Timetravel Of The Leader

Timetravel Of The Leader
28.Muncul Kembali



Setelah selesai makan siang bersama para tetua dan murid akademi aku,Liu dan zuzu pergi kekamar yang sudah disiapkan oleh Kakek Chanyi.Walaupun aku memilih pergi kekamar setelah selesai makan tapi aku berjanji akan ikut makan malam bersama mereka lagi.


Aku merebahkan tubuhku yang rasanya sudah remuk bagaimana tidak sudah 5 hari berkuda untuk menuju kota kabut belum lagi sempat-sempatnya bertarung untuk menolong Wenhua dihutan.


huuufftt.....helaan nafasku panjang aku mencoba memejamkan mata dan tertidur pulas.


Zhou Shan kemarilah......


Aku tersentak kaget dan terbangun oleh suara yang sangat aku kenali seperti suara pada saat aku tak sadarkan diri dikekaisaran.Aku mengingat kembali semua apa yang dikatakan oleh suara itu dan sekarang suara itu muncul kembali yang membuatku bergetar takut entah kenapa tiba-tiba aku selalu merasakan sesuatu yang buruk akan segera datang saat suara itu muncul.


Tanpa aku tahu air mataku menetes dari pelupuk mataku yang sudah cukup lama tak keluar setelah menangis dipelukan ibu beberapa waktu yang lalu.Aku meringkuk diatas peraduan dengan memeluk kedua lututku dan menyembunyikan wajahku aku menangis terisak tanpa suara membuat dadaku menjadi sesak.


tok..tok..tok


"shanshan apa kau sudah bangun?". tanya Liu didepan pintu kamarku dan aku langsung menghapus air mataku cepat karna tak ingin dia mengetahuinya.


" sudah".teriakku mulai turun dari atas peraduan.


"bersiap-siaplah kita harus makan malam bersama mereka sekarang". ucapnya lagi.


" astaga sudah malam rupanya tapi aku merasa tertidur sangat singkat tadi".gumamku pelan.


"tunggu!!aku akan bersiap-siap sekarang". teriakku lagi dan memasuki pemandian.


" yah cepatlah".teriak Liu.


Aku segera membersihkan diri dan mengambil asal hanfu yang ada didalam dimensiku saat ini aku memakai hanfu berwarna hitam dengan sulaman burung bangau sekaligus memakai jubah tipis berwarna putih.Tak lupa aku sedikit menggulung rambutku setengah dan aku jepit sederhana.



Aku membuka pintu kamarku dan melihat Liu yang bersandar didinding dengan memakai hanfu merah bercampur hitam yang terdapat sulaman naga di bagian lengannya jangan lupakan dengan cadar hitam yang melekat diwajahnya yang membuatku mengulas senyum.



(bayangin aja udah pakek cadar yah readers.)


"ekhhem". aku pura-pura terbatuk yang membuatnya menatapku dengan mata membola.


" kenapa apa aku terlihat buruk memakai hanfu ini aku akan menggantinya sekarang "ucapku beranjak kembali kedalam kamar tiba-tiba Liu menghentikan langkahku dengan memegang tanganku.


" tidak perlu menggantinya kamu sangat cantik seperti itu".ucapnya lembut.


"lalu kenapa kamu tadi melihatku seperti itu?". tanyaku heran.


" kamu melupakan cadarmu sayang aku tak ingin mereka melihat kecantikan milik istriku".ucapnya dengan memelukku erat.


"kamu egois sekali sayang". godaku.


" aku tak perduli sekarang pakai dulu cadarmu".ujarnya setelah melepaskan pelukannya.


"baiklah". ucapku mulai memakai cadar berwarna hitam sama seperti Liu yang terlihat sangat serasi.


Kami berjalan dengan bergandengan tangan aku juga berpapasan dengan beberapa murid yang juga akan pergi untuk makan malam aku mengajak mereka untuk sekalian pergi bersama.


Kutatap mereka yang terlihat gugup dan takut saat berjalan bersama denganku dan juga Liu karna mereka mendapatkan tatapan tajam dan dingin dari Liu yang membuatku memeluk lengan milik Liu dan sedikit bersandar.


" jiejie".teriak Liu dengan melambaikan tangannya padaku aku melihat seekor kelinci putih ditangannya yang terlihat sangat lucu.



"wah adikku sangat tampan yah". godaku padanya.


