
“Ye Yan! Jangan kesana, kemarilah, itu perangkap.”
Teriakan seorang pria terdengar terus kenggema di telinga Ye Yan, ia menoleh ke belakang dan melihat kakek Zhou Jing Yong, nenek Gao Meng Ji'a, dan Long Qian Zhuo yang terus memanggilnya.
Ia segera tersadar dan berjalan mendekati ketiga orang itu, seketika saja ia terbangun.
“Huft…Huft…Untung tidak ikut dengan wanita tadi.” Ucap ye Yan bernapas lega.
...----------------...
Tampak dalam ruangan itu terlihat seorang wanita cantik yang sedang berkeringat dingin yang bercucuran di sekujur tubuhnya.
“Huft…Huft…Ketindihan seperti kehidupan dulu.” Ucap Ye Yan.
Ternyata disini ada yang namanya ketindihan juga ya🤣
Disaat yang sama terlihat Long Qian Zhuo yang sedang memikirkan Ye Yan.
“Bagaiamana keadaan Ye Yan saat ini…Aku tiba-tiba saja rindu dengannya.” Ucap Long Qian Zhuo.
Ia berjalan ke ruang kerjanya dan mengerjakan beberapa berkas yang ada di atas mejanya.
“Dasar pria tua, sudah tahu dirinya tua tapi dia masih saja pergi menggoda selir selirnya dan memberikan berkas berkasnya padaku untuk dikerjakan.” Kesal Long Qian Zhuo.
Ia duduk dengan kasar dan membaca berkas berkas itu lalu beralih ke berkas lainnya lagi dan menyelesaikannya secepat mungkin yang ia bisa.
Di sisi lain terihat Ye Yan yang tengah tertidur pulas di kasurnya.
Di dalam mimpinya terlihat Ye Yan yang sedang berada di negaranya di dunia modern.
Di saat itu ia sedang berbaring di kasurnya.
Tok tok tok.
“Silvy? Apa kau ada di dalam?”
Seseorang tampak sedang mengetuk ngetuk pintu kamarnya sambil memanggil nama Ye Yan di masa lampau.
Ye Yan yang saat itu sudah remaja terbangun dan langsung membuka pintunya tanpa meningat bahwa dirinya hanya ada di dunia mimpi.
“Iya bos, sebentar.” Ucap Ye Yan.
Kriek…
“Ada apa bos?” Ye Yan langsung bertanya.
“Hari ini kau mendapatkan misi terakhirmu, jika kau menyelesaikannya hari ini juga maka kau bisa bebas.”
Pria tua itu tampak memberikan selembar kertas pada Ye Yan.
Ye Yan dengan cepat mengambilnya. “Bos tenang saja, saya pasti akan menyelesaikan misi ini dengan cepat.” Ucap Ye Yan dengan semangat.
Saat itu ia sama sekali tidak menyadari dirinya yang sebenarnya dan masa lalunya yang kelam, ia menerima misi itu dengan cepat dikarenakan ingin cepat cepat bebas.
Malam harinya terlihat Ye Yan yang sudah siap siap untuk mengerjakan misi terakhirnya.
Ia pergi ke gedung tempat misinya dengan menggunakan motornya. Ia melajukan kecepatan motornya.
Tak berapa lama kemudian Ye Yan sampai di gedung itu, dengan cepat ia melumpuhkan semua pengawal yang berjaga di dalam gedung itu.
“Akhirnya tinggal merebut barang itu.” Ucapnya senang.
Dengan cepat ia masuk ke dalam ruangan itu dan menodongkan pistolnya ke kepala pria tua yang ada di depan dirinya.
Ia menekan pelatuk pistolnya dan membunuh pria tua itu. Setelahnya ia mengambil barang yang dia butuhkan.
“Ternyata cuma gelang giok biasa, apa bagusnya gelang giok ini?”
Disaat yang bersamaan sebuah pistol ditodongkan di kepalanya.
Ye Yan tentunya terkejut dan menoleh ke belakang melihat seseorang itu.
Betapa terkejutnya dirinya melihat seseorang yang menodongkan pistol padanya adalah bosnya sendiri.
“Bos…”
Dengan penuh kesedihan dan kekecewaan bosnya langsung menekan pelatuknya dan menembak kepala Ye Yan dengan cepat.
Dor
Dan seketika Ye Yan terbangun dari mimpinya dengan bercucuran keringat dingin di seluruh tubuhnya.
“Setelah berbulan bulan lamanya… mimpi mengenai kehidupan lamaku.” Ucap Ye Yan
Ia terengah engah dan segera turun dari kasurnya.
“Mimpi itu…Pasti ada kaitannya aku bisa kesini.” Ucap Ye Yan.
Dag! Dig! Dug!
Suara jantungnya terdengar begitu kencang.
Ia sangat tidak menyangka dirinya akan memimpikan masa lalunya di dunia modern setelah sekian lamanya ia di dunia barunya.
Disaat itu pula kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a muncul dengan perasaan khawatir.
“Ada apa nak?”
Dengan cepat nenek Gao Meng Ji'a mengusap ngusap dahi Ye Yan.
“Tadi kau terlihat begitu berkeringat saat kau masih tidur jadi aku pergi memanggilkan nenekmu dengan cepat.” Ucap kakek Zhou Jing Yong.
“Apa kau baru saja mimpi buruk?” Ucap nenek Gao Meng Ji'a.
Ye Yan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat.
“Pelayan! Cepat bawakan air hangat untuk Ye Yan!”
Nenek Gao Meng Ji'a dengan cepat berteriak pada pelayan.
Beberapa saat kemudian air hangat yang dibawakan pelayan itu datang dengan segelas air hangat.
Dengan cepat nenek Gao Meng Ji'a mengambil air hangat itu dan memberikannya pada Ye Yan.
Ye Yan mengambilnya dengan cepat dan minumnya perlahan.
“Terima kasih nenek.” Ucap Ye Yan yang mulai tenang.
“Tidak apa apa, sekarang kau tidak apa apa kan?” Ucap kakek Zhou Jing Yong.
Ye Yan mengangguk anggukkan kepalanya. “Iya.” Ucap Ye Yan perlahan.
“Aku ingin istirahat sebentar.” Ucap Ye Yan.
Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a pergi dari sana dan membiarkan Ye Yan beristirahat.
See you