Time Travel Of The Secret Agent

Time Travel Of The Secret Agent
BAB 10 Mampir untuk mandi



"Saya sudah memeriksa nona ye yan tapi saya belum membalut luka dipunggunya karena yang mulia melarang menyentuh nona ye yan, jadi salah satu pengeran harus membaru nona ye yan membalut lukanya, dan untuk obatnya saya sudah memberikan resep obat nya kepada nona ye yan." Ucap sang tabib


"Dan saya juga telah memberikan nona ye yan salep obat, cukup oleskan saja ke lukanya, dan dalam sebulan lukanya akan sembuh." Ucap sang tabib lagi


"Baik, terima kasih tuan tabib, saya sendiri yang akan membalut luka ye yan." Ucap Pangeran ke tujuh lalu masuk ke dalam kereta


Sang tabib yang melihat pangeran ketujuh yang langusng mengajukan diri untuk membalut luka ye yan


"Em...Kalau boleh tahu...Apa hubungannya nona ye yan dengan pangeran ke tujuh?" Tanya sang tabib pada putra Mahkota


"Kami baru baru bertemu dengannya beberapa jam tadi." Ucap putra mahkota


Sang tabib hanya mengiyakan perkataan putra mahkota dan disaat tyang tepat fei datang dan mengantar tuan tabib pulang


"Ye yan, tabib bilang dia belum membalut lukamu, jadi menyuruhku yang membantumu membalut lukamu." Ucap pangeran ke tujuh


Ye yan yang sedang membuka bajunya untuk mengoleskan salep ke lukanya dan membalut nya dilihat oleh Pangeran ke tujuh


"AKH!!! Dasar mesum!!!" Teriak ye yan yang berteriak terkejut karena pangeran ke tujuh yang masuk tiba tiba


Pangeran ke tujuh yang melihat ye yan yang sendang membuka bajunya langusng menutup mata dan mengatakan dia tidak melihat apa apa


"A-aku tidak melihat apa apa! Jangan khawatir, aku tidak akan menyentuhmu! Aku hanya ingin membantu mu membalut lukamu." Ucap pangeran ke tujuh


"Ti-tidak perlu! Aku-aku bisa melakukannya sendiri! Lebih baik kau keluar dulu." Ucap ye yan dengan panik


"Berapa kali harusku bilang! Aku akan membantumu membalut lukanya." Ucap pangeran ke tujuh dengan keras kepala


"Tenang saja, aku akan pakai penutup mata, aku tidak akan melihat apa apa dan menyentuh sembarangan." Ucap pangeran ke tujuh lalu menutup matanya


"Ba-baiklah, tapi hanya kali ini saja." Ucap ye yan dengan ragu ragu


Pangeran ke tujuh mengangguk lalu mulai membalut luka ye yan dengan perlahan


Setelah 5 menit, luka ye yan sudah selesai dibalut dan ye yan juga sudah memakai baju


Pangeran ke tujuh keluar dari dalam kereta dan menyuruh kedua pangeran untuk naik ke kereta dan melanjutkan perjalanan


"Baiklah! Luka ye yan sudah selesai dibalut, waktunya kita pergi, ayo naik ke kereta sekarang." Ucap pangeran ke tujuh


Pangeran ke tiga dan putra mahkota naik ke kereta dan melanjutkan perjalanan mereka ke ibukota


Ye yan dan para pengeran bangun dan mampir ke sebuah penginapan untuk mandi sebentar


"Kita sudah sampai di ibukota, ayo kita mampir ke penginapan untuk mandi." Ucap pangeran ke tiga


"Iya, ayo kita pergi mandi,.tubuhku sudah lengket karena keringat." Ucap Putra mahkota


"Baiklah! Ye yan kau mau ikut dengan kami mandi atau tidak?" Tanya pangeran ke tujuh pada ye yan


"Mandi? Bagaimana ya?Hm....Baiklah! Aku akan ikut kalian mandi, lagi pula badanku sudah bau dan lengket." Ucap ye yan lalu ikut turun dari kereta


Mereka pergi ke penginapan yang bernama penginapan bulan dan mandi


Setelah mandi mereka mengganti pakaian mereka dengan yang baru dan kebetulan ye yan membawa baju ganti jadi tidak perlu beli


"Ye yan, apa kau sudah selesai ganti baju? Kenapa lama sekali?" aucap Pangeran ke tujuh dengan kesal


"Iya iya sebentar." Ucap ye yan lalu keluar dari dalam kamar dengan pakaian sederhana


Para pangeran yang melihat baju yang dipakai oleh ye yan sangat polos dan sederhana seperti pakaian rakyat jelata merasa bingung, bukankah ye yan putri jenderal xiao? Tapi kenapa bajunya sangat polos dan sederhana? Begitulah batin para pangeran saat ini


"Nona ye yan, kenapa bajumu seperti itu? Bukankah kau putri jenderal xiao?" Tanya putra mahkota


"Ck! Si tua bangka pelit itu tidak pernah peduli padaku, membelikanku baju saja tidak mau." Ucap ye yan sambil berjalan melewati para pengeran dan menuju kereta


Para pangeran hanya bisa mengikuti ye yan ke kereta dan duduk diam


"Ini, makanlah selagi hangat." Ucap pangeran ke tujuh sambil memeberi ye yan bakpao


"Eh!? Terima kasih." Ucap ye yan lalu mengambil bakpao yang Pangeran ke tujuh berikan


Ye yan memakannya dengan lahap dan ikmatinya sampai minta tambah tanpa rasa sungkan sama sekali dan tanpa sadar ye yan menangis


"Eh!? Kenapa aku...Menangis?" Tanya ye yan yang menyadari kalau dirinya sedang menangis


"Apa kau terharu karena aku perhatian padamu dan kau menangis?" Goda pangeran ke tujuh pada ye yan yang sedang menangis


See you