
Aka baru saja memakai toner. Ia kembali menepuk nepuk, tiba tiba sebuah notife muncul di ponselnya. Tanpa menunggu lama, ia segera mengangkatnya.
“Yeoboseo Mi” sapa Aka setelah melihat si penelfon adalah Maminya.
“Kamu itu ya, kebiasaan!! Udah punya suami juga masih aja suka lupa nyebut salam” kata Lina menegur Aka. Aka hanya meringis tanpa dosa.
“Hehe, iya Mamiku sayang. Assalamualaikum” kata Aka melarat perkataannya.
“Wa’alaikumussalam. Nak kamu bisa nginep di rumah kan besok? “ kata Lina to the poin. Aka menyinggungkan senyum.
“Acieeee yang kangen sama anak sendiri. Tuh kan Aka bilang juga apa, Mami pasti kangen sama Aka. Kan Aka....... “
“Siapa yang kangen? “ Lina tiba tiba memotongnya.
Hati Aka mencelos seketika. Maminya selalu bisa merubah moodnya tanpa di duga duga.
“Ye Mami, terus ngapain aku harus nginep di rumah besok? “ tanya Aka menyelidik.
“Papi kamu mau bicara empat mata sama Nicko” kata Lina apa adanya.
“Yang bener? Bukannya Mami kangen sama aku nih? “ tanya Aka dengan tingkat percaya diri yang berlipat lipat.
“Dasar halu!!! Nggak tuh” kata Lina cuek.
“Hiks, jahatnya Mamiku, huhuhu...... “ kata Aka mendramatisir.
“Udah nggak usah drama. Lagian yang Mami kangenin itu menantu Mami yang paling ganteng” kata Lina sengaja menggoda Aka.
“Ihhhh, si Mami kebiasaan!!!. Orang nyebelin kayak gitu di kangenin” kata Aka kesal. Lina mengerutkan dahi.
“Nyebelin dari mana? “ tanya Lina penasaran.
“Aka sebel sama dia. Masak kemarin Aka di bangunin pake di ceburin ke bathtube. Sadis nggak tuh?? “ kata Aka dengan nada sedih yang menambah kesan tragis.
“Oh, kamu dimandiin sama Nicko? “ tanya Lina datar.
“Ih, bukan!!!!!! Mam kenapa langsung ngira sampai sana sih?!!!! Akh!!!!!!! “ kata Aka sebal.
“Udah jangan ngomporin Mami, mending kamu packing bajunya Nicko gih buat nginep besok” kata Lina jengah. Aka memang sering bersikap kekanakan. Walau ia tahu itu sudah menjadi tabiat Aka.
“Lah, kenapa harus Aka?!!!! “ kata Aka tidak terima.
“Kan kamu istrinya. Kamu itu harus ngelayanin dia. Sama kayak Mami ngelayanin Papi” kata Lina mengingatkan.
“Ihhhh, ogah aku jadi pembatu” kata Aka malas.
“Siapa yang nganggep kamu pembantu Aka? “ tanya Lina gemas.
“Itu Mami tadi. Kan Mami sendiri yang bilang Aka harus ngelayanin Nicko” kata Aka polos.
“Emang kamu lihat Mami kayak pembantu gitu waktu Mami benerin dasinya Papi? “ tanya Lina menyelidik.
“Ya bukan gitu!!!!! Maksudnya nih, kan packing packing harus dia sendiri yang ngurusin, nanti kalo ada marchenesnya gimana? Aka juga gitu yang harus rapiin? Ihhhh geli!!!!!!! “ tanya Aka sebal.
“Marchenes apaan Aka?!!!! Kamu tuh ya, udah Mami bilangin kalo Papi kamu nonton bola nggak usah ikut ikutan. Ginikan jadinya“ kata Lina geram. Aka memang sering sesukanya sendiri.
“Salahnya siapa dulu minta anak cowok” kata Aka mencibir pelan.
“Coba ulangi lagi!!! “ kata Lina yang ternyata mendengarnya.
“Ehhh, enggak enggak. Iya Ma, Aka nggak nonton bola lagi kok” kata Aka mengalah.
