This Crazy

This Crazy
TC chapter 26{just you}



“Aka!!!! “ teriak Nicko setelah cukup lama berada dalam kamar mandi.


“Apa?!!!! Gue denger kalik. Nggak usah pake teriak napa!!!! “ kata Aka jengkel. Nicko mengganggu acara menontonnya.


“Ambilin gue handuk sama baju” kata Nicko dari dalam kamar mandi. Aka melototot seketika. Ia benar benar lupa menyiapkan handuk untuk Nicko. Tapi bagaimana pakaiannya, Nicko harus memakai apa?. Aka segera mengambilkan handuk bersih di dalam lemari. Tidak mungkin kan kalau dia memberikan handuk yang telah dia pakai pada Nicko.


Aka mengetuk pintu kamar mandi. Kamar mandi itu tepat di depan kamarnya.


“Nicko nih handuknya” kata Aka dari luar. Ia menyodorkan handuk dengan tangan kanan dan menutup matanya dengan tangan kiri. Berjaga jaga agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


(pahamkan apa yang author maksud?)


Nicko mengeluarkan tangannya yang masih basah ke celah pintu yang dibukanya. Ia segera mengambilnya.


“Aka” panggil Papinya dari arah tangga. Aka segera menghampirinya.


“Ada apa Pi” tanya Aka. Papinya memberikan sebuah kotak. Entah apa isinya. Aka mengerutkan kening bingung.


“Ini apa Pi? “ tanya Aka heran. Ia hendak membuka penutupnya, Brian segera mencegah.


“Jangan di lihat, ini buat Nicko. Kamu nggak perlu tahu, nanti malah malu” kata Brian datar.


“Kalau nanti Nicko berani macam macam sama kamu, panggil Papi aja. Papi yang bakal ngasih pelajaran” kata Brian bersungut sungut. Aka tersenyum kikuk. Papinya benar benar berlebihan. Aka mengangguk setuju. Papinya segera pergi.


Aka kembali berjalan ke arah laptopnya. Nanti malam, ia berencana menonton drama Korea menggunakan proyektor barunya. Dia memilih urutan judul yang berada dalam file pribadinya. Matanya jeli melihat setiap judul yang ada di sana. Pilihannya jatuh pada salah satu film berjudul remember you. Film itu cukup seru dan menguras emosi. Dia belum pernah menontonnya, tepatnya belum sempat. Mungkin itu pilihan yang tepat untuk mengisi malam jum'at yang sering di cap menakutkan oleh sebagian orang.


Senyum merekah di bibirnya setelah dia mengurutkan setiap episode yang akan di putar sesuai urutan yang benar. Aka tersenyum puas. Malam ini akan menjadi malam yang seru baginya.


“Serius banget lo” kata Nicko yang tiba tiba berada di belakang Aka. Aka terlonjak kaget. Ia langsung menoleh ke belakang.


“Masalah buat lo?!! “ kata Aka ketus. Nicko selalu saja bisa membuat moodnya berubah. Nicko hanya nyengir tanpa dosa.


“Nggak sih” kata Nicko sambil mencium pipi Aka singkat. Aka membelalakkan matanya seketika.


“Nicko!!!!!! “ teriak Aka seketika. Ia meninju Nicko dengan gerakan asal yang penting kena. Nicko segera menahan lengan Aka.


“Wow wow, santai Ka” kata Nicko dengan tenangnya. Aka mencoba mengatur nafas.


“Sana buruan ganti baju. Ngapain lo masih kayak gini. Sengaja lo” kata Aka ketus. Nicko meringis tanpa dosa.


“Gue nggak sengaja Ka. Lagian gue nggak bawa baju ganti. Lo nggak peka banget. Cowoknya kedinginan nggak di cariin baju lagi” kata Nicko merengek manja sambil memasang wajah terlucunya. Aka memutar bola matanya malas. Dia segera beranjak dari kursi setelah tau Nicko hanya memakai handuk sebatas pinggang.


...Tolong otaknya di kondisikan!!...


...Jangan sampe muncul bulgos...


Aka menggeledah lemarinya, mencari baju yang cocok bagi Nicko. Pilihannya jatuh pada salah satu kaus berwarna merah dan celana kain berwarna abu abu bermotif tentara di tumpukan baju yang masih baru lengkap dengan merek dan plastiknya sekaligus. Aka belum sempat memakainya. Dia juga lupa ukurannya apa.