" tentu saja aku kan adik jiejie".balasnya dengan senyuman manisnya membuat beberapa gadis yang ikut berjalan bersamaku tadi wajahnya sudah menjadi kepiting rebus.


"Zuzu kamu jangan tersenyum seperti itu" ucap Liu dengan kekehan kecil berbeda denganku yang sudah tertawa cekikikan.


"kamu membuat para gadis-gadis disana menjadi kepiting rebus". bisik Liu.


" aahh itu.Saya meminta maaf yah karna membuat kalian menjadi malu".ucap Liu dengan membungkukkan tubuhnya didepan para gadis-gadis tadi.


"pu-tri k-ami moh-on un-dur diri ter-le-bih dah-ulu".ucap salah satu dari mereka yang tergagap dan kubalas anggukan kepala langsung saja para gadis-gadis itu berhamburan masuk.


" Zuzu lain kali jangan begitu ketampananmu itu membuat mereka menjadi malu lebih baik kamu pakai cadar ini".saranku dengan menyodorkan satu cadar tipis berwarna putih.


"baiklah aku menurut saja apa kata jiejie". ucapnya polos dan mengambil cadarnya.


" berikan kelincinya padaku".ucapku karna melihatnya kesulitan memakai cadarnya Zuzu langsung memberikan kelincinya padaku yang membuatku gemas karna kelinci itu memiliki pipi gembul yang lucu.


"sayang sangat lucu bukan". ucapku dengan menolehkan kepalaku kearahnya.


" iya sayang.Ayo kita masuk mungkin mereka sudah menunggu kita disana".ajak Liu dengan merangkulku dan Zuzu.


Kami bertiga memasuki ruangan yang bisa disamakan dengan aula makan yang ada di kastil milikku.Semua orang disana mengarahkan pandangannya pada kami bertiga dengan mulut terbuka.


"Salam kepada para tetua". ucap kami bertiga dengan sedikit membungkukkan badan.


" tak perlu berbicara formal seperti itu cucuku".ucap Kakek Jianying.


"ayo duduk kita makan bersama". ajak Kakek Chanyi.


" baik".ucapku.


Aku duduk disamping Liu disebelah kananku ada Zuzu dan Wenhua yang tengah asik dalam perbincangan mereka yang terkadang mereka tertawa sampai terbahak-bahak.


"silahkan dinikmati hidangan sederhananya". ucap Kakek Fenying lantang yang langsung dilaksanakan oleh semuanya.


Saat aku tengah menyuapkan nasi kedalam mulutku aku merasakan ada sesuatu yang datang kerahkan dengan aura yang sangat gelap dan jahat yang membuatku meletakkan sumpitku keras.


" ada apa sayang?".tanya Liu bingung.


"tidak apa-apa aku selesai makan aku akan kembali kekamarku dulu". ucapku dingin dengan beranjak dari dudukku.


" tunggu tapi makananmu belum habis sayang ".bujuknya.


" jangan memaksa ku ".ucapku dingin menatapnya dengan tatapan dingin yang menusuk.


" ada apa denganmu?apa kau sakit sayang?".tanyanya cemas.


" aku tidak sakit biarkan aku pergi kekamarku ".ucapku dingin.


" baiklah tapi jika ada sesuatu langsung panggil saja namaku".ucap Liu cemas.


"hmm". dehemku yang langsung melenggang pergi.


'apa yang terjadi padamu sayang?". batin Liu cemas.


Bukannya aku kembali kekamarku aku berhalau pergi kedalam hutan yang ada didekat kamarku.Disana aku melihat sebuah pohon yang sangat besar dan memiliki aura gelap.


mendekatlah........


Tanpa kusadari aku berjalan mendekat kearah pohon tersebut lain halnya dengan didalam dimensiku minghao dan tomu yang berteriak-teriak memanggil namaku.


" bagaimana ini aura gelap tersebut sangat berbahaya untuk jiejie".ucap minghao khawatir.


"aku juga tidak tahu kita juga tak bisa berkomunikasi dengan nona". timpal tomu.


Saat mereka sedang khawatir dengan keadaanku dikejutkan dengan aura yang gelap dan mengancam mendekatiku membuat mereka menjadi lebih khawatir.


Segini dulu yah readers ku sayang. Jangan lupa tinggalkan jejak komentar, vote dan like sebanyak-banyaknya. Terimakasih dan salam sayang dari author:).