This Crazy

This Crazy
TC chapter 2 {Cowok Ketus}



Setelah lewat tujuh hari, aku berusaha bangkit dari keterpurukan. Semua yang ada di dunia tidak ada yang abadi. Karena itu, aku berusaha mengiklaskan kepergian Kakek ke surga.


Sambil melenggangkan kaki aku berusaha mengingat kembali wasiat kakek pada malam itu. Kakek berpesan, kalau kakek pergi Aku harus menikahi cewek bernama Akasia Violetta Brian. Aku asal menyetujui, sebab ku pikir Kakek tidak akan kemana mana. Tapi dugaanku salah. Kakek justru pamit selamanya. Aku sempat melamun tanpa memperdulikan arah kakiku melangkah. Hingga sebuah suara menyadarkanku dari alam lamunan.


“Awas!!!!!!“ sebuah suara membuatku terlonjak kaget. Aku melihat ke asal suara dan mendapati seorang cewek mengendarai sepeda yang melaju kencang ke arahku.


Sebelum aku sadar betul, sepeda itu sudah terlebih dahulu menabrakku. Rasa sakit segera menjalar ke seluruh tubuhku saat aku terhempas ke belakang.


“Kak, maaf nggak sengaja” kata cewek itu. Di berusaha membantuku berdiri, namun segera aku tepis tangannya.


Saat aku berdiri dengan benar, gadis itu seperti terkejut melihatku.


“Nick... “ tebak cewek itu. Keningku berkerut heran.


Kenapa dia bisa tahu namaku?.


“Hay Nick” kata cewek itu ramah. Aku masih melihatnya dengan tatapan dingin. Gue masih waras kalau harus ngelupain kejadian tadi.


'Tadi manggil kak, sekarang manggil pake nama doang. Ni anak cewek ngga pernah di ajarin sopan santun apa?. Jelas jelas dia sama gue tuaan gue. Anak SMP kayak gini emang harus di kasih pelajaran' batinku mengomentari.


“Elo siapa? “ kataku dingin. Cewek itu tampak gelagapan.


“Anu, gue, gue Aka “ kata cewek itu ramah sambil mengulurkan tangan. Gue tetap bergeming. Tak punya niatan menyambut uluran tangannya. Merasa nggak sambut uluran tangannya. Cewek itu menariknya kembali tangannya sambil menekuk bibir ke bawah.


“Pergi” kataku datar.


“Apa? “ kata cewek yang mengaku namanya Aka bingung.


“Ck, pergi dari sini. Sekarang!!! “ kataku ketus sambil melangkah pergi. Aku merasa pergelangan tanganku ditarik. Dan benar saja, Aka yang menariknya.


“Nicky kok jahat sih sama aku? Kan aku udah minta maaf? “ katanya sambil cemberut, aku bisa melihat sekarang Aka sedang berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh. Aku melepaskan genggamannya dalam satu kali hentakan.


“Denger ya! Jangan sok sok an deket sama gua. Nggak usah sok akrab dengan panggil gue dengan sebutan kak Nicky, nama panggilan gue Nicko! Bukan Nicky!.Elo kira nama gue merek saos apa?! Dan jangan harap dengan elo nangis dihadapan gue, gue bisa luluh sama elo. Nggak akan! Nggak akan pernah!! “ kataki ketus.


Aku segera pergi meninggalkan Aka tanpa menoleh ke belakang. Aka mencoba mengejarku, tapi langkahnya terhenti karena kakinya tergelincir pasir dan meninggalkan bekas luka di lututnya. Aka semakin histeris. Dia mencoba meminta pertolonganku.


“Nicky, aku jatuh. Tolongin dong” katanya sambil masih berderai air mata.


“Jatuh sendiri, tolong sendiri” kataku ketus. Gue hanya menoleh sekilas dan semakin pergi menjauh.


“Nicky!!!!! Tunggu!!!! Akh lututku “ katanya sambil menyeka air mata. Aka terus mengejarku walaupun ia hampir terjatuh mungkinbkarena luka dilututnya terasa meradang. Ah, bialah. Memang ala perduliku?


**************************


Aku masih terduduk di sudut kamarku. Perasaan bersalah menyelimutiku begitu saja.


“Apa gue terlalu kasar ya sama cewek tadi? “ batinku bingung. Aku benar benar merasa aneh dengan cewek tadi.


Otakku menolak keras memikirkannya. Namun perasaan bersalahku lebih besar daripada logikaku.


Mungkin benar aku terlalu dingin dengan cewek, bahkan kesan menakutkan selalu ku perlihatkan kepada cewek manapun yang berusaha dekat denganku.


Banyak yang bilang kalau cewek itu mahluk yang cerewet, labil, baperan, suka diperhatikan, cemburuan, suka shopping, kadang susah di tebak, kebanyakan moody, dan yang terpenting, jangan bikin mereka sedih.


Tapi kenapa tadi gue bikin tuh cewek nangis??? Akhh!!!! Ini benar benar membingungkan.


Edo selalu bilang kalau pacaran itu bisa bikin hari hari terasa berwarna.


Dikira pelangi apa warna warni?!!


Gue selalu masa bodoh dengan urusan cewek.


Banyak yang bilang kalau gue nggak normal gara gara nggak mau di dekati cewek. Itu masih mending, gue kadang di cap yang nggak nggak waktu orang orang pada kumpul buat bahas hal yang kupikir tidak penting.


Yap, gosip sekolah.


Kumpulan berita yang membuat telingaku panas dan perutku mulas.


Daripada mendengar ocehannya anak anak kelas,aku memilih membaca buku pelajaran atau memilih bsrmain game online.


Aku tiba tiba teringat sesuatu, Surya bilang kalau cewek yang gue cuekin tadi suka sama gue. Haha!!! Gila nggak mungkin. Mungkin tu cewek emang labil banget, tapi gue nggak yakin kalau dia bisa kuat jika kutolak mentah mentah.


“Nicko.... “ panggil Mamaku. Mama segera masuk ke kamar.


“Iya ma” jawabku sambil masih menulis sesuatu di buku pelajaranku.


“Kamu ingat kan sama permintaan kakek kamu? “ tanya Mamaku hati hati.


Gue menghela nafas perlahan dan menjawab “iya ma, aku inget” jawabku lelah.


“Mama harap kamu mau menuruti keinginan kakek kamu” kata Mama gue pelan.


“Iya aku bakal turutin kok ma” kata gue sambil menatap Mama gue.


“Ma... tapi kan aku nggak pernah lihat Aka tuh kayak gimana, apa nggak sebaiknya PDKT dulu?” kata ku.


“Baiklah, besok kita ke restoran Villanesia. Kita ketemu sama orang tuanya Aka sekalian sama Aka nya sekalian” kata Mama gue. Gue bisa lihat kelegaan terpancar pada raut wajah Mama gue.


“Besok?!!! Ma, apa nggak kecepeten?” kata gue memberi penawaran.


“Masak iya gue besok ketemu sama CAMER?” batinku dengan jantung berdebar.


“Udah nggak papa, kemeja sama tuksidonya udah Mama siapin” kata Mama gue menenangkan gue.


💜💜💜


Hay hay readersku tersayang!!!!!!! Gimana yang satu ini seru juga kan?!!!!! Mana nih love-nya buat aku???? Eakkkkk malah jadi bucin lagi hehehe.


Tunggu episode selanjutnya.....


Tbc**