Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 65 Mengungkapkan kebenarannya.



Ia dengan begitu kelelahan mengerjakan berkas berkas penting.


“Hoam…Sebaiknya aku istirahat saja dulu, seluruh tulangku rasanya mau patah.”


Pria tampan itu tak lain dan tak bukan adalah Long Qian Zhuo.


Ia sangat sangat lelah mengerjakan dokumen dokumen itu dan berkas berkasnya sedangkan orang yang seharusnya mengerjakan semua itu saat ini sedang asik asikan dengan selir selir dan permaisurinya.


...----------------...


Di dalam ruangan terlihat seorang wanita cantik yang tengah tertidur pulas dan sedang bergulat dengan mimpi buruknya.


Dalam mimpinya ia terlihat sedang melihat sebuah adegan asing yang belum pernah ia lihat sebelumnya.


Namun, wanita yang ia lihat taklah asing di matanya maupun di hatinya.


“Jika kau ingin tetap berada di dunia ini maka kau harus menemukan gelang giok putih yang satunya lagi.”


Suara itu terdengar sangat menggema di telinganya namun ia tak melihat orang lain selain wanita itu.


“Oh dewa agung! Jika aku tidak bisa menemukan bagian lain dari gelang giok ini maka tolong berikan gelang giok ini pada putriku sebagai hadiah terkahirku untuknya!”


Wanita itu terlihat memandangi langit dan berteriak kencang sambung menangis.


Di saat yang sama pula mimpinya buyar dan terbangun dengan terkejut.


Disaat itu ia melihat sekelilingnya yang sudah tak asing baginya.


“Mimpi buruk lagi, dan wanita tadi itu…Dia mirip ibuku dulu.” Lirihnya.


Ia melihat dirinya yang dicermin yang tiba tiba berkeringat dingin memenuhi tubuhnya.


Ia kembali terengah-engah dan bernapas terputus putus. Ia mencoba untuk menstabilkan pernapasannya.


Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Ye Yan yang habis mimpi buruk lagi.


Ia segera bangkit dan berjalan mondar mandir.


"Pertama aku mimpi ditembak dan mati si tangan bos, sebelum mati bos memberikanku gelang gioknya.” Ucap Ye Yan.


“Dan jika dipikir pikir lagi gelang giok itu ikut kesini dan gelang giok yang ada di mimpi itu juga mirip dengan ini.” Ucap Ye Yan.


Ia duduk di kasurnya. “Jangan jangan mimpi ini saling berkaitan satu sama lain." Gumam Ye Yan.


Ia segera bangkit dan membersihkan dirinya dari keringat dingin dan segera keluar dari kamarnya lalu pergi mencari kakek dan neneknya.


Di ruang kerja kakeknya terlihat nenek Gao Meng Ji'a dan kakek Zhou Jing Yong yang tengah berbicara berdua.


Ye Yan dengan cepat masuk dan membubarkan suasana keduanya.


“Ada apa kau masuk tiba-tiba nak?” Tanya kakek Zhou Jing Yong.


Ye Yan berjalan masuk dan duduk menatap keduanya.


“Kakek nenek, ada yang harus aku bicarakan pada kalian berdua.” Ucap Ye Yan dengan serius.


“Ini bersangkutan dengan kelangsungan hidupku didunia ini kedepannya.” Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a mengerutkan keningnya.


“Apa ada masalah nak?” Tanya nenek Gao Meng Ji'a.


Ye Yan menghela napas pasrah dan mencoba untuk menjelaskan kebenarannya.


“Bagaiamana aku menjelaskannya yah…Masalahnya cukup rumit.” Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a memiringkan kepalanya bingung.


“Jadi sebenarnya…Aku ini, tidak berasal dari dunia ini.” Ucap Ye Yan.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a yang mendengar perkataan Ye Yan terkejut dan bingung.


“Apa maksudnya nak? Jangan bercanda." Ucap Kakek Zhou Jing Yong bingung.


Ye Yan menghela napas pasrah, ia bangkit dan berjalan mendekati kakek-neneknya.


“Aku tidak berasal dari sini, aku berasal dari masa depan dunia modern.” Ucap Ye Yan.


“Sebenarnya sih, aku dan Ye Yan yang asli adalah satu jiwa.” Jeda Ye Yan.


“Saat itu aku sedang menjalankan misi terakhirku agar aku bisa bebas namun soalnya bosku membunuhku dan memberiku gelang giok ini.” Lanjutnya.


“Aku mengira aku akan mati namun ternyata aku malah memasuki tubuh Ye Yan,


disitulah Ye Yan menjelaskan jika aku dan dia adalah satu jiwa yang sama dan dia mengatakan jika dia ingin aku membalaskan dendamnya.”


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a terkejut dan terdiam mendengar dengan sangat jelas penjelasan Ye Yan.


“Itulah sebabnya aku menempati tubuh ini, sebelum pergi Ye Yan yang asli juga mengatakan jika aku harus melindungi kalian berdua.” Ucap Ye Yan.


“Jadi apa masalahnya dengan Kelangsungan hidupku di dunia ini?” Tanya nenek Gao Meng Ji'a.


“Dan jika aku ingin tetap hidup di dunia ini aku harus menemukan pasangan gelang giok ini atau kalau tidak aku akan mati dan tubuhku akan menghilang dari dunia ini.” Jelas Ye Yan.


Ye Yan berbaik dan memperlihatkan gelang giok yang ada di pergelangan tangannya.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a.


“Jadi kau belahan jiwa Ye Yan kami yang terpisah?” Tanya kakek Zhou Jing Yong.


Ye Yan dengan cepat menganggukkan kepalanya. “Benar.” Ucap Ye Yan.


“Tapi, walaupun begitu aku tetaplah Ye Yan yang sama, hanya tempat lahir kami yang berbeda.” Ucap Ye Yan tersenyum.


Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a tersenyum, ia segera memeluk Ye Yan dengan begitu terharu dan sedih.


See you