“Baju siapa? “ tanya Nicko menyelidik saat Aka menyodorkan sepasang pakaian itu.


“Punya gue” kata Aka datar.


“Gue emang suka beli baju cowok. Tapi belum sempat make takut di marahin Momy” kata Aka seadanya. Nicko mengangguk paham.


“Not bad. I like it “ kata Nicko singkat. Ia segera keluar menuju kamar mandi. Aka tiba tiba menahan lengan Nicko , membuat pemiliknya menghentikan langkahnya.


“Kenapa? “ tanya Nicko heran. Aka menggigit bibir bawahnya ragu. Dia segera memberikan kotak yang di berikan Papainya.


“Dari Papi buat lo” kata Aka cepat. Nicko menerimanya.


“Isinya? “ tanya Nicko seketika.


“Nggak tau, buka aja sendiri” kata Aka sambil mengangkat bahu. Nicko segera membuka kotak ke arahnya. Dia tersenyum sekilas.


“Yap, gue butuh ini” kata Nicko sambil tersenyum aneh ke arah Aka. Aka membiarkannya dan memilih mengurus filmnya.


“Ka” panggil Nicko yang sudah menganti pakaian. Aka menoleh sekilas.


“Apaan? “ jawab Aka datar. Ia segera mengalihkan pandangannya kembali ke arah leptop. Nicko segera mendekatinya.


“Seru banget ya ampe seserius itu. Gue jadi di anggurin” kata Nicko penasaran. Ia menyugar rambutnya ke belakang dengan jari tangannya. Aka yang tidak sengaja melihatnya gugup seketika. Ia harus terlihat tenang agar Nicko tidak curiga.


Sayangnya Nicko telah mengetahuinya terlebih dahulu. Ia segera duduk di sebelah Aka, bahkan sangat mepet. Aka merasakan jantungnya akan senam aerobik sebentar lagi.


“Mau ngapain lagi ni anak?!!! “ batin Aka gugup.


“Lo barusan terpesona liat gue? “ tanya Nicko sambil menyunggin senyum mautnya. Aka mencoba menyembunyikan kegugupannya.


“Paan sih, jauh jauh sana” kata Aka sambil mendorong dada Nicko menjauh. Nicko terkekeh geli. Ia lantas mengalungkan lengannya pada bahu Aka.


“Ngaku aja kalo laki lo ini ganteng, lebih ganteng dari idola lo. Siapa tuh namanya? Taeyong apa Felik lek itu “ kata Nicko.


“Pede banget!!!, namanya tuh Kim Taehyung sama Felix Lee. Gue sukanya sama Taehyung BTS, bukan Taeyong NCT!!! “ kata Aka kesal. Pasalnya Nicko selalu bilang seperti itu. Nicko tertawa seketika.


...mohon maaf, yang disini jadi NCTzen, jangan tersinggung ya......


...Author juga NCTzen kok. Pokoknya author tuh multi fandom. Jadi suka sama semua and nggak mau banding2 ngin random satu sama random yang lain....


...Lestarikan budaya anti fanwar!!!!!!!...


“Mungkin kalo gue bikin grup band yang gayanya kayak gitu lo bisa ngidolain gue” kata Nicko lagi. Aka malah tertawa mengejek.


“Buat aja sono. Kita lihat nanti sebagus apa grup band lo sampe gue mau ngidolain lo. Lagian ni ya, gue tuh Cuma kagum, belum sempet ngidolain. Kalo gue ngidolain udah dari dulu gue minta mahar kawin sama lo tiket konser BTS” kata Aka asal.


“Wei!!!! Gue malam pertamanya gimana kalo habis nikah lo malah pergi nonton mereka” kata Nicko. Ia tentu saja tak terima. Aka memutar bola matanya jengah. Nicko memang sering ambigu.


“Emang kita malam pertama ngapain? “ tanya Aka ketus. Nicko menyerigai.


“Gue belum minta jatah ya? “ kata Nicko ambigu.


Plakkkk!!!!!


Aka menabok bibir Nicko seketika.


...sadis yak, mas Nicko barusan di takok chinn...


“Sakit Ka, gila tabokan lo keras juga “ kata Nicko sambil memegangi bibirnya.