“Eh Mami kasih pengecualian kalo kamu nontonnya nemenin Nicko” kata Lina tiba tiba. Aka mendengus kesal.
“Iyuhhhhhh uekkkk!!!!! “ kata Aka jijik.
“Kamu habis gitu sama Nicko? “ tanya Lina absurd.
“Apaan sih Mi?!!!!! Aneh banget sumpah!!!!! “ kata Aka sebal. Ia tak habis fikir dengan kelakuan Maminya.
“La kamu aja sok sok an mau muntah gitu, Mami kirain kamu habis gitu sama Nicko habis nikahan” kata Lina lagi.
“Apaan sih?!!!! Mami mau punya cucu emang? “ tanya Aka sebal.
“Boleh tuh, buat yang banyak ya, yang lucu lucu, yang cantik cantik, yang ganteng ganteng. Nanti kamu dua tahun berhenti sekolah dulu nggak papa, umur kamu kan kecepeten sekolahnya, jadi nggak masalah dong kalo harus berhenti sekolah dulu buat ngurusin anak” kata Lina kembali absurd.
“Terserah Mami lah mau ngomong apa aja” kata Aka mengalah. Seperti kata orang, kita tidak akan pernah menang kalau berdebat dengan emak emak, apalagi emak emak dari indo. Karena apa? Mereka strong kaleee.
“Eh Mi, Aka boleh minta tolong nggak supaya tidurnya nggak se ranjang sama Nicko?? Aka was was nih!!!! Kalo sekamar sih nggak papa, tapi harus kasurnya beda beda” kata Aka meminta penawaran.
“Nggak bisa Nak, Mami sudah usahakan itu, tapi mertua kamu ngeyelnya minta ampun” kata Lina jujur.
“Emang kenapa? Nicko nggak macam macam kan? “ tanya Lina yang tiba tiba perhatian.
“Tumben sekarang Mami tanyanya bener “ tanya Aka mencibir.
“Ck, kamu!!!!! “ Lina berdecak sebal.
“Hehe, iya Mi. Nggak ngapa ngapain sih. Kalo tidur orangnya emang anteng. Tapi Aka kasihan, waktu bangun pasti dia ngeluh badannya sakit sakit” kata Aka jujur.
“Lah, kok bisa?” tanya Lina penasaran.
“Kayaknya waktu tidur Aka tendang-tendang deh orangnya, Hehe” kata Aka jujur. Lina tersenyum gemas di seberang sana. Aka memang selalu membawa kecerian tersendiri. Pantas rumahnya terasa kurang, hanya terdengar suara dari Gara dan Gera.
“Udah nggak papa, nanti juga ilang sendiri lama lama” kata Lina berwibawa.
“Tapi yah Mi...... “ Aka menyela.
“Apalagi???” tanya Lina gemas.
“Nicko itu nggak mau bagi bantal guling!!!! Mami tau sendiri kan kalo aku tidur itu harus meluk guling. Lah itu, malah di pake sendiri lagi” kata Aka sambil mengerucutkan bibirnya. Lina kembali tersenyum manis.
“Kamu peluk aja dia. Cuma pelukan aja kan? “ kata Lina memberi saran.
Aka mengernyit dahi. Ngapain gue harus meluk si ketek kuda?. Hadehhh, mau jawab apa coba?!!!!! Batin Aka.
“Ihhhhh Mami!!!!!! Dia itu kayak singa, nanti kalo aku di makan gimana??!!! “ kata Aka histeris.
“Nggak bakal, kamu peluk dia waktu dia udah tidur aja”aja kata Lina kembali. Aka memutar bola matanya jengah. Ia heran kenapa Maminya sangat antisias dengan pernikahan ini.
“Oekkkkk!!!!!!! “ suara Gara dan Gera menyela mereka berdua.
“Eh udah ya nak, adik kamu nangis tuh” kata Lina menyudahi.
“Iya Mi “ kata Aka.
“Assalamualaikum” tutup Lina.
“Waalaikum salam” balas Aka.
Aka mengalihkan layar ponselnya ke salah satu aplikasi game. Hanya game ringan, tapi cukup untuk menghilangkan kegabutan yang Aka alami di sore hari.
