
Zhou Shan dan yang lainnya berkuda menuju ibukota kekaisaran Xia yang akan menjadi tempat pertama dalam perjalanan menjelajahi benua Tang,mereka selama perjalanan diisi dengan canda dan tawa akibat kepolosan zuzu.
Mereka menuju kekaisaran Xia dipimpin oleh Liu seperti peta berjalan.Liu memberhentikan laju kudanya sejenak membuatku ikut berhenti.
Zhou Shan yang tak mengerti menanyakan kepada liu." Kenapa berhenti?..Apa ada masalah??".
" Kita sudah sampai,didepan kita adalah kekaisaran Xia".Jawab Liu.
" Tunggu apalagi ayo kita masuk sudah 3 hari kita menuju kemari dan pembekalan yang diberi Kakek Chanyi juga sudah hampir habis".Ujarku menahan cacing-cacing di perutku yang berdemo ingin diisi.
Akhirnya mereka bertiga melanjutkan perjalanannya,Ibukota kekaisaran Xia sangat ramai banyak sekali pedagang-pedagang yang ada dipinggir jalan menawarkan dagangan mereka.Saat kami memasuki ibukota cukup membayar 5 koin emas perorangnya kepada penjaga disana.
Zhou Shan bernafas lega,setelah berjalan jauh selama 3 hari dengan pembekalan yang hampir habis." Akhirnya sampai juga.....".Ujarku.
" Lebih baik kita mencari kedai makan terlebih dahulu kita belum sarapan sama sekali sejak tadi pagi".Ajakku.
Aku berjalan mendahului mereka untuk mencari kedai makan yang bisa mengisi perut mereka yang berdemo minta diisi dengan makanan yang enak karena sedari tadi pagi belum terisi sama sekali.
Setelah mencari-cari kedai makan mereka memasuki sebuah kedai makan bertingkat 2 yang terlihat tak terlalu ramai.Aku memilih berada dilantai 1 karena tak mau repot saja dengan para bangsawan yang berada dilantai 2,Kami memilih duduk dipojok kedai yang terlihat lebih nyaman.
Saat memakan pesanan mereka,sekilas aku mendengar pembicaraan 2 orang pria yang duduk bersebelahan dengan meja yang kududuki bersama Liu dan Zuzu.
" Kemarin malam kami tidak mendengar berita bahwa nona kedua keluarga Menteri Keuangan telah menghabisi seorang tabib".Ucap pria A.
" Aku juga mendengarnya yang lebih membuatku terkejut adalah karena hal yang kecil".Ujar pria B.
" Hal kecil apa??aku tak mendengar berita yang itu??".Tanya pria A.
".....Dan juga menteri keuangan yang mendengar berita tersebut langsung menutup rapat tentang kejadian yang dilakukan oleh nona kedua agar tak diketahui oleh yang mulia kaisar". Ujar pria B lagi.
" Sungguh sangat disayangkan,Jika yang mulia kaisar mengetahui tentang berita ini pasti beliau akan langsung menghukum seluruh keluarga Menteri Keuangan".Jawab pria A.
"hmm ternyata Paman Xia Li sangat bijaksana ". batinku.
" Iya kau be-.....".Balas pria B terpotong karena ada seorang pria bertubuh kekar terlihat seperti seorang pengawal karena terlihat zirah besinya yang melekat ditubuhnya,pria kekar itu melemparkan tubuh pria yang duduk disebelahku dengan sangat keras hingga membentur dinding kedai.
" Siapa yang berani membicarakan ku maka haru mati saat itu juga".Ucap seorang gadis berpakaian mewah seperti seorang nona muda bangsawan dengan perhiasan yang cukup banyak menancap di seluruh kepalanya.
Apalagi wajahnya itu yang seperti badut dengan bedak tebal berwarna putih dan perona bibir berwarna merah darah seketika membuatku ingin tertawa terbahak-bahak untung saja dicegah oleh Zuzu yang wajahnya juga menahan tawa.
Jangan tanya dengan reaksi Liu saat melihatnya tentu saja wajahnya masih tetap sama yaitu datar dan dingin.
" Berani sekali seorang rakyat rendahan membicarakan seorang nona muda yang terhormat ini".Ujarnya lagi dengan nada penuh kesombongan.
" Pengawal cepat penggal kepala mereka berdua".Ucapnya memerintahkan 2 pengawal yang ada disampingnya.
" Tunggu!!!!".
**Nah author udah up nih ayo dong terus vote dan like sebanyak-banyaknya kalau perlu comment juga biar perfoma novelnya bisa lebih baik.
Jangan lupa baca karya batu author TEENAGER'S.🐾🐾🐾**