Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 8 Ye yan terluka parah



Semua pembunuh menargetkan ye yan dan mulai menyerang ye yan dari belakang dan berhasil menggores pundak ye yan


"Akh!" Sakit ye yan yang merasakan pedang yang menggores nya


"Beraninya kau menyerang dari belakang." Ucap ye yan lalu mulai melemah


"Memangnya kenapa? Apa kau akan membujuhku? Aduh! Aku takut sekali… Hahahahahaha" Ledek pembunuh itu pada ye yan


Dan para pembunuh lainnya juga ikut menertawakan ye yan


Sekarang ye yan sudah kehilangan kesabaran dan menusuk tepat di jantung pembunuh yang mengejeknya menggunakan belati dengan cepat lalu mencabut belati nya


"Akh! Ba-bagaimana bisa kau..." Ucap pembunuh itu lalu terjatuh ke tanah


"Di-dia membunuh teman kita dengan sekali serangan?! Dia...Dia pasti lebih kuat dari kita." Ucap salah satu pembunuh


Ye yan membungkuk lalu mengambil pedang dari pembunuh yang dia bunuh


Pangeran ke tiga, Ketujuh, dan yang lainnya hanya melihat ye yan membunuh pembunuh yang berusaha membunuh ye yan


"Ayo teman teman! Kita serang dan bunuh dia bersama sama!" Ucap pembunuh itu lagi lalu mulai berlari ke arah ye yan dengan mengarahkan pedang mereka ke ye yan


"Heh! Membunuhku? Aku rasa kau tidak akan bisa." Ucap ye yan lalu mengeluarkan aura membunuh miliknya dengan sangat pekat


Ye yan mengayunkan pedangnya lalu mulai menyerang para pembunuh dengan satu gerakan


"Tak disangka gadis itu bisa sekejam itu." Ucap pangeran ke tujuh sambil menyeringai


"Meski kau bisa membunuh teman temanku yang lainnya apa kau bisa membunuhku?" Ucap seseorang dari belakang yang menyerang ye yan secara diam diam


Dan ye yan berhasil menahan serangan dari pembunuh terakhir itu dengan tangan kosong dan kini tangannya bercucuran darah


"Beraninya kau." Ucap ye yan lalu mengayunkan pedangnya lalu menebas kepala sang pembunuh


"Orang yang mencari gara gara denganku akan berakhir mati." Ucap ye yan lalu berbalik ke arah kereta


Pangeran ke tujuh dan yang lainnya berlari menuju ye yan sedangkan ye yan merasa bingung kenapa mereka berlari ke arahnya


"Nona ye yan bertahanlah! Kami akan segera menyelamatkanmu!" Ucap pangeran ke tiga


"Hah? Menyelamatkan apa? Memangnya apa yang terjadi padaku?" Tanya ye yan yang bingung kenapa mereka mau menyelamatkan dirinya padahal dirinya baik baik saja


"Eh? Tanganku terluka? Kenapa aku tidak menyadarinya?" Bingun ye yan sambil melihat tangan nya yang berdarah


Pangeran ketujuh melihat kebodohan ye yan dan sudah tidak bisa sabar lagi dan menggendong ye yan menuju kereta


Ye yan yang di gendong secara tiba tiba terkejut dan melihat orang yang menggendong nya


"Hei! Apa yang kau lakukan!? Turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri!" Ucap ye yan yang memukul mukul dada Pangeran ke tujuh


Pangeran ke tiga dan Pangeran yang lainnya yang melihat sikap pangeran ketujuh yang begitu mengkhawatirkan ye yan juga terkejut pasalnya bagaimana bisa seorang dewa perang yang dingin bisa mengkhawatirkan orang yang tidak diketahui asal usulnya


"Aku rasa sikap tujuh terhadap gadis itu sedikit berbeda." Bisik putra mahkota


"Iya, yang kakak pertama katakan benar, sikap tujuh berubah saat bersama gadis itu." Ucap pangeran ke tiga yang mengiyakan perkataan pengaran pertama yang ternyata seorang putra mahkota


"Hah! Kita ikuti saja garis takdir ini, ayo kita pergi juga, nanti tujuh marah saat tidak melihat kita di belakangnya." Ucap putra mahkota lalu berjalan pergi ke kereta bersama pangeran ke tiga


Sementara saat ini pangeran ke tujuh dan ye yan sampai ke kereta


"Tahan sebentar lagi, aku akan menolongmu!" Ucap pangeran ke tujuh dengan terburu buru


"Hei, tidak perlu sampai seperti itu juga kali, aku masih baik baik saja." Ucap ye yan yang mencoba meyakinkan pangeran ke tujuh


"Baik baik saja apanya!? Liat tanganmu tidak bisa berhenti berdarah!" Ucap pengaran Ketujuh sambil membalut tangan ye yan


"Baiklah, terserah kau saja!" Ucap ye yan yang sudah pasrah dengan sikap keras kepala Pangeran ke tujuh


Gang yang pertama kali melihat sikap panik dan khawatir dari pangeran Ketujuh bingung dan bertanya pada pangeran ketiga


"Yang mulia, apa yang terjadi dengan pangeran ketujuh? Kenapa dia kelihatan panik dan khawatir sekali?" Tanya gang


"Nona ye yan terluka parah dan tujuh menggendongnya ke kereta dengan khawatir." Ucap pangeran ke tiga dengan santai


Gang yang mendengar perkataan dari pangeran ketika seketika terkejut dan disambar petir


"Ap!? Pangeran yang dikenal dingin dan tidak menyukai wanita bisa khawatir dan panik untuk seorang gadis yang tak dikenal!? Ini tidak mungkin kan!?" Ucap gang dengan penuh ekspresi terkejut


"Terserah kau mau percaya atau tidak buktinya sudah ada didepan mata." Ucap putra mahkota


See you