
Ye Yan dan Long Qian Zhuo keluar dan pergi menjauh dari rumah bordil bunga kupu kupu malam mama Mi Ta.
Mereka berjalan agak jauh dan berbalik lagi untuk menyusup masuk ke dalam rumah bordil mama Mi Ta.
Mereka hanya keluar dari rumah bordil itu hanya untuk mengelabui mama Mi Ta. Keduanya langsung bergerak masuk memata matai mama Mi Ta yang tampak sedang tertawa terbahak-bahak.
...----------------...
Dalam ruangannya terlihat mama Mi Ta sedang menuliskan pesan untuk seseorang.
Ye Yan mengerutkan keningnya, ia memperhatikan gerakan tangan mama Mi Ta dan terkejut.
“Sudah kuduga, dia tidak mudah dipercayai.”
Long Qian Zhuo mengangguk pelan dan memperhatikan kembali mama Mi Ta.
Saat mama Mi Ta bangkit serempak mereka turun ke bawah dan menyekap mama MinTa dari belakang.
Mereka menutup mulut mama Mi Ta rapat rapat dan tidak membiarkan mama Mi Ta berteriak.
“Cepat masukkan obatnya.” Ucap Ye Yan sambil membuka mulut mama Mi Ta dengan cepat.
Mama Mi Ta terkejut mendengar bahwa seseorang yang menyekapnya adalah orang yang. bekerja sama dengannya yaitu Ye Yan dan Long Qian Zhuo sendiri.
Long Qian Zhuo segera memasukkan obatnya dan langsung membuat mama Mi Ta pingsan.
Sungguh kejadian yang tidak terduga bagi mama Mi Ta yang mata uang.
“Ini namanya senjata makan tuan, kita tidak perlu membayarnya, karena dia juga telah mengkhianati kita.” Ucap Ye Yan.
Mereka berdua pergi lewat jendela ruangan mama Mi Ta dengan ketinggian yang cukup tinggi.
Setelahnya mereka segera pergi ke suatu penginapan dan mengganti pakaian mereka dan memanggil Fei kembali.
“Sekarang tinggal pergi ke daerah di mana dia menggelapkan uang dana.” Ucap Ye Yan.
Fei mengangguk pelan dan menuntun kedua orang itu ke daerah terpencil yang terdapat sebuah kota kecil dan sederhana, di sana tidak memiliki banyak penduduk lagi setelah terjadi bencana alam disana.
Keadaan di kota kecil itu masih terlihat tidak baik baik saja dan masih ada beberapa perumahan yang belum selesai di perbaiki.
Dan terlihat sangat jelas bahwa kota itu kekurangan pangan ndan makanan untuk para penduduk kota dan dana untuk memperbaiki rumah rumah yang masih rusak.
Beberapa rumah juga terlihat diperbaiki sendiri dan dibiayai sendiri oleh pemiliknya. Ada juga beberapa anak kecil yang sangat kurus karena kurang makan, dan bajunya yang compang camping.
Ye Yan dan Long Qian Zhuo geram melihatnya. Keduanya mengepalkan tangan mereka dengan erat keduanya sangat marah dengan apa yang telah walikota dan kepala bagian daerah dengan paman Jing itu lakukan.
“Dasar para pak tua bangka itu, mereka tidak ada habis habisnya menginginkan uang uang uang, semuanya hanya ingin uang.” Ucap Long Qian Zhuo kesal dan marah.
“Jangan gegabah, kita tidak bisa meluap luapkan amarah kita dulu, amarah bisa menghancurkan semuanya dalam sekejap mata.” Ucap Ye Yan mencoba untuk memenangkan Long Qian Zhuo.
Long Qian Zhuo diam dan mulai menangkan pikirannya.
“Aku tahu kau pasti sangat marah karena perbuatan paman Jing itu, aku juga sangat sangat marah, tapi kita tidak bisa membiarkan amarah menguasai diri kita.” Ucap Ye Yan lagi.
Long Qian Zhuo menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya. “Haih…Baiklah, marah juga tidak baik untuk kesehatan, kau juga jangan marah marah.” Ucap Long Qian Zhuo sembari membelai rambut Ye Yan.
Ye Yan membulatkan senyumnya pada Long Qian Zhuo. Sedangkan Long Qian Zhuo segera menoleh ke arah lain dengan wajah malunya.
“Terserah apa yang kau katakan.” Ucap Long Qian Zhuo dengan nada kecil dengan malu.
Ye Yan yang melihat Long Qian Zhuo tersipu malu terkekeh kecil dan menepuk nepuk punggungnya Long Qian Zhuo.
“Hahahaha…Jangan malu malu tuan Long.” Ucap Ye Yan disertai tawa ringan.
Long Qian Zhuo menghela napas pasrah dan menggandeng tangan Ye Yan. Ye Yan sedikit terkejut.
“Baiklah nyonyaku.” Ucap Long Qian Zhuo usil.
Keduanya tertawa bersama dan bergandengan tangan mencari penginapan untuk ditinggali sementara.
Setelah menemukan penginapan, keduanya langsung memesan dua kamar terpisah.
“Nanti siang kita akan mulai penyelidikan, kita istirahat dulu dan makan siang lalu pergi.” Ucap Ye Yan.
Long Qian Zhuo mengangguk pelan dan masuk ke dalam kamarnya. Sementara itu, Ye Yan yang masuk sebentar dan keluar lagi.
“Zhuo, aku ingin keluar dulu sebentar, aku ingin jalan jalan melihat keadaan sekitar ya.” Ucap Ye Yan di depan kamar Long Qian Zhuo.
Long Qian Zhuo mendengar suara Ye Yan dan langsung keluar.
“Aku juga ikut, bahaya bagi seorang perempuan pergi sendiri.” Ucap Long Qian Zhuo dengan tatapan sangat ingin ikut dengan Ye Yan.
Ye Yan tahu apa maksud Long Qian Zhuo dan menggeleng gelengkan kepalanya.
“Baiklah, kita pergi berdua.” Ucap Ye Yan yang pasrah dengan Long Qian Zhuo yang selalu menempel padanya di manapun ia mau pergi.
Keduanya pun pergi bersama dan berkeliling sebentar melihat mlebih dalam keadaan kota itu dan menyelidiki orang orang sekitar mereka dan memperhatikan tempat tempat tertentu.”
“Tidak ada yang aneh disini kecuali anak anak kelaparan dan susah makan dan ibu ibu pengemis yang duduk dipojokan toko toko.” Ucap Long Qian Zhuo.
See you