2 jadi sangat mudah bagi Lien untuk menghabisi mereka.
Tanpa aba-aba juga Lien langsung berada di belakang ketua bandit sambil memegang erat kepala ketua bandit.
" ucapkan selamat tinggal pada dunia".ucapku dengan menyeringai dan langsung memutar kepala ketua bandit berputar penuh yang kini menghadap kebelakang dengan mata melotot.
"Apa kalian selesai melihatku terus" ucapku dingin kepada rombongan pangeran Zhou.
"Ah..a terima kasih tuan telah menolong kami menghabisi para bandit". ucap seseorang yang seperti jendral.
"maaf sebelumnya nona kalau boleh tau siapa nama nona ini". ucap pangeran Zhou ramah.
" Lien Shan".ucapku dingin.
"baiklah nona Lien terima kasih telah menolong rombongan ku". ucap pangeran Zhou tulus.
" sama-sama. kalau boleh tau untuk apa kalian membawa bunga mawar emas".tanyaku penasaran.
"sebenarnya kami masih belum mendapatkan bunga itu.tapi para bandit itu mengira jika kami sudah menemukan bunga mawar itu". jelas pangeran kecewa karna masih belum mendapatkan bunga mawar emas itu.
"apa tujuan kalian mencari bunga itu" ucapku yang masih sangat penasaran.
"aku mencarinya karna ibundaku sedang sakit karna beliau terkena bisa racun ular cahaya bulan" ucap pangeran Zhou sedih.
Lien hanya menganggukan kepala saja karna Lien sudah membaca semua tentang racun dan pengobatan saat berlatih ilmu alchemist.
"apakah bunga mawar ini yang kalian cari". ucapku sambil menggenggam beberapa tangkai bunga mawar berwarna emas.
" benar itu bunganya".ucap sang jendral menganga tak percaya orang didepannya menggenggam beberapa tangkai bunga yang mereka cari.
"kalian tak perlu mencarinya lagi bawah semua bunga ini untuk kesembuhan ibundamu pangeran Zhou". ucapku sambil menyodorkan semua bunga mawar emas.
" darimana kau tau namaku".ucap pangeran Zhou kaget nona yang menolongnya mengetahui namanya padahal dirinya belum memperkenalkan dirinya.
"tak perlu tau aku mengetahui namamu darimana.Sekarang terima bunga ini untuk ibunda mu keselamatannya lebih penting". ucapku datar.
" Terima kasih banyak nona apakah ini tidak terlalu banyak?".ucap pangeran Zhou yang sudah menerima beberapa tangkai bunga mawar emas.
"tidak itu hanya sebagian kecil saja yang aku berikan padamu pangeran.Sekarang cepat pergilah dan segera berikan bunga itu pada tabib diistana untuk segera diberikan ke ibundamu". ucapku ramah.
" Tapi masalahnya tabib diistana tak ada yang tahu cara menggunakan bunga ini"ucap pangeran Zhou lesu.
"Baiklah aku akan ikut kalian ke istana untuk mengobati permaisuri". ucapku mengajukan diri.Sekalian ingin mencoba ilmu alchemist ku .
" Apakah nona seorang alchemist pasti nona bercanda".tanya jendral tak yakin dengan ucapan Lien.
" apa wajahku terlihat sedang bercanda?".tanya sarkasku pada jendral.
"Tapi kami kan tak bisa melihat wajah nona karna sedari tadi tertutup dengan topi nona". ucap salah seorang pengawal dengan polosnya.
" aku lupa untuk melepaskannya ".ucapku sambil melepaskan topiku dan kini terlihat lah wajahku yang sampai membuat seluruh hidung para rombongan pangeran Zhou mengeluarkan darah termasuk pangeran Zhou yang hidungnya juga mengeluarkan darah.
Bagaimana tidak mereka mimisan karna jika nona yang menolong mereka memiliki wajah yang sangat cantik bahkan dapat mengalahkan kecantikan seorang Dewi.
" cantik".gumam seluruh rombongan pangeran Zhou termasuk pangeran Zhou sendiri.
"jangan melihatku terus sebaiknya kita bergegas ke istana sekarang". ucapku dingin.Seketika mereka semua menjadi salah tingkah dengan wajah yang memerah.
Aku bersiul dan datanglah sekitar 6 serigala petir tingkat 9 dengan ukuran 3 kali lipat daripada serigala biasa dan langsung berhenti didepan Lien dengan menundukkan kepala mereka karna semua penghuni hutan kegelapan sudah mengetahui siapa Lien sebenarnya.
" ayo semua naik aku tahu kuda kalian sudah mati saat perjalanan kemari.tenang mereka tak akan menyerang kalian".ucapku langsung naik ke punggung salah satu serigala yang paling besar berwarna hitam bisa dikatakan jika ia adalah ketua dari seluruh serigala petir yang ada di Hutan kegelapan.
Setelah mereka menaiki setiap serigala mereka melaju dengan cepat dari dalam hutan kecepatan serigala petir memang tidak diragukan lagi.
Ayo readers terus dukung author dengan berikan like dan vote sebanyak-banyaknya. Salam sayang dari author:)