
“Jadi kau belahan jiwa Ye Yan kami yang terpisah?” Tanya kakek Zhou Jing Yong.
Ye Yan dengan cepat menganggukkan kepalanya. “Benar.” Ucap Ye Yan.
“Tapi, walaupun begitu aku tetaplah Ye Yan yang sama, hanya tempat lahir kami yang berbeda.” Ucap Ye Yan sembari tersenyum.
Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a tersenyum, ia segera memeluk Ye Yan dengan begitu terharu dan sedih.
----------------
Ketiganya tersenyum dan menangis dalam pelukan.
“Baiklah, tapi kenapa kau bisa begitu yakin tentang semua itu?”
Ye Yan melepaskan pelukan kedua kakek dan neneknya dan langsung melipat kedua tangannya di dadanya.
“Huh, aku hanya menduga duganya, aku melihat di mimpiku itu aku mendengar sebuah suara yang mengatakan jika wanita itu tidak menemukan pasangan gelang giok ini maka wanita itu akan menghilang dari dunia ini, bahkan tubuhnya juga akan ikut menghilang.” Ucap Ye Yan.
Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a mengangguk anggukkan kepalanya dengan perlahan.
“Jadi begitu, kalau begitu kami akan membantumu mencari gelangnya, tenang saja.” Ucap nenek Gao Meng Ji'a.
Ye Yan tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.
Seketika saja ia merasakan sakit di dadanya dan tiba-tiba muntah darah.
“Uhuk uhuk!”
Ye Yan langsung saja memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Ia melihat tangannya dan langsung terkejut.
“Kakek…Nenek…Tanganku, tanganku…Menghilang.”
Dengan penuh keterkejutan Ye Yan memperlihatkan tangannya pada kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a.
Keduanya pun ikutan terkejut dan melihatnya lebih jelas lagi.
“Ini…Sepertinya sudah mulai, aku harus menemukan gelang itu secepatnya.” Ucap Ye Yan.
Kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a terkejut. Mereka berdua dengan cepat memapah Ye Yan bangkit dan membantunya membersihkan darah yang ada di tangan dan pinggir mulutnya.
Setelahnya Ye Yan dibawa pergi ke kamarnya dan membiarkannya istirahat.
“Jing Yong, kita sebaiknya segera mencari gelang giok itu, jika tidak kita akan terlambat dan Ye Yan akan menghilang.” Ucap nenek Gao Meng Ji'a.
Kakek Zhou Jing Yong mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat dan segera ke ruangannya.
Di lain sisi terlihat Long Qian Zhuo tiba-tiba saja merasakan rasa sesak di hatinya dan terasa sangat sakit.
“Ada apa ini?!”
Dengan cepat Long Qian Zhuo pergi beristirahat dan langsung memanggil pelayannya.
“Pelayan! Berikan aku air putih.” Teriak Long Qian Zhuo.
Disaat yang sama sama mata matanya kembali dan membuatnya semakin terkejut.
“Tuan, saya punya kabar buruk.”
Disaat yang bersamaan pelayan itu datang dengan membawakan air putih untuk Long Qian Zhuo.
“Ini airnya tuan.”
Setelahnya pelayan itu pergi.
“Baik tuan, saya dengar nona Ye Yan terkena suatu penyakit yang mematikan, nona Ye Yan harus menemukan sebuah gelang giok agar dia tetap ada di dunia ini, kalau tidak ia akan menghilang dari dunia ini.”
Mendengar laporan mata matanya terkejut dan langsung bangkit.
Ia meninggalkan berkas berkasnya dan langsung menuju ke kediaman perdana menteri Zhou.
Setibanya di sana ia langsung menerobos masuk dan langsung ke kamar Ye Yan tanpa sepengetahuan kakek Zhou Jing Yong dan nenek Gao Meng Ji'a.
Ia melihat Ye Yan yang berbaring di kamarnya dengan tampang pucat pasi.
Ia langsung masuk. “Ye Yan, bagaimana keadaanmu?”
Dengan cepat Long Qian Zhuo duduk di samping Ye Yan sembari memegangi tangan Ye Yan yang terasa dingin.
Ia melihat tangan Ye Yan yang dingin dan terkejut setengah mati.
“Zhuo…” Lirih Ye Yan.
Sedangkan Long Qian Zhuo ia masih syok melihat tangan Ye Yan yang hampir sepenuhnya hilang dimananya.
“Ye Yan…Tanganmu mau menghilang.” Ucap Long Qian Zhuo
Ye Yan tersenyum kecut. “Aku baik baik saja, ini hanya masalah kecil.” Ucap Ye Yan dan langsung menarik tangannya dan menyembunyikan tangannya.
“Ye Yan, katakan padaku.”
“Kenapa tanganmu hampir semuanya menghilang.” Long Qian Zhuo.
Ye Yan menggeleng gelengkan kepalanya. “Tidak apa apa, ini akan segera membaik.” Elak Ye Yan.
Long Qian Zhuo mengambil kembali tangan Ye Yan dan melihatnya lagi.
“Ini bukan masalah kecil, ini masalah besar, kau bisa menghilang.” Ucap Long Qian Zhuo.
Ye Yan bangkit dengan pelan pelan.
“Aku akan mengatakan yang sebenarnya, yaoi berjanjilah kau tidak akan membocorkannya pada siapapun.” Ucap Ye Yan.
Long Qian Zhuo dengan cepat mengangguk anggukkan kepalanya.
“Sebenarnya aku tidak berasal dari sini.” Ucap Ye Yan.
Long Qian Zhuo bingung. “Kau…Tidak berasal dari dunia ini? Apa maksudnya?”
“Huft…Sudah kuduga kau tidak akan percaya semudah itu.” Ucap Ye Yan.
“Aku berasal dari dunia modern di masa depan, aku mati dibunuh oleh orang terdekatku dan jiwaku tertarik ke tubuh Ye Yan ini.” Ucap Ye Yan.
“Jadi, kau bukan Ye Yan yang asli?” Tanya Long Qian Zhuo semakin bingung.
“Aku tetaplah Ye Yan yang asli, kami satu jiwa yang terpisah saat kami lahir. Dan hari ini aku mengalami dua mimpi buruk.” Ucap Ye Yan.
“Pertama aku bermimpi ini, aku mendengar suara seseorang mengatakan jika wanita itu masih ingin hidup di dunia ini maka dia harus menemukan pasangan gelang giok ini.” Ucap Ye Yan.
"Yang kedua, aku mimpi aku dibunuh lagi oleh orang dekatku dan terakhir aku melihat orang dekatku itu memberiku gelang giok ini, katanya ini peninggalan ibuku.” Ucap Ye Yan.
“Jadi kau berprasangka jika kedua mimpi itu disatukan maka dapat disimpulkan bahwa, kau yang dari masa depan harus mendaptkan bagian lain dari gelang ini atau kalau tidak kau akan menghilang dari dunia ini." Ucap Zhou Jing Yong.
Ye Yan mengangguk anggukkan kepalanya dengan cepat dan berbaring kembali.
Ia melihat langit langit kamarnya. “Jika suara saat nanti aku menghilang kau jangan sampai lupa padaku.” Ucap Ye Yan.
See you.