Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 26 Bikin deg degan ajah lu ye yan



Sesampainya ye yan di tendanya."Hm?!".


Hal pertama yang dia lihat adalah pangeran ketujuh yang duduk di kursi sambil tertidur menunggunya


Ye yan mendekati pangeran ketujuh secara pelan pelan tanpa mengeluarkan suara karena takut pangeran ketujuh akan terbangun dari tidurnya


"Sejak kapan pria ini ada di tendaku?" Gumam ye yan dari dekat wajah pangeran ketujuh dengan penasaran, bagaimana pangeran ketujuh bisa ada di tendanya


Ye yan kembali berdiri tegak dan melalui pangeran ketujuh" Hmp! Sudahlah, lebih baik aku mengemasi barang barangku dari pada Mengurusinya." Ucap ye yan sembari mengemasi barang barangnya


Setelah beberapa menit ye yan mengemasi barang barang, pangeran ketujuh terbangun dan menatap ke sekeliling ruangan dan mendapati ye yan yang sudah selesai mengemasi barang barangnya


'Sekarang barang barangku sudah selesai dikemas, si bangsat pangeran ketujuh itu sudah bangun atau belum ya?' Batin ye yan


Di sisi lain pangeran ketujuh berdiri dan mendekati ye yan dari belakang sedangkan ye yan yang masih sibuk dengan pikirannya tidak menyadari keberadaan pangeran ketujuh yang ada dibelakangnya


Dan...


"Ye yan." Panggil pangeran ketujuh yang mengagetkan ye yan yang sibuk berpikir


"Ah!" Pekik ye yan yang kaget karena pangeran ketujuh yang memanggilnya dari belakang


Ye yan berbalik dan menatap pangeran ketujuh dengan tatapan kesal


"Hei bangsat, bisakah kau memanggilku sedikit lebih lembut dan jangan terlalu keras? Kalau aku ada penyakit jantung, mungkin sekarang aku sudah mati karenamu." Gerutu ye yan yang jantungnya masih berdetak kencang akibat terkejut


Pangeran ketujuh merasa bersalah mendengar Ucapan ye yan dan segera meminta maaf pada ye yan


"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Ucap pangeran ketujuh sembari meminta maaf pada ye yan dan memegang kedua telinganya


Ye yan menatap pangeran ketujuh dengan tatapan aneh seperti menahan sesuatu


"Prtt! Hahahahahahahahahaha!" Tawa ye yan yang sudah tak tertahankan karena sikap pangeran ketujuh yang meminta maaf padanya kelihatan sangat menggemaskan dan lucu menurutnya


Pangeran ketujuh bingung kenapa ye yan menertawakan dirinya dan bertanya tanya pada dirinya sendiri apa dia memiliki kesalahan atau ada sesuatu diwajahnya yang membuat ye yan menertawakan dirinya


"Ada apa? Kenapa kau tertawa? Apa ada sesuatu di wajahku?" Bingung pangeran ketujuh yang masih penasaran kenapa ye yan menertawakan dirinya


Ye yan berhenti tertawa dan berdiri menghadap pangeran ketujuh dengan mata Ungu yang memabukkan


Ye yan perlahan lahan mendekati pangeran ketujuh dengan senyuman yang menggoda


"Apa kau ingin tahu kenapa aku tertawa?" Ucap ye yan yang kini ada tepat di depan wajah pangeran ketujuh


Deg... Deg... Deg...


Pangeran ketujuh menelan salivanya dengan kasar dan memjawab ye yan dengan gemetar


Deg... Deg... Deg...


Ye yan tersenyum manis pangeran ketujuh sedangkan pangeran ketujuh menatap mata ungu ye yan yang bersinar


Deg... Deg... Deg...


"Karena... ", Jeda ye yan lalu berbalik arah dan berjalan menjauh dari pangeran ketujuh lalu berbalik menatap pangeran ketujuh lagi dan tersenyum jahil, "Kau terlihat lucu dengan sikapmu yang barusan meminta maaf padaku, hahaha." Ucap ye yan lalu tertawa terbahak sembari meninggalkan pangeran ketujuh yang masih terdiam ditempat nya


Ye yan keluar dari tendanya yang masih menyisakan pangeran ketujuh didalamnya


Pangeran ketujuh yang ada di dalam tenda masih terdiam dan menyentuh bibirnya dengan perlahan


Deg... Deg... Deg...


"Perasaan bergejolak macam apa ini?" Ucap pangeran ketujuh sembari memegang dadanya yang terasa sesak sesaat


Sedangkan di luar tenda sudah ada Pengawal bayangannya yang masuk tanpa diundang dan memegang pendak pangeran ketujuh dari belakang, yah pangeran ketujuh masih ada di alam pikirannya


"Yang mulia..." Panggil pengawal bayangan tersebut. "Yang Mulia... " Panggil Pengawal bayangan tersebut sekali lagi dengan lebih keras tapi pangeran ketujuh masih belum merespon sama sekali


"Yang mulia!!" Teriak Pengawal bayangan tersebut dari dekat telinga pangeran ketujuh


Pangeran ketujuh yang dipanggil tiba tiba terkejut dan menatap Pengawal bayangan yang ada disamping nya dengan tatapan tajam


"Ada apa kau memanggilku? Dan bisakah kau memanggilku tanpa harus didekat telingaku, kau mau aku tuli ya hah." Bentak pangeran ketujuh yang masih kaget dengan kedatangan Pengawal bayangan nya


"Aku memanggil anda dari tadi, andanya yang tidak merespon sama sekali saat aku panggil, jadi aku memanggil anda dari dekat telinga anda yang mulia." Ucap pengawal bayangan tersebut dengan sedikit kesal dengan perilaku tuannya hari ini yang menurutnya agak aneh


Pangeran ketujuh yang tersadar dengan sikapnya tadi yang terus terusan dipanggil oleh Pengawal bayangan nya Berdeheman kecil dan mengalihkan perhatian pengawalnya


Pangeran ketujuh mendekati pengawalnya dan memukul mukul pundak pengawalnya dengan pelan pelan


"Ekhem! Yang berlalu biarlah berlalu, jadi ke intinya saja, apa yang kau lakukan disini?" Ucap pangeran ketujuh sembari mengganti topik pembicaraan


Pengawal bayangan tersebut menatap pangeran ketujuh dengan tatapan yang sulit diartikan, eitt!!! tp bkn tatapan cinta ya. nanti jadinya gay lagi


"Di istana sedang terjadi sedikit kekacauan yang berkaitan dengan yang mulia." Ucap pengawal bayangan tersebut dengan ekspresi datar dari belakang pangeran ketujuh


Pangeran ketujuh berbalik dan menatap pengawalnya dengan tatapan tajam nanti membunuh


Pengawal tersebut merasa sesak serta gemetar dan menjelaskan secara rinci dan mendetail mengenai kekacauan yang terjadi di istana


See you