“Gue baru inget, dulu siapa ya yang katanya ngatain gue tuh rata, nggak sudi nyentuh gue. Ehhh tiba tiba minta jatah.


Jatah apaan woy?!!! Lo ngasih gue kebebasan aja kurang” kata Aka keras. Nafasnya memburu menahan amarah. Nicko kembali cemberut seperti anak kecil.


“Itu kan dulu, sebelum.... “


“Sebelum apa?!!!! “ potong Aka tiba tiba.


“Ka, lo mau bikin gue mati muda? Elah jantungan gue lama lama kalo lo kagetin melulu” kata Nicko sambil mengusap telinganya yang sempat berdengung.


“Bodo!!!! Bagus dong kalo lo mati” kata Aka sarkas.


“Lah, lo nge-janda dong. Nanti lo sama siapa? “ kata Nicko tak terima.


“Gue bisa nikah lagi. Gampang kan? “ kata Aka dengan entengnya.


“Mana mau gue kalo bininya jadi janda kembang, ogah banget!!!. Lagian gue.... “


“Yaudah kalo gitu nggak usah mati. Idup aja buat bahagiain gue sama anak kita nanti” kata Aka memotong perkataan Nicko cepat. Nicko melongo tak percaya. Benarkah Aka barusan ngomong gitu?.


“Coba lo ulangi” kata Nicko mencoba menepis bahwa ini hanyalah halusinasinya saja.


“Ogah!!!! Males” kata Aka ketus.


“Gue mau lo ngulangin omongan lo lagi. Gue suka” kata Nicko sambil memamerkan senyum mautnya. Aka jadi gugup sendiri.


“Minggir sana lo!!!!! “ kata Aka sambil mendorong Nicko menjauh. Nicko terkekeh geli. Dengan gerakan cepat ia segera mengangkat tubuh Aka.


“Akh!!!!! “ Aka memekik keras. Tubuhnya tiba tiba terangkat dan Aka duduk di atas meja belajar. Aka menatap Nicko penuh kejengkelan.


“Lo ulangin lagi omongan lo yang tadi” kata Nicko menatap Aka penuh harap. Bukan tatapan lembut, tapi penuh intimidasi.


Aka mendengus kesal. Ia hendak beranjak dari tempatnya, namun Nicko terlebih dulu mengurunya dengan metakkan kedua telapak tangannya di sebelah paha Aka. Aka semakin tersudut. Sekarang Nicko tampak lebih mengerihkan dari sebelumnya. Tapi, bukan Aka namanya kalau dia tidak bisa mempertahankan gengsinya. Nicko semakin memajukan wajahnya. Dengan gerakan pelan, ia membelai pipi Aka.


“Lo tau kan kalo gue cinta banget sama lo? “ kata Nicko yang tiba tiba suaranya menjadi serak serta berat. Membuat Aka merasakan sensasi tersendiri yang begitu aneh di dalam dirinya saat mendengar suara Nicko.


Nicko tersenyum manis, tepat di depan wajah Aka. Kalau ingin tahu, Aka sekarang sedang dalam mode gugup luar biasa.


Cup


Nicko tiba tiba mencium pipinya. Pipi Aka merona seketika. Nicko malah tersenyum menawan, membuat Aka semakin salah tingkah.


Dan apa yang terjadi?????


Nicko tiba tiba memeluk Aka dengan erat. Aka semakin bingung dengan sikap Nicko.


Plis deh, jantung gue bertahan dulu ya. Gue nggak mau tiba tiba mati dalam posisi kayak gini. Plis!!!!!!. Batin Aka.


Nicko kembali tertawa renyah. Bahkan sampai menampakkan lesung pipitnya yang semakin menawan. Di tambah lagi dengan senyumannya yang mampu membuat para gadis berteriak histeris.


Jujur, Aka juga hampir berteriak karena itu.


Nicko tiba tiba mendekatkan wajahnya dan mulai menggesekkan hidungnya pada hidung Aka dengan gemas sambil sesekali mencium pipi, dahi, kening, hidung, serta dagunya.


...Lah, yang bibir kapan oe?!!!!! Tenang, belum waktunya. Si author kampret ini emang sering bikin kita mati penasaran, eh untung kagak. Yang baca masih idup kan???? Belum mati kayak dia yang udah ninggalin tanpa kepastian. Hiks, terenyohhhh. 😭😭😭...