“Tadi siapa? “ sebuah suara berat mengagetkannya.
Aka terlonjak seketika mendengarnya. Bahkan saking terkejutnya, ponsel yang ada di tangannya sampai melayang dan mendarat mulus di atas sofa.
Sekarang Aka siap melayangkan amukan kepada si biang kerok. Sedangkan yang di tatap hanya memasang wajah santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
“Ketek kuda!!!! Bisa nggak sih lo sekali aja datang baik baik?!!! Demen banget bikin gue kejut jantung!!!!! “ kata Aka sengaja meninggikan oktaf suaranya.
“Oh” jawab Nicko singkat sambil berpaling pergi.
“Astagfirullah!!!! Punya suami tiap hari bikin tes kesabaran mulu!!!! Kuatkan Aka ya Allah” kata Aka sambil mengelus dadanya.
“Lo nggak ngapa ngapain kan? “ tanya Nicko tanpa dosa.
“Kenapa?!!!! “ jawab Aka ketus.
“Ck, santai dikit napa jawabnya. Nge-gas mulu kayak motor” kata Nicko.
Aka menghiraukannya. Ia segera duduk di sofa dan mengambil ponselnya. Ia duduk di atas sofa sambil menyilangkan kakinya.
Nicko menaikkan sebelah alisnya sambil tersenyum miring. Ia segera menghampiri Aka.
Aka terlonjak seketika ketika ponselnya raib di tangannya.
“Ck!!! Apaan sih lo?!!!!! Balikin hp gue!!!!! “ kata Aka yang menatap nyalang ke arah Nicko.
“Bentaran deh. Nih keringin rambut gue dulu” kata Nicko sambil melempar handuknya ke arah Aka. Ia masih memegang ponsel Aka dan melihat lihat isinya.
“Males bege!!!!! “ kata Aka tak peduli.
“Buruan!!!!! Kalo nggak, gue kunci lo biar nggak bisa tidur di kamar” kata Nicko mengancam.
“Lah, beneran gue nggak tidur sebelahan sama lo” kata Aka tak peduli.
Nicko sempat tertegun. Ia lupa kalau di rumahnya masih ada kamar tamu.
“Udah nurut aja. Lo mau kualat gegara nggak mau nurutin perintah suaminya? Nanti gue laporin sebagai pelanggaran RUU habis lo” kata Nicko kembali mengancam.
“Cih, punya suami kayak lo di bikin ****** juga nggak papa” Aka berdecak kesal. Nicko tersenyum tipis.
“Sekarang lo masih bisa ngomong gitu, siapa tahu besok atau lusa lo bakal beda rasa” kata Nicko mencibir.
“Nggak bakal!!!!! “ kata Aka sarkas.
“Mau taruhan? “ tanya Nicko sambil melirik ke arah Aka.
“Dih cemen” jawab Aka ketus.
“Lo yang cemen kalo nggak berani” kata Nicko melarat.
“Apa apa?!!!!! “ kata Aka sebal. Nicko malah membuka aplikasi game online di ponselnya dan malah memainkannya.
“Kalo omongan gue bener, waktu gue nyuruh lo buat inisiatif nyium gue duluan lo harus mau” kata Nicko tanpa beban.
“Idih!!!!!!!! Ciuman gue mahal, limited adition di muka bumi ini” kata Aka berlagak sombong.
Nicko memutar bola matanya jengah.
“Semenit dua juta” kata Aka tegas. Nicko membelakkan matanya seketika.
“Buset!!!! Itu nyium apa ronde....... “ kata Nicko menggantung sebab di potong Aka.
“Siniin ijuk kepala lo!!!!! “ kata Aka tiba tiba. Nicko tersenyum penuh kemenangan dan segera duduk di lantai membelakangi Aka.
“Hehe, tuh nurut juga” kata Nicko pelan. Ia tidak mau Aka yang sedang sibuk mengeringkan rambutnya tiba tiba menjambaknya tanpa ampun.
Cewek kalo berantem kan andalannya nyakar kalo nggak jambakin rambut.
