This Crazy

This Crazy
TC chapter 6 {fighting is our hobby}



“Bo, kebo, bangun woy!!!!! “ kata Nicko sambil menguncangkan kaki Aka keras. Aka hanya mengolek tak peduli.


“Ekhhhhhh, Mi aku masih dapet. Nanti aja bangunnya” kata Aka sambil mengangkat kakinya agar tidak di ganggu Nicko. Nicko mencoba bersabar.


“Gue Nicko Ka, bukan Mami lo” kata Nicko kembali. Sekarang ia mencoba menarik tangan Aka agar ia bangun. Aka menepisnya dengan cepat.


“Gue masih dapet. Nanti aja lah bangunnya” kata Aka lagi. Keningnya berkerut malas.


“Terus kalo lo lagi dapet, lo nggak bangun buat sekolah?!!!!! “ kata Nicko masih mencoba sabar.


“Sekolah, tapi nanti” kata Aka. Suaranya terdengar berat. Ia kembali mengolek.


Ok, kesabaran Nicko sudah sampai puncaknya.


Dengan kasar, ia menyelipkan lengannya di belakang lutut dan punggung Aka. Dengan gerakan cepat ia menggendong Aka menuju kamar mandi.


Aka masih terlelap dengan begitu nyaman. Ia tak tahu kalau bahaya sedang mengancamnya. Aka mengucek matanya perlahan.


BYURRRRRR!!!!!!!!


Tanpa belas kasihan, Nicko merengangkan tangannya dan menjatuhkan tubuh Aka begitu saja ke dalam bathtub yang penuh dengan air dingin.


Aka langsung membuka matanya selebar lebarnya. Detak jantungnya berdetak kencang. Ia benar benar terkejut saat kulitnya mengenai suhu dingin air. Mulutnya megap megap. Ia mencoba menggapai permukaan bathtube yang cukup besar itu. Aka berusaha mengumpulkan kesadarannya penuh.


Aka segera melayangkan tatapan tajam ke arah Nicko. Sedangkan Nicko hanya memasang tatapan datar seolah tidak ada yang terjadi.


“Lo mau bunuh gue?!!!!! “ teriak Aka meracau hebat.


“Nggak” kata Nicko tak peduli. Aka melotot seketika. Ia benar benar kesal dengan Nicko saat ini. Tapi yang lebih penting lagi, sekarang badannya benar benar menggigil kedinginan.


“Buruan mandi” kata Nicko datar. Ia langsung meninggalkan Aka yang kedinginan di dalam bathtube. Aka mengeraskan rahangnga kesal.


“Gue sumpahin lo nggak bakal pernah punya pacar seumur hidup!!!!!!!!! “ racau Aka. Sumpah serapah ia layangkan kepada Nicko.


“Dasar nggak ada akhlaq lo Nicko!!!!!! “ jerit Aka keras. Ia memutuskan untuk segera mandi daripada menggigil kedinginan di dalam bathtube.


Setelah mandi, Aka turun dengan santai ke lantai bawah dengan rambutnya yang sedikit lembab. Nicko menatapnya dingin.


“Buruan!!!! Lemot banget jadi cewek” kata Nicko ketus. Aka mendengus kesal. Ini masih pagi dan Nicko sudah mengibarkan bendera perang kepadanya.


“Bawel bangat jadi cowok. Dasar tukang ngatur” kata Aka ikut ikutan ketus. Aka segera duduk di hadapan Nicko.


“Apa lo liat liat?!!!! “ kata Aka garang. Nicko hanya membuang muka tak peduli.


“Makan” kata Nicko memerintah kembali. Pasalnya, Aka hanya mengaduk ngaduk makanannya tanpa minat menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya. Aka memutar bola matanya malas.


“Nggak mood” kata Aka ketus.


Baru saja Aka akan membejek bejek nasinya lagi. Nicko menggebrak mejanya seketika. Aka tentu saja terkejut.


Nicko tiba tiba duduk di atas meja di samping piringnya. Nicko lantas mengambil piring Aka dan menopangnya dengan tangan kiri.


