This Crazy

This Crazy
Tc chapter 5 {first night? }



“Benar benar hari yang gila” guman Nicko sambil melemparkan tubuhnya ke ranjang.


“Napa sih? “ tanya Aka sewot.


“Lo lupa kalo kita tadi habis nikah?“ tanya Nicko bingung dengan tanggapan Aka.


“Santai aja kalik” kata Aka sambil melenggangkan kakinya ke kamar mandi.


“Gue ke kamar mandi dulu ya” kata Aka sebelum memutar kenop pintu kamar mandi.


“Terserah sono” kata Nicko sambil memencet tombol AC. Merasa kalau rasa gerahnya tidak segera hilang, Nicko segera membuka tiga kancing teratas kemeja birunya.


 


Acara pernikahannya memang sudah selesai, tapi para tamu undangannya masih terus berdatangan walaupun ia dan Aka sudah berganti pakaian formal biasa. Bukan sepasang baju pengantin.


Nicko memejamkan mata perlahan. Dia segera merangkai apa yang akan dia lakukan setelah ini.


Nicko benar benar belum siap untuk melakukannya.


Nicko menggeleng kuat.


Ia mana mungkin akan melakukan itu sekarang , terlebih ia juga sudah janji dengan Papinya Aka. Nicko menghela nafas. Ia pasti bisa melalui semua ini.


Lima menit berlalu. Aka sudah keluar dari kamar mandi dan segera menghampiri Nicko yang sedang tiduran dalam posisi terlentang di atas kasur.


“Sono ke kamar mandi noh, habis ini kita sholat jamaah isya’, belom solat kan elo” kata Aka sambil mengguncang guncangkan lengan Nicko.


Nicko merespon dengan menggeliatkan tubuhnya. Dengan pandangan datar Aka segera mengangkat tangan Nicko dan dengan sengaja menggigitnya dengan kuat. Nicko langsung segera bangun dengan mengaduh kesakitan.


“Gila ya lo, maen gigit gigit aja” kata Nicko sambil mengusap tangannya yang masih terasa perih akibat gigitan Aka.


“Salahnya siapa tadi suruh bangun malah Cuma direspon ngolek doang” kata Aka sambil memanyunkan bibir.


“Sana cepet ke kamar mandi!! Ini nih udah jam delapan, gue nggak mau ya tidur sebelahan sama orang yang bau jeruk” kata Aka.


“Iya Iya , emang elo udah wudhu? “ tanya Nicko agak jengkel karena waktu tidurnya di ganggu.


“Udahlah, makanya itu gue ngajakin jamaah. Awas ya lo kalo kelamaan di kamar mandi!! Gue mandiin sekalian baru tahu rasa lo!!!“ kata Aka sambil melotot nyalang ke arah Nicko . Dan sialnya Nicko malah menanggapinya dengan guyonan.


“Emang berani mau mandiin gue? Nggak takut lo? “ tanya Nicko namun tetap mamasang ekspresi datarnya.


“Dasar!!!!!!!!! Malah kesenengen elo” kata Aka sambil membuang nafas berat.


Setelah selesai di kamar mandi akhirnya mereka sholat berjamaah isya’ di kamar tersebut. Keduanya larut dalam ke khusuk an menyembah sang ilahi. Dan ketika selesai entah dapat angin dari mana, Aka menyodorkan tangannya. Untuk menyalami Nicko . Nicko sempat tertegun dan dia juga bingung, tiba tiba tangannya bergerak menyambut uluran tangan Aka. Awalnya Nicko mengira hanya jabatan tangan biasa. Namun ternyata setelah menerima balasan dari tangan Nicko, ternyata Aka memberi respon dengan mencium punggung tangan Nicko . Nick tertegun lama. Bahkan ketika Aka sudah beranjak dari tempatnya dan meninggalkan Nicko . Nicko masih dalam posisinya dengan tangan yang melayang di udara.


Apa benar sekarang gue udah jadi suami Aka? Batin Nicko .


Nicko baru tersadar ketika mendengar suara Aka.


