
Trang! Trang! Trang!
Suara pedang yang beradu satu sama lainnya
"Gadis kecil, lebih baik kau mengalah saja, tidak ada gunanya melawan, kau tetap akan kalah." Ucap laki-laki itu dengan sombongnya
Ye yan muak dengan sikap sombong dan angkuh laki-laki itu dan mengakhiri pertarungan mereka dengan menodongkan pedang ke arah laki-laki itu
Pangeran ketujuh dan yang lainnya terkejut bukan main soalnya laki-laki yang ye yan lawan bukanlah laki laki biasa tapi dia adalah pangeran mahkota kerajaan barat yang ditakuti banyak orang
Dan bisa bisanya seorang gadis kecil mengalahkan seorang pangeran yang berwibawa dan yang ditakuti banyak orang
"Lain kali, jika tidak sanggup mengalah sajalah, tidak perlu sok sokan kuat seperti itu." Ucap ye yan pada laki-laki itu
Sedangkan laki-laki itu tidak merasa sakit malah merasa senang dan seperti jatuh cinta pada pandangan pertama
"Ye yan! Kau baik baik sajakan?" Tanya pangeran ketujuh dari jauh
Ye yan mendengar suara pangeran ketujuh dan mengangkat tangannya tanda dia baik baik saja
Saat ye yanau meninggalkan tempatnya tangan laki-laki itu memegang kaki ye yan dan mencoba mencegah ye yan pergi
"Kumohon padamu! Kumohon jangan tinggalkan aku! Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan, kau mau permaisuri, hartaku, atau kerajaanku, aku akan memberikan semuanya padamu, asalkan kau mau tinggal disisiku." Ucap laki laki itu dengan memohon pada ye yan
Ye yan yang merasa tidak enak dengan perlakuan laki-laki itu padanya menghempaskan kakinya dan mencoba untuk menghindari laki-laki tersebut
"Tuan! Pertama yang harus kau tahu adalah kau tidak boleh memaksaku menikahimu, yah walaupun kau tampan." Ucap ye yan yang sedikit memuji laki laki tersebut
Laki laki itu merasa ye yan ada sedikit rasa suka padanya dan bangun dan berdiri menghadap ye yan
"Jadi, kau mau menikah denganku?" Ucap laki laki itu dengan mata yang sudah berbinar binar
Ye yan muak dengan sikap aneh laki-laki itu dan berjalan menjauh dari laki-laki itu
"Walaupun kau tampan tapi aku sudah punya orang yang kusuka di dalam hatiku dan hatiku sudah penuh dengan orang itu! jadi maaf sekali aku tidak bisa menerimamu." Ucap ye yan lalu pergi dari tempat tersebut
Ye yan pergi meninggalkan sang laki-laki sendirian ditengah medan perang yang sudah usai
Para prajurit yang melihat tuan mereka sedih mendekati nya dan membujuk sang tuan agar tidak sedih dan melupakan semunya
"Yang mulia! Sebaiknya kita mundur dan pulang." Ucap salah seorang prajurit
Laki-laki itu menuruti perkataan prajuritnya dan mundur serta mengakui kekalahannya
Tiba-tiba saja wajah laki-laki itu nagsung ceria dalam sekejap
"Kau benar! Selagi gadis kecilku belum menikah, maka masih ada kesempatan untuk mengejarnya!" Ucap laki-laki itu lalu berjalan dengan cepat menuju kereta
Sedangkan saat ini ye yan telah sampai di kamp prajurit prajurit pangeran ketujuh
Tap tap tap
Suara hentakan kaki yang berlari ke arah ye yan
"Ye yan! Kau baik baik saja'kan? Tidak ada yang terluka'kan?!" Ucap pangeran ketujuh dengan panik dan memeriksa ye yan kesana kemari
Ye yan merasa pusing dan mual akhirnya melepaskan tangan pangeran ketujuh yang terus menggoyang kannya
"Bangsat! Aku lapar, bisa tolong ambilkan aku sedikit makanan?" Ucap ye yan pada pangeran ketujuh
Pangeran ketujuh tanpa basa basi langsung bergerak lergi memberikan ye yan makanan
Beberapa saat kemudian pangeran ketujuh tina dengan seporsi daging panggang yang lumayan besar dan kelihatan enak
"Ye yan, makanlah yang banyak, kau pasti sangat lapar setelah peperangan ini usai." Ucap pangeran ketujuh
Ye yan mengambil daging panggangnya dari tangan pangeran ketujuh dan memakannya dengan lahap
"Daging panggang ini benar benar enak dan empuk! Rasanya seperti meleleh dalam mulut." Ucap ye yan yan memuji muji daging panggang yang dia makan
Ye yan terus makan tanpa menghiraukan pangeran ketujuh yang ada disampingnya dan terus makan sampai kenyang
"Ye yan, apa kau sudah kenyang sekarang?" Ucap pangeran ketujuh yang selalu menatap ye yan dangan pandangan kagum
Ye yan yang risih dengan pandangan aneh pangeran ketujuh terhadapnya menegur pangeran ketujuh
"Hei bangsat, kenapa kau menatapku terus menerus? Apa ada sesuatu di wajahku?" Tanya ye yan
Pangeran ketujuh tersadar dan menjawab pertanyaan ye yan dengan senyuman hangat
"Aku sedang melihat wajahmu yang indah seperti Rembulan." Ucap pangeran ketujuh pada ye yan
See you