Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 70 Jalan lain untuk sembuh.



Dalam kamar dengan nuansa sederhana terlihat seorang wanita muda yang cantik. Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu yang sangat membuatnya pusing.


"Jika ingin membuat wanita tu mengatakan yang sebenarnya maka…" Gumamnya.


Ia berjalan mondar mandir kesana kemari dan berdeheman terus setiap menitnya.


Siapa lagi wanita itu juga bukan Ye Yan yang tengah memikirkan cara untuk mendaptkan gelang giok yang dicari carinya.


Ia duduk sejenak dan meminum tehnya. "Em…Aku mungkin bisa menipunya dan mengatakan kalau kami setuju tentang pernikahan itu, dan pada hari pernikahan aku akan menggantikannya." Ucap Ye Yan.


Ia bangkit. "Tali sebelum itu aku harus mencari apakah dia mencintai seseorang, dan dengan begitu aku bisa bertukar posisi dengannya, akhirnya dia menikah dengan seseorang yang dia sukai dan aku menikah dengan orang yang ku sukai juga." Lanjut Ye Yan


Ia segera ke kamarnya dan berbaring dan tertidur lelap dengan cepat.


Keesokan harinya ia bangun kesiangan dan bergegas pergi mandi dan bersiap siap. Setelahnya ia pergi ke ruang makan.


Di sana terlihat kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a yang masih dengan setianya menunggu Ye Yan.


"Kakek nenek, kalian belum sarapan?" Tanya Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong menggeleng gelengkan kepalanya.


Nenek Gao Meng Ji'a tersenyum kecil. "Kami menunggu Ye Yan kami untuk makan bersama." Ucap nenek Gao Meng Ji'a.


"Benar, bagaimana mungkin kami makan tanpa Ye Yan." Ucap kakek Zhou Jing Yong.


Ye Yan tersenyum dan terkekeh kecil. "Baiklah baiklah, sekarang Ye Yan yang kakek dan nenek tunggu sudah datang, ayo kita makan sekarang." Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a terkekeh kecil. Mereka mengambil beberapa lauk pauk dan menaruhnya di atas piring makan Ye Yan.


"Makan yang banyak supaya kau bisa gendut sedikit dan tidak terlalu kurus." Ucap nenek Gao Meng Ji'a.


Ye Yan tersenyum dan menerimanya dengan senang hati, ia makan sedikit banyak lauk pauk dari nasinya.


Beberapa menit kemudian perutnya benar-benar membuncit dan kekenyangan.


"Aku benar-benar Kenyang…" Ucap Ye Yan.


Ia berusaha turun dari kursinya. "Kakek nenek, aku kembali ke kamar duluan ya, aku ingin pergi menemui Zhuo nanti siang." Ucap Ye Yan.


Ia pergi dari sana dan ke perpustakaan untuk membaca buku sambil memikirkan beberapa rencana cadangan, jaga jaga jika rencananya gagal nanti.


Ia menaiki lantai dua perpustakaan perdana menteri Zhou dan mendapati sebuah buku yang lumayan kuno dari buku buku lainnya.


Ia mengambilnya dan turun ke bawah untuk meminjamnya.


Setelahnya ia ke sebuah meja dan membacanya dengan seksama. Dimulai dari sampul bukunya yang terlihat ajaib ajaib. Hingga dalamnya yang penuh dengan keajaiban sihir.


"Ini seperti buku sihir, rapi isinya bukan mengenai sihir." Ucap Ye Yan.


Ia membaca setiap tulisan yang ada di buku itu hingga ia menemukan sebuah petunjuk mengenai cara untuk membuat tubuhnya tidak menghilang dari dunia.


Ia melihat halaman buku tersebut dan segera kembali ke kamarnya.


Di sana ia lanjut membacanya dan mendapati bahwa dengan menggunakan sebuah sihir ia dapat mempertahankan tubuhnya agar tidak menghilang untuk selamanya.


