
...Karena Belle tahu hukumnya bikin anak manusia itu dosa, jadi Belle 2Γ update nih. Hwaaa!!!...
...Seneng song pasti?!!!...
...Selamat membaca para Bybeπ...
...πππππ...
...β...
...β...
...β...
"Lop!!!!! " teriak Charles sambil berlari. Charles membalalakkan matanya tak percaya. Lop terikat di papan kayu besar dengan wajahnya yang semakin pucat dan matanya yang memutih.
"Wow wow, kita punya tamu spesial disini" sebuah suara muncul dari kegelapan. Seseorang, tunggu, bukan!!! Itu dua orang. Mereka berjalan ke arah Charles yang berdiri mematung. Nafasnya masih memburu.
"Tuan muda detektif Lupin" kata orang itu. Dia adalah seoarang pria berusia sekitar tiga puluhan awal. Pipi kirinya terdapat bekas jahitan. Satu lagi seorang cewek seusianya.
Astaga!!! Itu Olla!!!.
"Atau, harus aku katakan, tuan muda Charles Lupin" kata orang itu lagi. Ia menyerigai sinis. Rupanya dia kenal dengan Charles. Charles masih terdiam.
"Kita beruntung dapat bertemu nak" kata orang itu sambil menatap tajam ke arah Charles.
"Kau tau, aku sudah lama menunggu ayahmu untuk membalasakan dendam setelah ia menjebloskan aku ke penjara" kata orang itu. Charles mematung seketika. Apa hubungan orang ini dengan ayahnya?
"Tapi, itu tidak perlu. Aku sudah cukup mendapatkan anaknya" orang itu tersenyum miring. Charles menatapnya tegas. Ia berfikir bagaimana cara menyelamatkan teman temannya.
"Kira kira apa yang akan dilakukan detektif Lupin saat tau anaknya di tangan si Codet Chimet?!!! " kata orang itu menyebutnya namanya.
"Jangan sangkut pautkan ayahku dalam masalah ini" kata Charles sarkas.
"Baiklah, asalkan kau mau membunuh gadis iblis itu " kata Codet sambil menunjuk Lop yang terikat tak berdaya dengan ujung pistolnya. Charles melebarkan matanya. Ia tidak akan pernah melakukan itu. Walau sekarang Lop tampak berbeda, ia tudak bisa mengahabisi Lop tanpa alasan yang jelas.
" Apa susahnya?! " kata Codet sambil menyekap Olla di tangannya. Olla meringis ketakutan. Terlihat ia begitu ketakutan dengan ujung pistol yang di arahkan di lehernya.
"Charles tolong aku" kata Olla ketakutan. Kini keringat dingin membasahi tubuhnya. Charles mengatur nafasnya susah. Pistol masih di genggamnya. Ia kebingungan setengah mati. Akankah ia harus menembak Lop yang kini berubah.
"Waktumu tinggal sedikit nak. Kau akan menyelamatkan temanmu bukan dari pada gadis iblis itu? " tanya Codet sambil mengeratkan cengkramannya pada Olla. Olla menahannya dengan sekenap tenaga.
"Aku tidak bisa membunuhnya" kata Charles pada akhirnya. Ia benar benar tak tega harus menghabisi nyawa Lop. Charles kembali meringis kesakitan. Lebam di pipinya akibat cakaran Lop masih terasa berbenyutΒ di wajahnya. Codet kembali tersenyum remeh.
"Kalau begitu jangan salahkan aku kalau keduanya harus ku habisi" kata Codet mengeram. Ia mengarahkan selongsong pistol ke arah Lop. Lop melebarkan matanya yang telah memutih seluruhnya. Charles tidak mungkin tega, walaupun taring keluar dari sela sela gigi rapinya, Charles tetap tidak tega. Lop adalah gadis yang dia cintai selama ini. Ia tak mungkin membiarkan Lop mati.
"Berhenti!!!!!! " teriak seseorang dari kejahuan. Dua orang tampak berjalan ke arah mereka berempat. Salah satunya berjalan terseok seok. Semakin lama kedua sosok itu semakin jelas.
"Jangan bunuh Lop. Ini bukan salah Lop" kata orang itu. Charles, Olla, bahkan Lop tak menyangka kalau dia akan datang. Dia bersama seorang cowok yang tidak mereka kenal.
"Aka??? " kata Charles lirih.
"Apa maksudmu? " tanya Codet kesal. Rencananya bisa terancam gagal karena ini.
"Lop bukan pelakunya!!! " kata Aka tegas. Ia tak merasa takut sama sekali. Nicko membantu Aka berdiri dengan tegak. Walau sakit menyerang pergelangan kakinya, Aka tetap mencoba berdiri.
