Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 1 Kematian Silvyana kartadinata



Di sebuah hotel bintang lima terdengar suara tembakan dan teriakan teriakan dari lantai tujuh yang berhasil mengambil perhatian orang orang yang ada di lantai bawah dan atas


“Waktumu telah habis Tua bangka”


Dari dalam ruangan hotel itu terlihat seorang wanita yang menodongkan pistolnya ke kepala pria tua


Wanita itu menarik pelatuk nya dan menembak tepat di kepala pria tua itu


Argh!!!


Teriak orang yang ditembaknga menggema di satu ruangan itu


Pria tua bangka itu langsung jatuh tersungkur di lantai dengan berlumuran darah


Dari kantong pria tua itu wanita itu mengambil sebuah kotak yang berisi sebuah gelang giok


wanita itu memperhatikan dengan teliti gelang giok tersebut dengan pandangan yang cukup tajam


“Kelihatannya tidak ada yang istimewa dengan gelang giok ini!? Kenapa boss menyuruhku mengambilnya!? Apa gelang giok seberbahaya itu sampai menyuruhku menyiapkan kelompok untuk mengambilnya!?”


wanita itu tampak meremehkan gelang giok yang ada di tangannya dengan tatapan biasa


“Dan apa yang boss bilang!? Ini gelang ruang!? Jelas jelas ini hanyalah gelang giok biasa yang tidak punya kekuatan apa apa! dan tidak memiliki kegunaan sama sekali”


Perkataan penuh penilaian keluar dari mulut wanita itu dengan sendirinya


Disaat dia berbalik ke arah jendela kamar dan melihat pemandangan dari lantai tujuh tiba tiba ada seseorang yang menodongkan pistol tepat di kepalanya


Dari belakang terdengar seorang pria yang mencondongkan pistolnya kr arah kepalanya


“Memang bagi mu tidak ada kegunaannya, tapi bagi ku galang ruang itu sangat berguna untukku di masa depan nanti, jadi berikan gelang giok nya padaku atau mati”


Dia mendengar suara seseorang tersebut terkejut dan tersenyum pahit


“Aku tidak menyangka, orang yang selama ini membesarkanku melakukan ini padaku”


Wanita itu terlihat wanita itu perlahan menyunggingkan senyuman pahit di wajahnya dengan penuh rasa kecewa dan sakit hati


Dan ternyata seorang laki laki yang menodongkan pistol padanya adalah bosnya sendiri


Sungguh hatinya saat itu sungguh teriris iris dan sangat sakit melihat kalau ternyata orang yang selama ini selalu menemaninya dan membesarkannya adalah orang yang akan membunuhnya


Sang bos dari belakang merasa sangat terpukul dan sedih karena harus membunuh wanita yang selama ini selalu melindunginya, dan yang bisa dia lakukan hanyalah meminta maaf padanya sebelum membunuhnya


“Aku minta maaf Silvy, aku sungguh tidak punya pilihan lain selain membunuhmu, semoga kau bisa mendapatkan kebahagiaan di kehidupan selanjutnya”


Sang boss yang melihat dirinya sendiri membunuh seorang gadis yang dia sayangi dan besarkan dari kecil sampai besar kini tersungkur dilantai tak berdaya sambil meminta maaf padanya


“Aku sungguh minta maaf Silvy, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, aku tidak punya pilihan lain lagi, aku sungguh tidak sanggup kehilanhan dirimu”


Tampak pria itu sangat menyesali perbuatannya dan meminta maaf pada wanita itu dengan permintaan maaf sebesar besarnya


Wanita itu melihat sang boss menangis dan menyesal sambil terus meminta maaf merasa kasihan dengan bossnya


“Bos... Jangan sedih... Aku memaafkanmu... Berhentilah menangis”


Wanita itu perlahan mengangkat tangannya dan membersihkan air mata bosnya


“Sebenarnya kedua orang tuamu masih hidup dan menunggumu menemukan mereka tapi, sebelum kau pergi mencari mereka ada yang harus aku berikan padamu”


Sebelum menghembuskan napas terakhirnya bos itu memberikan gelang giok yang berhasil wanita itu ambil


“Ini bukan gelang biasa, ini adalah gelang ruang peninggalan ibumu untukmu saat kau masih kecil, kau hanya perlu meteskan darahmu di gelang ruang ini dan secara otomatis kau akan menjadi pemilik sah dari gelang ruang ini”


Wanita itu hanya mendengarkan sang bos dan melihat apa yang boss nya lakukan


Bos itu kemudian meneteskan darah silvyana ke gelang giok tersebut dan benar saja tiba tiba keluar sebuah cahaya putih yang sangat menyilaukan


Wanita itu menutup matanya sampai cahaya putih tersebut mereda


“Sekarang gelang ruang ini sudah menjadi milikmu sepenuhnya, sekarang kau boleh pergi dan mencari orang tuamu yang sebenarnya”


Sesaat wanita itu merenungi semua perkataan sang boss dan terlihat bahagia sampai menangid karena ternyata kedua orang tuanya masih hidup dan mereka juga menunggunya menemukan mereka


Diapun perlahan memejamkan matanya dan pergi dengan tenang


Dia adalah silvyana kartadinata, seorang agen rahasia top nomor satu di dunia


Di samping itu dia juga seorang wanita yang baik hati, tapi memiliki sikap dingin dan cuek


Dia dibesarkan oleh seorang bos besar yang bertugas untuk mendidik dan menuntun semua agen rahasia


Dia tidak mengangka akan mati di tangan bosnya sendiri dan itu juga setelah tugas terakhirnya selesai dikerjakan


Dengan penuh rasa kecewa, sedih, sakit hati, marah yang semuanya bercampur aduk menjadi satu dia bawa ke tempat peristirahatan terakhirnya


See you