This Crazy

This Crazy
TC chapter 7 {so awkwakrt}



Nicko menjemput Aka tepat saat pulang sekolah. Nicko sempat terheran dengan gadis itu.


“Perasaan waktu berangkat rapi, waktu pulang kok malah jadi urakan kayak anak monyet terlantar gitu” batin Nicko yang memperhatikan penampilan Aka yang sudah acak acakan. Baju sekolah sudah keluar, rambut sudah tidak rapi, peluh di sekitar dahi, pelipis, dan leher, tasnya saja hanya di seret. Nicko menggelengkan kepalanya jenuh.


“Salah Nicko apa Tuhan sampai di kasih bini tampilannya kayak anak kodok gini?? “ batin Nicko getir.


“Huh!!! Sebel sebel!!!! Baru bolos sekali udah di suruh mungutin sampah yang ada di luar gerbang. Mana panas lagi. Dikira gue tukang sampah apa?!!!! Seenaknya sendiri tuh guru nyuruh nyuruh” racau Aka yang baru saja masuk ke dalam mobil.


Nicko hanya melirik sekilas dan tersenyum tipis. Aka terlihat sangat lucu saat sedang sebal. Aka mengibas ngibaskan tangannya kepanasan.


“Mana gerah lagi. Saos, nyalain AC gih” titah Aka. Nicko mengernyitkan dahi.


“Lo bilang gue apa? “ kata Nicko meminta Aka mengulang sebutannya.


“Saos” kata Aka polos.


“Gue Nicko!!!! Bukan saos!!!!” kata Nicko keras.


“Halah kalo di plesetin dikit jadi Nicky alias saos “ kata Aka tanpa beban.


Nicko tiba tiba memukul sandaran kemudi keras. Aka terkejut seketika .


“Gila!!!! Lo jangan bikin gue jantungan dong!!!!! “ kata Aka tak terima.


“Jangan sebut nama itu lagi!!!!!” kata Nicko berat.


“Emang kenapa?” kata Aka penasaran. Aka tersenyum tipis. Ia punya sesuatu untuk mengejek Nicko. Nicko masih terdiam sambil memegang kemudi erat. Nafasnya memburu marah.


“Hehe, Sa~~” kata Aka terhenti.


“Gue buntingin lo disini!!!! “ kata Nicko kelam.


Aka terdiam seketika. Nicko sukses membuatnya bungkam hanya dengan kalimat itu.


“Iy, iya maaf” kata Aka pelan. Nicko masih diam tak mengubrisnya.


“Maaf ya” kata Aka lagi. Nicko tak bergeming.


“Jangan buntingin Aka di sini ya? Malu tau, mana tempatnya nggak nyaman lagi” kata Aka semakin ngawur. Nicko masih diam.


“Plis ya jangan buntingin Aka. Aka masih belum punya mantan 987.654.321” kata Aka semakin tidak jelas.


“Cita cita Aka masih panjang. Aka nggak mau mati dulu. Mami Papi Aka belum Aka bahagiain” kata Aka aneh.


“Kayak lo bakal mati kalo gue gituin” kata Nicko dalam hati.


“Aka juga masih pingen sekolah” kata Aka pelan.


Deg!!!!!!


Nicko tersentak kaget. Ia hampir lupa dengan komitmen itu.


Pandangan mata Aka mengabur. Dia mulai kesegukan.


“Buka baju lo” kata Nicko tiba tiba.


Aka tentu saja terkejut luar biasa. Apakah Nicko sudah tidak waras?


“Jangan buntingin Aka!!!! Aka mohon!!!!! Aka nggak bakal bilang gitu lagi deh, sumpah!!!!!! Aka masih.... “ Aka mulai kesegukan kembali.


“Nggak ada yang mau buntingin lo” kata Nicko sengaja memotong perkataan Aka. Alis Aka berkerut bingung.


“Terus, maksud Nicko? “ kata Aka bingung. Dalam hati Aka lega akhirnya Nicko tidak akan melakukan sesuatu yang aneh dengan dirinya. Ia mengusap sudut matanya.