“Lo nggak tidur? “ tanya Aka yang sudah menata posisi bantalnya.


“Eh iya” kata Nicko yang kebingungan karena dia baru ketahuan habis ngelamun.


“Awas ya lo. Jangan berani sentuh tubuh gue seenaknya sendiri” kata Nicko dingin. Aka memasang wajah mau muntah.


“Dih ge er, males banget gua. Siapa juga yang mau pegang pegang elo. Dasar ngarep” kata Aka sambil merubah posisi tidurnya membelakangi Nicko. Tak lupa sebuah bantal guling menjadi pembatas daerah teritorial mereka berdua.


“Seharusnya tuh, gue yang bilang gitu ke elo” kata Aka mencibir.


Nicko hanya mengangkat alisnya tak paham. Ia hanya menunggu Aka melanjutkan perkatannya.


“Lagian nih ya, body lo nggak seberapa kalo gue pengen megang” kata Aka melanjutkan. Ia jadi malas sendiri menanggapi si balok es ini.


Bukankah Aka yang seharusny was was karena tidur dengan Nicko?. Semua cowok, walaupun dingin/alim sekalipun, kalo khilaf kan bikin mati kutu. Bisa bisa Nicko melakukan sesuatu yang tak lazim saat Aka tidur. Bukankah itu berbahaya?


Nicko mengangkat bahunya cuek. Aka yang merasa tak mendapat balasan segera menengok kebelakang. Bersamaan dengan itu, Nicko sedang melepas kaus tipisnya hingga bertelanjang dada.


Aka hampir saja menjerit. Ia segera menarik selimut hingga menutupi pucuk kepalanya. Jantungnya berpacu dengan kencang. Pikirannya malah melalang buana kemana mana.


Sekarang dia menyesal karena suka dengan novel yang bertema menikah saat SMA dan ternyata dia malah terjebak dalam alur kehidupan yang seperti itu. Benar benar menjengkelkan. Yang baca novel ini, harap hati hati. Bisa jadi kalian nasib kalian selanjutnya yang seperti ini.


“Lo kenapa? “ tanya Nicko sambil mengerutkan kening bingung melihat tingkah Aka.


Aka hanya bisa diam dengan ketakutan. Ia semakin meringkuk di dalam selimut. Nicko memutar bola matanya kesal.


“Kenapa nih cewek? “ batinnya bertanya tanya.


Nicko yang terbiasa tidur dengan lampu remang segera menengok ke arah nakas di sampingnya. Kosong, tidak terdapat lampu tidur. Dan na’asnya lampu itu malah di samping Aka.


Karena malas bedebat dengan Aka, Nicko mendekat untuk menyalakannya sendiri.


Aka masih meringkuk ketakutan di balik selimut. Perlahan, dia merasa ranjangnya bergoyang tanda seseorang mendekat ke arahnya. Siapa lagi kalau bukan Nicko.


“Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum, laa ta’khudzuhuu sinatuw walaa naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum wa laa yuhiithuuna bisyai’im min ‘ilmihii illaa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardlo walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘adhiim” mulutnya masih berkomat kamit membaca doa agar ia selamat dari bahaya yang mengancamnya.


Perlahan Aka bisa merasakan sebuah tangan tepat berada di samping lengannya.


“Ya Allah, Aka janji nggak akan nakal lagi. Tolong jangan ambil nyawa Aka sekarang. Aka belum tobat Ya Allah. Tolong kirimkan kembali malaikat maut ini ke tempat asalnya Ya Allah. Jangan buat dia menyakiti Aka Ya Allah” kata Aka sambil berkomat kamit.


Satu detik


Dua detik


Cetek


Nicko telah menyalakan lampu di samping Aka dan seketika kamar itu hanya terlihat remang oleh cahaya lampu di atas nakas.


Aka mengerjapkan matanya berkali kali. Dia tidak salah tahu bukan?


Dia segera menurunkan selimutnya sampai sebatas ketiak.


