
Putri jenderal xiao? Maksudmu xiao ye yan itu? Yang sering di bicarakan orang orang itu? Yang bodoh itu dan tidak berguna itu?" Tanya pangeran kedua
"Ya, tapi dia pernah menyelamatkan kami bertiga dari pembunuh, yah walaupun pembunuhnya mengincar dirinya." Ucap pangeran ketiga
"Sepertinya dia berbeda dari rumor yang beredar." Ucap pangeran kedua
Putra mahkota hanya mengiyakan perkataan dari pangeran kedua lalu pulang ke paviliunnya
Pangeran ketiga dan juga kedua ikut pulang ke paviliun masing masing
Sedangkan saat ini di kediaman perdana menteri zhou terlihat ye yan dari dalam kamar yang tidak bisa tidur
"Kenapa aku tidak bisa tidur? Ayo tidurlah, besok harus bangun pagi pagi." Ucap ye yan sambil memukul mukul dirinya dengan bantal guling
Ye yan sama sekali tidak bisa tidur dan memilih keluar dan mulai berlatih pedang di halamannya tapi tidak ada pedang sama sekali
Dan kebetulan ye yan melihat sorang penjaga yang memegang pedang dan manggil sang penjaga dengan tujuan untuk meminjam pedang penjaga tersebut
"Paman penjaga! Tolong tunggu sebentar." Ucap ye yan dari halaman
Sang penjaga yang mendengar panggilan ye yan segera menghampiri ye yan
"Hamba memberi salam pada nona muda, ada apa nona muda memanggil saya?" Ucap sang penjaga dengan sopan
Ye yan terkekeh melihat kesopanan sang penjaga yang menurutnya terlalu berlebihan
"Hahaha! Lain kali tidak perlu memberiku hormat, itu sangat berlebihan." Ucap ye yan lalu mendekat ke arah sang penjaga
"Tapi nona muda..." Ucap sang penjaga yang belum selesai karena ye yan memotong pembicaraannya
"Tidak ada tapi tapian, sudahlah, tujuanku memanggilmu kemari adalah untuk meminjam pedangmu sebentar." Ucap ye yan sambil menunjuk ke arah pedang sang penjaga
Sang penjaga bingung kenapa seorang nona mau meminjam pedang? Bukankah seorang nona itu takut dengan hal hal yang tajam seperti pedang dan pisau?
"Kalau boleh tahu, untuk apa nona muda mau meminjam pedang hamba?" Ucap sang penjaga dengan ragu ragu
"Aku hanya tidak bisa tidur, jadi aku bangun dan mau berlatih pedang, tapi tidak ada pedang di tempatku dan tanpa sengaja aku melihatmu membawa pedang jadi memanggilmu ke mari." Jelas ye yan lalu berjalan mendekati sang penjaga dan mengambil pedang sang penjaga
Penjaga tersebut hanya diam dan sekaligus kagum melihat gerakan gerakan ye yan yang mengayunkan pedangnya dengan lincah
Suara tepukan tangan sang penjaga
"Wah nona muda! Anda sungguh sungguh hebat dalam bermain pedang, mungkin saya masih jauh di bawah anda, dan saya sungguh tidak percaya bahwa nona muda bisa menggunakan pedang." ucap sang penjaga yang terus menerus memuji ye yan
"Ahahaha! Aku sama sekali tidak sehebat yang kau katakan, aku masih belajar." Ucap ye yan yang terkekeh canggung
"Aku sudah ngantuk dan mau tidur, ini aku kembalikan pedangmu, terima kasih sudah meminjamkannya padaku." Ucap ye yan lalu masuk ke dalam paviliunnya dan langsung tidur di tempat tidurnya
"Nona muda sangat hebat, tapi juga sangat lucu dan menggemaskan." Ucap sang penjaga lalu melanjutkan pekerjaannya
Di pagi yang cerah terdengar suara nyayian burung burung yang indah semerbak dan membuat kita nyaman dan tenang
Ye yan yang kini telah bangun segera bersiap dengan mandi lalu memakai baju kemudian ke ruang makan dan sarapan pagi dengan kakek dan neneknya
Ketiganya berbincang bincang tentang masalah sehari hari dan berbagai hal lainnya juga disertakan canda dan tawa yang terukir diwajah mereka masing-masing, ye yan juga menanyakan tentang ibunya dimasa lalu
"Kakek, apa dulu ibu sangat kuat dan cantik?"
Tanya ye yan pada sang kakek
Perdana menteri zhou yang diberi pertanyaan mengenai putrinya oleh ye yan jadi terdiam lalu tertawa kecil dan menjawab pertanyaan dari ye yan
"Hahaha! Dulu ibumu sangatlah kuat dan cantik, dia adalah wanita tercantik di benua ini dan merupakan jenius, tapi hal itu berubah saat jenderal xiao menikahinya." Ucap perdana menteri zhou yang awalnya tertawa kecil kini menjadi suram
Saat menikah dengan jenderal xiao hidupnya baik baik saja tapi sejak kedatangan selir baru yang jenderal xiao selamatkan waktu dipeperangan membuat hidupnya berubah drastis." Ucap perdana menteri zhou dengan suram dan penuh kesedihan
"Namun dia tidak menyerah, dia terus melanjutkan pernikahannya dengan jenderal xiao dan melahirkanmu, hingga kemarin dia meninggalkan kita karena perburuan jenderal xiao sendiri." Jelas perdana menteri zhou dengan sedih
"Aku sama sekali tidak mengetahui kondisinya saat dia sudah menikah, aku baru mengetahui kalau ternyata dia mati karena penyakitan akibat tidak terurus dengan baik di kediaman jenderal xiao." Ucap perdana menteri zhou
"Kakek sudah menemukan kebenarannya dan menyesal telah menikahkan putriku dengan jenderal xiao." Ucap perdana menteri zhou yang tampak kecewa dengan pilihannya dulu
"Aku sangat menyesal menikahkannya dengan jenderal xiao yang tidak tahu diri itu." Ucap perdana menteri zhou
See you