Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
23.Waktu Luang I



Hari ini aku terbangun cukup siang sekitar pukul 9 jika disamakan dengan waktu yang ada dimasa depan kurasakan tubuhku terasa sedikit lemas aku bangkit dari tidurku secara perlahan.


"Lulu ". panggilku dengan nada cukup lemah.


" iya nona".ucap Lulu saat memasuki kamarku.


"tolong siapkan air mandiku". ucapku lembut.


" tapi apakah jiejie sudah merasa lebih baik sekarang? ".tanya Lulu.


" aku sudah merasa lebih baik lulu sekarang siapkan air untukku".ucapku lagi dengan lembut.


"baik akan kusiapkan sekarang". ucapnya semangat dan meninggalkanku untuk menyiapkan air untukku membersihkan diri.


Tanpa menunggu waktu yang lama air yang disiapkan oleh Lulu telah selesai bahkan dia menambahkan aroma lavender kedalamnya yang membuatku merasa lebih nyaman.


Aku berjalan keluar dari dalam pemandian dengan memakai kain putih yang kulilitkan ditubuhku Lulu membantuku memakai hanfu biasanya aku akan memakainya sendiri tapi karna tubuhku masih terasa lemas jadi lulu membantuku dengan sangat lembut.



Aku memakai hanfu berwarna putih polos dengan sulaman bunga Lily dipunggungku dan rambutku yang hanya kuikat sederhana aku meminta pada Lulu agar tidak memakaikan riasan apapun.


" Lulu tolong bantu aku ke ruang makan sekarang ".ucapku setelah Lulu selesai mengikat rambutku.


" mari jiejie ".ucap Lulu dengan memegang lenganku saat berjalan keluar dari dalam kamarku.


Saat baru saja aku keluar dari dalam kamarku dengan Lulu yang membantuku berjalan mataku terpaku pada seseorang yang kukenali berada dibawah pohon sakura dengan hanfu putihnya yang sederhana.



Yang membuatku sedikit heran adalah rambutnya yang panjang bukankah kemarin rambutnya tak sepanjang itu tapi aku tak terlalu mementingkan nya karna bagiku mau rambutnya pendek atau panjang sekalipun. tetap saja dia akan selalu tampan.


Aku berjalan menuju nya dengan melepaskan genggaman tangan Lulu di lenganku dan Lulu hanya bisa pasrah karna dia tahu siapa yang aku datangi.


" Liu".panggilku dengan nada lemas aku berjalan mendekat kearahnya dengan perlahan.


"apa kau sudah merasa lebih baik?". tanya Liu dengan berjalan cepat kearahku dan memegangi lenganku erat.


" yah aku sudah merasa cukup baik sekarang. Apa yang kau lakukan disini?".tanyaku balik.


"aku ingin menemuimu tadi ". jelas Liu.


" begitu rupanya ".ucapku paham.


" lalu kau mau pergi kemana sayang?".tanya Liu lagi dengan lembut sambil mengelus puncak rambutku yang membuat hatiku menghangat dengan perilaku manisnya.


"aku ingin pergi ke ruang makan bertemu ayah dan ibu"jelasku dengan tersenyum lembut kearahnya.


" mau aku gendong bukankah kau sangat suka digendong? ".tanya Liu dengan sedikit godaannya.


" iya aku mau".ucapku senang dan langsung saja Liu menggendongku dengan bridal style.


"Liu apa aku bisa bersandar sampai diruang makan kepalaku sedikit pusing?". tanyaku dengan menatap wajahnya yang tampan.


" bersandarlah aku akan membangunkanmu saat sudah sampai disana Cup".ucapnya


Kami berdua seperti pasangan yang serasi memiliki wajah tampan dan juga cantik yang melebihi seorang dewa dan dewi dengan hanfu sederhana berwarna putih yang sama.


*Aku ingin selalu menghabiskan waktuku bersamamu seperti ini istriku.Aku mencintaimu shanshan kecilku Cup.batin Liu dengan mencium puncak kepalaku singkat.


Entah sejak kapan aku mencintaimu Liu dan aku tak ingin berjauhan denganmu aku ingin selalu berada didekatmu. Aku mencintaimu Xixing.batinku tulus dengan lebih menyandarkan kepalaku di dada milik Liu*.


author pov:


author: ya ampun lu berdua yah jangan seperti itu didepan author.


shanshan:salah lu sendiri jomblo.


author:Lo gitu yah aku hilangin Liu baru tahu rasa


shanshan:jangan yah author sayang


author:serah lu bodoamat.


author pov end


Tanpa kurasa aku telah sampai didepan ruang makan dengan aku yang masih ada didalam gendongan Liu.


"yang mulia apa perlu kami umumkan kedatangan yang mulia dan putri?". tanya pengawal penjaga pintu ruang makan dengan sedikit berbisik.


" ennnggghh".ucapku merasa sedikit terusik karna sedari tadi aku didalam gendongan Liu sudah tertidur dengan lelap cukup lama.


"ssstttt...tak perlu". bisik Liu karna tak ingin membangunkanku.


Kedua pengawal mengangguk mengerti dan membuka pintu ruang makan dengan perlahan karna mereka tak ingin membangunkan Putri kesayangan dan kebanggan mereka.


Kini aku dan Liu memasuki ruang makan dengan cepat memberitahukan semua orang yang ada didalam ruang makan dengan menolehkan kepalanya kearahku yang masih tertidur dengan lelap didalam gendongannya dan semua orang mengangguk paham dengan tersenyum lembut saat melihatku.


" Sayang sekarang kita sudah sampai".ucap Liu lembut mencoba membangunkanku.


"emm,kita sudah sampai". tanyaku dengan mengusap kedua mataku yang masih terasa berat.


" iya sayang kita sudah sampai mau aku turunkan sekarang? ".tanya Liu dan kubalas anggukan kepala kecil dengan perlahan Liu menurunkan ku.


" Ibunda".panggilku layaknya seorang anak kecil pada ibunya dengan mata terpejam disamping Liu.


Ibunda yang merasa terpanggil langsung saja bangkit dari duduknya dan berjalan kearahku.


"ibu disini putriku". ucapnya lembut dengan memeluk erat pinggangku.


" ibu aku ingin makan".rengekku dengan mata yang masih terpejam.


"kemarilah ibu akan menyuapimu". ucap ibu berjalan ketempat duduknya yang terdapat para permaisuri dan putri dari kekaisaran Shang,Qin dan Xia tanpa melepaskan pelukannya.


Aku disuapi oleh Ibunda dengan sangat lembut dan tanpa kusadari ternyata para permaisuri dan putri lainnya juga ikut menyuapiku dengan mataku yang masih terpejam aku menerima suapan dari para permaisuri dan putri yang membuat Liu,para kaisar dan para pangeran disana terkekeh geli melihat tingkahku.


Ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya.salam sayang author buat para readers semoga sehat selalu:)