This Crazy

This Crazy
TC chapter 23{salah paham}



karena ini masih flash back, jadi sengaja aku kasih front italic lagi


Flash back continue


“Lo siapa?!! “ kata Aka tak kalah ketus. Gadis itu berdecih sombong.


“Gue cuma temannya Rangga. Elo nggak perlu khawatir, bentar lagi posisi lo akan menjadi milik gue. Jadi gue sarankan sebaiknya lo mundur pelan pelan saja” kata gadis itu dengan congkak. Aka menatap gadis itu marah. Siapa dia?! Berani beraninya mengatur Aka seenaknya sendiri.


“Jangan mimpi” kata Aka sambil tersenyum sinis. Gadis itu melotot geram.


“Lo nggak akan pernah dapetin Rangga sampai kapanpun. Gue tau, Rangga itu cowok baik baik. Dia nggak bakal suka sama cewek kayak lo” kata Aka mencubir gadis itu, lebih tepatnya mencibir penampilannya.


Gadis itu memakai dress yang sangat ketat. Ia terlihat terlalu bergaul bebas hingga berani memakai pakaian yang tidak sepantasnya di pakai gadis itu.


Aka tahu, gadis itu terlalu muda untuk memakai dress itu. Umurnya kira kira sama dengan Rangga.


Aka jamin, Maminya tidak akan pernah mengizinkan Aka memakai dress yang kekurangan bahan seperti itu.


“Jaga ucapan lo ya!!!. Lo nggak tau sedang berhadapan dengan siapa!!! “ kata gadis itu mulai naik pitam. Aka tersenyum sinis. Rupanya gadis ini terlalu bar bar hingga mudah untuk memancing emosinya.


“Gue sadar kok. Maaf ya kakak bordil, aku sudah tidak sopan “ kata Aka kembali mengejek. Seluruh pengunjung yang ada di sana terhenyak kaget.


“Jaga mulut sialan lo!!!! Gue nggak pernah jadi pegawai bordil. Dan satu lagi, lo nggak akan pernah mampu ngalahin gue. Dari segi manapun gue lebih dari segalanya kalau di bandingin sama lo!!!!!!!! “ kata gadis itu semakin murka. Aka hanya tersenyum tenang.


Gadis itu segera menyerang Aka dengan cakaran tangannya. Aka dengan gesit menghindar sebelum kuku gadis itu mengenai wajahnya. Ia tersenyum dalam hati, setidaknya gadis ini tidak terlalu pintar berkelahi.


“Kakak aku mohon jangan membuat keributan disini” kata Aka mencoba menenangkan gadis itu. Bukannya tenang, gadis itu malah semakin geram sendiri.


“Hah kalo lo bisa berkelahi, kenapa dari tadi cuma ngehindar doang. Gue bilang juga apa? Jangan sok sok an deh!!!!! Dada sama pantat aja rata. Modal cantik aja bangga” gadis itu mencibir habis habisan. Aka jadi geram sendiri. Ia paling benci dengan orang yang suka membandingkan bentuk fisik.


“Lo harus tau!!! Gara gara lo, Rangga jadi susah!!! Lo tuh emang cewek paling nyusahin sedunia tau nggak?!!!!. Biar gue jelasin cewek papan, Hanya karena Rangga ngajakin lo ke tempat kayak gini, dia terpaksa harus nggak jajan selama seminggu. Itu semua buat apa?!! Tentu saja buat muasin semua ambisi lo. Lo tuh cewek matre yang bisanya nguras harta cowok doang. Lo mikir dong!! Cowok juga punya hati, kalo lo cuma pingen hartanya Rangga doang, kenapa lo nggak cari aja yang lebih tajir? Kalo perlu, sekalian cari om om sana biar lo cepet jadi kaya. Lo nggak kasihan apa sama ortu lo? Susah payah didik elo, ehhh waktu udah besar malah jadi cewek matre. Puhhh gue bener bener nggak habis fikir dengan jalan fikiran lo” kata gadis itu panjang lebar. Itu membuat nafas Aka semakin sesak. Gadis itu benar benar telah memancing kemarahannya.


