
“Terima kasih, oh iya, aku baru sadar jika aku menginap di kediaman perdana menteri.” Ucap Long Qian Zhuo.
“Kemarin malam aku melihatmu mabuk berat dan nenek menyuruhku untuk membawamu ke kamar tamu ini untuk istirahat.” Ucap Ye Yan.
“Saudaramu sudah berusaha membangunkanmu dan mengajakmu pulang, tapi kau bilang tidak ingin pulang, kau juga bilang ingin tidur disini saja jadi saudaramu pulang dan meninggalkanmu disini.” Ucap Ye Yan.
...----------------...
Long Qian Zhuo bangkit dengan linglung. “Kalau begitu, aku akan segera kembali.” Ucap Long Qian Zhuo.
“Kau mandilah dulu, kakekku telah menyiapkan air panas untukmu mandi dan baju ganti untukmu.” Ucap Ye Yan.
Long Qian Zhuo mengangguk pelan dan segera pergi mandi dan mengganti bajunya dengan baju yang Ye Yan siapkan.
Setelahnya ia pergi ke ruang makan dan makan bersama dengan kedua kakek nenek Ye Yan dan Ye Yan juga.
“Ye Yan, setelah ini aku akan pulang dan mengurus hal penting, untuk beberapa hari ini kau tidak perlu mengurus masalah paman Jing.” Ucap Long Qian Zhuo.
Ye Yan menganggukkan kepalanya sambil makan.
Setelah semuanya selesai makan Long Qian Zhuo segera pergi dari kediaman perdana menteri Zhou dan menuju ke istana.
Dia segera pergi menemui kaisar Long Zhimo dan mendiskusikan mengenai paman Jing.
“Ayahanda, sekarang tinggal penyelidikan di bagian keuangan negara saja, apakah akan segera dilaksanakan atau tunggu beberapa hari dulu?” Ucap Long Qian Zhuo.
“Kita tunda beberapa hari dulu, sepertinya paman Jingmu itu sepertinya mulai curiga dengan pergerakan kita akhir akhir ini.” Ucap Kaisar Long Zhimo.
Long Qian Zhuo menganggukkan kepalanya dan pergi dari sana.
Ia segera pergi ke rumahnya dan mengurus bawahannya yang paling terpercaya untuk memata matai paman Jing.
“Paman Jing sialan itu, aku pasti akan menemukan semua bukti kejahatannya dan membuatnya membayar atas semua apa yang telah dia perbuat.” Ucap Long Qian Zhuo.
“Beraninya dia menyentuh Ye Yan ku, akan kubuar dia membayar semuanya.” Ucap Long Qian Zhuo.
Dia benar benar marah saat Ye Yan disakiti oleh paman Jingnya.
Disisi lain paman Jing yang sedang asik asikan dengan seorang penari hiburan tiba tiba saja bersin.
“Hatchi! Pasti ada orang yang membicarakanku.” Ucap paman Jing kesal.
Di lain sisi terlihat Ye Yan yang melatih kekuatan sihirnya dan meningkatkan kekuatannya agar dirinya dapat melindungi keluarganya.
“Huft…Sekarang tinggal mengurusi masalah paman Jing itu.” Ucap Ye Yan.
“Semuanya jelas menuju ke paman Jing dan langsung menunjuk ke keuangan negara, yang artinya dia berniat menguasai keuangan negara dan dapat menggelapkan dana sesuka hatinya.” Ucap Ye Yan.
Ia masuk ke meja makannya dan meminum segelas air. “Dasar tidak tahu malu, ayahnya berusaha mempertankan aset aset berharga dan dia malah mau menjualnya ke negara musuh.” Ucap Ye Yan.
Ehehehe, ini udh mirip siapa hayo, cuma beda jenis kelamin yak.
Next…
Ia beristirahat sejenak dan memikirkan rencana selanjutnya. “Tunggu kabar dari Zhuo dulu lalu aku akan membuat rencana mereka.” Ucap Ye Yan.
Ia duduk di kasurnya dan bersenandung kecil menatap langit langit kamarnya.
“Ibu, apa ibu sehat sehat saja disana? Aku disini merindukanmu lho.” Ucap Ye Yan.
“Maafkan aku yang tidak dapat melindungimu.” Ucap Ye Yan.
“Tapi jangan khawatir, aku akan membalaskan dendam ibu dan membuat mereka meminta maaf padamu.” Ucap Ye Yan lagi.
“Ngomong ngomong, sejak aku kesini aku belum pernah melihat wajah ibuku di dunia ini.” Ucap Ye Yan.
Ia memikirkan kembali pencahan ingatan dari pemilik asli tubuh dan tak menemukan ingatan yang menampakkan wajah sang ibu.
“Haih…Percuma mengingat ngingat, dalam ingatan wajah ibunya kabur dan rak terlihat dengan jelas.” Ucap Ye Yan kesal.
Disaat yang sama merpati pembawa surat datang dan memberikan Ye Yan sebuah surat.
Ia membacanya. “Ah, penyelidikan ditunda lagi karena Paman Jing mulai curiga dengan pergerakan kami.” Ucap Ye Yan.
Ia membakar surat itu dengan sihirnya dan berbaring.
Perlahan matanya tertutup dan tertidur di sana hingga siang hari ia terbangun melihat dirinya yang tampak berada di tempat yang berbeda.
“Nak, ibu merindukanmu…Kau cepatlah kesini, kesamping ibu ya.”
Disana terdengar suara seorang wanita yang tampak memanggil Ye Yan kesampingnya.
Ye Yan yang awalnya tak sadarkan diri perlahan berjalan mendekat dan tiba tiba saja suara orang lain terdengar menggema di telinga Ye Yan.
“Ye Yan! Jangan kesana, kemarilah, itu perangkap.”
Teriakan seorang pria terdengar terus kenggema di telinga Ye Yan, ia menoleh ke belakang dan melihat kakek Zhou Jing Yong, nenek Gao Meng Ji'a, dan Long Qian Zhuo yang terus memanggilnya.
Ia segera tersadar dan berjalan mendekati ketiga orang itu, seketika saja ia terbangun.
“Huft…Huft…Untung tidak ikut dengan wanita tadi.” Ucap ye Yan bernapas lega.
See you.