Nicko bergidik ngeri kalau harus membayangkan rambutnya yang indah seperti milik Manurios harus botak di tangan Aka.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Aka mengeluarkan beberapa pakaian outfit milik Nicko yang ada di lemari dan memasukkannya ke dalam tas yang lumayan besar.
“Ngapain lo? Nyari duit gue? “ tanya Nicko tiba tiba.
“Innalillahi wainnalillahi rijiun!!!! “ teriak Aka yang terkejut.
“Siapa yang mati? “ tanya Nicko o’on.
“Elo!!!! “ jawab Aka sarkas.
“Lah elo nge-janda dong” kata Nicko kembali o’on.
“Bodo!!!! “ kata Aka sarkas. Aka menghela nafas kesal. Suami lucnute-nya ini benar benar cobaan bagi kehidupannya.
Nicko terkekeh samar. Ia mendekati Aka yang sedang memasukkan bajunya ke dalam tas. Nicko ikut duduk bersimpuh di samping Aka yang sedang memasukkan bajunya.
“Gue serius, elo ngapain ngeluarin baju gue? Lo nggak niat mau ngusir gue dari rumah kan? “ kata Nicko meminta kejelasan.
“Enggak lah, gue masih waras kalo mau jadi istri durhaka” kata Aka ketus. Ia benar benar jengkel dengan sikap Nicko.
Mungkin sebentar lagi Nicko akan meluncurkan kata kata mutiaranya yang mampu membuat Aka bercita cita mencabik cabik wajah narsisnya.
“Tumben bijak” kata Nicko. Tuh kan, author bilang juga apa.
“Huhh!!! Minggir lo. Lo mau bawa yang mana lagi? “ tanya Aka kesal.
“Terserah lo. Gue pake apa aja tetep ganteng kok” kata Nicko santai. Ia berdiri dan meninggalkan Aka yang berdecak kesal.
“Dih narsis!!! “ kata Aka jutek.
“Biarin “ kata Nicko tanpa beban.
“Aish!!!! Nyebelin!!! “ kata Aka geram.
“Buruan siap siap” kata Nicko yang tiba tiba memerintahnya.
“Lah, mau kemana? Tumben ngajak keluar “ kata Aka menyelidik.
“Gue mau makan di luar” kata Nicko datar.
“Bi Tuti nggak masak? “ tanya Aka memastikan. Walau dia jarang memasak, ia bukanlah orang yang dengan tega menolak masakan yang dibuatkan art nya.
“Masak sih, tapi gue lagi bosen di rumah. Buruan!!! Kalo lo nggak ikut jangan ngaduin ke Mama. Awas kalo gue sampai di marahin gara gara lo!!!! “ kata Nicko kesal.
Aka hanya bisa meringis lucu. Ia mengabaikan kenyataan bahwa dia baru saja marah dengan Nicko. Jelas saja, kalau urusannya dengan makanan dan mengajak keluar, Aka tidak sungkan melupakan kemarahannya.
“Tadi Mami bilang apa? “ tanya Nicko saat dirinya dan Aka sudah di dalam mobil.
“Biasalah cuma nyuruh biar kita nginep besok. Makanya gue beberes baju baju lo” kata Aka seadanya.
“Oh, lagi? “ tanya Nicko kembali.
“Ya, gue curhat aja gitu pingen kamarnya di kasih kasur dua. Gue kasihan sama lo yang tiap hari gue tendangin” kata Aka dengan wajah datarnya. Sepertinya dekat dengan Nicko membuatnya ikut ikutan menyandang wajah datar.
“Terus? “ tanya Nicko lagi. Ia yakin banyak yang dikatakan ibu mertuanya dengan istrinya.
“Gue bilang kalo lo nyebelin” kata Aka dengan nada cuek. Sengaja membuat Nicko tersinggung.
“Terus? “ tanya Nicko yang seolah tak mengindahkan perkataan Aka yang mencoba membuatnya tersinggung.
“Ihhh apalagi sih?!!!! Nanya nanya mulu” kata Aka jengkel.
“Gue tau ada lagi pasti” tanya Nicko mengintrogasi.
“Umm, nggak ada!! “ elak Aka.
“Jujur aja, gue tau kalo lo masih nyembunyiin sesuatu sama gue” tanya Nicko semakin menyudutkan Aka.
