Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 69 Wanita penghibur ingin menikahi pangeran ketujuh.



Dalam ruangan itu tampak ada dua orang wanita dan satu orang pria tampan yang tengah berdiskusi mengenai sesuatu.


"Jika pangeran setuju menikahiku maka aku akan menyerahkan gelang giok ini."


Benar wanita yang satunya lagi tak lain dan tak bukan adalah Ye Yan dan pria itu adalah Long Qian Zhuo.


"Apa?! Itu tidak mungkin, aku tidak akan menikahi wanita lain selain Ye Yan." Ucap Long Qian Zhuo menolak terang-terangan.


Ye Yan juga terkejut dengan permintaan wanita itu dan hatinya terasa begitu sakit.


"Tunggu, nona… Tolong beri kami beberapa hari untuk memikirkannya, kami akan kembali lagi ke sini untuk memberikan jawabannya." Ucap Ye Yan.


Long Qian Zhuo yang mendengar perkataan Ye Yan terkejut dan memasang wajah marah dan kecewa terhadap Ye Yan.


"Baik, namaku Jun Yi, kalian bisa menyebutkan namaku jika ingin bertemu denganku." Ucap Jun Yi.


Ye Yan menganggukkan kepalanya dan bangkit dengan Long Qian Zhuo. "Kalau begitu kami pergi dulu." Ucap Ye Yan.


Ia menarik tangan Long Qian Zhuo dan segera keluar dari rumah bordir tersebut.


Kakek Zhuo Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a yang menunggu diluar terkejut dengan wajah Long Qian Zhuo yang agak lain.


"Ada apa nak? Apa semuanya berjalan baik?" Tanya nenek Gao Meng Ji'a.


Long Qian Zhuo tak menatap kedua kakek nenek itu dan melihat ke arah lain.


Ye Yan yang sudah menyadari sikap Long Qian Zhuo yang tiba-tiba berubah menghela napas pasrah. "Kami telah menemukan gelang giok yang kami cari." Ucap Ye Yan agak sedih.


"Kalau begitu apa yang membuat kalian sedikit kecewa?" Tanya kakek Zhuo Jing Yong.


Long Qian Zhuo menoleh dan menatap kakek Zhuo Jing Yong dengan penuh kekecewaan. "Ye Yan menyetujui permintaan wanita rendahan itu untuk menikahinya demi mendapatkan gelang gioknya." Ucap Long Qian Zhuo kecewa.


Kakek Zhuo Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a yang mendengar perkataan Long Qian Zhuo terkejut dan menatap tidak percaya pada Ye Yan.


Ye Yan menepuk jidatnya pasrah. "Kita bicarakan di rumah saja." Ucap Ye Yan.


Mereka menganggukkan kepalanya. Dalam hati mereka sangat sangat kesal pada Ye Yan namun di sisi lain mereka juga kasihan melihat Ye Yan yang tak berdaya.


Di satu sisi Ia harus mendapatkan gelang giok itu agar dapat tetap ada di dunia itu dan di sisi lainnya ia harus melepaskan sosok yang sangat ia cintai jika ingin mendapatkan gelang giok yang ia butuhkan.


Setibanya di kediaman perdana menteri Zhou, Ye Yan langsung menarik tangan Long Qian Zhuo yang sudah kecewa padanya. Mereka masuk ke dalam dan pergi ke ruang kerja kakek Zhuo Jing Yong.


Mereka tampak menatap Ye Yan dan berharap Ye Yan memberikan mereka alasan yang sepadan dengan keputusannya di rumah bordir tadi.


"Jadi, apa alasanmu mengiyakan permintaan wanita rendahan itu." Ucap Long Qian Zhuo.


Ye Yan berbalik melihat Long Qian Zhuo yang sangat kesal dan kecewa padanya.


"Jika kita mengambil keputusan yang terburu buru maka kita akan jatuh ke jalan buntu." Ucap Ye Yan.


Ye Yan menggeleng gelengkan kepalanya dan menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya.


"Kita bisa membuat rencana supaya dia mengatakan tujuannya ingin menikahimu, karena mungkin jika kita menanyakannya dengan baik baik mungkin dia tidak akan mengatakan yang sebenarnya." Ucap Ye Yan.


Ia mendekati kakek dan neneknya. "Dengan adanya rencana untuk mengungkapkan tujuannya kita bisa tahu tujuannya dan membantunya, jika masalahnya selesai maka kita bisa meminta baik baik gelang gioknya tanpa kekerasan." Ucap Ye Yan.


"Dengan begitu kita bisa menyelesaikan masalah dalam satu gerakan." Ucap Ye Yan lagi.


Long Qian Zhuo tersadar dan memikirkan apa yang Ye Yan katakan.


"Benar…Jika begitu aku akan mengikuti rencanamu." Ucap Long Qian Zhuo.


Ia mendekati Ye Yan dan memeluk Ye Yan. "Maafkan aku karena telah salah paham padamu." Ucap Long Qian Zhuo.


Ye Yan menggeleng gelengkan kepalanya dan menepuk nepuk punggung Ye Yan.


"Tidak apa apa, aku tahu apa yang kau pikirkan." Ucap Ye Yan.


Ia melepaskan pelukannya dan tersenyum kecil melihat Long Qian Zhuo yang benar tidak ingin berpisah dengannya.


"Besok aku akan mengatakan rencananya, semuanya bubar." Ucap Ye Yan.


Ketiga orang itu menganggukkan kepalanya dengan cepat dan pergi dari sana. Dan Ye Yan yang meninggalkan ruang kerja kakeknya dan pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Sedangkan Long Qian Zhuo yang pulang ke rumahnya untuk istirahat lebih awal. Dan semuanya kembali sibuk ke urusan masing-masing.


Malam hari tiba dan Ye Yan pergi duluan dan memasak makan malam hari ini.


Ia mmemasak semuanya sendirian dan menyajikannya di meja makan. Di saat yang bersamaan Kakek Zhuo Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a datang dan melihat makanan yang ada di atas meja.


"Malam ini aku yang masak." Ucap Ye Yan. Ia duduk di mejanya.


Kakek Zhuo Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a yang melihat makanan buatan Ye Yan tersenyum lebar dan segera duduk di tempat masing-masing.


"Rasanya sudah lama sekali tidak merasakan makanan buatan Ye Yan, akhirnya malam ini bisa merasakannya lagi." Ucap nenek Gao Meng Ji'a.


Ia mengambil berbagai macam masakan dan membuatnya menggunung di mangkuknya. Sedangkan kakek Zhuo Jing Yong yang melihat kerakusan istrinya dalam makanan menghela napas pasrah.


"Kau itu sudah tua dan tidak seharusnya makan berlebihan." Ucap kakek Zhuo Jing Yong.


Nenek Gao Meng Ji'a menyipitkan matanya dan diam diam menginjak kaki kakek Zhuo Jing Yong. "Diamlah pria kolot." Ucap nenek Gao Meng Ji'a.


Seketika ruang makan yang sunyi itu tiba tiba di penuhi canda tawa oleh ketiga orang itu. Ye Yan yang merasakan kehangatan keluarga tersenyum dan bersyukur diberikan kehidupan kedua.


'Terima kasih tuhan, kau memberiku kesempatan kedua untuk merasakan kehangatan keluarga.' Batin Ye Yan.


See you next time.