
Rombongan Zhou Shan tiba diistana kekaisaran Xia dan menatap takjub dengan kekaisaran Xia yang didominasi oleh pohon sakura berwarna putih disana.
Zhou Shan turun dari atas punggung dark dan melihat kaisar Xia Li dan putri Xia He yang ternyata menyambut kedatangannya dan juga ada 2 orang lagi yang memiliki perut buncit seperti sedang hamil disamping kaisar Xia Li yang tidak dikenal oleh Zhou Shan sama sekali,Zhou Shan dan yang lainnya berjalan santai mendekati ke kaisar Xia Li.
" Kemarilah keponakanku ".Panggil kaisar Xia Li merentangkan kedua tangannya membuat Zhou Shan dan Zuzu menghambur dalam pelukannya.
" Paman kesayanganku".Ucap Zhou Shan dan Zuzu bersamaan.
" Sudah-sudah sekarang kita masuk untuk makan".Ajaknya melepaskan pelukan hangatnya.
" Ayo kita masuk Paman".Jawab Zuzu girang.
" Masuk bersama bibi saja yah".Ucap bibi Yihua disambut gandengan tangan dari Zuzu.
" Haduh Zuzu jangan menarik-narik tangan bibi seperti itu".Teriakku melihat Zuzu yang bersemangat sampai menarik tangan bibi Yihua untuk masuk.
" Tak apa shan'er dan Salam kepada yang mulia kaisar langit ".Ucapnya membungkukkan tubuhnya pada Liu yang setia berdiri disamping Zhou shan.
" Hmm".Jawab Liu berdehem singkat.
" Ayo masuk dan kita makan sekarang ".Ajaknya ramah.
" Paman terimakasih banyak ".Ucap Zhou Shan tulus menerima ajakan makan gratis.
Saat ini semua orang berada diruang makan duduk dengan rapi dan tenang,Zhou shan duduk berdampingan dengan Liu disamping Xia He lebih tepatnya sedangkan Zuzu memilih duduk disebrangku bersama Xia Shing.Para pelayan memasuki ruang makan dengan beberapa makanan berbeda jenis ditangan mereka masing-masing.
" Silahkan dinikmati ".Ucap kaisar Xia Li.Semua orang mulai memakan makanannya dengan hikmat tanpa ada yang berani berbicara.
" Awwhh.....Awwhhh...".Ringis seorang wanita muda dengan mengelus purit buncitnya saat semua orang tengah hikmat dalam menikmati makanannya.
" Istrimu kau kenapa??".Tanya laki-laki didampinginya yang terlihat seperti suaminya.
" Perutku sakit sekali.....Awwhh......Hiks......Awwhh".Ringisnya lagi memegang perutnya.
" Sepertinya dia akan melahirkan".Teriakku bangkit dari duduk saat melihat hanfu wanita itu yang basah membuat semua orang kaget bukan main.
" Cepatlah jangan terlalu lama".Teriakku kembali melihat suaminya melamun karena keterkejutannya.
" Xia Kun cepat bawa Istrimu kepaviliun mawar sekarang ".Teriak kaisar Xia Li dengan raut wajah cemas.
" Baik kakak".Jawab lelaki itu yang cepat menggendong istrinya dengan raut wajah cemas.
" Xia He ikut aku bantu persalinannya sekarang dan Xia Shing panggil kepala tabib juga tak ada bantahan".Ucapku tegas dan bergegas keluar dari ruang makan.
Dengan cemas semua orang keluar dari ruang makan melenggang pergi ke paviliun mawar untuk Xia Shing pergi melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Zhou Shan untuknya tanpa bantahan sedikit pun.
Zhou Shan yang sampai dipaviliun mawar langsung masuk bersama dengan semua orang yang sedari tadi mengikutinya dari belakang kecuali Liu yang menunggu didepan.
" Untuk semuanya kecuali suaminya dan Xia He ambilkan kain bersih yang besar".Ucapku pada semua orang yang langsung diangguki paham dan untuk Xia He yang diperintahkan langsung berlari keluar mencari kain bersih sesuai permintaan Zhou Shan.
" Sebagai suaminya apapun yang terjadi kau harus terus menyemangati Istrimu".Ucapku diangguki mengerti olehnya.
" Jiejie ini kain bersihnya dan didepan sudah ada kepala tabib".Ucap Xia He menyodorkan kain bersih pada zhou Shan.
" Sirih masuk dan tutup pintunya ".Perintahku.