"Lalu siapa yang salah? " tanya Codet penasaran. Ia geram dengan Aka yang tiba tiba mengusiknya.
"Orang yang sedang bersamamu itu yang salah" kata Aka tegas. Ia melirik ke arah Olla yang pura pura kesakitan. Olla kaget dengan apa yang dikatakan Aka kepadanya.
"Tapi lo!!! " kata Aka mengarahkan pandangannya penuh ke arah Olla.
"Lo sering menaruh nampan berisi sajen sama kemenyan di sudut sekolah" kata Aka jelas. Ia tak bisa menyembunyikannya lagi. Ini adalah pilihan terbaik, walaupun ia terpaksa menjebloskan Olla ke dalam penjara.
"Gu, gue nggak pernah kayak gitu" kata Olla terbata bata. Ia jelas menunjukkan raut wajah antara gelisah dan marah.
Aka tersenyum miring.
"Udah nggak guna lo akting. Percuma lo akting waktu semua udah terungkap" kata Aka tegas.
Olla mendengus kesal. Ia segera beranjak dari tempatnya dan menuju Aka dengan tergesa gesa.
"Lo nggak punya hak ngomong kayak gitu tentang gue!!!! " kata Olla penuh amarah. Tangannya hendak melayang untuk menampar Aka. Aka memejamkan matanya, namun bukan tamparan yang ia terima, malahan tangan Olla sekarang sedang di cekal Nicko dengan kuat.
"Nggak ada yang boleh nyakitin Aka selagi gue masih hidup!!!! " kata Nicko keras.
"Sialan!!! Gue nggak ada urusan sama lo!!!! " kata Olla mencoba melepaskan tangannya.
"Aka, tunggu pembalasan gue!!!! " kata Olla penuh penekanan. Ia melirik Aka dengan sangat tajam. Aka begidik ketakutan dengan ekspresi Olla.Β
Ceklek!!!. Terlambat, tangannya telah di borgol. Nicko tersenyum sinis.
Aka menoleh ke arah Lop. Aka terkejut seketika saat melihat Lop bergetar tak karuan. Mata dan mulutnya mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Lop mengerang keras menyebabkan semua orang yang ada di sana terkejut dengan erangan Lop.
"Akhhhhh!!!!!!!!!!! " teriak Lop keras. Tubuhnya yang masih diikat pada batang pohon melemas. Lop pingsan seketika.
"Akhhhhhh!!!!! " suara teriakan kembali terdengar. Kali ini dari Olla. Wujudnya tak beda jauh dengan Lop saat berteriak. Mata dan mulutnya mengeluarkan cahaya berwarna kelabu. Kejadian itu terjadi begitu cepat. Namun bukannya pingsan seperti Lop, Olla malah berdiri gemetaran.
"Pergi kalian, pergi!!!!!! " kata Olla histerus. Ia mengibas ngibaskan tangannya seolah sedang mengusir sesuatu. Tubuh Olla bergetar hebat. Ia menutup telinganya kuat kuat.
"Jangan ganggu aku!!!! " teriak Olla lagi, kini lebih histeris.
Β Tiba tiba terdengar suara derap langkah kaki semakin mendekat. Rupanya para warga desa serta aparat keamanan datang menyusul mereka. Charles segera melepaskan Lop dari ikatan. Tubuhnya dingin. Charles segera melepas jaketnya dan memakaikannya pada Lop. Ia segera menggendong Lop dengan hati hati. Olla, Codet, dan Lottana segera diringkus oleh aparat keamanan.
Β "Udah nggak usah di fikirin, sekarang lo sudah aman" kata Nicko sambil mengusap lengan Aka pelan. Sorot kasih sayang tergambar jelas dalam matanya. Aka mengangguk sambil tersenyum. Ia menghela nafas.
"Semua pasti baik baik saja" batinnya menenangkan.
"Pak tolong bantu teman kami yang masih di dalam" kata Thomas kepada beberapa pria. Mereka mengangguk dan segera masuk ke dalam rumah.
"Astaga!!!! Nikita Hazel, Canala Lyshana, Amuse Pcyshe!!! " teriak keluarga mereka saat ketiga orang itu dikeluarkan dari dalam rumah.
Ibu Nikita Hazel menangis histeris setelah tau nyawa anaknya sudah melayang. Canala dan Amuse segera di antarkan ke rumah sakit terdekat untuk di rawat luka lebamnya.
...ββββ...
...π’πππ...
...π...
...π...
...πππ¬ππ...
sepi banget btw lapak yg ini. padahal lapak di app sebelah lumayan rame loh. jangan mau kalah dong. buruan ramein kawan kawan