“I love you baby” kata Nicko pelan. Senyum masih terukir indah di bibirnya.


“Turunin gue dari sini” kata Aka yang masih gugup. Nicko mengangguk sekilas dan segera menurunkan Aka. Aka langsung berlari ke arah luar kamar. Nicko kembali tersenyum.


“Akhirnya Doperman itu nurut juga” kata Nicko sambil tertawa geli.


...••••••••••••••...


Tepat setelah makan malam, Aka segera naik ke kamar. Ia sudah tidak sabar menonton acara kesukaaannya.


“Tumben kamu langsung tidur” kata Lina heran. Aka hanya meringis ringan.


“Mau nonton drama” kata Aka sambil beranjak pergi. Brian memijit kepalanya jenuh.


“Anaknya suka drama korea, mamanya suka drama india, neneknya suka drama indonesia, buyutnya suka drama cina, canggahnya suka drama thailand, uger uger lawangnya suka drama jepang, gantung siwurnya suka drama belanda. Nasib nasib semua perempuan suka film drama” batin Brian mengeluh.


Nicko terheran melihat Aka masuk ke dalam kamar tanpa mengajaknya.


“Susulin gih” kata Brian mengintrupsikan Nicko agar menyusul Aka. Nicko mengangguk dan segera menyusulnya.


“Kenapa pa? “ tanya Lina yang khawatir suaminya tiba tiba murung. Brian segera menggeleng.


“Nggak, Cuma heran aja kenapa semua perempuan suka drama” kata Brian jenuh. Lina segera mencubit lengannya, membuat pemiliknya meringis kesakitan.


“Biarin dong. Kamu mau anak cewek kita suka mobil mobilan sama robot? “ tanya Lina kesal. Suaminya selalu saja mengeluh tentang itu.


Brian hanya meringis tanpa dosa.


“Tuh piringnya di cuci. Katanya kasihan sama istrinya, kantor mulu yang di urusin” kata Lina sebal. Brian mengangguk patuh.


“Jangan marah dong. Aku kerja kan buat keluarga kita” kata Brian menggoda Lina.


Lina segera melayangkan tatapan mengancam dengan tangannya sudah siap menyerang dengan centong nasi yang di pegangnya.


"Udah tua masih aja genit. Sadar umur Kek. Bentar lagi punya cucu masih aja kayak bocah" Lina berkata ketus pada Brian.


“Galak amat bu” kata Brian sambil berlari pergi. Ia tidak mau menjadi sasaran baku hantam dari keganasan centong nasi yang di pegang Lina.


“Lo mau tidur sekarang? “ tanya Nicko yang heran Aka terburu buru masuk ke kamarnya. Aka menggeleng pelan.


“Enggak, kalau mau tidur, tidur aja dulu” kata Aka datar sambil memasang kabel proyektornya. Nicko mendekat ke arahnya.


“Gue mau temenin istri gue dulu” kata Nicko. Tangannya bergerak memasang layar putih. Aka mengernyit heran.


“Ih udah deh manggilnya jangan istri, geli gue” kata Aka jengkel. Nicko manyun seketika. Sebuah ide terbersit di pikirannya.


“Gimana kalo ‘Cium'? “ tanya Nicko. Aka menaikkan bahunya.


“Terserah” kata Aka cuek.


“Lo jangan ganggu gue ya waktu nonton” kata Aka memperingatkan. Nicko mengguk setuju.


“Kita mau nonton film apa? Pasti dari luar kan? Komedi?, action?, triller?,drama?, horror?, anime? “ tanya Nicko kepo. Aka tergelak seketika.


“Ya kali kita nonton horror, kesenengen lo bisa cari kesempatan” kata Aka sambil tersenyum. Nicko juga ikut tersenyum.


“Bukannya bagus ya, gue bisa cari kesempatan? “ batin Nicko heran.


“Kita cuma nonton drakor kok” kata Aka seadanya. Nicko melotot seketika.


“Korea lagi, korea lagi” batin Nicko jenuh. Baru saja dia akan protes, Aka sudah lebih dulu mencegahnya.


“Eits, di larang komen” kata Aka cepat sambil menahan bibir Nicko dengan jari telunjuknya. Nicko hanya bisa pasrah.