" Tabib cepat masuk".Teriak Xia He dan menutup rapat pintu.
" Xia He bantu aku membuka kakinya lebar-lebar dan tekuk kedua lututnya lalu tutupi dengan kain ini".Perintahku menyerahkan kembali kain tadi.
Xia He melakukan apa yang diperintahkan oleh Zhou shan,Setelah itu Zhou Shan mulai memeriksa alat kewanitaan sang ibu." Aku akan memeriksa pembukaan rahimmu".Ujarnya pada wanita itu yang masih meringis kesakitan dan air mata yang mengalir.
" Uhhh....".Lirihnya saat Zhou Shan memasukkan salah satu jarinya kedalam kewanitaan wanita itu dan memeriksa rahimnya ada didalam pembukaan berapa.
" Sudah pembukaan 7 cepat juga sepertinya pembukaannya sudah terjadi sejak tadi tapi wanita ini tak mengetahuinya ".Gumamku saat mengetahuinya.
Kepala tabib telah kembali dengan membawa semangkuk berisi ramuan ditangan kanannya dan air hangat didalam baskom yang terbuat dari giok putih ditangan kirinya dengan segera Xia He menutup kembali pintu yang terbuka tadi.
Terlihat wanita itu kembali meringis kesakitan dengan cepat Zhou Shan memeriksa kembali keadaannya yang ternyata sudah dalam pembukaan 9.
" Minghao tolong ambilkan beberapa kain bersih cepat".Batinku membuat minghao kelimpungan.
Dalam sekejap beberapa lembar kain putih bersih berada ditangan Zhou Shan dan meletakkannya disamping sang ibu.
" Ayo atur nafasmu....tarik nafas.....keluarkan".Ujar Zhou Shan menuntun sang ibu untuk tenang.
Wanita itu melakukan arahan dari Zhou shan, suaminya yang ada disampingnya hanya bisa memberikan semangat walaupun merasa tak tega melihat sang istri berjuang melahirkan anaknya.Zhou Shan yang sudah melihat kepala sang bayi pun mulai mengarahkan wanita itu untuk ngeden.
" Baiklah mulai.....tarik nafas....ngeden".Ujar Zhou Shan.
" Ayo terus kau pasti bisa.....tarik nafas lagi....ngeden".Ujarnya lagi.
πΆπΆπΆ
Oeek.....Oeek......Oeek
Suara tangisan bayi pun bergema di ruangan itu membuat semua orang disana bernafas lega dan tersenyum bahagia.
" Selamat kamu Anda melahirkan putri yang manis".Ucapku menggendong sang bayi yang masih berlumuran oleh darah.
" Terimakasih ya dewa dan terimakasih istriku".Ucap lelaki itu yang sudah meneteskan air mata bahagia.
" Xia He tolong mandikan bayinya dengan hati-hati dan kepala tabib tolong berikan ramuannya sekarang ".Ucapku menyerahkan sang bayi pada Xia yang telah selesai dipotong tali pusarnya oleh Zhou Shan.
Setelah cukup lama akhirnya Zhou Shan selesai mengurusi sang ibu dan memberikan sang bayi yang sudah dimandikan oleh Xia He untuk disusui oleh sang ibu.Zhou Shan keluar dari ruangan itu dengan hanfu yang sudah kotor oleh darah melahirkan wanita tadi dengan langkah gontai.
" Ayah ibu anak Paman Xia Kun perempuan".Teriak Xia He yang ikut keluar bersama Zhou Shan dari belakang.
" Terimakasih banyak shan'er sudah membantu istri dari adik bungsu suamiku".Ucap bibi Yihua memeluk erat Zhou Shan.
" sama-sama bibi dan apakah ada tempat untukku membersihkan diri".Tanyaku melepaskan pelukannya.
" Lebih baik jiejie membersihkan diri dipaviliunku saja aku juga akan membersihkan diri".Jawab Xia He.
" Baiklah".Jawabku mengikuti langkahnya yang ternyata Liu juga mengikuti kami dari belakang.
" Liu nanti tunggu didepan saja".Ucapku tanpa menoleh.
" Iya".Jawabnya singkat.
πππ
**Segini dulu yah readers ku karna otak author lagi tersumbat dan nggak bisa berimajinasi lagi.
Jangan lupa untuk selalu comment,vote dan like sebanyak-banyaknya supaya performanya makin bertambah.
Salam sayang dari authorππ**