Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 71



Dalam kereta terlihat seorang wanita yang tengah mengancam seorang kusir kereta.


"Jika kau tidak memberitahuku siapa yang mengirimmu maka jangan harap pergi hidup hidup dari sini."


Tampak wanita itu menusuk sedikit leher kurir itu dengan menggunkan anak panah dan jarum beracun.


"Namaku adalah Ye Yan, aku bukanlah wanita yang bisa kau tipu dan sakiti begitu saja."


Benar, wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Ye Yang yang mengancam seseorang yang berniat membunuhnya.


"Baik, akan ku katakan."


Dengan cepat kurir itu mengakui kesalahannya. "Aku-"


Disaat ingin mengatakan yang sebenarnya ia malah tiba-tiba mengeluarkan darah dari mulutnya dan kedua telinganya keluar begitu banyak darah.


Ye Yang tentunya terkejut ia segera mendorong kurir itu turun dari kereta.


'Disini banyak pembunuh, aku harus meninggalkan kereta ini dan berlari ke istana dengan cepat, dengan begitu aku bisa tertolong.' Batin Ye Yang.


Ia turun dari kereta dan berlari ke arah istana yang masih agak jauh.


Ia mencoba untuk menghindari serangan serangan kecil yang diarahkan padanya.


Ia tak dapat menahan serangan itu lebih lama dan berhenti tengah jalan. Ia berbalik dan melawan mereka yang jumlahnya cukup banyak.


"Jika seperti ini terus cepat atau lambat aku akan dihabisi duluan." Gumam Ye Yan.


Ia melihat dua orang yang paling depan yang menggunakan pedang yang cukup tajam. Seketika di otaknya terpikirkan sebuah ide sederhana.


Ia berlari mendekati dua orang itu dan mengecohnya lalu mengambil pedang kedua pria itu.


Ia tersenyum menyeringai sembari tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Hari ini adalah hari kematian kalian!" Ucap Ye Yan dengan pantang.


Ia maju dan menerobos orang orang itu, ia mengayunkan kedua pedang yang ia dapatkan dan menebas leher leher mereka.


Ia berhenti dan berbalik melihat para pria itu yang sudah tergeletak tanpa kepalanya.


Ia menghela napas lega dan menjatuhkan kedua pedangnya. "Huft…Untung saja aku terpikirkan untuk merebut kedua pedangnya." Ucap Ye Yan.


Ia berjalan dengan cepat ke istana untuk mengobati luka yang sempat ia dapatkan saat melawan para pembunuh itu.


Ia berjalan cukup jauh hingga tak terasa ia sampai di depan gerbang istana. Kedua pengawal yang berjaga dapat mengenali Ye Yan dan segera melaporkan keadaan Ye Yan.


"Yang mulia! Yang mulia! Ye Yan terluka!"


Belum sampai di tempat kaisar Long, ia sudah berteriak kencang.


Long Qian Zhuo yang saat itu sedang bersama dengan Ye Yan sangat terkejut dan segera pergi duluan melihat keadaan Ye Yan.


Sedangkan Ye Yan yang baru memasuki istana langsung dilayani oleh beberapa pelayan.


"Cepat panggilkan tabib."


Salah satu pelayan pergi ke tempat tabib kerajaan sedangkan yang lainnya membantu Ye Yan menahan pendarahannya.


Tap tap tap.


Tak jauh dari sana terlihat seorang pria yang tengah berlari ke arah Ye Yan.


"Ye yan! Apa kau baik baik saja?!" Teriaknya.


Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Long Qian Zhuo yang terlihat sangat khwatir. Ia berlari dengan cepat dan melihat seluruh tubuh Ye Yan yang terluka.


"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa mendapatkan luka ini?" Khawatir Ye Yan.


Ye Yan tersenyum tipis. "Tidak apa apa, aku baik baik saja." Ucap Ye Yan.


"Kau sungguh tidak apa apa kan?" Tanya Long Qian Zhuo.


"Aku tadi mendapatkan serangan dadakan dari pembunuh bayaran, awalnya aku ingin berlari kesini untuk mendapatkan pertolongan tapi aku tidak bisa bertahan lagi jadi aku melawan mereka sendiri." Ucap Ye Yan.