Gadis itu segera maju lagi, hendak menyerang Aka. Aka tak tinggal diam. Ia berhenti menghindar dan membalas serangan gadis itu. Gadis itu mengeram kesakitan saat tangannya di plintir oleh Aka. Aka tersenyum sinis mendengar rintihan gadis itu. Dengan gerakan cepat Aka segera meringkus gadis itu. Bukannya menyerah, gadis itu masih sempat mengejek Aka kembali. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Aka. Berusaha membuat suasana menjadi semakin mencekam.


“Elo nggak pernah tau apa apa tentang Rangga. Bahkan latar belakangnya dia aja lo nggak tau. Lo pasti nggak pernah terfikir sampai sejauh itu bukan? Heh tentu saja, lo Cuma cewek labil yang baru aja puber. Sekarang gue tanya, seberapa dekat lo sama Rangga? “ kata gadis itu serius. Aka menatapnya dengan geram.


“Apa lo udah pernah tidur sama dia? “ tanya gadis itu sinis. Aka mematung seketika. Apa yang di bicarakan gadis itu sama sekali di luar akal sehatnya. Gadis itu kembali tersenyum meremehkan ke arah Aka.


“Pasti belum kan? Tentu, lo masih ingusan kalo dia ajak maen di ranjang. Gue udah pernah, dan gue sangat puas saat Rangga melihat gue dengan tatapan takjub. Lo tau? Hanya gue cewek pertama yang pernah Rangga sentuh” kata gadis itu sambil terkikik. Ia merasa kalau Aka telah kalah telak darinya.


“Satu lagi sayang, cepat atau lambat kami akan segera menikah. Aku memang sudah memastikan tidak ada yang lolos malam itu. Tapi, siapa tau kalau dugaanku keliru? Setelah menikah kami akan mengatur perekonomian dengan mudah. Aku bisa membantu Rangga mencari uang dengan lebih optimal. Jangan khawatir, tunggu saja surat undangan kami” kata gadis itu sinis. Aka seketika mematung. Tidak mungkin Rangga berbuat seperti itu dengan gadis ini. Gadis ini sungguh gila. Aka mencoba tetap tenang. Ia tidak ingin gegabah mengambil tindakan.


“Kakak sendiri yang minta. Aku bakal bikin kakak nyesel karena kakak udah bilang dada sama pantat aku rata” kata Aka berapi api. Ia segera membanting gadis itu ke lantai. Suara kesakitan gadis itu terdengar memilukan. Gadis itu terjatuh dengan posisi terlentang. Tanpa membuang waktu, Aka segera menginjak dada gadis itu yang sedari tadi membuat pandangannya jengah.


“Akhhhhh!!!!! “ suara jeritan gadis itu kembali terdengar. Semua orang yang ada di sana melihat dengan pandangan takjub. Mereka kaget dengan aksi Aka.


Gadis itu kembali berteriak kesakitan. Plum Resto tiba tiba menjadi ajang arena pertarungan yang seru antara Aka dan gadis itu. Semua orang hanya memperhatikan, tak berani melerai.


Aka kembali menyerang dengan membabi buta. Ia sama sekali tidak memberi ampun kepada gadis itu.


Rangga baru keluar dari kamar mandi saat ia mendengar suara gaduh di dalam ruang makan. Ia segera berjalan mendekat. Ia sempat heran dengan beberapa orang yang berkerumun. Rasa penasarannya mendorong dia unrmtuk mendekat ke arah keramaian itu.


Matanya terbelalak kaget saat ia melihat Aka sedang menghajar gadis yang sangat ia kenal, Frezy. Tanpa memperdulikan kenapa mereka bisa bertemu, Rangga segera melerai mereka. Dalam jarak empat meter dan sedikit di halangi pengunjung restoran, Rangga segera berteriak keras.


“Aka!!!!! “ teriak Rangga saat Aka hendak memberikan tendangannya ke arah gadis itu. Frezy yang masih kesakitan, memanfaatkan waktu ini untuk mengompori Rangga. Frezy lantas mengambil sebilah pisau daging dan menggores lengannya sepanjang pensil. Tidak cukup dalam, tapi cukup untuk membuat darahnya keluar banyak. Setelah itu melemparkannya ke samping kaki Aka. Frezy segera memulai aksinya.