“Ummm, tapi lo jangan ketawa ya? “ kata Aka yang tiba tiba gugup.
“Iya, buruan kasih tau” kata Nicko yang begitu penasaran.
“Ehhhh, itu Mami tanya kita udah itu belum” kata Aka bercicit pelan.
“Itu apa? “ kata Nicko tak paham.
“Ihhh itu lo itu” kata Aka sebal.
“Itu apa? Yang jelas dong. Gue cowok nggak bisa pake kode kodean”
“Itu, yang biasa di lakuin suami istri kalo habis nikah” kata Aka agak ragu.
“Malam pertama? “ tanya Nicko. Ia sengaja mengucapkannya dengan kata kata baku.
“Hu um” kata Aka pelan. Nicko menyinggungkan senyum manis.
“Tenang Ka, gue masih bisa nahan sampai lulus SMA kok. Sekarang kita jaga komitmen aja” kata Nicko santai.
“Tapi kalo kita udah lulus SMA, gue sarankan lo nyiapin diri lo sebab gue udah nggak bisa nahan lagi” kata Nicko tiba tiba absurd.
“Ihhhh!!! Apaan sih?!!! “ kata Aka geli.
“Haha, elah gitu doang gugup” kata Nicko menahan tawa.
“Huh, diem lo!!!” kata Aka sebal.
“Elah, si istri ngambek. Takut gue” kata Nicko sambil mencolek dagu Aka.
“Fokus nyetir aja sana!!! “ kata Aka sambil mendorong jari Nicko yang jahil.
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Sementara itu, Di sebuah gedung kosong, dua orang sedang membicarakan sebuah rencana besar.
"Jadi gimana, lo sanggupkan bantuin gue? " kata yang sedang memainkan rubik.
"Tenang, gue orang yang bisa di andalkan" kata yang satunya.
Gadis yang sedang memainkan rubik itu tersenyum senang. Dia meletakkan rubiknya yang telah rapi di atas meja.
"Sekarang lo boleh pergi. Gue nggak mau ada orang yang curiga disini" kata gadis itu lagi.
Temannya mengangguk dan segera melenggang pergi.
"Khu khu, Nicko, sebentar lagi lo akan jadi milik gue" kata gadis itu sambil menunjukkan smirk menakutkannya.
Gadis itu mengeluarkan sebatang cerutu di sakunya dan segera menyalakannya dengan pemantik.
Gadis itu menghisap cerutu sambil memejamkan mata dengan perlahan.
“Fuhhh” gadis itu mengeluarkan asapnya dengan perlahan. Bebannya seolah memudar dengan hilangnya asap benda bernikotin itu di udara.
Tok tok tok
Suara langkah kaki dari hak tinggi membuyarkan keasyikannya. Ia segera membuka matanya.
“Butuh apa? “ tanya gadis itu. Suara dari langkah kaki itu terdengar jelas di belakangnya.
“Gue punya berita penting buat lo” kata orang itu. Gadis itu menolehkan kepalanya dan melihat seorang wanita dengan jaket kulit hitam yang di naikkan tudungnya.
“Kalo bener bener penting, gue bakal bayar lo” kata gadis itu sambil menaikkan dagunya sombong.
“Gue tau lo suka sama Nicko” kata wanita bertudung itu. Suaranya melengking menggema di ruangan itu.
Lawan bicaranya mengernyit heran. Namun sekejap ia menganggukkan kepala tanda ia bersedia mengetahui informasi itu.
“Sebenernya........ “ kata wanita bertudung itu panjang lebar.
Gadis itu membelakkan matanya seketika. Dengan geram ia segera membuang cerutunya asal.
“Gue bakal bayar kelakuan lo!!!!!!! “ teriak gadis itu memecah keheningan tempat yang pengap itu.
•••••••••••••••••••••••••••••••••
...Tes tes 123...
...123...
...Hello!!!!!!...
...Ada yang lagi kangen sama author kan?!!!!!!!...
...Krik krik krik krik...
...Kok sepy yah...
...Maapkeun tulisannya makin geje...
...Nggak sempet di revisi ulang, habis nulis langsung aku up deh....
...See you...
...Tbc...