“Buka mulut lo” kata Nicko datar. Aka benar benar bingung dengan Nicko.


“Lo mau apa? “ tanya Aka ancang ancang hendak lari. Pasalnya ia harus berjaga jaga. Jangan jangan Nicko punya maksud akan menceburkannya lagi dalam bak mandi seperti tadi pagi. Katakan itu benar benar gila. Kalian pernah membayangkan mandi di waktu subuh dengan air dingin sambil keramas?. Aka tentu saja tidak mau hal itu terjadi pada dirinya lagi.


“Makan. Nanti lo sakit” kata Nicko datar. Aka bergidik ngeri. Nicko benar benar monster pengatur.


“Cih, lo lupa tadi bagi mau bikin gue masuk angin? Kagak!!!!! Gue males makan” Aka berdecak kesal.


Pokoknya ia tidak boleh menurut dengan perintah Nicko. Nicko merasa tersinggung dengan ucapan Aka. Selama ini tidak ada yang pernah membantah perintahnya.


“Lo nggak boleh sakit. Buruan makan!!! “ kata Nicko kembali. Aka lantas memalingkan muka kesal.


Walaupun perutnya melilit lapar, tapi berhubung Nicko yang ada di hadapannya saat ini, Aka terpaksa menekan egonya kuat.


“Plis perut. Tahan dulu sampai sekolah ya. Gue nggak mau kelihatan lemah sama si robot es ini” batin Aka dalam hati.


Nicko melihat gerak gerik Aka yang menahan lapar. Mulai dari telapak tangan gadis itu yang menekan nekan perutnya sampai bibirnya yang meringis menahan sakit.


Nicko lantas memasukkan nasi dan lauknya yang terdapat di atas sendok ke dalam mulutnya dan mengunyahnya pelan. Tangan Nicko bergerak menggapai dagu Aka agar menghadapnya. Aka terkejut begitu wajahnya menghadap Nicko dengan jarak yang sangat dekat. Nicko semakin memajukan wajahnya dan membuka mulutnya.


Seakan tahu apa yang akan terjadi, Aka segera menutup mulut Nicko cepat saat wajah Nicko tepat 2 inci di depan wajahnya.


“Jorok banget sih lo!!! Ogah banget gue makan dari mulut lo” kata Aka ketus. Ia segera menjauhkan wajahnya. Aka mengatur debar jantungnya.


Entah kenapa ia begitu gugup jika terlalu dekat dengan Nicko.


Nicko menutup kembali mulutnya. Ia mengunyah makanannya dan lantas menelannya. Nicko tersenyum tipis ke arah Aka. Ia lantas meletakkan. Piring di sebelahnya.


Nicko meraih kedua tangan Aka dengan tangan kirinya dan menahannya di pangkuannya. Aka terkejut begitu tangannya di genggam Nicko.


“Nih makan” kata Nicko kembali menyodorkan sendok ke arah Aka. Aka mencoba menjauhkan kepalanya agar sendok itu tak mendekat ke arah mulutnya.


“Gue bilang nggak ya enggak!!!! “ kata Aka judes. Nicko menaikkan sebelah alisnya.


“Lo mau gue suapin pake sendok, apa gue suapin pake mulut kayak tadi. Kali ini gue pastikan makanan itu bakal masuk ke mulut lo. Nggak bakal ada penolakan” kata Nicko mendominasi. Aka meneguk ludahnya susah payah. Ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri kalau itu sampai terjadi kembali.


“Buka mulut lo” kata Nicko kembali. Aka mendengus lelah. Ia terpaksa harus kalah saat ini. Bibirnya lebih berharga daripada egonya. Nicko tersenyum tipis melihat Aka menuruti perintahnya. Ia lantas menyuapi Aka sampai isi piringnya habis.


••••••••••••••••••••


“Nggak turun? “ tanya Nicko saat mobilnya menepi didepan sekolah Aka. Aka mendengus kesal. Ini masih terlalu pagi jika dibandingkan waktu berangkat sekolahnya yang biasa. Bisa bisa teman temannya berteriak histeris jika mereka melihat Aka berangkat sepagi ini.