“Nicko, hidung Aka beleren. Sisi-in dong” kata Aka merengek. Ia tak melihat selembar tissu pun di atas dashboard.


Nicko mengangkat sebelah alisnya.


“Kan, Aka nangis gara gara Nicko” sambung Aka.


Nicko mendenguskan nafas lelah. Ia benar benar harus ekstra sabar dengan gadis ini.


Kenapa kakek tidak mencarikan yang lebih dewasa sedikit Barin Nicko.


Nicko mengambil sapu tangan yang ada di dalam tasnya. Ia memang jarang membawa tissu kemana mana.


Nicko mulai membersihkan hidung Aka dengan sapu tangannya dengan perlahan. Untung dia terbiasa mengurus adiknya. Jadi hal seperti ini tak akan membuatnya jijik.


Nicko membersihkan benda mungil itu dengan hati hati. Aka memiliki hidung yang lucu. Tak terlalu pesek dan tak terlalu mancung. Kalau kata orang jawa itu ‘bangir’, kek punya author gitu, Eh.


Nicko sempat tertegun saat jarak wajahnya dengan wajah Aka sangat dekat.


“Lo yang cuci” kata Nicko sambil melempar sapu tangan yang telah di gulung itu ke pangkuan Aka.


“Nih” kata Nicko sambil melempar sebuah kaus ke arah Aka.


“Sana ganti baju di belakang. Baju lo nanti bau asem. Besok masih di pake kan? “ kata Nicko datar. Pandangannya masig lurus ke depan.


“Nicko nggak punya maksud jahat kan sama Aka? “ kata Aka ragu.


“Nggak” kata Nicko datar.


“Lah yang tadi? “ tanya Aka penasaran.


“Gue khilaf” jawab Nicko sekenanya.


“Beneran kan? Jangan bohong loh” tanya Aka lagi.


“Iya Aka” jawab Nicko sabar.


Aka terdiam sambil berpindah tempat ke jog belakang.


Nicko menutup sepion dalam.


“Punya lo masih kecil. Kalo gue apa apain sekarang, nggak ada yang serunya sama sekali. Lo tau caranya ngeluarin suara aja kagak. Besok aja waktu dada lo udah semelon sama body lo udah kayak gitar spanyol baru kita maen” kata Nicko sambil terkekeh geli.


Aka melebarkan matanya seketika.


“Nicko!!!!!!!!!!! “ teriak Aka keras.


Nicko hanya terkekeh renyah melihat Aka yang sudah merah padam wajahnya.


..._______*^-^*_______...


...**Tau nggak? 😪😪...


...Sebenernya tuh😕😕...


...Aku males up bangetsss😔😔😭😭...


...Udah gitu waktu nulis juga lagi nggak mood...


...Banyak yang geje ya? Emang...


...Kalian tau kenapa?? 😢😢😢...


...Nggak ada yang like sama sekali...


...😭😭😭😭😭...


...Jangan kayak dia dong😳😳...


...Yang Cuma singgah tanpa kepastian😭😭😭😭...


...Sayang sama ceritanya, sayang juga sama penulisnya!!!!😬😬😬...


...So, mulai sekarang, author wajibkan, habis baca harus like and rate...


...👊👊👊👊👊...


...Kalo nggak, yah terpaksa deh, author harus ambil jalan tengah, alias slow update . Bahkan harus mungkin seru juga,atau... di tamatin sampe sini aja kek nya seru ya 😏😏😏...


...Pada nggak mau kan? 😏😏😏...


...Makanya!!! 😛😛😛😛...


...Jangan lupa like and rate!!!!!😝😝😝😝😝...


...semoga yang sering jadi sider alias silent readers orangnya cepat nyadar. Kalo nggak ya semoga bokongnya bisulen segaban 😂😂😂😂😂😂...


...See you aja lah👋👋👋👋👋...


...Takut habis ini di gebuk sama readers se kampung...


...🏏🏏😨😰😱...


...🤓🤓🙃🙃🙃😅😅😅🙈🙈🙈🙈...


...Kaburrrrr🏃🏃🏃🏃💨💨💨**...