
"Arrghhh"
"suara apa itu?". gumamku seraya berjalan mencari asal suara itu.
" Arrghhh ".
" Sepertinya dari sana".gumamku lagi dengan berjalan mendekat kearah semak-semak.
Seorang laki-laki dengan hanfu yang berlumuran darah bahkan wajahnya tidak bisa dikenali karena terlumuri dengan darah.
" Sepertinya dia tak sadarkan diri karna kehilangan banyak darah.jika aku tak menolongnya mungkin dia akan mati.apa aku harus menyelamatkan dia?baiklah aku akan membawanya ke kastil". batinku.
Aku bersiul memanggil elang yang tengah terbang diatas langit.Ukuran elang bukan dikatakan normal karna ukurannya hampir sama dengan ukuran beruang dewasa dan elang tersebut dikenal dengan Elang Iblis karna bulunya berwarna hitam pekat dan mata semerah darah.
" antar surat ini kekaisaran Zhou.jika sudah datanglah ke kastil".ucapku seraya mengikat sebuah surat kecil dikaki elang.
"pergilah". suruhku elang itu langsung saja mengepakkan sayap besarnya.
" astaga badanmu berat sekali ternyata".gerutuku saat mengangkat tubuh laki-laki itu.
Aku kembali ke kastil lagi untuk menolong laki-laki tadi dan membawanya masuk kedalam kastil dengan semua tenagaku.
"TOMU!!". teriakku menggelegar didalam kastil membuat orang-orang didalam kastil lari terbirit-birit kearahku.
" Queen apa ada yang bisa kami bantu?".tanya seorang pria mungkin berumur 20 tahunan.
"tolong bantu aku membawa orang ini kekamarku dan panggil tomu untuk menemuiku sekarang". ucapku dingin seraya pergi kekamarku.
Kini aku sudah berada di dalam kamar pria tadi dan lainnya saling membantu merebahkan tubuh laki-laki yang terluka tadi.
" kalian keluar lah terlebih dahulu aku akan mengganti pakaian. jika ada sesuatu aku akan memanggil kalian".ucapku ramah dan diangguki mengerti oleh mereka.
(ruang gantiku satu ruangan dengan kamarku).
" haissh ganti baju apa yah panas juga hari ini".gerutuku karna bingung memilih-milih baju yang akan kugunakan.
Akhirnya aku mengambil hanfu dengan model yang kubuat sendiri.Dengan bagian bawah diatas lutut berwarna biru muda bagian atas juga hampir sama dengan model seperti tanktop berwarna sama dengan bagian bawah.Rambutku yang hanya kujepit asal dan wajah tanpa riasan.
"cukup nyaman. nanti aku akan suruh minghao membuatkan pakaian seperti dimasa ku dulu". gumamku seraya bercermin.
Aku keluar dari ruang gantiku dan mata ku tertuju pada pria itu yang sudah berbaring diatas kasur kingsize ku.aku berjalan kearah pintu kamarku dan kulihat beberapa orang yang membantuku tadi bahkan tomu juga sudah ada disana.
" apa nona butuh bantuan ku?".tanya tomu.
"Untuk yang lainnya terimakasih sudah membantuku tadi.Sebagai ucapan terima kasih ajak semuanya berkumpul di taman belakang kastil untuk minum teh bersama". ucapku tulus dengan senyuman manis di wajahku.
" sama-sama Queen kami tidak keberatan membantu anda.Kami akan pergi memanggil semuanya sekarang saya mohon undur diri queen".ucap mereka tulus dan hanya kubalas dengan anggukan kepala.
Aku berdiri didekat pria tadi dengan terus memandanginya seraya bertanya-tanya kenapa dia bisa terluka seperti ini.Saat sedang mencoba menerawang lebih jauh diriku dikejutkan dengan suara ketukan dari pintu kamarku.
"masuk". ucapku.
" ini nona barang yang kau butuhkan.apa ada lagi yang nona butuhkan".tanya tomu.
"sudah cukup kau pergilah dan terimakasih".
ucapku tulus.
" sama-sama nona.aku mohon undur diri".ucap tomu seraya berjalan keluar dari kamarku.
"baiklah aku akan mengobatimu sekarang". gumamku.
Aku mulai membersihkan darah yang ada diwajahnya aku terkejut dengan apa yang kulihat pria ini memiliki kulit putih bersih dan halus,bulu mata yang lentik serta tajam,alis tegas, hidung mancung dan rahang kokoh.
Ketampanan yang membuatku sedikit gugup
baru pertama kali diriku merasa gugup pada seorang pria.Aku tak ingin terlalu lama dengan pria ini jadi aku membersihkan tubuhnya dari darah dengan cepat dan hati-hati.
Setelah selesai aku memberikan pil penyembuh tingkat tinggi tanpa menunggu lama semua luka ditubuhnya hilang tanpa bekas apapun.
Aku beranjak untuk pergi meninggalkan pria itu untuk istirahat tapi saat aku hendak bangkit dari dudukku tanganku dicekal oleh pria ini.
" kumohon jangan pergi".gumamnya dengan mata tertutup.
"huuufftt merepotkan sekali". gerutuku dengan helaan nafas panjang. mau tidak mau aku membatalkan acara minum teh dengan yang lainnya dibelakang kastil.
Aku terus menjaga pria ini hingga tanpa sadar aku juga ikut terlelap dikursi yang aku duduki tadi dengan tanganku yang masih digenggam erat oleh pria ini.
" istriku kau sudah merawatku dengan baik Cup".gumam pria itu lalu mencium punggung tanganku yang dia genggam.
Tanpa kusadari ternyata pria telah sadar saat aku sudah terlelap.
**Segini dulu yah readers maaf baru up tengah malam gini soalnya jaringannya author ada sedikit kendala mohon maklumi.
Buat para readers ayo terus dukung author dengan vote dan like sebanyak-banyaknya. Salam sayang author**:).