Ia membacanya. "Buku ini menuliskan… Aku harus merafalkan mantra ini dengan pasanganku, tapi sebelumnya harus menggambar pola ini di tanah yang terkena sinar bulan dan ritualnya harus di tengah malam saat tanggal lima belas." Gumam Ye Yan.


Ia menutup bukunya dan menyimpannya baik baik, setelahnya ia pergi menemui kakek dan neneknya yang ada di ruang keluarga.


"Kakek! Nenek! Aku sudah menemukan petunjuk lain yang bisa aku gunakan untuk mempertahankan tersebut tubuhku!" Teriak Ye Yan.


Pelayan pelayan yang mendengarnya terkekeh kecil dan menganggap apa yang Ye Yan katakan hanyalah bualan saja.


Ye Yan memasuki ruang keluarga dan melihat kakek dan neneknya yang sedang berbicara berdua.


"Kakek nenek, aku sudah menemukan jalan lain untuk mempertahankan tubuhku." Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a dengan cepat bangkit dan mendekati Ye Yan.


"Bagaimana caranya? Apa ada yang dibutuhkan?" Tanya kakek Zhou Jing Yong dengan cepat.


Ye Yan menggeleng gelengkan kepalanya. "Aku hanya perlu menggambar sebuah pola di tanah yang terkena sinar bulan saat tanggal lima belas di tengah malam." Ucap Ye Yan.


"Dan itu harus kulakukan dengan pasanganku.' Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a saling bertatapan. " Apa yang kau katakan benar nak?" Bingung nenek Gao Meng Ji'a.


Ye Yan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat. "Aku perlu membaca mantra secara bersamaan dengan pasanganku dan duduk lotus ditengah pola sihir." Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong menghela napas. Nenek Gao Meng Ji'a kembali duduk dan Ye Yan yang ikut duduk untuk menstabilkan pernapasannya.


Setelah berlari cukup jauh membuatnya benar-benar kehabisan napas.


"Siang ini aku akan menemui Zhuo dan mengatakan caranya." Ucap Ye Yan.


"Nanti saat dalam perjalanan ke istana jangan lupa untuk hati hati terhadap serangan serangan dadakan." Ucap nenek Gao Meng Ji'a.


Ye Yan mengangguk anggukkan kepalanya. Ia tersenyum tipis dan bangkit. "Kalau begitu aku pergi bersiap siap dulu sebelum pergi." Ucap Ye Yan.


Ia pergi dari sana dan ke kamarnya dan berdandan ringan sedikit.


Setelahnya ia berangkat pergi ke istana untuk menemui Long Qian Zhuo.


Dalam setengah perjalanan ke istana tak ada bahaya ataupun serangan apapaun. Hingga beberapa saat setelah melewati setengah jalan sebuah anak panah dan jarum tipis menembus kereta dan menuju ke arah Ye Yan.


Dengan cepat Ye Yan menangkap jarum tipis dan anak panah tersebut. Ia mencium ujung anak panah yang ternyata sangat beracun.


Dan jarumnya yang seketika menghitam saat disentuh langsung oleh Ye Yan.


"Kedua benda ini beracun dan racunnya juga. berbeda." Ucap Ye Yan.


"Nona ye Yan, apa anda baik baik saja di dalam? saya mendengar sesuatu yang menusuk kereta."


Kusir kereta bahkan mendengar suara anak panah tersebut. Seakan akan ia ahli dan bertarung.


"Dari mana kau mengetahuinya, bahkan benda ini tidak terdengar saat menusuk kereta dan menuju padaku." Ucap Ye Yan.


Ia mulai waspada terhadap kusir kereta yang ada di depannya.


Kusir kereta itu seketika merasa sedikit tertekan dan berkeringat dingin. "Eh… Tentu saja saya tahu, saya mendengar suara anak panah yang datang dari arah barat." Ucap kusir kereta itu.


Ye Yan tersenyum menyeringai. Ia perlahan maju ke depan dan menggunakan anak panah tersebut dan jarumnya untuk mengancam kusir kereta itu.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau yang menuju ke arahku? Aku bahkan belum memberitahumu jika sebuah anak panah muncul." Ucap Ye Yan.


See you next time.