“Rangga!!!! Tolongin gue!!!! Gue dijahatin sama cewek ini!!!!! Hwaaaa!!!! “kata Frezy sambil memegangi lengannya. Rangga segera menuju ke arah mereka berdua. Rangga melewati Aka begitu saja, seakan akan ia tak melihat Aka di sana. Padahal ia baru saja memanggil namanya.


“Zy, tenang ya gue bakal nolongin lo” kata Rangga khawatir. Ia menoleh ke arah Aka yang gemetar ketakutan.


“Puas lo?!! Baru gue tinggal sebentar lo udah bikin ulah kayak gini. Gimana kao gue tinggal lama?! Lo bisa bisa ngebunuh Frezy “ kata Rangga mengeram marah. Matanya memancarkan aura kebencian terhadap Aka. Aka merasa hatinya sakit tercabik cabik. Ia tidak pernah melihat Rangga marah kepadanya, apalagi seperti ini. Nafasnya terasa berat, matanya terasa panas, air mata meluncur begitu saja dari sudut mata indahnya.


“Eng, enggak Ga” kata Aka terbata bata. Ia kesulitan menjelaskan kepada Rangga dengan tenggorokkannya yang terasa tercekat. Seolah olah pita suaranya telah di cabut.


“Lalu ini apa?!! “ kata Rangga keras. Ia membuat Aka tersentak dengan bentakannnya. Nafas Aka naik turun tak teratur. Hatinya terasa lebih sakit dari sebelumnya.


“Rangga, gue bisa jelasin. Ini semua bukan salah gue. Dia dulu yang mulai “ kata pada akhirnya, meskipun masih agak terbata bata.


“Cukup!!!! “ bentak Rangga lagi. Aka menggeleng kuat. Ia harus berani membela dirinya. Sambil menahan perih di kakinya, ia mencoba menjelaskannya kembali.


“Dia dulu yang mulai Ga!!!! “ teriak Aka, Meskipun ia tahu suaranya tidak sekeras yang dia bayangkan.


“Pergi!!!! “ titah Rangga kelam. Aka membulatkan matanya tak percaya.


“Ap apa?? “ tanya Aka hati hati. Ia benar benar tidak menyangka semua ini akan terjadi.


“Lo **** ya?!!! Gue bilang pergi j*l*ng!!!!!! “ teriakkan Rangga membahana.


Sakit,


Nyeri,


Ngilu, bercampur aduk menyerangnya.


Kelopak matanya menutup perlahan dengan air mata yang keluar dari sela sela bulu mata lentiknya.


Perasaaannya menjadi tak karuan. Belum pernah ia mendengar Rangga menghinanya seperti itu.


Harga dirinya sudah habis di tempat ini.


Dengan mengambil langkah pasti, Aka meraih tas selempangnya setelah memasukkan ponsel yang sedari tadi masih dipegangnya.


Ia berjalan meninggalkan kerumunan itu.


“Baik Ga, kalo lo nyuruh gue pergi, gue bakal pergi. Tapi lo harus inget, tolong jangan cari gue lagi. Lo udah bikin gue sakit. Dan gue harap ini yang terakhir kalinya lo bikin gue sakit hati. Makasih buat semuanya. Maaf kalo gue selalu nyusahin lo, buat lo kesel, selalu ganggu lo. Tapi satu yang harus lo inget Ga, sesakit apapun lo nyakitin gue, gue nggak bakal pernah benci sama lo. Lo udah bikin kenangan indah di hati gue. Dan gue nggak bakal pernah ngeluapain itu semua, walau akhirnya lo mengancurkan itu semua dengan penghianatan ini. Gue tau gue salah Ga, jadi untuk terakhir kalinya, gue mohon sama lo, gue nggak mengharap lo bakal maafin gue, tali gue cuma ingin lo nggak cari gue setelah kejadian ini. Jadi gini, akhir dari hubungan kita? Gue puas Ga, gue iklas” kata Aka sambil menyeka air matanya yang mengalir deras.