“Siapa juga yang mau semobil lama lama sama mahluk kayak lo” kata Aka ketus. Ia lantas mengambil tasnya dan merapikan seragamnya.


Aka menyodorkan tangannya ke arah Nicko.


“Ngajak salaman? Tumben sopan” kata Nicko menilai.


“Siapa juga yang ngajakin lo salaman “ kata Aka menepis anggapan Nicko.


“Terus, tangan lo ngapain? “ tanya Nicko heran.


“Minta duit jajan lah” kata Aka alakadarnya.


Yaiyalah, mana ada yang mau sekolah tapi nggak dikasih jajan? Mana semangat sekolahnya. Iya nggak readers??


“Gada” kata Nicko dingin. Aka membelalakkan matanya tak percaya.


“Jahat bener lo. Gue tuh tanggung jawab lo. Bisa bisanya lo nggak ngasih gue duit jajan” kata Aka manyun. Nicko menaikkan sebelah alisnya jahil. Ia lantas menyodorkan tangannya.


“Nih, salaman dulu” kata Nicko cool.


“What?!! Lo siapa gue? Bapak gue aja bukan, seenaknya sendiri lo nyuruh gue salaman” kata Aka yang ogah ogahan.


“Gue laki lo” kata Nicko tetap cool.


“Lo nggak mau duit jajan? “ tanya Nicko sambil menaikkan sebelah alisnya penasaran. Aka mendengus pasrah. Ia lantas menjabat tangan Nicko mantab.


“Nih udah” kata Aka pada akhirnya.


“Gitu doang? “ kata Nicko heran.


Aka mengerutkan keningnya bingung.


“Kan salaman ya gini ege” kata Aka ketus.


Tangannya masih di tahan Nicko dalam genggamannya.


“Cium tuh tangan gue” kata Nicko memerintah. Aka melongo tak percaya. Mungkin sebentar lagi akan lewat guntur besar.


“Hello???? Waterpark?!!!!!!” kata Aka mencemooh.


“Buruan. Jangan durhaka” kata Nicko ketus. Aka memanyunkan bibirnya malas. Hampir saja dia meludahi punggung tangan Nicko saat menyentuh bibirnya.


“Nih” kata Aka ketus. Ia segera menepis tangan Nicko cepat.


Ia masih tidak menerima kenapa ia melakukan itu tadi. Nicko tersenyum tipis. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan dompet. Aka hampir saja tersedak saat melihat lembaran uang kertas berwarna merah segepok terselip dalam dompet Nicko.


“Andaikan gue punya uang sebanyak itu” batin Aka penuh harap.


Nicko menyodorkan lima lembar berwarna merah ke arah Aka.


“Cukupkan? “ tanya Nicko cool. Aka mengerjapkan mata tak percaya saat lembaran uang itu jatuh ke tangannya.


“Padahal gue nggak pernah di kasih duit jajan sama Papi segini banyaknya kecuali buat ngisi tabungan, bayar spp, atau ngelunasin kas sama bayar buku. Lah ini, Cuma duit jajan buat ngisi perut segini banyaknya?!!!! Gila!!!!” batin Aka.


Nicko melihat Aka heran.


“Gue ngasihnya kurang ya? “ batin Nicko menebak nebak.


“Masih kurang? “ kata Nicko membuyarkan lamunan Aka.


“Eh nggak kok, banyak banget” kata Aka gelagapan.


“Udah habisin aja” kata Nicko dengan entengnya.


“Beneran?!!! “ tanya Aka senang. Sejenak Aka berfikir. Apa ini bukan jebakan?.


“Lo nggak punya maksud mau jual gue ke luar negri atau punya niat jahat sama gue kan? “ tanya Aka hati hati. Alasannya Nicko itu terkadang licik.


Nicko hampir saja meledakkan tawanya. Gadis di depannya ini benar benar polos.