“Geer lo” kata Nicko sambil membenarkan posisi gulingnya.


Aka mencebik kesal. Sekarang ia malah yang kelihatan *****.


“Apa lo?!!! “ semprot Aka saat Nicko melihatnya dengan tatapan aneh.


“Barusan, lo ngira gue mau ngapa ngapain lo kan? “ tebak Nicko yang sialnya benar.


“Dih enggak” kata Aka sambil mengambil ponselnya diatas nakas dan mulai mengotak atiknya.


Tanpa babibu, Nicko merebutnya tanpa dia diga.


“Nicko!!!!! “ racau Aka seketika.


“Tidur. Besok sekolah” kata Nicko tak peduli. Dia malah sengaja meletakkan hp Aka di bawah tempat tidur.


“Ih!!! Nggak mau!!! Sini’in hpnya!!! “ kata Aka lagi.


“Nggak! Tidur sana! “ kata Nicko sambil menutup matanya.


“Ogah!!! Buruan sini'in!!!! “ kata Aka sambil menarik tangan Nicko dan terus meracau hebat.


“Gue baru mau tidur kalo lo turun dari kasur” kata Aka lagi.


“Lah trus, gue tidur dimana? “ tanya Nicko sambil menoleh sebentar ke arah Aka.


“Ya di sofa kek, di lantai kek, atau di genteng terserah yang penting nggak se kasur sama gue” kata Aka masa bodoh. Ia bahkan tidak peduli jika orang tua, mertua atau saudara yang berada di kamar bawah menanyakannya.


“Emang salah?” kata Nicko heran. Ini rumahnya, kenapa dia tidak tidur di kamar? Lucu nanti.


“Iyalah!!! Lo siapa gue seenaknya tidur se kasur sama gue. Nanti yang ada lo malah modus. Kan bahaya” kata Aka sambil terus memukul lengan Nicko.


“Gue laki lo” kata Nicko datar.


“Idih, laki gue tuh Kai Kamal Huening” kata Aka mulai berhalu.


“Terserah” kata Nicko masa bodoh.


“Nicko!!! Lo turun sana” kata Aka yang sudah lelah meminta ponselnya. Toh, besok Nicko pasti mengembalikannya.


“Udah sana tidur. Kalo nggak gue tidurin sini” kata Nicko tak jelas. Suaranya terdengar serak serak basah dan pelan, efek dari mengantuk yang berlebihan. Dan sekarang, bocah perempuan yang telah menjadi istrinya ini malah membuatnya susah tidur.


“Apa lo bilang? “ kata Aka yang tak terlalu dengar ucapan Nicko.


“Gue tidurin. Mau? “ kata Nicko sambil sambil menoleh ke arah Aka. Bibirnya menampakkan serigaian yang kentara.


“Idih!!! Najong!!!! “ kata Aka sambil mengibaskan tangannya.


Nicko tiba tiba memegang bahunya sambil menatap tajam ke arahnya.


“Tidur atau gue tidurin? “ kata Nicko dingin. Aka mengkeret ketakutan.


“Tidur aja” kata Aka bercicit pelan.


Nicko menarik senyum tipis yang terlihat mengerihkan. “Sana” katanya sambil berbaring memunggungi Aka.


Aka segera ikut berbaring memunggungi Nicko. Ini belum ada satu hari, kenapa dia merasa hidupnya akan didominasi oleh si Cool Organizer ini.


•••••••••••••••••••


...Wayolo!!!!!!...


...Yuhu para readers.........


...Ngaku siapa yang pikirannya tiba tiba halusinasi liar kemana mana?...


...Gimana bab selanjutnya?...


...Tambah penasaran apa tambah bosen?...


...Yang penting tambah seru kan?!...


...😆😆😆😆😆😂😂😂😂😂...


...Buat bab selanjutnya mau ceritanya pendek pendek ajah apa tambah panjang? So jangan lupa like yah...


...😁😁😁😁😁😁😀😀😀😀😀😊😊😊😊😊😊...


...See you in next part...


...Tbc...