“Plis habis ini jangan cari gue lagi ya? Lo udah bikin gue sakit, kalo lo nggak bisa ngobatin, jangan bikin gie tambah sakit lagi. Gue tau kalo lo cowok romantis yang selalu bersikap manis, tapi gue baru tahu kalo lo ternyata juga bisa bikin hati gue teriris iris. Thanks buat semuanya. Gue nggak pernah nyesel kenal sama lo. Gie bakal jadiin ini semua sebagai pelajaran, agar gue nggak bakal salah lagi milih pasangan. Good bye Rangga, I hope you always be happy with Frezy. Because I know, I not will give you what you want. I’m swear, I don’t disturb you again. “ kata Aka sambil mengatur nafasnya.


Ia berlari keluar restoran dengan berderai air mata. Rangga segera membawa Frezy berobat. Ia seperti yang menghiraukan perkataan Aka.


Aka sampai di depan restora dengan nafas yang masih tersendat sendat. Ia melihat sekeliling, berharap masih ada taxi yang menepi di sekitar sini. Pandangan matanya terhenti begitu ia melihat mobih yang begitu familier dengan sopir di dalamnya.


“Ayo neng pulang” kata Pak Mansur sambil tersenyum. Aka tak menunggu waktu lagi, ia segera masuk ke dalam mobil keluarganya. Ia benar benar tak betah lama lama satu kawasan dengan Rangga.


Pak Mansur segera menyalakan mesin mobil dan menjalankannya dengan tenang di jalanan malam yang lenggang. Ia mendengar tangisan pilu di bebelakannya. Sopir itu benar benar kasihan dengan kondisi putri majikannya ini. Ia menjalankan mobil dengan lebih kencang.


Aka masih menangis keras di jog belakang kemudi. Ia tak tahu harus bagaimana sekarang. Tanpa sadar kepalanya menoleh ke kaca belakang mobil. Ia melihat dengan jelas Rangga yang berlari dengan membawa Frezy dalam gendongannya. Belum pernah Aka melihat Rangga se khawatir itu. Bahakn kepadanya. Aka kembali menutup mata. Ia merutuki dirinya yang penasaran menoleh ke kaca belakang. Pikirannya sungguh kacau sekarang.


Mobil menepi di depan rumahnya setelah lima menit perjalanan. Aka segera berlari ke arah Maminya yang sudah menunggu di ambang pintu.


“Maaa..... Aku... Aku...... “ kata Aka tersendat sendat dengan tangisannya yang tidak bisa ia bendung. Lina benar benar pilu mendengar anaknya saat ini.


“Sudah nak, mom tau, kamu nggak perlu jelasin” kata Lina mencoba menengangkan Aka. Aka mencoba menata hatinya.


“Mom, ayo kita pindah” kata Aka tergugu. Lina menghela nafas sesaat.


“Baik, mari kita pindah” kata Maminya.


Flashback off


Aka masih mengingat kejadian itu denga jelas. Ia benar benar tak menyangka akan bertemu dengan Rangga kembali setelah dua tahun lamanya. Sekarang, Rangga berdiri tepat di depannya dengan senyum hangat yang masih sama seperti dulu.


“Hay sayang” kata Rangga ramah. Ia benar benar rindu dengan Aka saat ini.


...•••••••••••••••••••••••••...


...Hwooooo😭😭😭😭😭😭gue baper sendiri nulisnya😢😢😢😢😢😢....


... Sumpah part yang ini menguras energi dan perasaan gue.😬😬🥵🥵...


... Kalo kalian gimana?🤠🤠...


...Tinggalin komen ya sebelum ninggalin bab ini.🥳🥳🥳...


...So maaf nih ceritanya awal author bikin manis manis, tapi endingnya author bikin tragis.🥺🥺🥺😭😭😭...


...Mon maap banget.🥺🥺🥺🙏🙏🙏🙏...


...Ada yang nggak setuju ya? 😥😥. ...


...Gue harap habis ini followers nggak bakal berubah jadi heathers.🥺🥺🥺...


...Tetap dukung author yah.🤣🤣🤣...


... Tetep sayang sama author yah.🤣🤣🤣...


...Author juga selalu sayang sama kalian kok. 😘😘😍😍😍...


...Sampai jumpa lagi😘😍❤❤❤❤❤❤


...