“Bener, lo kalo masih banyak tanya gue minta di cium buat ganti uang itu” kata Nicko tiba tiba.


“Eh nggak mau!!! “ kata Aka sambil menutup wajahnya ketakutan.


Nicko kembali tersenyum simpul.


“Nggak, gue nggak serius. Lagian kalo gue cium sekarang, lo jantungan” kata Nicko sambil terkekeh samar. Nicko mendelik ke arah Aka, memperhatikan reaksi gadis itu.


Aka berusaha menyembunyikan wajahnya yang ketakutan.


“Ngarep banget lo gue cium ampe pink semua wajah lo” kata Nicko sambil terkekeh renyah.


“Eh, enggak” kata Aka gelagapan.


“Duitnya jangan buat beli miras, rokok, apalagi narkoba. Kalo berani, habis lo ditangan gue” kata Nicko mengingatkan.


“Yeeee nggak doyan gue beli barang gituan” kata Aka menyangkal.


“Pulang sekolah langsung gue jemput” kata Nicko kembali.


“Tapi gue mau maen” kata Aka mencoba menawar.


“Nggak ada penolakan” kata Nicko tegas.


“Yaudah deh, makasih, Assalamualaikum” kata Aka tiba tiba ramah. Nicko tersenyum simpul.


“Waalaikumsalam” jawab Nicko. Ia segera pergi sebelum para siswi meminta tanda tangannya.


Nicko memarkirkan mobilnya dengan rapi di area sekolahnya. Ia lantas menuju kelasnya dengan berjalan santai.


”Heyyyy broo, tumben gue liat lo nganterin cewek. Siapa tuh? Doi baru lo ya? Kenalin lah, pelit banget lo pacaran nggak langsung ngasih PJ malah ngumpet ngumpet kayak anak tikus” kata David saat Nicko melewati di koridor sekolahnya.


Nicko hanya mendengus samar. Ia pasti lelah jika menanggapi temannya yang satu ini.


Brukkkkkkk


Seseorang tiba tiba merangkul bahu Nicko dari belakang.


“Yo yo yo whats up man!!!! Napa nih pagi pagi udah ngerumpi kayak anak cewek? “ kata Ziedan ikutan nimbrung.


“Nicko bawa cewek bro!!!!! “ kata David senang. Ziedan terbelalak seketika.


“Pangeran es? Dapet cewek? Gilaa!!!!! Selamat broo, lo udah tobat. Kesambet apa lo hah?. Kapan jadiannya? Wahhhh si Piranha tau nggak tuh? Gua kira lo bakalan nyerah sama Piranha yang setiap hari selalu deketin lo dari kelas 10“ kata Ziedan ikut histeris.


Nicko menghela nafas gusar.


Punya cewek malah dikatain udah tobat. Batin Nicko.


Pada lucknute kan teman temannnya;)


“Eh ege lo. Itu Fira bukan Piranha. Gila, tu anak tau budek kuping lo” kata David mengingatkan.


“Elahhhh, tu anak nggak bakal tau. Gue malah seneng Nicko nggak pacaran sama doi. Jadi cewek gitu gitu amat, sadisnya minta ampun. Orang jajanan sama coklat yang dikirimin para penggemar Nicko kan bisa di kasih ke kita, lah belum sampe lokernya Nicko udah di buang dulu sama si Piranha. Emang dia siapa? Bukan doinya Nicko juga seenaknya sendiri sama para cewek cewek nggak bersalah itu. Gila nggak tuh, kata Pak Ustadz buang buang makanan itu mubazir, dosa” kata Ziedan.


“Eh Edan, kapan lo jadi alim kayak gini?!! Itu sih maunya lo aja biar ngehemat uang jajan” kata David sambil menepuk lengan Ziedan keras.


“Gue orang ganteng woyyyy!!!. Gila, maen panggil Edan sesuka lo” kata Ziedan tak terima.


“Berisik kalean!!!!! “ teriak Nicko keras. Kedua temannya langsung diam seketika. Bukan Cuma kedua temannya, seisi lorong segera senyap seketika.


