
"Ah…Ye Yan…Waktunya kau membalas apa yang telah ibumu lakukan pada keluargaku." Ucap seseorang yang mengintai itu
Sedangkan di sisi lain terlihat Ye Yan dan Zhou Jing Yong yang telah sampai di istana Kekaisaran
"Permisi nona ye yan, lewat sini ingin ke acara minum teh ibu suri." Ucap seorang kasim yang langsung datang dan menjemput Ye Yan
"Baiklah kakek, aku pergi dulu, tidak perlu menungguku pulang." Ucap Ye Yan pada Zhou Jing Yong
"Iya, hati hati jika pulang nanti." Ucap Zhou Jing Yong kemudian pergi ke aula rapat
"Silahkan tuan kasim tunjukkan jalannya." Ucap Ye Yan pada kasim tersebut
"Silahkan lewat sini." Ucap kasim tersebut dan Ye Yan mengikuti kasim tersebut ke tempat acara minum teh
Di sana terlihat banyak nona nona bangsawan yang telah berbincang bersama dengan ria
'Heh! Mereka hanya menyembunyikan sikap asli mereka dan berpura pura saling akrab.' Gumam Ye Yan dalam hatinya sembari menyeringai
"Eh? Lihat, bukankah itu nona Xiao." Ucap salah satu Nona pada nona yang lainnya sambil menunjuk ke arah Ye Yan
"Nona Xiao silahkan ke sini dan berbicara bersama kami." Ucap salah satu nona lainnya pada ye yan
"Margaku bukan lagi Xiao melaikan Zhou, mohon lain kali nona nona cantik manis ini lebih memperhatikan." Ucap Ye Yan dengan hormat pada semua nona bangsawan itu
"Ternyata rumor itu benar, tapi aku dengar jenderal Xiao dan anak perempuannya Xiao mei'er selingkuh dan berhubungan badan bersama, apakah itu benar nona Zhou?" Ucap salah satu nona bangsawan pada ye yan
"Iya…Aku juga dengar, aku tidak menyangka…Setelah kepergianku dari kediaman jenderal Xiao mereka malah berbuat begitu, ibu Wang Rong pasti sedih." Ucap Ye Yan yang pura-pura sedih di hadapan semua nona bangsawan juga Ibu suri
"Sudah sudah, jangan memikirkan masa lalu lagi, aku dengar Ye Yan beberapa hari yang lalu Ye Yan pergi membantu pangeran ke tujuh di medan perang dan berhasil membawa kemenangan, apakah itu benar?" Ucap Ibu suri yang tiba tiba menyela pembicaraan
"Ah, Iya, saya juga tidak menayangkanya, ternyata musuhnya selemah itu, jadi aku tidak perlu mengeluarkan kekuatan yang cukup besar untuk membantai semuanya." Ucap Ye Yan pada Ibu suri dengan senyuman alami
"Ternyata itu benar, dan sebagai hadiah kau diberikan dekrit Kekaisaran dan dijadikan tunangan pangeran ketujuh." Ucap Ibu suri pada Ye Yan
"Hahahaha…Kau sungguh anak yang polos karena kekuatan." Ucap Ibu suri sambi tertawa
"Kemari temani Ibu suri minum teh, yang lainnya silahkan nikmati tehnya dan bersenang senanglah bersama." Ucap Ibu suri pada semua nona bangsawan lainnya
"Ada yang ingin ku katakan padamu Ye Yan." Ucap Ibu suri pada ye yan
"Apa itu Ibu suri?" Ucap Ye Yan dengan penasaran
"Begini…Sejak kecil Zhuo selalu di didik dengan ketat oleh ayahnya dan membuatnya seperti sekarang, dingin, pendiam, kejam, dan tidak berperasaan." Ucap Ibu suri pada ye yan
"Aku harap kau bisa melindungi zhuo dan selalu berada di sampingnya setiap saat setelah menikah nanti." Ucap Ibu suri dengan sedikit sedih yang dapat di pancarkan si wajahnya
Ye Yan yang melihat hal tersebut tersenyum manis dan mengangguk anggukkan kepalanya. “Ibu suri, aku pasti akan melindungi Zhuo dan menyayanginya seperti seorang ibu.”
Ibu suri tampak tersenyum dan membelai rambut Ye Yan. Disaat yang sama Long Qian Zhuo muncul dan langsung duduk di samping ibu suri. Beberapa gadis bangsawan yang lain tampak penasaran kenapa Long Qian Zhuo mau menghadiri acara minum teh khusus wanita.
Tapi tentunya mereka juga dapat menebaknya jika alasan kedatangannya adalah karena Ye Yan.
“Ternyata kau juga ada disini Ye Yan, apa kau sudah lama disini?”
Long Qian Zhuo sambil mencari topik pembicaraan dengan Ye Yan, ia bertanya tanya dengan canggung dan sedikit grogi
Tentunya Ye Yan terkekeh-kekeh kecil bersama dengan ibu suri. Begitupun dengan wanita wanita bangsawan yang melihatnya, mereka sedikit terkejut namun juga lucu melihat pangeran dingin nan cuek itu bisa grogi dan canggung.
Habisnya semua yang ada disini hanya wanita dan terlebih lagi ada Ye Yan sag pujaan hati, tentunya ia tak ingin terlihat ketinggalan jaman. ‘Ditertawakan seperti ini sangat memalukan.’ Dalam hatinya ia sudah sangat malu sampai tidak ingin melihat dunia lagi
Ye Yan mengelus kepala Long Qian Zhuo sembari tersenyum. “Jangan khawatir, mereka tidak sedang menertawakanmu, hehehehe…” Ucap Ye Yan yang mencoba membuat Long Qian Zhuo tenang dan berhenti tegang dan grogi
Long Qian Zhuo merasakan elusan dari Ye Yan dan perlahan ia tenang dan akhirnya dipakai grogi, tegang, dan canggungnya hilang. Para wanita bangsawan itu juga berhenti tertawa dan ke aktivitas mereka masing-masing yaitu mencari jodoh mereka yang sesuai dengan yang mereka harapkan
See you