
"Ye yan ternyata lebih hebat dari yang kuduga, dia bisa membunuh puluhan prajurit dalam hitungan menit, tidak, seharusnya dalam hitungan detik." Ucap pangeran ketujuh yang juga ikut terpukau dengan kehebatan ye yan
Para prajurit juga sama ikut terpukau dengan kehebatan ye yan yang membunuh puluhan prajurit lawan dalam hitungan detik
"Sekarang tunggu apa lagi?! Ayo! Serang!" Teriak jenderal chi pada semua prajurit dan jenderal jenderal lainnya
Semua prajurit maju dan menyerbu serta para jenderal dan pangeran ketujuh yang turun dari kuda mereka masing-masing dan membunuh dan membantai prajurit prajurit lawan
Dan beberapa menit kemudian ye yan sampai di tengah medan perang dan dikepung oleh ratusan prajurit
"Woi! Jika kalian berani, panggil orang yang memimpin kalian ke hadapanku sekarang juga!" Teriak ye yan yang berhasil di dengar oleh seorang laki-laki dengan rambut merah dan hitam serta mata hitam kemerahan yang memukau
Sementara saat ini orang ye yan singgung sudah kesal dan memecahkan sebuah gelas yang terbuat dari Giok
Prang!!!
"Siapa yang berani meneriakiku?" Ucap laki-laki itu dengan kesal
"Lapor tuan! Orang yang meneriaki tuan adalah seorang gadis yang ada di tengah medan perang." Ucap seorang lelaki paruh baya
Laki laki itu menyeringai dan kembali meminum anggurnya dan bangun dari duduknya dan melihat pertarungan ye yan
"Heh! Ternyata cuma gadis kecil yang lemah, bagaimana dia bisa membunuh ku? Sedangkan dihadapannya ada ratusan prajurit yang menghadang." Ucap laki-laki itu klau berbalik dan duduk kembali sambil menikmati anggurnya
"Kau perhatian gerak gerik gadis itu dan laporkan setiap gerakannya, mengerti?" Ucap laki-laki itu kemudian menutup matanya
Sementara saat ini ye yan sedang menghadapi ratusan prajurit bersama dengan pangeran ketujuh dan jenderal jenderal
"Ye yan! Apa kau baik baik saja?" Ucap pangeran ketujuh yang khawatir pada ye yan
Ue yan melihat pangeran ketujuh dan berdiri sambil memperhatikan pangeran ketujuh secara detail
"Hm...Aku baik baik saja, tapi...Bagaimana denganmu bangsat?" Ucap ye yan yang melihat banyak darah ditubuh pangeran ketujuh
Pangeran ketujuh merasa tersentuh karena ye yan menanyakan keselamatan nya dan menjawab dengan senyuman hangat
"Aku baik baik saja, sebaiknya kita waspada terhadap musuh." Ucap pangeran ketujuh yang mengalihkan perhatiannya
"Huh! Aku tahu! Tapi akan lebih baik jika langsung membunuh semuanya sekaligus kan, itu akan mengirit waktu kita di sini." Ucap ye yan yang maju secara tiba-tiba
"Ye yan hati hati! Jangan sampai terluka." Teriak pangeran ketujuh pada ye yan
Ye tyan mendengar pangeran ketujuh dan menganggukkan kepalanya dan terus maju ke depan hingga sampai ke tempat laki laki itu
Lelaki paruh baya yang melihat ye yan yang semakin dekat segera pergi melapor ke laki-laki itu
"Gawat! Tuan, gadis itu semakin dekat!" Ucap lelaki paruh baya tersebut
Laki-laki itu langusng saja kaget dan menumpahkan semua anggurnya dan berdiri melihat ye yan
"Sial! Cepat berikan pedangku, aku sendiri yang akan turun melawannya di tengah prajurit." Ucap laki-laki itu
Lelaki paruh baya tersebut lalu meberikan laki-laki itu sebuah pedang dan laki-laki itu turun dari tempat persembunyiannya dan pergi ke arah ye yan
Tak membutuhkan waktu yang lama laki-laki itu sampai di hadapan ye yan dengan menuggangi kuda
"Heh! Akhirnya pemimpin kalian muncul juga." Ucap ye yan
Laki-laki itu melihat ye yan dari atas sampai bawah dan sedikit terpesona oleh kecantikan ye yan
"Gadis kecil, kau lumayan cantik juga, bagaimana jika kau menikah denganku dan jadi selirku atau permaisuriku?" Ucap laki-laki itu dengan tatapan menggoda
Ye yan tidak terpengaruh sama sekali dan menantang laki-laki itu dengan duet
"Hmp! Bagaimana jika kita bertaruh? Jika aku menang kau harus mengakui kesalahan dan menyuruh prajuritmu mundur, dan jika kau menang kau boleh menikahiku dan menjadikanku selirmu." Ucap ye yan dengan rasa percaya diri
Pangeran ketujuh dan yang lainnya mendengar perkataan ye yan dan kaget lalu berhenti melawan dan melihat ye yan
Sedangkan Laki-laki itu juga kaget dan turun dari kuda dan menerima tantangan ye ya
"Baik! Aku terima tantanganmu, tapi jika kau kalah kau harus menikah denganku dan menepati janjimu." Ucap laki-laki itu
Ye yan tanpa basa basi maju duluan dan melawan laki-laki itu menggunakan pedang yang pangeran ketujuh berikan padanya
See you