“Lo mau cemilan? “ tanya Nicko


menawari. Aka menggeleng perlahan.


“Nggak bagus nyemil sebelum tidur, bisa bikin gemuk” kata Aka seadanya. Nicko tersenyum seketika.


“Kok gue nggak pernah ya? “ tanya Nicko penasaran. Aka mendengus kesal.


“Badan lo dari baja, mana mungkin bisa gembrot” kata Aka sabal. Nicko terkekeh renyah.


“Kalo perutnya? “ tanya Nicko sambil terkikik geli. Aka memutar bola matanya jengah.


“Itu bata bukan perut” kata Aka datar. Tawa Nicko meledak seketika.


“Lo beneran mau ikutan nonton” tanya Aka memastikan. Kening Nicko berkerut.


“Iya lah. Jagain lo kalo ada konten nggak wajar gue kan bisa nutup mata lo” kata Nicko santai. Ia bergegas naik ke atas ranjang. Membiarkan Aka menyelesaikan urusan filmnya.


Aka memutar bola matanya jengah. Sebenarnya apa yang dipikirkan Nicko saat ini?.


“Beres” kata Aka sambil menepuk tangannya. Ia segera duduk di sebelah Nicko.


Layar putih segera menampilkan gambar. Mereka memperhatikan dengan seksama. Nicko menoleh ke arah Aka yang tampak antusias.


Melihat wajah Aka lebih menarik perhatiannya daripada menonton film yang menurutnya membosankan ini.


Mata Aka seakan terkunci dengan tayangan film yang di tampilkan proyektor. Waktu seolah berputar cepat. Tak terasa film sudah habis dua episode.


“Nicko” panggil Aka saat Nicko sudah hampir tertidur. Nicko segera membuka matanya.


“Kenapa, udah ngantuk? “ tanya Nicko mencoba menahan matanya agar tak tertutup lagi. Jam sudah menunujukkan pukul 21.22. Nicko kembali menguap.


Aka menggeleng.


“Dingin” kata Aka merengek. Ia mengusap lengannya pelan. Nicko tersenyum sekilas.


“Sini deketan lagi” kata Nicko sambil menepuk ruang kosong antara mereka. Tanpa harus di suruh dua kali, Aka segera mendekat ke arah Nicko.


Nicko terlonjak kaget begitu Aka tiba tiba memeluknya.


“Nggak langsung tidur? “ tanya Nicko. Aka kembali menggeleng.


“Belum ngantuk” jawab Aka. Walau bilang begitu, nyatanya dia malah menguap lebar. Nicko segera menutup mulutnya dengan tangannya.


“Jangan kemaleman tidurnya “ kata Nicko mengingatkan. Aka mengangguk paham.


Tiba tiba, Puk. Kepala Aka jatuh di bahu Nicko. Aka sudah tertidur. Nicko meletakkan Aka dengan hati hati. Ia segera mematikan proyektor dan leptop milik Aka. Nicko segera mengatur posisi tidur Aka agar nyaman.


“Mimpi indah sayang” kata Nicko sambil memeluk Aka dan ikut terlelap menuju alam mimpi.


...•••••••••••••••••...


...Eakkk baper lagi kan?!!!! Sama, author juga hehe. Ada yang penasaran isi kotak yang di kasih Papa Brian isinya apa? Tebak sendiri aja yah, author juga nggak tau hehe. Biarlah jadi rahasia selamanya. Kalo mau tau tanya sama yang udah tau ya, author nggak bisa jawab soalnya.


...


...Satu kata buat Aka?


...


...Satu kata buat Nicko?


...


...Satu kata buat Rangga?


...


...Satu kata buat Frezy?


...


...Satu kata buat author juga dong?...


...Btw, kan ada yang nanya nih, papanya Aka sama Nicko kek gimana sih? Ni author liat in yah...


...Ini bapaknya Aka...



...Ini bapaknya Nicko...



...Emm, gimana yah, just konten ok?...


...kalo punya pilihan lain, author juga nggak ngelarang kok...


...Nih, bonus. bapak dari anak anaknya author kelak...



...wkwkwk🤣🤣🤣🤣🤣...


...doain aja ni ye🤣🤣🤣🤣🤣...


...kalo jadi kenyataan para readers gua undang deh ke acara nikahan gua🤣🤣🤣🤣...


...see you🐻🐻...