Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 19 Menunggu ye yan tiba



Di dalam aula istana sudah ada beberapa jenderal dan juga pangeran ketujuh serta jenderal xiao


"Pangeran, apa yang pangeran tunggu lagi? Ayo kita pergi sekarang." Ucap jenderal xiao


Pangeran ketujuh berbalik dan menatap tajam jenderal xiao dan mendekati jenderal xiao


"Sudahku bilang, aku sedang menunggu seseorang." Ucap pangeran ketujuh dengan aura membunuh di sekitarnya


Jenderal xiao serta yang lainnya terdiam dan bercucuran keringat dingin


Tak lama kemudian ye yan sampai di aula Istana tempat yang telah pangeran ketujuh katakan padanya


"Bangsat!" Teriak ye yan dari luar Aula


Para jenderal yang mendengar ye yan memanggil pangeran ketujuh bangsat terkejut dan melihat ye yan


Sedangkan pangeran ketujuh berbalik dan melihat ye yan yang sudah datang dan melambaikan tangannya


Jenderal xiao yang melihat kedatangan ye yan terkejut begitu pun dengan jenderal lainnya


'Apa!? Bagaiamana anak itu bisa ada disini juga!?' Batin jenderal xiao


'Ja-jangan jangan seseorang yang pangeran ketujuh tunggu itu adalah gadis itu!?' Batin jenderal su yang berada di dekat jenderal xiao


"Ye yan, akhirnya kau sampai juga, kami sudah menunggumu lama sekali." Ucap pangeran ketujuh


"Haha, aku lupa, maafkan aku semuanya, aku lupa kalau hari ini akan berangkat ke medan perang." Ucap ye yan yang tulus meminta maaf pada semua jenderal kecuali jenderal xiao


"Dasar anak durhaka! Siapa yang menyuruh mu kesini, apa kau masih tau aturan hah." Ucap jenderal xiao dan berniat menampar ye yan


"Siapa yang kau panggil anak durhaka hah! Kita sudah tidak ada hubungan ayah anak sejak kematian ibuku! mengerti!" Bentak ye yan


Jenderal xiao menjadi sangat marah dan mengayunkan tangannya dan mencoba menampar ye yan tetapi berhasil ditahan oleh ye yan


"Jangan pikir karena kau memukulku hari itu maka kau bisa memukulku sesuka hatimu." Ucap ye yan dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang pekak


"Gadis itu! Kenapa bisa...Memiliki aura seperti ini?Aku...Sulir bernapas..." Ucap jenderal chi yang berusaha bertahan


"Ye yan, berhenti, bukankah kau ingin ikut ke medan perang? Kenapa kau tidak memakai baju zirah?" Ucap pangeran ketujuh


Seketika saja aura ye yan menghilang semua dan kembali menjadi gadis polos


"Oh, aku tidak punya baju zirah, jadi aku hanya memakai baju ini, apa tidak boleh?" Ucap ye yan kepada pangeran ketujuh


"Haih... Sudah kuduga." Ucap pangeran ketujuh lalu berjalan ke sebuah peti


"Ini, ambillah! Didalam situ ada baju zirah yang cocok untuk ukuranmu, pergi dan ganti pakaianmu." Ucap pangeran ketujuh


Setelah kepergian ye yan kaisar tiba bersama permaisuri dan para pangeran lainnya


"KAISAR DAN PERMAISURI MEMASUKI AULA!!!" Teriak penjaga


Pangeran ketujuh serta para jenderal membungkuk memberi hormat pada sang kaisar dan permaisuri dan diikuti dengan para pangeran


"Hamba memberi hormat pada kaisar dan permaisuri!" Ucap semua orang termasuk pangeran ketujuh


"Kenapa kalian belum pergi juga?" Tanya kaisar


"Kami sedang menunggu nona ye, dia baru saja pergi mengganti pakaiannya dengan baju zirah!" Ucap jenderal su


Kaisar mendengar perkataan jenderal su dan terkejut, begitu pun dengan permaisuri dan para pangeran lainnya termasuk pangeran kedua dan ketiga


"Tak kusangka dia benar benar mau ikut ke medan perang." Ucap kaisar dengan terkejutnya


"Aku juga tidak menyangkanya." Ucap pangeran ketujuh


"Dia perempuan, dan pasti lemah jadi kau berikanlah dia pedang pusaka keluarga kerajaan kita yang satunya lagi padanya." Ucap kaisar yang disetujui oleh permaisuri


Pangeran ketujuh berusaha menolak perintah dari kaisar tapi kaisar memaksa dan terpaksa mengambil pedang pusaka tersebut tanpa diketahui oleh jenderal jenderal lainnya


Dan lanjut kaisar dan permaisuri berbincang bincang dengan pangeran ketujuh mengenai rencana penyerangan di Medan perang nanti dan para pangeran yang menyapa para jenderal


Dan beberapa menit kemudian ye yan sampai di aula istana dan terlihat sangat gagah dengan baju zirah yang dipakainya


Semua jenderal dan yang lainnya terdiam melihat ye yan yang memakai baju zirah


Ye yan mulai berjalan masuk ke dalam Aula istana dan menuju pangeran ketujuh


"Bagaiamana menurutmu penampilanku? Apa aku terlihat gagah berani dan kuat?" Tanya ye yan yang memamerkan baju zirahnya


"Iya iya, kau kuat dan gagah. Sekarang ambil pedang ini, karena kalau tidak ada pedang atau senjata lainnya mungkin kau akan mati tercincang di sana." Ucap pangeran ketujuh sambil memberikan ye yan sebuah pedang berwarna perak dan Berlikilau


Ye ya menerima pedang tersebut dan mencoba mengayun ayunkan pedang tersebut didepan pangeran ketujuh dan yang lainnya


Sedangkan para jenderal terkejut melihat pangeran ketujuh memberikan pedang pusaka tersebut kepada ye yan yang hanya gadis kecil yang tidak tau apa apa


"Yang mulia pangeran, kalau boleh tahu kenapa anda memberikan pedang pusaka tersebut kepada perempuan itu? Bagaiamana jika dia menyalahgunakan pedang tersebut dimasa depan nanti?" Ucap jenderal chi


"Tidak apa apa, ye yan bukanlah orang yang seperti yang kau pikirkan. Sudahlah, cepat persiapkan semua prajuritnya dan kita akan berangkat!" Ucap pangeran ketujuh


See you