Nicko memang tak suka keributan. Tanpa menunggu waktu lagi, ia segera menepis lengan Ziedan dan meninggalkan keduanya dengan tatapan cengo.


“Sifatnya masih kayak gitu kira kira ceweknya kek apa ya? “ bisik Ziedan.


“Sama kayak dia paling. Sama sama es batu” jawab David juga berbisik.


“He em, cewek mungkin dari kerajaan es” Ziedan mulai mengompori. David mengendikkan bahunya.


“Tau tuh. Dasar, Jack Frost. Dapetnya Elsa” kata David ikut mencibir.


“Bener tuh. Kan mereka sama sama mahluk es tuh. Klop lah pokoknya” kata Ziedan setuju. David tiba tiba teringat sesuatu.


“Eh gue hampir lupa. Nicko kan baru punya cewek. Berita besar bro!!!! Masukin ke blog lambe lombok gak nih? “ kata David.


“Masuk lah, berita kayak gini harus viral!!!!! “ kata Ziedan setuju.


“Gue upload dulu” kata David sambil mengeluarman ponselnya.


“Iya, upload aja cepetan” kata Ziedan tak sabar.


Nicko kembali melanjutkan langkahnya menuju kelas. Satu persatu siswi yang kelasnya di lewati Nicko segera menyambutnya. Diantara mereka banyak yang berteriak histeris.


Kyaaa gantengnya


Oh my god!!! Itu manusia apa malaikat sih?!!!


Gusti!!!!! Gantengnya kok nggak manusiawi sih?!!!!


Ampun bang, nggak kuat mata dedek lihat kegantengan abang


Masya Allah!!! Allah hu Akbar. Imamku lewat ya Allah


Ini dia yang saya tunggu tunggu


Aduhhh, ampun deh ah. Ganteng bingits ni abang cucok


Siomay siomay, siapa yang mau beli? Biar nggak laper lihat orang ganteng


Es teh, es teh seger, ayo beli. biar nggak haus lihat orang ganteng


Cireng, cireng baong. Cuma dua ribuan per biji. Ayo beli ayo beli


Bakso bulat, di goreng, di mobil, rasanya enak, lima ratusan, hallal


Harap bersabar, ini ujian.


Cangcimen, cangcimen, kacang, cincau, permen, ayo beli, ayo beli.


Nicko memilih mengabaikan mereka semua. Ia semakin mempercepat langkahnya menuju ruang kelasnya.


Sesampainya di kelas, ia malah di kejutkan dengan penampakan sesosok gadis yang sering mengusiknya.


“Nicko~~~” panggil gadis itu. Ia tidak lain adalah Angel yang mengejar Nicko dari awal masuk sekolah.


Nicko memutar bola matanya jengah. Ia benar benar malas menghadapi situasi seperti ini. Jika di beri pilihan, mungkin ia akan lebih memilih menjadi cowok dengan kegantengan pas pasan dan tidak ada yang mengidolakannya.


Susahkan jadi cogan ;)


Author jadi cegan aja susah ;))


Nggak punya cowok sama sekali ;(


Tiap ada cowok yang deketin, pasti gue BILANG APA LO DEKET DEKET


Susah kan?? :v


“Gue di gangguin tuh sama Dodi” kata Angel merengek manja. Nicko segera menepis tangan Angel.


“Minggir lo!! “ kata Nicko ketus. Angel mengerucutkan bibirnya sebal.


“Ihhh!!!!! Kok gitu sih?!!!!!! Bantuin gue dong biar si Dono ini nggak ganguin” kata Angel kembali merengek.


“Bomat!!!! “ kata Nicko ketus. Ia segera meninggalkan Angel yang menatap Nicko dengan tatapan mengabur. Gadis itu mulai kesegukan.


“Woy!!!! Masuk woy!!!! Hari ini ada doble class” kata Rudi.


Seketika penghuni kelas segera menenpati meja dan kursinya masing masing.


••••••••••


See you


Tbc