Long Qian Zhuo terkejut dan segera melihat luka lukanya Ye Yan lebih teliti lagi. "Tidak bisa, bagaimana jika senjata mereka beracun?!" Kesal Long Qian Zhuo.


Kaisar Long yang melihat kekhawatiran Long Qian Zhuo terhadap Ye Yan yang berlebihan terkekeh kecil.


Disaat yang bersamaan tabib kerajaan datang dengan pelayan yang tadi.


"Dimana nona Zhuo?" Tanya tabib kerajaan.


"Aku disini tuan tabib." Ucap Ye Yan.


Tabib kerajaan tersebut segera mendekati Ye Yan namun Long Qian Zhuo menghadangnya. "Jika kau berani melakukan hal hal aneh padanya maka jangan harap bisa hidup sampai besok." Ucap Ye Yan Long Qian Zhuo.


Tabib kerajaan itu mengelap keringat dinginnya dan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat.


"Baik baik, yang mulia tolong biarkan saya mengobati luka nona Zhou." Ucap tabib tersebut.


Long Qian Zhuo menurunkan tangannya dan membiarkan tabib itu mengobati Ye Yan.


Tabib kerajaan itu memeriksa luka Ye Yan dan memberikan sebuah salep obat untuknya. 'Gunakan ini tiga kali sehari, pastikan seluruh lukanya terkena salep ini." Ucap Tabibi kerajaan itu.


Ye Yan ingin mengambilnya namun keduluan oleh Long Qian Zhuo. "Baiklah, jika tidak ada yang ingin kau katakan segera pergi dari sini dan jangan ganggu Ye Yan lagi." Ucap Long Qian Zhuo.


Tabib tersebut mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat dan pergi dari sana.


"Nak, sebaiknya kau ubah sikapmu itu." Ujar kaisar Long.


Long Qian Zhuo menoleh. "Sikapku kenapa?" Bingung Long Qian Zhuo.


Kaisar Long menghela napas pasrah. "Begini, sikapmu yang melarang orang lain berdekatan dengan Ye Yan itu…Aku rasa itu terlalu berlebihan, kau tidak bisa membatasi pergaulan Ye Yan dengan temannya, itu hanya akan membuat hubungan kalian semakin tipis dan akhirnya putus." Ucap kaisar Long.


Long Qian Zhuo terkejut dan berbalik menatap Ye Yan yang mendengarkan keduanya.


"Apa itu benar, Ye Yan?" Tanya Long Qian Zhuo.


Ye Yan tersenyum kecil. "Yang yang mulia kaisar katakan benar, tapi tidak apa apa, setidaknya itu membuktikan kalau kau peduli padaku." Ucap Ye Yan.


Long Qian Zhuo tersenyum mendengar jawaban Ye Yan.


'Untung aku memilih pilihan yang tepat, jika aku memihak kaisar mungkin Zhuo akan sedikit kecewa, jika aku memihak Zhuo berbalik ke kaisar yang akan sedikit kecewa padaku dan mengira aku ini wanita yang tidak baik baik." Batin Ye Yan.


"Yang kau katakan benar, aku hanya akan peduli padamu, yang lainnya aku tidak peduli lagi." Ucap Long Qian Zhuo.


Kaisar Long dapat mengerti isi pikiran Ye Yan dan menghela napas pasrah.


"Jadi, kenapa kau tiba tiba ingin ke istana tanpa mengabari kami dulu?" Tanya kaisar Long.


"Aku ada urusan pribadi yang penting dengan Zhuo jadi kesini dengan cepat." Ucap Ye Yan.


Kaisar Long meng oh kan perkataan Ye Yan sambil mengangguk pelan. Ia pergi dari sana duluan dan meninggalkan dua sejoli itu berduaan.


"Kita ke kamarku saja, disini tidak baik berbicara hal penting." Ucap Long Qian Zhuo.


Ye Yan menganggukkan kepalanya, ia pergi dan membawa salepnya juga.


Setibanya disana Long Qian Zhuo langsung menyiapkan tempat duduk yang nyaman untuk Ye Yan.


Ye Yan duduk sedangkan Long Qian Zhuo yang merebut salepnya. Ia mengoleskannya pada luka luka Ye Yan.


"Aku sudah menemukan cara lain agar aku bisa bertahan di dunia ini tanpa menggunakan gelang giok itu." Ucap Ye Yan.


See you next time.